Chapter: Bab 6 : Tugas Baru Untuk 50 JutaTubuh Araya menegang sempurna, napasnya terkunci.“Bagaimana? Kamu setuju?” tanya Kalingga, menyeringai samar.Araya meremas jemarinya sendiri. "Tapi melayani dalam kontrak ini... harusnya hanya untuk Dean, Pak. Saya tidak bisa melampaui batas."Kalingga terkekeh rendah. "Batasan? Kamu yang datang memohon uang saya, Araya. Di dunia bisnis, tidak ada yang gratis. Kamu mau lima puluh juta itu atau tidak?""Tapi tidak dengan cara seperti ini, Pak. Saya punya harga diri," bantah Araya, meski suaranya mulai goyah.Kalingga mengunci tatapan Araya. "Harga dirimu bisa membantu ibumu seperti yang kamu inginkan. Pikirkan lagi."Araya bungkam. Mengingat tangis sang ibu di telepon, ego gadis itu seketika runtuh. Dengan berat hati, ia terpaksa mengangguk pasrah.Kalingga tersenyum puas. "Bagus. Dan tugas pertamamu berlaku mulai malam ini," ucap Kalingga yang langsung membuat mata Araya terbelalak."Tolong buatkan saya kopi hitam tanpa gula. Bawa ke sini," perintah Kalingga kemudian.Tak butuh wakt
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 5 : Syarat Sang PresdirAraya bisa melihat jelas kalau wajah Kalingga ikut menegang. Rasa hangat dan lembut dari bibir pria itu langsung menyengat seluruh kesadaran Araya.Astaga! Ini ciuman pertamanya, dan malah berakhir di bibir majikannya.Araya buru-buru memundurkan kepalanya. Ia mendorong dada bidang Kalingga sekuat tenaga, lalu berdiri dari sofa hingga novel di atas pangkuannya terjatuh ke lantai.“M-maaf, Pak! Saya benar-benar tidak sengaja! Sumpah, saya tidak bermaksud lancang!” cerocos Araya bergetar hebat.Sementara itu, Kalingga perlahan menegakkan tubuhnya. Pria itu sempat terpaku sesaat, lalu mengecap bibirnya sendiri menikmati sisa rasa manis yang tertinggal pasca serangan mendadak sang pengasuh.Bukannya marah, sepasang mata tajam Kalingga justru semakin menggelap.“Tidak sengaja?” ujarnya rendah nan serak. “Dalam sehari ini kamu terus-menerus menguji kendali diri saya, Araya. Kamu yakin ini murni kecelakaan, atau ini bagian dari rencanamu untuk memikat saya?”Pertanyaan itu sukses membuat nap
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 4 : Sentuhan Tak TerdugaWaktu seolah berhenti berputar di ruang makan megah itu. Araya menoleh cepat, terpaku ketika menyadari jarak wajahnya hanya tersisa beberapa senti. Kedua tangannya mencengkeram erat tangan Kalingga di pinggangnya. Di bawahnya, ia bisa merasakan betapa kerasnya paha pria itu yang menopang penuh tubuhnya.Kalingga tidak langsung melepaskannya. Sebaliknya, satu tangannya yang melingkari pinggang Araya justru semakin mengerat, mengunci pergerakan gadis itu agar tidak bisa bergeser seinci pun. Sebelah tangannya yang bebas perlahan bergerak naik, menyelipkan beberapa helai rambut Araya ke sela telinga.Sentuhan jemari Kalingga yang hangat dan sedikit kasar di permukaan kulit lehernya mengirimkan sengatan listrik ke sekujur tubuh Araya. Bulu kuduknya meremang."P-Pak Kalingga..." bisik Araya lirih. "Maaf, saya... saya mau berdiri.""Diam dulu, Araya," potong Kalingga dengan nada rendah dan serak.Mata pria itu menggelap, menatap lurus ke dalam netra Araya yang dipenuhi kepanikan, sebelum p
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Bab 3 : Pagi yang MendebarkanMenjadi pengasuh pribadi dengan gaji dua puluh juta rupiah berarti Araya dengan senang hati merelakan kehidupan kosan-nya yang sempit dan mulai menetap di kediaman mewah Kalingga Handaru. Pagi ini, Araya bangun lebih awal. Ia ingin memberikan impresi pertama yang sempurna di hari pertamanya bekerja. Begitu kakinya melangkah turun ke lantai satu dengan niat menuju dapur untuk memastikan menu sarapan Dean, langkah Araya mendadak terkunci di koridor. Dari arah berlawanan, Kalingga berjalan mendekat. Pria itu rupanya baru saja menyelesaikan rutinitas olahraga paginya. Kaus oblong hitam yang dikenakannya tampak agak basah oleh keringat, menempel ketat pada tubuhnya dan mencetak jelas lekuk dada bidang serta perut berototnya. Langkah kaki Kalingga melambat, lalu berhenti tepat di depan Araya. Entah kenapa Araya mendadak gugup mendapati tatapan Kalingga yang selalu berhasil membuat jantungnya berpacu liar. "Selamat pagi, Pak," sapa Araya berusaha tenang, sembari menundukkan kepalanya.
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 2 : Salah Kamar, Salah FokusAraya mengembuskan napas lega begitu kakinya melangkah masuk ke dalam kamar di ujung lorong lantai dua. Kamar itu sangat luas dengan dominasi warna abu-abu dan hitam.Tanpa membuang waktu, Araya melepas kancing kemejanya yang basah kuyup. Begitu terlepas dari bahunya, menyisakan tank top merahnya yang membungkus ketat tubuh bagian atasnya, terdengar suara pintu yang terbuka.Jantung Araya mencelos. Matanya membelalak saat melihat pintu terbuka. Di sana, Kalingga melangkah masuk.Araya mematung di tempat. Kemeja basahnya terjatuh begitu saja ke lantai.Kalingga yang baru berjalan beberapa langkah langsung menghentikan gerakannya begitu mendapati keberadaan Araya. Pandangan pria itu turun, tertuju lurus pada sosok Araya yang kini berdiri tegang. “P-Pak Kalingga?!” pekik Araya dengan suara tertahan, buru-buru menyilangkan tangan di depan dada. “Kenapa Bapak masuk ke kamar tamu?!”Kalingga tersadar dari keterpakuannya. Pria itu berdehem pelan, tatapan matanya yang sempat menggelap sesaat
Last Updated: 2026-08-30
Chapter: Bab 1 : Tanktop Merah Di Hari Pertama"Mbak Araya Maureen, ya? Mari masuk. Pak Kalingga sudah menunggu," sapa wanita paruh baya yang merupakan kepala ART di kediaman Handaru sambil membukakan pintu."Ah, iya, Bu. Terima kasih," jawab Araya sopan."Pak Kalingga sangat disiplin soal waktu. Mbak langsung saja ke lantai dua. Ruangan paling ujung sebelah kanan.""Baik, Bu.”Araya segera melangkah ke lantai dua. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya.Sejujurnya, jika bukan karena keadaan yang mendesak, gadis berusia 23 tahun itu tak akan pernah menginjakkan kaki di kediaman Presdir Handaru Group, salah satu konglomerat ternama di tanah air.Sebagai lulusan S1 Manajemen, Araya tentu bermimpi bekerja di perusahaan besar. Sayangnya, lamaran demi lamaran berakhir dengan penolakan. Dan hari ini, ia justru datang ke tempat ini untuk melamar pekerjaan sebagai pengasuh anak demi gaji 20 juta perbulan.Sesampainya di depan pintu lantai dua, Araya mengetuk pelan beberapa kali."Masuk," sahut suara bernada berat
Last Updated: 2026-08-29