分享

Bagian Ke-26

作者: Queen Sando
last update publish date: 2026-02-28 16:21:54

"Apa yang kau inginkan?!" tanya Zeka, ia masih berdiri menghadap pintu yang hanya tinggal sejengkal Saha jaraknya dari tempat ia berada.

"Tap! tap! tap!" langkah kaki yang dialasi sandal kulit bermerek terdengar mendekat dengan ketukan irama yang teratur namun terdengar jengah.

"puffff!!" hembusan nafas yang berat menjadi penanda terhentinya nada irama dari langkah itu.

"Kau bisa bawa gadis ini pergi jika kau mau, tapi sebagai gantinya, kau harus kembalikan uang yang sudah aku keluarkan untu
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-39

    "Aku gak perduli bagaimana caramu untuk mendapatkan uang, yang jelas, aku mau kau bayar hutang itu!" ancam Zeka dengan raut wajah serius, Widuri bergidik, ngeri. Ia sungguh merasa frustasi, hutang pada juragan Sarmo tinggal menghitung waktu yang sudah hampir habis, kini ia juga harus dibebani dengan hutang pada Zeka yang jumlahnya berkali lipat dari hutang pada juragan Sarmo. Widuri diam, ia terus mencoba untuk berfikir, mencari solusi untuk masalah yang sangat berat ini. Keadaan menjadi hening, Widuri masih berdiri membatu dengan pikiran yang rumit, sedang Zeka tampak santai, ia menyandarkan rdi dinding bercat putih bersih dengan kedua tangan di silangkan di dadanya yang bidang, dua bola mata yang tajam dengan diam-diam terus mengamati sosok lusuh yang tertunduk lesu dihadapannya. "Em, begini saja, bagaimana jika kali ini aku bantu kau lagi?" ujar Zeka, suaranya yang jernih dan tegas itu memecah kesunyian yang sedang menguasai keadaan yang tak bersahabat dengan Widuri. Widu

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-38

    Setelah melalui perjalanan beberapa waktu, akhirnya Zeka dan Widuri sampai juga di rumah Zeka, bukan rumah, tempat itu lebih tepat disebut sebagai istana. Setiap jengkal dari tempat itu tak ada satupun yang tak ibdah dan estetik, semua dirancang dengan sedetil mungkin hingga sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah sebuah mahakarya manusia bernama rumah. Widuri tak henti berdecak kagum saat motor yang dikendarai Zeka mulai memasuki halaman rumah yang asri itu. Tadi saat ia pergi bersama Stela, ia tak bisa leluasa melihat keadaan sekitar sebab ia langsung menaiki mobil saat keluar dari tempat itu. Namun kini semua keindahan itu dapat sepenuhnya ia nikmati. "Selamat pagi tuan!" dua orang pria berseragam menghampiri Zeka yang sudah menghentikan motornya tepat di depan sebuah gazebo yang merupakan markas keamanan. "Turun!" perintah Zeka pada Widuri yang membuat lamunan Widuri buyar seketika. Dengan gugup Widuri segera turun, namun kedua matanya tetap tak lekang dari pemandangan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-37

    "Tuan, saya nggak enak sama nyonya Stela" ujar Widuri saat mereka melangkah keluar dari rumah Stela. "Apaan lu! kau gak enak sama Stela tapi kau gak pikirin perasaan aku?!" celetuk Zeka kesal sambil terus memegang erat lengan Widuri. "Bu-kan begitu tuan.." "Kau jangan lupa ya, aku yang udah buat kau terbebas dari monster sialan itu!" tukas Zeka. Kartu as! Widuri terdiam, tak bisa lagi menyangkal, dan memang seharusnya ia tak pantas untuk melakukan itu. Zeka benar, jika bukan karena kebaikan dari dirinya, entah bagaimana sekarang nasib Widuri. Tak ada pilihan selain patuh pada kehendak Zeka, toh bagi Widuri sebenarnya sama saja dengan siapa dia bekerja, yang penting ia sudah dapat pekerjaan dan peluang untuk bisa mendapatkan uang kini mulai terbuka. "Ayo cepat naik!" perintah Zeka saat ia sudah duduk di atas motor. Widuri merasa canggung, ia hanya menatapi motif sport itu sambil garuk-garuk kepala. "Ayo naik! jangan buang-buang waktu ku, aku bukan pengangguran yang gak a

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-36

    "Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin. "Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan. "Kemana mereka?" "Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka. "Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ada kolerasinya dengan dirinya. Dengan terburu-buru Zeka bergegas turun ke lantai bawah. "Kakkkk!!!???!!!!" teriak Zeka dengan suara lantang yang menggema di ruangan luas yang merupakan ruang tamu itu, dua orang pegawai yang sedang bersih-bersih seketika menghentikan pekerjaannya dan berdiri dengan sikap tegap. "Hei! apa kalian melihat nyonya?!" tanya Zeka pada dua orang itu. "Ta-di nyonya besar keluar" jawab salah satu dari mereka dengan suara yang hati-hati takut salah. "Apa dia bersam

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-35

    "Nona, ayo perkenalkan dirimu pada nyonya besar!" pinta si wanita berseragam. Widuri tampak takut dan malu. "Ayo!" desak si wanita. Widuri maju perlahan, kini posisinya sejajar dengan wanita berseragam yang tadi membawa dirinya ke tempat itu. "Sa-ya..." suara Widuri terdengar lirih dan terbata. "Dia hendak melamar pekerjaan disini!" celetuk pria yang duduk di hadapan si wanita. Wanita itu langsung melihat pada si pria yang tetap tenang dan asyik menikmati makanannya. Begitu juga Widuri, ia sama tersentak nya dengan wanita itu hanya saja ekspresinya jelas berbeda dengan wanita itu. Jika wanita itu langsung menatap aneh pada si pria secara langsung, Widuri hanya berani menggerutu tak jelas di dalam hati dengan kepala yang masih tertunduk, takut dan malu. "Oh, begitu rupanya, jadi, siapa namamu?" tanya si wanita lagi yang kini kembali mengalihkan tatapan pada Widuri yang masih tetap membenamkan wajahnya. "E..." "Aku menolaknya!" serobot si pria, entah mengapa ia seolah

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-34

    Sepeninggal pria itu, Widuri masih duduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang belum jua kembali terbalut pakaian sepenuhnya. Ia masih terguncang dengan peristiwa tak terduga yang baru saja terjadi. Seperti mimpi, ia terbangun dari tidur dengan perasaan bingung dan berharap semua yang sempat terjadi itu sungguh hangat sebuah ilusi. Bagaimana bisa ia dengan sengaja memamerkan tubuhnya di hadapan pria asing dan tanpa sedikitpun rasa malu, ia secara terang-terangan rela menukar tubuh polosnya itu dengan sejumlah uang. "Krekk!" pintu berderit pelan, Widuri gugup, ia yang belum sempat mengenakan kembali pakaiannya buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang nyaris bug*l itu, kedua matanya menyorot tajam ke arah pintu, memastikan siapa yang datang. "Maaf nona, sebaiknya nona segera bersiap" seorang wanita berseragam yang datang. "Pufff!" Widuri membuang nafas, agak lega, sebab semula ia pikir jika itu adalah pria tadi. Selesai bicara, wanita berseragam itu bergegas pergi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-31

    Wanita itu tak menjawab pertanyaan Widuri, ia sekali lagi hanya tersenyum dan kemudian berpamitan pergi, meninggalkan Widuri yang takut dan bingung bukan main. Widuri celingukan, ia mencoba untuk mengingat-ingat kejadian yang terakhir kali sebelum pada akhirnya ia berada di tempat asing itu. "A

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-30

    "Ke-napa kau batalkan tuan?!" protes Widuri saat mereka berjalan keluar motel. Diluar hujan kian deras. Zeka tak menjawab, ia mempercepat langkahnya, hawa dingin yang menusuk membuat pria tampan itu disergap rasa dingin yang luar biasa. Ia buru-buru masuk ke dalam mobil. Widuri mematung, masih

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-25

    "Tuan tolong saya!" Widuri menangkupkan tangannya, memohon belas kasihan Zeka, orang asing yang sama sekali tak ia kenal. "Hei jalang! kau pikir dengan siapa kau sedang bicara, hah?! apa kau pikir dia akan sudi mendengar perkataan konyol mu itu?! sudahlah, kau lebih baik diam! setelah urusan kita

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-22

    Widuri terdiam, terlalu banyak fakta mengejutkan sekaligus menakutkan yang ia dapatkan hanya dalam hitungan hari saja. Pertama, fakta bahwa kesuksesan yang selama ini Minah raih, ternyata semua itu bukan dari hasil kerja kerasnya, bukan karena ia sukses besar dengan pekerjaannya di kota, maksudny

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status