author-banner
Queen Sando
Queen Sando
Author

Novel-novel oleh Queen Sando

Istri Untuk Suami Arumi

Istri Untuk Suami Arumi

Entah terbuat dari apa hati seorang wanita yang bernama Arumi.Ia dengan sengaja mencarikan seorang istri untuk Prayoga,yang notabene adalah suaminya sendiri.Arumi melakukan itu karena sudah merasa lelah dengan tekanan batin yang ia rasakan,hari demi hari yang kian menyiksa dirinya.
Baca
Chapter: Chapter 53
Satu hari sebelumnya.. "Siapa kau?!" tanya Arumi pada seorang wanita yang datang ke rumahnya. "Apa kabar Bu Arumi?" wanita itu tersenyum manis sambil melenggang masuk ke dalam rumah meski Arumi belum memintanya. Arumi bingung, ia mengekori langkah wanita yang berpenampilan seksi itu. "Hei, siapa kau?!" tanya Arumi lagi dengan nada tinggi. "Oh ya, aku lupa, perkenalan, aku Nurselia!" wanita itu mengulurkan tangannya. Arumi bengong saat wanita itu menyebut namanya. "Selia?" gumam Arumi sambil terus mengamati wanita yang ada dihadapannya itu. "Kau tentu masih ingat aku, kan Bu?" tanya Selia dengan senyum misterius, seolah menyimpan sebuah rahasia yang besar. "Bagaimana bisa kau Selia?" tanya Arumi ragu, sebab wanita yang ada di hadapannya itu tak mirip sedikitpun dengan Selia. Wanita itu, Selia, menyeringai membuat Arumi sedikit cemas. "Ku dengar kau akan menikah dengan mantan suamiku, oh, bukan, mantan suamimu?" tanya Selia yang terus mempermainkan bibirnya, seolah
Terakhir Diperbarui: 2025-01-19
Chapter: Chapter 52
"Ada apa lagi Mas?" tanya Arumi kesal, ia sebenarnya sudah merasa malas untuk bertemu lagi dengan Prayoga, semenjak ia mendapat video dari perempuan bernama Aulia itu. "Rum, aku mohon, maafkan aku!" Prayoga langsung menghambur kearah Arumi yang berdiri dengan wajah datar. "Percayalah, semua itu nggak benar!. A-ku udah ditipu Rum!" ucap Prayoga dengan menggebu-gebu. "Apa, ditipu katamu?!" Arumi memicingkan matanya, merasa aneh dengan pernyataan mantan suaminya itu. "Iya Rum, aku nggak kenal siapa wanita itu, sungguh!" Prayoga hendak meraih tangan Arumi untuk ia genggam, agar dramanya terlihat begitu realistis. Tapi Arumi dengan cekatan menghindar. Ia tak ingin lengah lagi, ia sudah sadar kini, karena kelengahannya itulah yang membuat ia akhirnya jatuh kembali ke dalam jeratan cinta Prayoga yang sesungguhnya kini sudah tak lagi sama seperti enam tahun yang lalu. Prayoga terperanjat melihat reaksi ketus Arumi. "Rum?!" "Huhh!!" Arumi menarik nafas dan mengembuskan nya begitu
Terakhir Diperbarui: 2025-01-19
Chapter: Chapter 51
"apa kabar Mas Yoga?!" seorang wanita tiba-tiba menegur Prayoga yang sedang duduk santai menikmati secangkir es kopi di sebuah cafe. Prayoga kaget dan segera meletakkan gelas berisi es kopi americano di atas meja. "hai!" seorang wanita melambaikan tangannya pada Prayoga sambil tersenyum manis. Prayoga tertegun melihat wanita itu, ia coba untuk mengingat-ingat, siapa tahu ia mengenal wanita itu, tapi ia ternyata tak bisa mengenalinya dengan mudah sebab wanita itu mengenakan kacamata hitam. "sendiri aja?" tanya wanita itu setelah berada tepat di dekat Prayoga. Prayoga tak menjawab, ia malah memandangi wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. wanita itu berpenampilan cukup seksi dengan hot pant jeans yang di padu atasan rajut berbelahan dada cukup rendah hingga membuat area privasi miliknya sedikit terlihat. "kok bengong?!" ucap wanita itu sambil menjentikkan jarinya, membuat lamunan Prayoga buyar seketika. "e, si-apa kau?!" tanya Prayoga gugup. "astaga, apa waktu b
Terakhir Diperbarui: 2025-01-11
Chapter: Chapter 50
"sial!, bagaimana bisa wanita itu punya video seperti itu?, ku rasa aku udah dijebak malam itu?, tapi atas dasar apa dia lakukan itu?!" Prayoga mondar-mandir sambil terus mengoceh. "loh Yoga?!, kok udah pulang?!" Bu Melinda kaget ketika melihat keberadaan Prayoga di ruang tengah. "bukankah hari ini kau dan Arumi akan fitting baju ya?" tanya Bu Melinda sambil mendekati anaknya itu. "apa terjadi sesuatu?" selidik Bu Melinda yang mulai merasa ada hal aneh yang terjadi jika melihat gelagat yang ditunjukkan Prayoga. "Yoga, kamu dengar Ibu nggak?!" pekik Bu Melinda. "iya Bu, Yoga dengar!" jawab Prayoga ketus. "kalo dengar kenapa kamu nggak jawab?!" Bu Melinda nggak kalah ketus. "Yoga lagi bingung Bu!" "bingung kenapa?, apa baju yang kalian pesan nggak sesuai?" tanya Bu Melinda sambil duduk di sofa dan menikmati secangkir teh Kamomil yang hangat dan harum. "bukan soal baju, tapi ini soal Arumi!" "crutt!" air teh yang sedang di seruput Bu Melinda muncrat seketika saat ia me
Terakhir Diperbarui: 2025-01-06
Chapter: Chapter 49
"Kok lama banget Mbok?" Prayoga bertanya pada Mbok Piah dengan gusar. Ini sudah hampir setengah jam ia menunggu Arumi yang kata Mbok Piah tadi sedang bersiap-siap. Kedua matanya terus menatap ke lantai atas, berharap Arumi segera turun untuk menemui dirinya. Prayoga merasa aneh, ia pernah hidup bersama Arumi selama enam tahun lamanya. Ia paham betul jika Arumi bukanlah tipikal wanita yang akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk berkutat di meja rias. "Coba panggil lagi Mbok, ini udah siang!" pinta Prayoga, Mbok Piah mengangguk ragu namun ia bergegas naik ke lantai atas untuk memanggil Arumi. Prayoga gelisah, ia terus mondar-mandir kesana-kemari sambil menggerutu tak jelas. Dan tak berselang lama Arumi pun turun di ikuti oleh Mbok Piah. Prayoga tertegun melihat Arumi. Tadi menurut Mbok Piah Arumi sedang bersiap diri, tapi kini yang nampak justru berbeda. Arumi masih mengenakan daster panjang berwarna biru gelap dengan Khimar peach yang menutup kepalanya. Wajah Arumi juga
Terakhir Diperbarui: 2025-01-02
Chapter: Chapter 48
"Siapa ya?!" Mbok Piah menatap bingung pada seseorang yang berdiri di hadapannya. Sepagi itu ada seorang wanita muda yang Dadang berkunjung. Wanita itu masih sangat mudah, usianya sepertinya belum genap dua puluh tahun. Paras wajahnya cukup cantik, tubuhnya tak terlalu tinggi namun cukup sintal, apalagi ditambah dengan pakaian yang ketat membuat setiap lekuk di tubuhnya tergambar dengan jelas. Mbok Piah nampak tak suka melihat penampilan wanita itu yang terlalu seksi. "Perkenalkan, saya Aulia!" wanita itu mengulurkan tangannya pada Mbok Piah yang masih bingung. Dengan ragu Mbok Piah menerima uluran tangan wanita itu. "Maaf Bu, apa Bu Arumi nya ada?" tanya wanita bernama Aulia itu dengan ramah seolah sudah sangat mengenal Arumi. Mbok Piah memicingkan matanya, mencoba untuk menyelidiki siapa wanita itu. "E, Ibu dia, dia su-dah pergi!" jawab Mbok Piah berdusta, sebenarnya Arumi ada di rumah, tapi semalam Arumi bilang pada Mbok Piah jika hari ini ia berencana untuk melakukan fittin
Terakhir Diperbarui: 2024-12-30
Dijual Teman Dibeli Sultan

Dijual Teman Dibeli Sultan

Niat hati ingin mengubah nasib dengan ikut temannya pergi bekerja ke kota, Widuri malah menjadi korban penipuan oleh temannya tersebut. Bukannya mendapat pekerjaan seperti yang dijanjikan, ia justru dijual oleh temannya pada pria hidung belang. Widuri yang sadar sudah tertipu berusaha untuk melarikan diri, namun usahanya gagal dan justru membawa ia pada sebuah peristiwa yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya.
Baca
Chapter: Bagian Ke-11
"Mon?! apa semua baik-baik saja?!" tegur Widuri yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Minah. "A, e, enggak a-da..!!" Minah kaget bukan main, ia tak menduga jika Widuri sudah ada di belakangnya. Ia mulai cemas, takut kalau ternyata Widuri sudah ada disitu sejak tadi dan ia mendengar percakapan Minah dan pria utusan bos Reno itu. "Sejak kapan kau disitu?!" tanya Minah gusar, jantungnya berdegup kencang. "Baru aja, aku dengar ada suara orang berbincang, makanya aku kesini. Apa aku menggangu?" Widuri tampak tak enak. "Oh, gak, gak kok!" Minah tersenyum kecut sambil geleng kepala, ia merasa lega karena ternyata dugaannya salah. "Kau sudah siap, kan?" "Iya, aku siap!" ucap Widuri sambil terus menutupi area dadanya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa risih dengan belahan dada baju yang ia pakai, itu terlalu rendah baginya. "Kau tunggu saja,kembali ke dalam, aku masih belum selesai!" perintah Minah. "Heh, mana bisa begitu Mona?!" serobot pria itu geram. "Gadis itu s
Terakhir Diperbarui: 2026-01-02
Chapter: Bagian Ke-10
"Lu mau apa sih?! gue udah setuju sama permintaan elu buat tukar tu gadis sama hutang lu yang segunung! terus lu sekarang minta gue yang jemput tuh gadis?! sialan lu! jalang licik!" "Cihh!!" umpat bos Reno, ia murka karena merasa terus dipermainkan oleh Minah. Minah yang tahu kelemahan pria paruh baya itu tak ingin membuang kesempatan yang tak datang dua kali. "Maaf bos! bos, kan punya banyak anak buah, bos gak usah repot-repot datang kesini, cukup kirim orang aja untuk jemput Widuri!" ujar Minah, sok menasehati seolah dialah yang paling tahu segalanya. "Bocah tengik! nggak usah ngajarin gue! ingat, lu masih bisa makan enak dan tidur nyenyak, itu karena gue! jadi lu jangan coba-coba mempermainkan gue!" ancam bos Reno. "Sorry bos! jangan sensi gitu dong, bos ngerti lah, gue gak mau ambil resiko bos, gue gak mau Widuri curiga sama rencana kita!" "Please bos, bos kirim orang ya kesini!" Minah memohon. "Arggh! sial!" "Oke, gue kirim orang sekarang!" "Em,bos tunggu dulu!" "Apala
Terakhir Diperbarui: 2026-01-01
Chapter: Bagian Ke-9
"Nah, gitu dong! itu baru cocok!" Minah menyeringai melihat Widuri yang mengenakan baju san sepatu yang tadi ia berikan. Sementara Widuri tampak tak nyaman, ia sibuk menarik bagian bawah bajunya agar menutupi kedua pahanya yang kuning Langsat dan mulus itu. Ia merasa malu memakai baju semacam itu. Belum lagi ia juga jadi tak leluasa bergerak karena kedua kakinya yang kini memakai sepatu hak tinggi, ia harus sangat hati-hati saat melangkah, seperti anak kecil yang sedang belajar berjalan. Sungguh situasi yang sangat merepotkan. "Jadi, lu udah siap?" tanya Minah sambil memperhatikan Widuri dari ujung kaki sampai ujung kepala,ia ingin memastikan bahwa penampilan Widuri sudah sempurna. "I-ya, aku siap!" jawab Widuri tegang. Ia tak tahu pekerjaan macam apa yang akan ia dapatkan nanti sehingga ia harus berpenampilan aneh seperti itu. Tapi Widuri tak bisa lagi protes, Minah memang benar, saat ini nasib sang ibu berada di tangan Widuri. Jika Widuri egois dan tetap pada prinsipnya untuk
Terakhir Diperbarui: 2025-12-31
Chapter: Bagian Ke-8
Minah mondar-mandir, gelisah. Ia seperti orang yang sedang ada dalam masalah yang besar. Wajahnya tegang, keringat dingin membasahi kulitnya meski pendingin udara di dalam kamar apartemen terus menyala. Widuri duduk di atas sofa dengan wajah yang juga tak kalah tegang. Ia ingin tahu apa gerangan yang membuat Minah begitu gusar, tapi ia tak berani untuk bertanya, situasi saat ini sedang tak baik, Widuri takut menambah beban pikiran Minah. "Wid, cepat lu kemasi barang-barang lu!" ujar Minah kemudian, suaranya yang berat memecah keheningan yang sejak tadi menguasai seluruh penjuru ruangan itu. Widuri tersentak, ada rasa senang tapi juga cemas dan bingung. "Buruan! lu kemasi barang lu!" ulang Minah dengan nada bicara yang agak tinggi saat ia mendapati Widuri yang masih terdiam tak bergeming. "I-ya, iya!" jawab Widuri setengah tergagap. "Ta-pi, kenapa Min, Mona?" Widuri tak bisa menahan rasa penasaran. "Lu mau kerja, kan?!" "Iya, iya, mau!" sambar Widuri. "Hari ini lu akan dapat p
Terakhir Diperbarui: 2025-12-27
Chapter: Bagian ke-7
"Brakkkk!!!" pria itu keluar kamar apartemen Minah sambil membanting pintu sehingga membuat Minah dan juga Widuri kaget bukan main. Widuri masih bersembunyi di balik pintu, ia memperhatikan Minah yang tampak gusar. "Dasar tua bangka sialan! datang-datang main minta duit aja, emang dia kira gampang apa cari duit sebanyak itu!" "Dasar payah!!" umpat Minah sambil memasang wajah kesal. Widuri perlahan-lahan melangkah keluar dari tempat persembunyiannya. Wajahnya tegang, masih ada ketakutan yang terlihat, apa yang baru saja ia saksikan sungguh cukup mampu membuat jantungnya berdetak kencang. "Em, Minah.." "Dia bos Reno!" sambar Minah seperti sudah tahu apa yang ingin Widuri katakan. Widuri terdiam, ia tak berani lagi bicara, Minah terlihat sangat kacau. Entah berapa banyak hutang Minah pada bos Reno itu. Tapi jika Widuri nilai dari bagaimana cara bos Reno menagih tadi, sepertinya hutang Widuri cukup besar. Ah, Widuri jadi teringat akan sang ibu di kampung. Seminggu lagi jurag
Terakhir Diperbarui: 2025-12-26
Chapter: Bagian Ke-6
"Taruh tas lu disitu!" ujar Minah saat ia membuka pintu apartemen yang merupakan tempat tinggalnya. Widuri mengekor langkah Minah, matanya liar menatap ke segenap penjuru ruangan. Kamar apartemen Minah tak begitu besar, tapi untuk ukuran orang yang tinggal seorang diri itu cukuplah luas. Barang-barang di kamar itu juga cukup lengkap, sepertinya cerita tentang kesuksesan Minah di kota memang benar adanya. "Taruh aja disitu!" ulang Minah sambil menunjuk pada salah satu sudut ruangan. Widuri tergagap, lamunannya buyar, dengan gugup dan canggung, ia bergegas membawa tasnya dan meletakkan di sudut ruangan. "Untuk sementara lu tinggal disini dulu" ujar Minah sambil melempar tas yang sedari tadi ia sandang ke atas sofa. "Em..maaf..apa tempat kerjaku nanti dekat dari sini?" Widuri bertanya dengan hatihati. "Itu nggak usah lu pikirin dulu, yang penting sekarang kita istirahat, oke! gue capek banget Wid, gue mau tidur dulu..oya, kalo lu laper lu liat aja apa yang bisa dimakan di k
Terakhir Diperbarui: 2025-11-23
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status