Home / Romansa / Pernikahan Tanpa Cinta / 33. Tawaran Alexander

Share

33. Tawaran Alexander

Author: DebilaL
last update publish date: 2026-08-29 10:29:16

“Kita selingkuh saja. Bagaimana?”

Rosaline seketika membeku.

Matanya membulat lebar menatap Alexander, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut pria itu.

“Apa katamu?”

“Aku nggak akan mengatakannya dua kali. Kita selingkuh saja. Kamu mau atau nggak?”

“Ya nggaklah! Kamu sudah gila, ya, Lex?”

“Selingkuh bohongan.”

“Apa maksud kamu?”

“Kita bisa pura-pura dekat di depan mereka, seolah-olah mereka mengira kalau kita ini punya hubungan.”

Rosaline masih terlihat tidak mengerti.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
cisap
jangann mau rosalineee plissssss
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pernikahan Tanpa Cinta   37. Pertemuan yang Tak Terduga

    Kini mereka bertiga sedang berbicara santai. Minuman yang tadi dipesankan kepada Tama oleh Sean dan Jeremy pun sudah datang. Sesekali Sean berbicara sambil menyesap kopi miliknya, sementara Jeremy hanya diam mendengarkan setelah Sean selesai menjelaskan kejadian di klub minggu lalu.“Tapi ngomong-ngomong, berarti kamu sudah bertemu dengan Rosaline?” tanya Jeremy, memotong pembicaraan Sean yang sedang berbicara dengan Alexander.“Sudah, bahkan kami bertemu juga semalam,” jawab Alexander.“Semalam?”“Iya. Tadi kan aku sudah bilang. Semalam suami Rosaline membuat pesta, dan Alexander datang ke sana. Di sana mereka bertemu,” jelas Sean.Jeremy mengangguk mengerti. Tak lama kemudian, senyum jahil mulai muncul di wajahnya.“Jadi, gimana rasanya bertemu dengan kekasih masa kecilmu?”“Kekasih apanya? Memangnya mereka punya hubungan?” balas Sean, seolah menyindir Alexander.Alexander langsung mendelik tajam ke arah Sean, sedangkan Jeremy justru tertawa melihat reaksi sahabatnya.“Hahaha, benar

  • Pernikahan Tanpa Cinta   36. Musuh dalam Bayangan

    Siang itu, Bianca dan Rosaline sedang berada di sebuah toko aksesori. Keduanya sibuk memilih beberapa bros, peniti, dan gantungan lucu yang ingin mereka beli.Namun, di tengah kesibukan itu, pandangan Bianca tiba-tiba tertuju pada sebuah gelang pasangan yang terpajang di dalam etalase.Bianca terdiam sesaat.Gelang itu mengingatkannya pada masa sekolah dulu. Saat itu, ia pernah memiliki gelang pasangan yang sama bersama Damian. Kenangan lama tersebut membuat sudut bibirnya terangkat tipis.Tanpa berpikir panjang, Bianca menunjuk gelang itu kepada pegawai toko dan memintanya untuk mengambilkan.Rosaline yang melihatnya hanya diam. Pandangannya mengikuti gelang pasangan yang baru saja dibeli Bianca.Apa wanita itu membelikannya untuk Alexander?“Rosaline, kamu mau beli ini juga nggak?” tanya Bianca sambil memperlihatkan gelang tersebut.“Ah, nggak. Aku nggak terlalu suka gelang seperti itu.”“Benarkah? Padahal lucu, lho.” Bianca tersenyum kecil. “Dulu waktu sekolah, aku dan pacarku juga

  • Pernikahan Tanpa Cinta   35. Kesempatan Baru

    Mendengar jawaban Alexander, lagi-lagi Sean tertawa. Memang sejak dulu Rosaline adalah wanita yang keras kepala. Bahkan, hanya Rosaline yang berani melawan perintah Alexander tanpa merasa takut sedikit pun.Namun, meskipun begitu, Alexander selalu memanjakannya. Karena itulah Sean dan Jeremy tahu bahwa perasaan Alexander kepada wanita itu bukan sekadar perasaan seorang teman masa kecil.“Aku heran, kenapa hubungan kalian bisa sedingin ini sekarang? Padahal dulu kalian—”“Alex! Kamu sarapan di rumah?”Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari seberang telepon, membuat Sean seketika terdiam. Ia tahu siapa yang datang.Ya, siapa lagi kalau bukan Bianca.“Kalau tahu kamu sarapan di rumah, aku bisa menyiapkan piring untukmu,” sambung Bianca sambil menghampiri Alexander dengan wajah sumringah.Namun, kehadiran Bianca sama sekali tidak mendapat sambutan dari Alexander. Wajah pria itu tetap datar. Ia bahkan hanya menyeruput kopi di tangannya seolah kedatangan istrinya bukan sesuatu yang p

  • Pernikahan Tanpa Cinta   34. Kecemburuan yang Terlambat

    “Punya anak?”Setelah dua tahun pria itu sama sekali tidak pernah menyentuhnya, sekarang Damian tiba-tiba menginginkan seorang anak darinya?Rosaline benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan suaminya. Dengan sadar, ia melepaskan tangan Damian yang berada di lengannya. Ia berusaha tersenyum meskipun hatinya sama sekali tidak tenang.“Aku mau pergi tidur. Hari ini aku sangat lelah. Kita lakukan lain kali saja, ya.”Rosaline hendak bangkit, tetapi Damian menahan kedua bahunya hingga wanita itu kembali terduduk.“Kita belum pernah melakukannya sama sekali. Apa kamu nggak menginginkannya, Sayang?”“Bukannya kamu sendiri yang pernah bilang kalau masih ada banyak hal yang harus kamu urus? Terutama perusahaan. Jadi, kita tunda lebih dulu.”“Aku sudah berubah pikiran sekarang. Aku rasa lebih baik kita memiliki anak. Anak itu penting, Sayang. Apalagi untuk pewaris nantinya.”“Damian, kamu masih muda dan sehat. Lagipula—”“Rosaline… kamu nggak menolakku, kan?”Damian memotong ucapan

  • Pernikahan Tanpa Cinta   33. Tawaran Alexander

    “Kita selingkuh saja. Bagaimana?”Rosaline seketika membeku.Matanya membulat lebar menatap Alexander, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulut pria itu.“Apa katamu?”“Aku nggak akan mengatakannya dua kali. Kita selingkuh saja. Kamu mau atau nggak?”“Ya nggaklah! Kamu sudah gila, ya, Lex?”“Selingkuh bohongan.”“Apa maksud kamu?”“Kita bisa pura-pura dekat di depan mereka, seolah-olah mereka mengira kalau kita ini punya hubungan.”Rosaline masih terlihat tidak mengerti. Ia menatap Alexander dengan dahi berkerut.“Kamu masih nggak paham juga? Ini sama saja seperti kita punya hubungan palsu.”“Buat apa? Selingkuh saja, hubungannya diam-diam. Buat apa kita punya hubungan palsu?”“Ya tentu saja buat mereka curiga. Kamu nggak mau?”Rosaline kali ini terdiam.Ia tidak pernah berpikir bahwa rencana seperti ini akan berhasil. Namun, tetap saja, ia membutuhkan waktu untuk memikirkannya. Bagaimanapun, ini hanya sebuah kepalsuan.“Kamu boleh memikirkannya dulu,” ujar Ale

  • Pernikahan Tanpa Cinta   32. Awal Sebuah Permainan

    Setelah dua puluh menit berlalu, akhirnya Bianca dan Damian meninggalkan tempat itu. Suara langkah mereka perlahan menjauh hingga akhirnya tidak terdengar lagi. Rosaline yang sejak tadi menahan tubuhnya dalam posisi yang sama mulai bisa bernapas lega. Kakinya terasa pegal karena terlalu lama berdiri, tetapi setidaknya sekarang ia tidak perlu lagi khawatir akan ketahuan. Alexander mengintip sebentar ke arah lorong, memastikan Damian dan Bianca benar-benar sudah pergi. Setelah keadaan dirasa aman, ia kembali mengalihkan pandangan kepada Rosaline. “Stamina suamimu jelek juga. Baru dua puluh menit sudah selesai,” ejek Alexander dengan wajah santai. Rosaline langsung mendelik tajam. Tanpa banyak bicara, ia mendorong dada Alexander cukup keras hingga pria itu mundur beberapa langkah. Kini jarak di antara mereka kembali terbentang. “Kalau kamu memang bisa memuaskan istrimu, nggak mungkin dia sampai selingkuh dengan suamiku,” balas Rosaline kesal. “Kalau dia sampai mencari pria lain, ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status