
Pernikahan Tanpa Cinta
Selama dua tahun menikah, Rosaline Atmadja hanya menyandang status sebagai istri di atas kertas. Damian Atmadja tak pernah mencintainya, tak pernah menyentuhnya, dan lebih memilih kembali ke pelukan wanita yang telah menjadi kekasihnya jauh sebelum perjodohan itu terjadi.
Ironisnya, wanita itu adalah Bianca Maheswara—istri dari Alexander Maheswara, pewaris konglomerat terbesar yang dikenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Saat pengkhianatan itu menghancurkan harga dirinya, Rosaline memutuskan berhenti menjadi istri yang hanya diam menahan luka. Jika Damian memilih menghancurkan hidupnya, maka ia akan menghancurkan kebahagiaan mereka dengan caranya sendiri.
Namun, satu langkah yang seharusnya hanya menjadi awal balas dendam justru mengubah segalanya. Karena pria yang seharusnya paling mustahil untuk jatuh cinta... perlahan mulai menginginkan Rosaline menjadi miliknya.
Ketika cinta, pengkhianatan, dan balas dendam saling bertabrakan, siapa yang akan menyesali semuanya lebih dulu?
Basahin
Chapter: 11. Dua Pria, Dua PerasaanAlexander melangkah menyusuri lorong menuju kamar pribadinya. Namun, begitu tiba di depan pintu, langkahnya seketika terhenti. Tatapannya tertuju pada angka di pintu yang kini berubah menjadi 6.Alisnya langsung berkerut.Seketika ingatannya kembali pada kejadian semalam, saat Rosaline berkali-kali berusaha membuka pintu kamarnya.“Jangan-jangan…” gumamnya pelan. “Dia mengira kamar ini adalah kamar nomor enam.”Alexander perlahan mengalihkan pandangannya ke arah pintu lain yang memang bertuliskan angka 6. Keningnya semakin berkerut.Kalau Rosaline memang salah masuk kamar…Lalu pria yang sebenarnya ingin ditemuinya semalam berada di kamar nomor enam?Benarkah Rosaline sengaja memesan seorang pria dari klub ini?Pikiran itu membuat rahangnya mengeras. Tanpa membuang waktu, Alexander segera mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu mengirim pesan singkat kepada Sean.> Sean, cari tahu siapa yang menempati kamar nomor 6 semalam.Setelah pesan itu terkirim, Alexander memasukkan kode a
Huling Na-update: 2026-08-03
Chapter: 10. Orang dari Masa LaluPagi akhirnya tiba. Cahaya matahari yang menembus celah tirai perlahan menyinari kamar itu. Alexander masih duduk di kursi yang berada di samping ranjang, tatapannya tak pernah lepas dari Rosaline yang masih terlelap dengan napas teratur.Semalaman ia tidak memejamkan mata sedikit pun.Efek obat yang mengalir di tubuhnya sempat membuat seluruh tubuhnya terasa panas, bahkan kemeja hitam yang dikenakannya telah basah oleh keringat. Namun Alexander memilih mengabaikan semuanya. Baginya, memastikan Rosaline baik-baik saja jauh lebih penting daripada memedulikan dirinya sendiri.Dalam keheningan, Alexander meraih ponsel yang terletak di atas nakas. Jemarinya segera mengetik sebuah pesan untuk Tama.> Datang ke kamar VIP nomor 9 di Noir Éclipse Club. Bawakan satu setel pakaian untukku dan satu gaun wanita yang sopan. Jangan biarkan siapa pun tahu kau ke sini.Tak lama kemudian, pesan itu terkirim.Baru saja Alexander hendak meletakkan kembali ponselnya, terdengar suara lirih dari atas ranja
Huling Na-update: 2026-07-26
Chapter: 9. Kamar Nomor EnamTiga gelas cocktail yang diminumnya mulai menunjukkan efeknya. Kepala Rosaline terasa sedikit berat, pipinya memerah, bahkan pandangannya mulai mengabur. Meski begitu, ia masih berusaha mempertahankan kesadarannya.Tak lama kemudian, pelayan yang tadi dipanggil Anna kembali menghampiri mereka sambil membawa sebuah kartu akses.“Maaf sudah menunggu, Kak. Kamarnya sudah siap.”Anna langsung tersenyum puas. “Bagus.”Pelayan itu menyerahkan kartu tersebut kepada Rosaline. “Kamar nomor enam, Kak.”Rosaline menatap kartu di tangannya beberapa detik. Jantungnya tiba-tiba berdegup semakin cepat. Baru sekarang ia benar-benar menyadari apa yang akan dilakukannya malam ini.Anna yang melihat sahabatnya hanya diam langsung menyenggol bahunya pelan. “Nah… semangat, ya.”Rosaline hanya mampu tersenyum kecil. Entah karena gugup atau karena alkohol yang mulai menguasai tubuhnya.Pelayan itu kembali bertanya dengan sopan, “Kalau Kakak mau, saya bisa mengantar sampai ke depan kamar.”“Nggak usah.” Rosa
Huling Na-update: 2026-07-25
Chapter: 8. Noir Éclipse ClubSekitar empat puluh menit kemudian, mobil Anna akhirnya berhenti di depan Noir Éclipse Club. Cahaya lampu neon berwarna biru dan ungu menghiasi bagian depan bangunan mewah itu, sementara deretan mobil sport dan mobil-mobil mewah memenuhi area parkir. Rosaline mengangkat wajahnya, menatap papan nama klub itu beberapa saat. “Inikah tempatnya?” tanyanya pelan. Anna mengangguk sambil tersenyum lebar. “Tenang aja. Kita cuma bersenang-senang malam ini.” Rosaline menarik napas panjang sebelum akhirnya mengikuti langkah Anna memasuki klub. Begitu pintu terbuka, dentuman musik langsung memenuhi indera pendengarannya. Lampu-lampu berwarna-warni bergerak mengikuti irama, membuat seluruh ruangan dipenuhi suasana yang begitu hidup. Para tamu tampak menikmati malam mereka, sebagian menari di tengah lantai dansa, sebagian lagi duduk di sofa sambil berbincang dan menikmati minuman. Rosaline tanpa sadar mengerutkan kening. Ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kaki di tempat seperti ini. Lam
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 7. Malam yang Tak BiasaMalam itu, Rosaline sudah kembali berada di rumah. Ia berdiri seorang diri di ruang tengah, menunggu Anna yang berjanji akan menjemputnya. Penampilannya kini benar-benar berbeda. Dress berwarna merah pekat membalut tubuhnya dengan anggun, sementara rambut panjang yang telah ditata bergelombang tergerai indah di balik punggungnya. Riasan tipis menghiasi wajahnya, membuat kecantikannya semakin terpancar tanpa terlihat berlebihan. Rosaline memang belum terlalu mahir menggunakan riasan. Namun, sentuhan sederhana itu saja sudah cukup mengubah penampilannya. Kulitnya tampak lebih cerah, matanya terlihat semakin hidup, dan bibirnya yang dihiasi lipstik bernuansa lembut menambah kesan elegan. Siapa pun pria yang melihatnya malam ini, mungkin akan menoleh lebih dari sekali. Namun, semua perubahan itu sama sekali tidak mampu menghapus kesedihan di dalam hatinya. Perlahan, pandangannya beralih ke sebuah bingkai foto pernikahan yang terpajang rapi di ruang tengah. Jemarinya tanpa sadar menggen
Huling Na-update: 2026-07-20
Chapter: 6. Awal Dari SegalanyaAir mata Rosaline akhirnya pecah begitu pintu mobil tertutup. Ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan, tangis yang sejak tadi ditahan kini berubah menjadi sesenggukan. Bahunya bergetar hebat, napasnya tersengal, seolah seluruh luka yang selama ini ia pendam tumpah dalam satu waktu. Anna hanya bisa terdiam di sampingnya. Dadanya ikut sesak melihat sahabat yang dikenalnya sejak kecil itu menangis sehancur ini. Bahkan untuk mengatakan “yang sabar” pun rasanya tidak akan cukup. Kalau ia berada di posisi Rosaline, belum tentu ia akan setegar ini. Beberapa kali Anna ingin memeluknya, tetapi diurungkan. Yang dibutuhkan Rosaline saat ini mungkin bukan nasihat, melainkan ruang untuk meluapkan semua rasa sakitnya. Hening beberapa saat. Anna akhirnya mengembuskan napas pelan. “Rosa… kenapa tadi kamu nggak hampiri mereka aja? Sekalian pergoki Damian. Tampar dia di depan wanita itu, biar semua orang lihat kelakuannya.” Rosaline hanya menggeleng pelan. Tangisnya perlahan mereda, tetapi
Huling Na-update: 2026-07-19