LOGINViana Rajendra— 17 tahun merupakan siswi yang suka menindas di SMA Galaksi. Viana tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Arthur Rajendra— Ayah kandungnya. Sampai Arthur menjodohkan dirinya dengan ketua Geng motor Verdon di kota Swinden yaitu Sagara Giantara. Viana dan Sagara tidak bisa menolak perjodohan bisnis tersebut. Karena, ancaman Ayah mereka masing yang akan menarik fasilitas yang dimilikinya selama ini. Di usianya yang masih remaja, Viana dan Sagara harus terikat pernikahan sebagai jaminan kerja sama dua keluarga. IG: @_divaaa603
View MoreLangit mulai berubah warna ketika mobil Sagara berhenti di tepi pantai yang sepi. Ombak bergulung tenang, menyapu pasir seperti napas panjang yang dilepaskan bumi. Matahari belum benar-benar tenggelam, menyisakan semburat oranye di ufuk barat. Viana turun perlahan dari mobil, mengangkat sedikit kebaya putihnya agar tak terkena pasir. High heels-nya ia lepas, diganti dengan langkah ragu-ragu yang menciptakan jejak di pasir basah. “Aku enggak nyangka kamu beneran bawa aku ke sini,” katanya lirih, menoleh ke belakang saat Sagara ikut menyusul dengan tangan dimasukkan ke saku celananya. Cowok itu hanya mengangkat bahu, senyum kecil di ujung bibirnya. Jas abu-abu yang ia kenakan masih rapi, meski dasinya sudah longgar. “Katanya kamu pengen sesuatu yang nggak rame. Cuma berdua,” jawab Sagara, lalu menoleh ke laut. “Ya ini, pantai paling ujung di Swinden. Sepi, tenang, enggak ada orang.” "Dulu kita pernah ke sini, sepulang sekolah. Ya, cuma buat hibur kamu yang lagi sedih setelah tau per
Viana mengangkat wajahnya pada cahaya matahari siang yang begitu terik. Angin membawa sisa harum bunga dari bangku kosong tadi, mengaduk-aduk dadanya—tapi kini tak lagi perih. Lebih ke hangat. Seperti pelukan seseorang yang lama ditunggu, lalu akhirnya datang, bukan untuk menenangkan, tapi untuk menyertai.“Viana, Sayang!” panggil sebuah suara dari kejauhan.Arthur.Pria itu melambai ke arahnya, berdiri tak jauh dari Alesha yang sedang mengelus perutnya yang membuncit. Senyum Alesha terlihat lembut, wajahnya bersinar karena cahaya matahari.Dengan langkah perlahan, Viana mendekat ke arah ayah dan ibu tirinya. Satu tahun lalu, bahkan satu bulan lalu, rasanya tak mungkin ia akan berdiri di sini, dengan hati yang ringan. Tapi waktu dan luka membentuk ruang baru di dalam dirinya—ruang yang tak diisi oleh dendam, tapi oleh pengertian.“Ayo, kita foto, Sayang!” ajak Arthur pelan.Viana mengangguk. “Ayo, Pa.”Alesha berjalan lebih dekat, tampak canggung. Ia menatap Viana sejenak, lalu berkat
Usai upacara, langit berubah keemasan. Mentari menggantung lebih rendah, menyelimuti halaman SMA Galaksi dalam cahaya hangat yang temaram.Orang-orang mulai menyebar. Ada yang sibuk berfoto, ada yang tertawa—bahkan menangis bahagia. Balon-balon putih dan emas dilepas ke langit, perlahan menjauh dari jangkauan. Tapi di satu sudut, waktu seakan berhenti.Viana berdiri di bawah pohon trembesi, mendongak menatap balon-balon yang menjauh. Di tangannya tergenggam erat selembar surat kelulusan, tapi hatinya terasa berat. Ada sesuatu yang belum selesai.Sagara berjalan menghampiri, diam-diam berdiri di sisinya. Tak ada kata. Hanya tatapan panjang ke langit, ke arah balon yang makin tinggi—satu di antaranya tersangkut di dahan pohon. Menggantung. Tak ikut terbang.“Kayak Satya ya,” gumam Viana, lirih.Sagara mengangguk pelan. “Dia nggak pernah benar-benar pergi.”Viana menunduk. “Aku masih ingat suara teriakannya waktu hari itu pas dia nyuruh aku pergi. Masih terngiang. Kadang muncul waktu aku
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, begitupun bulan berganti bulan. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, hari kelulusan telah tiba.Langit pagi membentang biru lembut di atas gedung megah SMA Galaksi, sekolah swasta elite yang hari ini penuh dengan wajah-wajah berseri dan mata-mata yang sembab karena haru. Deretan mobil mewah terparkir rapi di pelataran, menandai kedatangan para orang tua yang bangga dan siap menyaksikan momen penting anak-anak mereka.Di antara kerumunan yang berdiri di bawah naungan pohon trembesi tua, Viana berdiri dengan anggun mengenakan kebaya putih gading yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan siluet sederhana tapi elegan. Rambutnya disanggul rapi, dihiasi jepit mutiara kecil yang berkilau saat cahaya matahari menyapunya. Wajahnya yang biasanya kuat kini tampak tenang, dengan senyum kecil yang menggantung di sudut bibir.Sagara berdiri tak jauh darinya, mengenakan jas hitam yang dipadukan dengan dasi warna burgundy. Tatapannya sesekali mel
Langit mendung menggantung rendah saat mobil berhenti di depan rumah bergaya Eropa klasik di kawasan elit. Pilar-pilar tinggi menjulang kokoh, diselingi jendela kaca besar dan taman mungil yang tertata rapi. Aroma bunga lavender menyeruak dari pot-pot keramik di beranda. Viana menatap bangunan itu
Suasana di dalam mobil terasa berbeda. Hening, tapi bukan hening yang nyaman. Hanya suara samar mesin pendingin dan sisa denting sendok es krim Alin yang kini duduk di baris ketiga. Gadis kecil itu masih menjilat es krimnya pelan, meski sesekali menatap dua orang di depannya lewat celah bangku deng
Udara di ruang rawat inap 303 tercium steril—seperti campuran antara alkohol medis, cairan infus, dan bau kain hangat yang baru disetrika. Matahari sudah mulai condong ke barat, menyorot tipis melalui celah tirai yang sedikit terbuka. Di balik jendela, langit sore menggantung redup, seperti menahan
Langit mulai memerah. Awan menggantung rendah di atas rumah sakit Permata. Jalanan lengang selepas hujan siang tadi masih meninggalkan sisa genangan, dan di antaranya, langkah seorang pemuda terdengar pelan, berat, seperti menyeret beban tak kasat mata yang membuat tubuhnya tampak lebih rapuh dari












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore