Ghea, Izinkan Suami Sampahmu Menceraikanmu
Terbangun sebagai karakter suami sampah di novel ‘Pembalasan Istri yang Teraniaya’ adalah kutukan bagi Rayyan Danendra.
Dalam novel tersebut, ia berperan sebagai karakter villain utama yang menyebabkan kematian putri kecil mereka. Takdirnya berakhir tragis di tangan istrinya, sang protagonis utama, Ghea Niskala.
Demi mengubah plot novel, Rayyan yang biasa dipanggil Ray, berencana memperbaiki hubungannya dengan Ghea agar bisa bercerai secara baik-baik.
Harusnya rencana itu mudah.
Tetapi, ketika kebebasan di depan mata, wanita yang ia kira rapuh tiba-tiba berbisik, “kau pikir … setelah kau memberikanku kehangatan, kau bisa pergi begitu saja, Sayang?”
Mata Ray terbelalak. “Ah!”
Read
Chapter: Bab 39: Pesan dari Masa LaluNamun, tepat saat suasana mencapai puncak ketegangan yang membuat napas Ray tertahan di tenggorokan, tiba-tiba ....Ting!Suara itu terasa seperti penyelamat bagi Ray yang sudah di ujung tanduk. Ghea tersentak, gerakannya terhenti. Ia melepaskan cengkeraman pada kerah piyama Ray dan mundur perlahan, seolah baru saja tersadar dari sihir yang ia ciptakan sendiri.Ray segera mengambil ponselnya dengan tangan gemetar. Ia tidak peduli siapa yang menelepon atau mengirim pesan, ia hanya butuh alasan untuk pergi dari situasi aneh ini.Di layar, sebuah nama muncul: Vito.Ray mengernyit. Terakhir kali orang ini menanyakan kabarnya. Pemilik tubuh asli, 'Rayyan', tampaknya memiliki hubungan yang rumit dengan pria bernama Vito ini. Dari potongan pesan sebelumnya, Vito sering menanyakan kabar dan bahkan menawarkan bantuan uang, namun 'Rayyan' yang asli tak pernah sekali pun membalasnya. Ray sendiri sempat mengabaikannya karena takut salah ketik dan membongkar identitas aslinya.Namun kali ini, pes
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 38: Membuka Kancing Piyama"Siapa kamu?" potong Ghea cepat.Ray terperangah, mulutnya sedikit terbuka tetapi tak ada kata yang sanggup keluar. Pertanyaan Ghea barusan membuatnya tak berkutik. Lagi dan lagi perempuan itu meragukan identitasnya. Namun, sebelum Ray sempat memberikan penjelasan, Ghea tiba-tiba membuang muka dan menghela napas panjang."Lupakan," gumam Ghea pelan, suaranya mendadak lemas. "Aku mau menyiapkan makan malam. Kamu jaga Alea."Ghea berbalik, menuju ke dapur yang hanya dipisahkan oleh meja panjang. Ray hanya bisa duduk terpaku di sofa, memandangi punggung istrinya dengan perasaan campur aduk. Lega karena interogasi itu berakhir, tetapi takut karena entah mengapa ia merasa Ghea tidak benar-benar melepaskannya.***Malam itu, suasana rumah terasa jauh lebih dingin dari biasanya. Hari ini Ray memutuskan untuk tidak begadang membuat musik, tetapi istirahat total. Ini ia lakukan karena instingnya berkata bahwa akan ada hal buruk jika ia masih terjaga.Hanya saja saat Ray mencoba memejamkan mata
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 37: Pertemuan PertamaHai Ray, bagaimana kabarmu?Nama yang tertera di sana hanya Vito. Pesan itu dari orang itu.Penasaran, Ray mencoba men-scroll percakapan mereka ke atas. Sebelum pesan ini, ternyata orang itu pernah mengirimkan pesan dengan kalimat tanya yang sama beberapa bulan yang lalu, tetapi pemilik tubuh asli tidak membalasnya. Aneh sekali. Semakin di-scroll, Ray tahu bahwa pemilik tubuh asli ternyata tidak pernah membalas satu pun pesan dari pria bernama Vito ini.'Siapa lagi ini? Di novel aslinya, tidak ada karakter bernama Vito,' batin Ray heran.Ia mencoba mengingat-ingat plot novel yang ia baca secara lompat-lompat itu. Teman-teman Rayyan biasanya adalah sesama pemabuk atau penjudi yang hanya muncul untuk membuatnya jadi pelayan gratis, sebut saja Raka dan Arkan. Tapi Vito? Nama ini terasa asing. Dari gaya bahasanya yang singkat, kemungkinan besar ini adalah teman lama atau kenalan yang tidak terlalu akrab.Ray menghela napas panjang, jarinya menggantung di atas layar.'Malas sekali. Aku su
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 36: Kecurigaan MendalamGhea tetap diam. Beberapa detik kemudian mulai menyilangkan tangan. Tatapannya menyelidik. "Kok, kedengarannya kamu seperti lagi membicarakan orang lain? Bukan seperti menceritakan pengalamanmu sendiri."Deg.'Sialan! Apa aku salah ngomong?' pikir Ray.Ray berusaha mengendalikan ekspresi wajahnya. Ia segera meminum air putih hanya agar tidak perlu bertatapan langsung dengan Ghea."Maksudku ... aku yang dulu itu bodoh," koreksi Ray cepat. "Tanpa sengaja aku melihat diriku yang dulu dari perspektif orang ketiga. Seolah-olah diriku yang dulu tidak ada kaitannya denganku. Padahal kalau dipikir-pikir, aku memang sebajingan itu. Makanya aku malu mengingat diriku yang dulu."Ghea tidak langsung menjawab. Ia hanya mengamati Ray yang masih sibuk dengan gelas air putihnya, seolah-olah air itu adalah hal paling menarik di dunia. Keheningan di meja makan itu terasa mencekam, hanya interupsi kecil dari Alea yang sibuk mengunyah makanannya yang memecah ketegangan."Begitu ya," gumam Ghea pelan. Ia
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 35: Kedekatan yang Berbuah KecurigaanHari-hari berlalu dan Ray terus membuktikan tekadnya untuk berubah. Setiap pagi, ia mulai melakukan upaya perbaikan pada tubuh tambun ‘Rayyan’ dengan berlari keliling kompleks. Tak jarang, ia menyempatkan diri menyiapkan sarapan jika Ghea belum beranjak dari tidurnya.Setelah mengantar Alea ke sekolah bersama Ghea, Ray menghabiskan sisa harinya bergelut dengan kemacetan dan polusi sebagai sopir taksi. Di sela-sela kesibukan itu, ia terus berupaya membangun kedekatan dengan Ghea dan Alea sebagai sosok suami dan ayah yang bertanggung jawab. Malam harinya, ia bergadang untuk membuat ulang lagu-lagu ciptaannya dari kehidupan masa lalu. Meski belum menentukan ke mana ia mengirim karya-karyanya yang pernah populer di dunianya, ia memilih untuk menyimpannya terlebih dahulu. Baik di dunianya maupun dunia novel ini, ia percaya bahwa ia harus lebih selektif dalam memilih perusahaan hiburan.Hasilnya? Sikap Ghea, sang protagonis yang semula tampak ingin membunuhnya, perlahan mulai melunak. Sebu
Last Updated: 2026-05-03
Chapter: Bab 34: Ayam Goreng dan MartabakCahaya oranye kemerahan matahari yang mulai condong ke barat itu memantul di kaca spion taksi tua bernomor 47. Ray mengembuskan napas panjang, menyandarkan punggungnya yang pegal ke jok mobil yang sudah agak menipis busanya.Ternyata, menjadi sopir taksi di tengah kemacetan kota dengan tubuh seberat ini adalah tantangan fisik yang luar biasa. Pinggangnya terasa kaku dan kakinya sedikit kram. Namun, ada binar kepuasan ketika memikirkan pendapatannya hari ini."Lumayan .... Di kehidupanku sebelumnya, uang segini tidak ada artinya, sekarang malah terasa seperti harta karun. Memang harus mengalaminya secara langsung biar bisa terus bersyukur," gumamnya sambil tersenyum tipis.Ray memutar kemudi, mengarahkan mobil kembali ke pangkalan untuk mengembalikan unit sebelum pulang. Pikirannya melayang pada Ghea dan Alea. Ia tak sabar untuk melihat wajah terkejut sang protagonis ketika ia pulang membawa makanan.Langkah kaki Ray menelusuri gang sempit menuju rumahnya. Di tangan kanannya, ia menji
Last Updated: 2026-05-02