Chapter: Bab 264Anggara dan Keiko yang berlari menyusul mereka. Melangkah dengan cepat meninggalkan tempat ini, itulah tujuan mereka. “Sudah temukan alat peledaknya?” Tanya Erik pada mereka, 4 orang yang masih berlari dengan cepat. “Sudah! Aku sudah memasang handphone, di dekat bubuk mesiu. Nanti kita tinggal keluar. Setelah sampai di jarak yang aman, tinggal hubungi nomor yang ada pada handphone. Konsleting listrik yang terjadi karena aku mengutak-atiknya, akan membuat percikan api dan ledakan.” Penjelasan singkat dari Anggara. “Sepertinya aku tidak terlalu banyak bekerja di sini. Padahal yang punya musuh adalah aku.” Rafael bagaikan menertawakan diri. Masih berlari bersama orang-orang ini. Ketika mereka bertemu dengan pengawal yang tersisa, Anggara sudah lebih dulu membuka jalan. Langsung mengeluarkan senjata apinya, menembak mereka. Satu keluar langsung ditembak…dua keluar langsung ditembak. Benar-benar pembunuh efektif.“Dia hebat!” Puji Rafael. “Anggara adalah pengawal pribadi ayahku. Tentu
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 263Lagi-lagi dirinya dijadikan umpan oleh orang ini. Benar-benar dijadikan umpan hidup, ketika kekacauan terjadi, fokus semua orang hanya pada Rafael.Saat itulah pemuda ini menyelinap, hilang entah ke mana. Lebih tepatnya bukan menyelinap kemudian hilang. Melainkan mencari jalan menuju lantai 2, mencari waktu yang tepat ketika Tristan tidak waspada.Mencari waktu yang tepat untuk membantai ketua kelompok mafia ini. Satu kesimpulan yang diambil oleh Rafael dalam otaknya. Orang ini benar-benar sudah gila, tidak percuma dirinya mencari koneksi. Berteman dengan orang gila tidak ada ruginya. Karena ketika kamu dalam bahaya, teman gila mu sudah siap untuk membantai mereka. Suasana hening sejenak, menyadari Tristan sudah mati. Mata pemuda itu tetap terbuka, namun nyawanya sudah pasti telah lenyap mengingat tempat peluru bersarang. “Bunuh mereka!” Teriak salah seorang pria berjas hitam. Semua orang yang ada di ruangan mulai menyerang Rafael dan Erik. Erik menembak mereka dari lantai 2, seda
Last Updated: 2026-10-26
Chapter: Bab 262Mata Rafael menyusuri ke arah sekitar. Bagaimanapun Erik adalah anak kesayangan dari Enric, pria itu lebih kejam daripada putranya. Hanya saja lebih tenang dan berbahaya. Kalau Eric mati, ayahnya pasti akan membunuhnya. Tapi, syukurlah tidak ada mayat Erik di sekitar sini. Mungkin pemuda itu tengah bersembunyi, entah apa yang direncanakan olehnya.“Aku datang untuk mengambil nyawamu.” Rafael berusaha terlihat percaya diri, walaupun pada kenyataannya ini sulit. Begitu banyak orang, begitu banyak senjata api. Bagaimana harus menghadapinya?Suara tawa Tristan terdengar. “Mengambil nyawaku?” Sebuah tawa ganjil yang begitu sumbang. Sedangkan Rafael, saat ini hanya mengulur ulur waktu. “Dengar! Bagaimana makhluk sepertimu ingin mengambil nyawaku?” Aura dingin membunuh yang menyengat. Dirinya mengetahui, sedikit saja instruksi dari Tristan, maka nyawanya akan melayang. Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Erik? Sudah sampai mana Keiko dan Anggara yang akan meledakkan tempat ini?Rafael
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 261Orang ini benar-benar Terminator berwajah malaikat. Wajahnya begitu manis dan ceria, cenderung terlihat tampan. Tapi melihat keadaan orang-orang di lantai 2, Rafael hanya bisa memijat pelipisnya sendiri. Coba bayangkan jika yang dibawa oleh Erik bukanlah alat kejut listrik, melainkan katana. Sudah pasti orang-orang ini dicincang sampai mati. Pria dengan aura malaikat lugu, tapi kilatan mata bagaikan iblis. Perlahan melompat turun dari lantai 2, setelah mengambil dua buah senjata laras panjang dari orang-orang yang sudah terkapar tidak berdaya di lantai 2. “Kamu menjadikanku umpan…teman macam apa kamu.” Rafael hanya dapat menghela nafasnya. Untungnya orang-orang di lantai 1 tidak banyak yang menggunakan senjata api. “Saat memancing kita memerlukan umpan. Supaya bisa strike beberapa ikan besar. Kamu tidak mengerti seni memancing ya?” Pertanyaan dari Erik membuat Rafael hanya dapat menghela nafas kasar. “Orang yang ada di ruangan ini sudah tidak ada. Sekarang saatnya kita menyamar,
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: Bab 260Masalah pengalaman bertarung Erik memang lebih senior. Bahkan dapat dikatakan jauh lebih senior daripada dirinya. Dor! Dor! Dor!Ketika dirinya menembakkan peluru beberapa kali. Samar Rafael melihat, bagaimana orang gila bergerak sesungguhnya. Menatap ke arah lantai 2, di mana orang-orang sedang membidik dirinya yang bersembunyi di balik meja billiard. Sementara itu di belakang mereka…tidak menyadari ada hal lain…***“Brengsek! Ternyata mereka penyusup! Tapi cuma dua orang pasti mampus malam ini!” Seorang pria berpakaian hitam masih membidik Rafael yang berlindung belakang meja billiard yang sudah terbalik.“Malam ini setelah kita mendapatkan mereka berdua. Kita bisa menggunakan organnya untuk dijual. Lumayan bonus dari bos…” pria berpakaian putih juga menembak ke arah Rafael.Tidak menyadari lawan mereka seharusnya ada dua. Tapi yang ada di balik meja billiard hanya satu. Melangkah perlahan, mendekati kedua orang yang tengah membidik Rafael. Mereka mungkin mengira, orang yang b
Last Updated: 2026-10-21
Chapter: Bab 259Keiko menoleh ke arahnya, sedangkan Rafael hanya dapat menghela nafasnya. Dirinya meraba wajah cantik salah satu dari kelima adik tirinya. Ketika dirinya baru sampai di kediaman keluarga Andita, hal pertama yang dikatakan oleh mendiang ayahnya adalah dirinya harus menjaga kelima adik tirinya. Dirinya harus memperlakukan mereka bagaikan porselen yang mudah retak. Tapi sekarang, Keiko dilukai hingga seperti ini. Ini semua adalah kesalahannya…“Kakak…” Keiko memeluknya begitu erat, menangis sesegukan seperti ketakutan. Atau memang benar-benar ketakutan dengan semua hal yang terjadi. Tubuhnya gemetar, Rafael hanya dapat mengusap punggungnya pelan. “Sekarang makan dulu, nanti aku akan cari cara untuk menghancurkan tempat ini.” Dirinya berucap begitu pelan, tidak ingin didengar oleh penjaga lainnya. “Kalian benar-benar berisik…ssst…” Erik mengacungkan jari telunjuk di depan bibirnya sendiri. Pertanda menyuruh mereka untuk memelankan suara. Keiko hanya mengangguk, mengikuti keinginan ka
Last Updated: 2026-10-19