Regresi: Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik
Sinopsis:
“Kakak aku mencintaimu, bagaimana jika kita mengarungi malam bersama?”
“Kakak, Angel tidak bisa tidur tanpamu, temani Angel di sini.”
“Kakak, sekujur tubuhku panas… tolong sentuh aku.”
“Kakak, bagiku kamu adalah mentari pagi. Malam pertamaku hanya untukmu.”
“Kakak, Aku ingin anak darimu.”
Rafael dihadapkan kepada kelima saudari tirinya yang begitu cantik dan seksi. Mereka berkata ingin menghangatkan ranjangnya.
Padahal sebelum waktu terulang, dirinya mengalami kematian tragis karena dikhianati oleh kelima saudari tirinya.
Tapi kala mengulangi waktu, mereka bertingkah aneh dengan menyodorkan tubuhnya.
Panasnya malam, serta siang di mana mereka menjadi begitu profesional. Terkadang Rafael tidak kuasa menolak bujuk rayunya.
Read
Chapter: Bab 55Anehnya pria di luar sana menipiskan bibir menahan tawanya. Seperti menikmati pertunjukan ini. Mungkin Rafael tidak menyadarinya. Yang ada di otaknya, dirinya ditinggalkan dari kecil oleh ibu kandungnya. Sama sekali tidak ada cinta, bahkan mengacuhkannya saat dirinya mendatangi pernikahan kedua ibunya. Tapi ibu tirinya berbeda, dari hari kedatangannya di keluarga Andita selalu memperlakukannya seperti anak kandung. Selalu tersenyum menyambutnya dengan hangat, memberikan kasih sayang selayaknya ibu kandung. Luar biasa! Anwar berhasil membuat Rafael Andita benar-benar murka kali ini. “Kamu bilang apa yang akan kamu lakukan jika berhasil menikahi Angel? Ha…ha…hah…ha…” Tawa yang begitu aneh terdengar dari mulut Rafael. Terdengar begitu ganjil dan menyeramkan. Tubuh Rafael masih dipegang oleh kedua teman Anwar. Tapi jujur saja, aura kebencian yang mengerikan, membuat Anwar menelan ludahnya.“Ingin menjual Ibu tiriku pada germo? Jika tidak membunuhmu hari ini, itu artinya aku tidak memi
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 54“Nak, semuanya dapat diselesaikan tanpa adanya kekerasan.” Enric menghela nafas kasar, pria yang terlihat seperti dokter ramah itu, sepertinya tidak ingin membuat masalah kali ini. Rafael juga tidak dapat berkata-kata karenanya. Dirinya hanya dapat mengikuti arus, karena tujuannya datang ke tempat ini, adalah untuk mencari lebih banyak relasi. “Orang yang mengajak damai duluan, adalah orang yang terlemah. Itulah kenyataannya, karena mereka takut kalah. Cuh!” Anwar tersenyum, dengan sengaja meludah ke arah Rafael. Tepat mengenai kemejanya. Tawa terdengar dari ketiga teman Anwar.”Dasar benalu keluarga Andita.”Empat orang yang kemudian berlalu meninggalkan Rafael. Tapi sudah pasti, mereka tidak akan melepaskannya. “Kamu tidak apa-apa?” Tanya Enric.“Tidak apa-apa, dalam memulai bisnis ketenangan dan pengendalian diri adalah yang utama.” Kalimat bijak yang diucapkan oleh Rafael. Berharap orang ini, akan tertarik dan bersedia menjalin hubungan persahabatan dengannya. “Ya…itulah poin
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 53Pesta kalangan atas, gelas wine bertumpuk membentuk piramida raksasa. Wine dituangkan dari atas ke bawah.Mata Rafael menelisik, ini memang adalah pesta kalangan elit negeri ini. Begitu banyak selebriti, pejabat, maupun pengusaha di tempat ini. Hingga pada akhirnya dirinya terpisah dengan adiknya. “Kamu ingin ke tempat teman-temanmu bukan? Pergilah! Nanti kita bertemu disini.” Ucap Rafael, mengingat keadaan tempat ini yang begitu ramai. “Nanti kita bertemu disini, pulangnya kakak harus minum susu.” Viona mengedipkan sebelah matanya genit, kemudian berlalu pergi guna berbincang dengan teman-temannya sesama selebriti.Sedangkan Rafael mulai melangkah, jujur saja dirinya tidak mengenal satupun orang di tempat ini, secara langsung.Tapi.“Selamat malam Tuan Enric…” Ucapnya sedikit menunduk menyapa seseorang. Dalam situasi merestorasi perusahaan, memiliki rekan yang kuat adalah satu keharusan.“Selamat malam…?” Pria berusia 50 tahunan yang menyahut ragu. “Perkenalkan nama saya Rafael.
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 52Rafael tidak dapat berkata-kata lagi, kembali memasukkan benda yang sudah terlanjur terlihat. “Viona suka… pink, berurat, besar dan panjang…” Viona menggigit bagian bawah bibirnya.“Sudah aku bilang ini adalah tempat suci, tempat untuk mencari uang. Jika melakukan hal yang tidak pantas, bisa bawa sial!” Peringatan yang diucapkan Rafael.Viona melirik ke arah sekitar, pada akhirnya turun dari pangkuan Rafael. Mungkin juga menyadari, khusus di tempat ini kakaknya tidak akan dengan mudah dapat digoda.Duduk seorang diri di sofa, seperti mengamati Rafael yang tengah bekerja.“Sebenarnya aku kemari bukan hanya meminta apa yang kakak lakukan pada Naya.” Viona menghela nafas memulai pembicaraan.“Baguslah kalau tidak minta.” Tangan Rafael tetap bergerak cepat di atas keyboard. Sama sekali tidak melirik ke arah adiknya.“Aku tetap minta! Dan kakak harus mau! Harus adil!” Viona membulatkan matanya.”Apa punyaku kurang bagus? Kurang menantang dari milik Naya? Aku rasa punyaku cukup besar.” Ucap
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 51“Kalau begitu aku permisi.” Belinda menunduk, tapi masih terlihat mati-matian menahan tawanya.“Hus! Hus! Pergi sana!” Suara Viona terdengar, bagaikan mengusir anak ayam. Hal yang membuat Rafael tidak dapat berkata-kata atas kelakuan adiknya. “Tunggu! Belinda, pengacara mendiang suamimu sudah ditemukan. Dia selama ini disekap di gudang terbengkalai oleh Terry. Saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Aku rasa kamu harus menemuinya.” Rafael terlihat tersenyum tenang. “Aku akan menemuinya, di rumah sakit mana?” Tanya Belinda terlihat cemas. “Rumah sakit Kasih Ibu. Belinda, pria yang rela berkorban demi wanita, tidak mudah untuk ditemukan. Kamu dapat kagum dengan seseorang seperti kamu mengagumi idol. Tapi tetap saja harus kembali pada realitas, memilih orang yang benar-benar mencintaimu.” Itulah yang diucapkan oleh Rafael.Belinda terdiam sejenak, menatap ke arah Rafael. Pria ini memang seperti bintang yang ada di langit. Tapi memang yang terbaik, adalah memilih seseorang y
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: Bab 50Rafael mengangkat sebelah alisnya, tidak menyangka wanita ini juga akan sama saja dengan kelima adiknya. Semuanya terpampang nyata di hadapannya, tapi entah kenapa segalanya terlihat biasa-biasa saja. Mungkin karena sudah terbiasa dengan ulah adik-adiknya.“Belinda…kamu pasti tahu setiap detik waktuku begitu berharga. Dan ini adalah saatnya bekerja.” Senyuman terlihat di wajah Rafael. Tidak terpengaruh, tidak menggila seperti laki-laki lainnya. Tapi mungkin itu juga yang membuat Belinda tertantang. Dirinya merubah strategi, menarik dasi Rafael, agar wajah mereka hampir bertemu. “Rafael tidak menyukai Belinda?” Pertanyaan dari Belinda. Pria lainnya, menggila karenanya, menginginkan tubuhnya, bahkan kala dirinya masih berstatus sebagai seorang istri. Walaupun kini seorang janda, tapi tetap Masih banyak pria yang memburunya. “Tidak…” Sebuah jawaban singkat padat dan jelas. “Kamu menahan diri?”Bibir tebal seksi menggoda itu, berucap dengan nada serak-serak basah. “Tidak, aku sedang
Last Updated: 2026-04-20