Chapter: Bab 71 - Bersama KembaliEvaluasi kinerja di akhir pekan menunjukkan pencapaian yang sangat luar biasa. Berkat restrukturisasi manajerial dan efisiensi kerja yang dipimpin secara kolaboratif oleh Cassie dan Mario, keterlambatan jadwal proyek akibat krisis kemarin berhasil dipangkas penuh.Di sisi lain, tim legal perusahaan membawa kabar bahwa Bima—yang kini berada di ujung tanduk secara finansial, ditinggalkan oleh koalisi partainya, dan menghadapi kehancuran karier politik secara total—akhirnya menyerah dan berlutut memohon perdamaian.Untuk merayakan keberhasilan pemulihan proyek sekaligus menandai selesainya babak kelam skandal tersebut, Mario mengajak Cassie untuk menikmati makan malam privat di sebuah restoran eksklusif yang bertengger di puncak gedung pencakar langit kota.Suasana restoran begitu tenang dan
Last Updated: 2026-09-04
Chapter: Bab 70 - Normal KembaliSuntikan dana penjamin dari Mario serta gugatan hukum yang bertubi-tubi terbukti berhasil melumpuhkan total pergerakan politik Bima. Di luar sana, karier politik Bima yang semula meroket kini hancur berkeping-keping hingga ke dasarnya.Berbagai media berita utama beralih menyoroti secara tajam bagaimana seorang pejabat dan politisi muda yang terlihat santun ternyata tega memanfaatkan posisinya, menyewa buzzer kotor, dan mengorbankan nama baik seorang wanita profesional murni demi menutupi motif pribadi serta melarikan diri dari komitmen perjodohan bisnis keluarganya sendiri.Sementara itu, di area konstruksi utama Integrated Smart District, Cassandra dan Mario kini harus bekerja berdampingan secara jauh lebih intens di lapangan demi mengejar keterlambatan jadwal konstruksi akibat
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 69 - Pertahanan Mario Dampak dari gugatan hukum yang dilayangkan oleh tim pengacara perusahaan Cassandra terhadap Bima tidak hanya berhenti pada kehancuran reputasi pribadinya di hadapan keluarga Prameswari.Sebagai seorang politisi muda yang sedang naik daun dan digadang-gadang akan maju dalam bursa pemilihan daerah mendatang, badai skandal ini menghantam tepat di jantung karier politik yang telah dibangunnya dengan penuh kepura-puraan.Berita fitnah yang berbalik menjadi bumerang secara brutal, dipadu dengan gugatan pidana atas perbuatan melawan hukum serta manipulasi publik, langsung menyulut gelombang kecaman hebat dari konstituen dan desakan penonaktifan Bima dari jajaran kepengurusan partai pengusungnya.Namun, di tingkat operasional Integrated Smart District—sebuah megaproyek bernilai triliunan rupiah—tindakan
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: Bab 68 - KemenanganKemenangan mutlak berada di tangan Cassandra dan perusahaannya. Dengan tuntutan hukum bernilai fantastis yang dilayangkan perusahaan Cassie kepada Bima, serta ancaman kebocoran bukti manipulasi tersebut, pihak keluarga Ibu Sukma dan Prameswari akhirnya terpaksa membatalkan tuduhan mereka dan merilis permohonan maaf terbuka demi menyelamatkan nama baik keluarga dari ancaman persidangan publik.Malam harinya, hujan deras kembali mengguyur ibu kota dengan sangat lebat. Mario mengantarkan Cassie kembali ke rumah singgah di pinggiran kota untuk mengambil barang-barang pribadinya sebelum Cassie kembali ke apartemennya sendiri besok.Suasana di dalam rumah kayu itu begitu sunyi, hanya dihiasi oleh irama gemericik air hujan yang memukul-mukul kaca jendela luar. Uap dingin menyeruak, membuat atmosfer di antara mereka terasa teramat intim dan emosional.Cassie duduk
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: Bab 67 - Kehancuran, atau Kebangkitan Kembali?Setelah siaran konferensi pers gila itu berakhir, nama Cassandra berada di puncak kehancuran opini publik. Warganet, media massa, dan bahkan pihak internal perusahaan pengelola proyek menyerukan agar Cassandra segera dipecat dan dimintai pertanggungjawaban demi menyelamatkan citra korporasi.Namun, yang tidak diketahui oleh siapa pun—bahkan oleh Cassie sendiri—keangkuhan Bima tidak pernah lolos dari pengawasan Mario.Mario memboyong Cassie kembali ke kantor pusat siang itu juga. Pria tegap itu mengawal Cassie menerobos barisan wartawan di luar gedung dengan penjagaan ketat dari tim keamanan khusus yang ia sewa secara pribadi. Mario menggandeng erat tangan Cassie, melangkah penuh intimidasi menuju lantai paling atas—ruang rapat Direksi.Di dalam ruang rapat yang tegang, telah berkumpul seluruh jajaran Direktur Operasional, tim
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Bab 66 - Konferensi PersCahaya matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden kayu di ruang tengah perlahan membangunkan Cassandra dari tidur nyenyaknya. Rasa aman yang melingkupi rumah singgah itu sempat membuat tubuhnya merasa bugar. Namun, kedamaian itu hanya bertahan beberapa saat sebelum suara dering ponsel pribadi Cassie yang mendadak bernada nyaring di atas meja rias memecah kesunyian.Panggilan itu datang dari Marga, rekan kerja sekaligus sahabat dekat Cassie di divisi perencanaan.Dengan dahi berkerut cemas, Cassie mengusap layar ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut. "Halo, Marga?""Cassie! Kamu ada di mana sekarang?! Kamu aman, kan?" suara Marga terdengar sangat panik dari seberang telepon, napasnya memburu cepat. "Cass, tolong kamu cari televisi sekarang! Nyalakan siaran berita nasional atau saluran infotain
Last Updated: 2026-08-30
Bukan Bunga Bakung
Ini kisah Diandra, seorang perempuan biasa yang terlahir dari keluarga mapan dan lulus dengan IPK 4,0. Setelah bekerja di perusahaan multinasional, ia menikah dengan Radite, pria tampan dan baik, namun setelah 16 tahun, mereka berpisah karena tak memiliki anak.
Dalam kesedihan, Diandra bangkit berkat dukungan sahabatnya, Retno. Ia kembali ke kampus dan menjadi sosok berpengaruh di berbagai forum, mewujudkan harapan mendiang ayahnya agar ia lebih dari sekadar hiasan.
Namun, di balik kesuksesan, Diandra merasa kesepian dan melarang orang mengetuk pintunya selama sepuluh tahun. Suatu ketika, Sabda, staf Retno, mengetuk pintunya, mengingatkan Diandra akan kerinduan akan kehadiran orang lain.
Tanpa disadari, Diandra mulai jatuh cinta pada Sabda, meski terpisah 20 tahun. Ia berjuang melawan perasaannya, sementara Sabda mungkin merasakan hal yang sama.
Read
Chapter: Bab 19 - Ketemu Alvin di HanedaMendarat di Bandar Udara Haneda-Kuko, Tokyo, hati Diandara berdegup kencang. Derap langkah Radite, juga genggam tangan erat suaminya itu tiba-tiba kembali terasa.“Ah, kenapa gak mau berhenti juga,” bisik batin Diandra.“Kenapa Di? Beberapa menit lagi kita mendarat di Haneda Di,” bisik suara Rajesh seakan tahu perasaan hati Diandra saat itu.Diandara hanya tersenyum dan mengangguk.Ditatapnya Rajesh yang seperti diceritakan Retno bahwa sedikit banyak Rajesh telah mengetahui apa yang membuat Diandra agak gamang untuk mendarat di Tokyo.“Kamu pasti kuat dan mampu mengatasi apa yang kamu piker sebagai masalah itu Di. I trust you,” Rajesh menguatkan Diandra.“Trimakasih,” jawab Diandra singkat sambil menguatkan dirinya.Malam telah lama tiba di Tokyo. Orang-orang masih sibuk lalu-lalang. Koper-koper dan semua bawaan peserta pertemuan Singapura semua telah diurus oleh panitia. Diandra juga Rajesh dan lainnya hanya membawa tas tangan dan computer jinjing.Di tengah bandara yang begitu sibuk
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 18 - Menjauh Untuk Lebih MendekatDi pesawat menuju Tokyo, Diandra duduk bersebelahan dengan Rajesh, kawan Retno ketika di Inggris yang juga ketua penyelenggaran pertemuan Singapura dan Tokyo. Persahabatan mereka masih terus berlanjut ketika baik Rajesh maupun Retno menggeluti isyu yang sama.“Maaf Di, bagaimana bisa kamu sebegitu akrab dengan Retno,” Tanya Rajesh menghalau keheningan dalam pesawat yang tengah terbang tinggi.“Ayah saya dan Ayah Retno telah bersahabat sejak mereka sama-sama kuliah di Bandung. Ayah Retno lebih senior dari ayah saya, tapi hubungan mereka begitu akrab, pun sampai masing-masing berkeluarga dan mempunyai anak, aku dan Retno,” jawab Diandra panjang.Diandra dan Rajesh sebetulnya sudah cukup lama saling mengenal. Tapi pada setiap pertemuan, obrolan yang mereka lakukan belum menginjak ke wilayah yang lebih pribadi. Dan, dari Changi menuju Haneda ini obrolan yang lebih pribadi itu agaknya kemudian terjadi.“S1 kamu dan Retno kabarnya juga satu kampus, betul itu?” Tanya Rajesh lagi.“He he he…
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 17 - Mengingat yang Tak Ingin DiingatJelang siang, Diandra bersama orang-orang yang ikut pertemuan semalam kembali ke Changi. Hari itu mereka akan menuju bandara Haneda Kuko, Tokyo. Perjalanan di Changi ke Haneda diperkirakan 7 jam lebih beberapa menit.Bagi Diandra perjalanan menuju Haneda Kuko, Tokyo ini sebetulnya hal yang paling tidak ingin dia lakukan. Mengingatkan dia akan hal-hal yang sebetulnya tak ingin diingat.Dan, sejak mengelola perusahaan bersama Retno, ada 6 atau 7 kali pertemuan di beberapa kota yang berbeda di Jepang, Diandra tidak bersedia turut. Diandra selalu menghindar untuk datang ke negeri ini karena satu alas an, Radite.Tapi kali ini Diandra memutuskan untuk berdamai dengan perasaannya, juga dengan masa lalunya. Hidup harus diselenggarakan. Masa lalu tidak perlu dilupakan, tapi biarlah cukup sesekali dilihat melalui kaca spion. Penting, tapi tidak harus mendominasi, sebab hidup berjalan ke depan.Jejak langkah Diandra waktu masih bersama suaminya, Radite masih begitu benderang. Sesaat setelah men
Last Updated: 2024-11-24
Chapter: Bab 16 - Sarapan Bersama Mbak MaryamahSebagai seorang anak perempuan dan semata wayang dari keluarga yang secara ekonomi sangat mapan. Diandra memang dimanja oleh kondisi lingkungannya, selain juga kehendak orang tuanya untuk selalu ingin menjaga putri tunggalnya itu.Tapi sikap orang tua Diandra sangat hati-hati. Meski cukup memanja, mereka berdua sepakat untuk menjadikan anak perempuannya tegar, mandiri dan sebisa mungkin harus mampu menyelesaikan banyak persoalan sendiri.Kelas 3 SD, Diandra dimasukan dalam kelas Judo. Sebelumnya, sejak umur 3 tahun, Diandra sudah mahir bersepatu roda, ikut rock climbing, berenang, pencak silat dan kemudian Judo yang diteruskan hingga Diandra mendapat sabuk hitam.“Biarpun Di perempuan, kita mesti menjadikan anak kita anak yang kuat dan mandiri bu,” ucap pak Pur, ayah Diandra pada sang istri.“Pak, bukannya nanti Diandra juga bakal punya seorang suami yang akan menjaga dan melindunginya,” gugat bu Rarah, ibu Diandra.“Bu, apa yang ibu pikirkan betul semua. Tapi rasanya tetap saja, lebi
Last Updated: 2024-11-13
Chapter: Bab 15 - Kompleks CinderellaDi Singapura kali ini Diandra menginap di hotel yang sama untuk pertemuan. Biar lebih praktis, selain juga karena hanya semalam di negeri jiran ini.Untuk acara tersebut, segala sesuatunya sudah diatur sama Rajesh, termasuk juga tempat untuk menginap Diandra. Rajesh sendiri merupakan teman Retno waktu di Inggris dulu, dan untuk pertemuan itu Rajesh menjadi ketua panitianya.Ada 9 orang dari berbagai Negara Asean yang menghadiri pertemuan di Singapura ini. Pertemuan ini merupakan pertemuan pendahuluan yang akan dilanjutkan dengan pertemuan Tokyo esok lusanya.Acara diselenggarakan persis setelah makan malam usai dan berakhir sekitar jam 22.00. Tidak terlampau lama memang, karena hanya saling mengkonfirmasi gagasan-gagasan yang akan dibahas di pertemuan Tokyo besok lusanya.Usai pertemuan, Diandra sempat ngobrol beberapa saat dengan Rajesh. Obrolannya cukup beragam. Mulai dari rencana Rajesh ke Indonesia saat Retno mantu, soal agenda Tokyo besok dan rencana ke Inggris bulan berikutnya y
Last Updated: 2024-11-13
Chapter: Bab 14 - Ketemu Lili di ChangiSatu setengah jam lebih sedikit akhirnya Diandra tiba di bandara Changi, Singapura. Hari sudah mulai sore. Bayang kecemasan perempuan yang ditinggal pergi pasangan prianya di bandara Soekarrno-Hatta sebelum berangkat tadi masih menggelayut.Diandra tidak tahu persis apakah pasangan itu akhirnya tidak jadi berangkat bersama atau bagaimana. Bayangan mas Radite yang juga meninggalkan punggungnya itu juga belum punah.“Hey, Diandra,” terdengar suara memanggil dari arah kiri Diandra yang tengah terjebak dalam lamunan.Diandra pun gegas mencari sumber suara yang menyapanya. Sambil sedikit berkejap dan merapikan ingatannya. Lalu Diandra menjawab dengan cukup ceria.“Hey, mba Maryamah kan ya?” Diandra bertanya untuk meyakinkan dirinya kalau yang ditemuinya itu adalah salah seorang seniornya waktu di kampus ketika ia masih muda dulu.Ketika orang yang disapa itu mengangguk antusias, Diandra pun datang memburu dan memeluknya erat.“Begini jauh kita ditemukannya di sini mbak. Mbak sehat-sehat ka
Last Updated: 2024-11-13