author-banner
Queen Sando
Queen Sando
Author

روايات بقلم Queen Sando

Dijual Teman Dibeli Sultan

Dijual Teman Dibeli Sultan

Niat hati ingin mengubah nasib dengan ikut temannya pergi bekerja ke kota, Widuri malah menjadi korban penipuan oleh temannya tersebut. Bukannya mendapat pekerjaan seperti yang dijanjikan, ia justru dijual oleh temannya pada pria hidung belang. Widuri yang sadar sudah tertipu berusaha untuk melarikan diri, namun usahanya gagal dan justru membawa ia pada sebuah peristiwa yang akan mengubah hidupnya untuk selamanya.
قراءة
Chapter: Bagian Ke-15
Tangan bos Reno yang kekar dengan sigap dan begitu cepat langsung meraih tangan Widuri, dan dengan memaksa ia menarik tangan mungil itu. Widuri meringis sambil melenguh menahan sakit. "Jangan takut cantik! aku bukan Monster!" ucap bos Reno sambil terus menatap Widuri yang ketakutan. Ia berusaha untuk tetap bertahan, tapi karena kalah tenaga, akhirnya ia pasrah juga saat bos Reno menarik tangannya dan membawanya untuk duduk di sebuah sofa kulit yang terlihat gagah dan mewah. Dan seketika itu juga ia kembali teringat akan perkataan Minah, jika Widuri ingin cepat dapat uang, ia harus menuruti semua perintah bos, jangan membantah agar ia tak dapat masalah. "Duduklah!" ucap bos Reno yang segera meraih tas Widuri dan melemparkannya begitu saja ke lantai, mata Widuri melotot mengikuti ayunan tas yang kemudian terhempas begitu saja di atas lantai granit yang dingin itu. Seketika netra indahnya mengembun, ia ingin bangkit dan memungut tas itu, tapi buru-buru dicegah bos Reno. "Biarkan
آخر تحديث: 2026-01-10
Chapter: Bagian Ke-14
Langkah pria yang bersama Widuri terhenti saat di depan sebuah pintu. Widuri celingukan, ia tak fokus pada pintu itu, tapi matanya terus berkeliling untuk mengamati area sekitar yang tampak begitu menakjubkan. "Dengarkan aku, kau cepat masuk, lalu rapikan dirimu!" ucap pria itu tiba-tiba. Widuri terhenyak, ia buru-buru mengalihkan pandangan pada pria itu. "Masuk kemana?!" tanya Widuri polos. "Kedalam sini!" ujar pria itu. Widuri diam, ia menatap pintu kayu berwarna cokelat yang ada di hadapannya. "Ini tempat apa?" tanyanya penasaran. "Jangan banyak tanya! cepat masuk!" celetuk pria itu, mulai kesal ia. Widuri menelan ludah, merasa tak enak hati ia mendengar celetukan pria itu. Pria itu segera membukakan pintu, Widuri dengan ragu mulai melangkah masuk. "Kau cuma punya waktu lima menit!" pesan pria itu. Widuri mengangguk pelan. Widuri sudah masuk ke tempat itu. Harum aroma lemon segera menyambut indera penciumannya, suasana yang dingin nan sunyi lun segera datang
آخر تحديث: 2026-01-08
Chapter: Bagian Ke-13
Widuri benar-benar sudah tak tahan, kepala yang pusing dan perut yang mual membuat ia tak mampu lagi untuk terus menahan agar tak munta*. Namun saat ia nyaris menyerah, tiba-tiba mobil berhenti. Widuri mengurungkan niatnya, ia masih menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Matanya yang sayu kini coba untuk ia buka lebar-lebar. Dan betapa terkejutnya ia saat ia menyadari dimana ia saat ini. Mobil itu ternyata berhenti tepat di depan sebuah bangunan yang besar dan tinggi serta terlihat mewah, tapi bukan karena kemegahan gedung itu yang membuat Widuri terkejut dan bengong, melainkan pemandangan di sekitar gedung itu berdiri. Sejauh mata memandang hanyalah hamparan hutan yang dipenuhi aneka pepohonan, dan satu-satunya tempat yang terlihat bersih hanyalah sebuah jalan aspal yang terlihat lurus tapi sepi tanpa satupun terlihat kendaraan melintas selain dari mobil yang Widuri tumpangi saat ini. Ketika ia menyadari bahwa ia kini sungguh sudah berada di antah berantah, Widuri panik buka
آخر تحديث: 2026-01-06
Chapter: Bagian Ke-12
Dengan diantar Minah, Widuri turun ke bawah, menuju ke tempat parkir mobil yang menjemput dirinya. Sepanjang menyusuri lantai demi lantai apartemen, pikirannya terus melayang tak tentu arah. Rasa bahagia karena akhirnya ia akan segera bekerja, kini berubah jadi rasa takut akan ketidakpastian pada apa yang nanti akan ia hadapi di tempat barunya, apalagi setelah Minah menegaskan jika ia tak bisa mengantar Widuri sampai ke tempatnya. Kalimat-kalimat bijak nan penuh penghiburan dan semangat yang terus dilontarkan Minah, nyatanya tak sedikitpun mampu membuat hati Widuri merasa tenang. Bayang-bayang akan hal-hal baru yang aneh dan mengerikan, kini terus bergelayut kasar di kedua netra indahnya yang menyorotkan rasa takut yang luar biasa. "Ayo masuk!" pinta si pria pada Widuri. Widuri tersentak dari lamunannya mendengar suara pria itu, saat ia tersadar, rupanya mereka sudah sampai di parkiran, dan di hadapannya sudah ada sebuah mobil hitam merek kenamaan. "Wid, buruan masuk, semakin cepa
آخر تحديث: 2026-01-05
Chapter: Bagian Ke-11
"Mon?! apa semua baik-baik saja?!" tegur Widuri yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Minah. "A, e, enggak a-da..!!" Minah kaget bukan main, ia tak menduga jika Widuri sudah ada di belakangnya. Ia mulai cemas, takut kalau ternyata Widuri sudah ada disitu sejak tadi dan ia mendengar percakapan Minah dan pria utusan bos Reno itu. "Sejak kapan kau disitu?!" tanya Minah gusar, jantungnya berdegup kencang. "Baru aja, aku dengar ada suara orang berbincang, makanya aku kesini. Apa aku menggangu?" Widuri tampak tak enak. "Oh, gak, gak kok!" Minah tersenyum kecut sambil geleng kepala, ia merasa lega karena ternyata dugaannya salah. "Kau sudah siap, kan?" "Iya, aku siap!" ucap Widuri sambil terus menutupi area dadanya dengan kedua telapak tangannya, ia merasa risih dengan belahan dada baju yang ia pakai, itu terlalu rendah baginya. "Kau tunggu saja,kembali ke dalam, aku masih belum selesai!" perintah Minah. "Heh, mana bisa begitu Mona?!" serobot pria itu geram. "Gadis itu su
آخر تحديث: 2026-01-02
Chapter: Bagian Ke-10
"Lu mau apa sih?! gue udah setuju sama permintaan elu buat tukar tu gadis sama hutang lu yang segunung! terus lu sekarang minta gue yang jemput tuh gadis?! sialan lu! jalang licik!" "Cihh!!" umpat bos Reno, ia murka karena merasa terus dipermainkan oleh Minah. Minah yang tahu kelemahan pria paruh baya itu tak ingin membuang kesempatan yang tak datang dua kali. "Maaf bos! bos, kan punya banyak anak buah, bos gak usah repot-repot datang kesini, cukup kirim orang aja untuk jemput Widuri!" ujar Minah, sok menasehati seolah dialah yang paling tahu segalanya. "Bocah tengik! nggak usah ngajarin gue! ingat, lu masih bisa makan enak dan tidur nyenyak, itu karena gue! jadi lu jangan coba-coba mempermainkan gue!" ancam bos Reno. "Sorry bos! jangan sensi gitu dong, bos ngerti lah, gue gak mau ambil resiko bos, gue gak mau Widuri curiga sama rencana kita!" "Please bos, bos kirim orang ya kesini!" Minah memohon. "Arggh! sial!" "Oke, gue kirim orang sekarang!" "Em,bos tunggu dulu!" "Apala
آخر تحديث: 2026-01-01
Istri Untuk Suami Arumi

Istri Untuk Suami Arumi

Entah terbuat dari apa hati seorang wanita yang bernama Arumi.Ia dengan sengaja mencarikan seorang istri untuk Prayoga,yang notabene adalah suaminya sendiri.Arumi melakukan itu karena sudah merasa lelah dengan tekanan batin yang ia rasakan,hari demi hari yang kian menyiksa dirinya.
قراءة
Chapter: Chapter 53
Satu hari sebelumnya.. "Siapa kau?!" tanya Arumi pada seorang wanita yang datang ke rumahnya. "Apa kabar Bu Arumi?" wanita itu tersenyum manis sambil melenggang masuk ke dalam rumah meski Arumi belum memintanya. Arumi bingung, ia mengekori langkah wanita yang berpenampilan seksi itu. "Hei, siapa kau?!" tanya Arumi lagi dengan nada tinggi. "Oh ya, aku lupa, perkenalan, aku Nurselia!" wanita itu mengulurkan tangannya. Arumi bengong saat wanita itu menyebut namanya. "Selia?" gumam Arumi sambil terus mengamati wanita yang ada dihadapannya itu. "Kau tentu masih ingat aku, kan Bu?" tanya Selia dengan senyum misterius, seolah menyimpan sebuah rahasia yang besar. "Bagaimana bisa kau Selia?" tanya Arumi ragu, sebab wanita yang ada di hadapannya itu tak mirip sedikitpun dengan Selia. Wanita itu, Selia, menyeringai membuat Arumi sedikit cemas. "Ku dengar kau akan menikah dengan mantan suamiku, oh, bukan, mantan suamimu?" tanya Selia yang terus mempermainkan bibirnya, seolah
آخر تحديث: 2025-01-19
Chapter: Chapter 52
"Ada apa lagi Mas?" tanya Arumi kesal, ia sebenarnya sudah merasa malas untuk bertemu lagi dengan Prayoga, semenjak ia mendapat video dari perempuan bernama Aulia itu. "Rum, aku mohon, maafkan aku!" Prayoga langsung menghambur kearah Arumi yang berdiri dengan wajah datar. "Percayalah, semua itu nggak benar!. A-ku udah ditipu Rum!" ucap Prayoga dengan menggebu-gebu. "Apa, ditipu katamu?!" Arumi memicingkan matanya, merasa aneh dengan pernyataan mantan suaminya itu. "Iya Rum, aku nggak kenal siapa wanita itu, sungguh!" Prayoga hendak meraih tangan Arumi untuk ia genggam, agar dramanya terlihat begitu realistis. Tapi Arumi dengan cekatan menghindar. Ia tak ingin lengah lagi, ia sudah sadar kini, karena kelengahannya itulah yang membuat ia akhirnya jatuh kembali ke dalam jeratan cinta Prayoga yang sesungguhnya kini sudah tak lagi sama seperti enam tahun yang lalu. Prayoga terperanjat melihat reaksi ketus Arumi. "Rum?!" "Huhh!!" Arumi menarik nafas dan mengembuskan nya begitu
آخر تحديث: 2025-01-19
Chapter: Chapter 51
"apa kabar Mas Yoga?!" seorang wanita tiba-tiba menegur Prayoga yang sedang duduk santai menikmati secangkir es kopi di sebuah cafe. Prayoga kaget dan segera meletakkan gelas berisi es kopi americano di atas meja. "hai!" seorang wanita melambaikan tangannya pada Prayoga sambil tersenyum manis. Prayoga tertegun melihat wanita itu, ia coba untuk mengingat-ingat, siapa tahu ia mengenal wanita itu, tapi ia ternyata tak bisa mengenalinya dengan mudah sebab wanita itu mengenakan kacamata hitam. "sendiri aja?" tanya wanita itu setelah berada tepat di dekat Prayoga. Prayoga tak menjawab, ia malah memandangi wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki. wanita itu berpenampilan cukup seksi dengan hot pant jeans yang di padu atasan rajut berbelahan dada cukup rendah hingga membuat area privasi miliknya sedikit terlihat. "kok bengong?!" ucap wanita itu sambil menjentikkan jarinya, membuat lamunan Prayoga buyar seketika. "e, si-apa kau?!" tanya Prayoga gugup. "astaga, apa waktu b
آخر تحديث: 2025-01-11
Chapter: Chapter 50
"sial!, bagaimana bisa wanita itu punya video seperti itu?, ku rasa aku udah dijebak malam itu?, tapi atas dasar apa dia lakukan itu?!" Prayoga mondar-mandir sambil terus mengoceh. "loh Yoga?!, kok udah pulang?!" Bu Melinda kaget ketika melihat keberadaan Prayoga di ruang tengah. "bukankah hari ini kau dan Arumi akan fitting baju ya?" tanya Bu Melinda sambil mendekati anaknya itu. "apa terjadi sesuatu?" selidik Bu Melinda yang mulai merasa ada hal aneh yang terjadi jika melihat gelagat yang ditunjukkan Prayoga. "Yoga, kamu dengar Ibu nggak?!" pekik Bu Melinda. "iya Bu, Yoga dengar!" jawab Prayoga ketus. "kalo dengar kenapa kamu nggak jawab?!" Bu Melinda nggak kalah ketus. "Yoga lagi bingung Bu!" "bingung kenapa?, apa baju yang kalian pesan nggak sesuai?" tanya Bu Melinda sambil duduk di sofa dan menikmati secangkir teh Kamomil yang hangat dan harum. "bukan soal baju, tapi ini soal Arumi!" "crutt!" air teh yang sedang di seruput Bu Melinda muncrat seketika saat ia me
آخر تحديث: 2025-01-06
Chapter: Chapter 49
"Kok lama banget Mbok?" Prayoga bertanya pada Mbok Piah dengan gusar. Ini sudah hampir setengah jam ia menunggu Arumi yang kata Mbok Piah tadi sedang bersiap-siap. Kedua matanya terus menatap ke lantai atas, berharap Arumi segera turun untuk menemui dirinya. Prayoga merasa aneh, ia pernah hidup bersama Arumi selama enam tahun lamanya. Ia paham betul jika Arumi bukanlah tipikal wanita yang akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk berkutat di meja rias. "Coba panggil lagi Mbok, ini udah siang!" pinta Prayoga, Mbok Piah mengangguk ragu namun ia bergegas naik ke lantai atas untuk memanggil Arumi. Prayoga gelisah, ia terus mondar-mandir kesana-kemari sambil menggerutu tak jelas. Dan tak berselang lama Arumi pun turun di ikuti oleh Mbok Piah. Prayoga tertegun melihat Arumi. Tadi menurut Mbok Piah Arumi sedang bersiap diri, tapi kini yang nampak justru berbeda. Arumi masih mengenakan daster panjang berwarna biru gelap dengan Khimar peach yang menutup kepalanya. Wajah Arumi juga
آخر تحديث: 2025-01-02
Chapter: Chapter 48
"Siapa ya?!" Mbok Piah menatap bingung pada seseorang yang berdiri di hadapannya. Sepagi itu ada seorang wanita muda yang Dadang berkunjung. Wanita itu masih sangat mudah, usianya sepertinya belum genap dua puluh tahun. Paras wajahnya cukup cantik, tubuhnya tak terlalu tinggi namun cukup sintal, apalagi ditambah dengan pakaian yang ketat membuat setiap lekuk di tubuhnya tergambar dengan jelas. Mbok Piah nampak tak suka melihat penampilan wanita itu yang terlalu seksi. "Perkenalkan, saya Aulia!" wanita itu mengulurkan tangannya pada Mbok Piah yang masih bingung. Dengan ragu Mbok Piah menerima uluran tangan wanita itu. "Maaf Bu, apa Bu Arumi nya ada?" tanya wanita bernama Aulia itu dengan ramah seolah sudah sangat mengenal Arumi. Mbok Piah memicingkan matanya, mencoba untuk menyelidiki siapa wanita itu. "E, Ibu dia, dia su-dah pergi!" jawab Mbok Piah berdusta, sebenarnya Arumi ada di rumah, tapi semalam Arumi bilang pada Mbok Piah jika hari ini ia berencana untuk melakukan fittin
آخر تحديث: 2024-12-30
قد تعجبك أيضًا
My Possessive Sugar Daddy
My Possessive Sugar Daddy
Romansa · Oot
1.6M وجهات النظر
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama
Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama
Romansa · Musim Gugur
1.5M وجهات النظر
Kembalinya Istri Sah sang CEO
Kembalinya Istri Sah sang CEO
Romansa · Suara
1.5M وجهات النظر
Budak Cintamu : Istri Tawanan Bos yang Paranoid dan Berkuasa
Budak Cintamu : Istri Tawanan Bos yang Paranoid dan Berkuasa
Romansa · Gu family's Little Bamboo
1.5M وجهات النظر
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status