author-banner
Nympadoraaa
Nympadoraaa
Author

Novel-novel oleh Nympadoraaa

Cinta Yang Tak Dipilih

Cinta Yang Tak Dipilih

Pernikahan Theo dan Laura tidak berdasarkan cinta. Theo terpaksa menikahi wanita yang tidak ia cintai dan meninggalkan kekasihnya hanya karena urusan bisnis. Siapa yang akhirnya harus Theo pilih? Ia bahkan tidak pernah bisa melepaskan kekasihnya meskipun dirinya sudah menikah dengan wanita lain. "Apa kita saling mengerti? Apa kita saling memahami? Kau tahu, terkadang aku frustasi ketika tak bisa mendengar perasaanmu. Hey, pria sombong tak berperasaan, kumohon, jangan membuatku terus berharap. Jika memang kau mempunyai perasaan yang sama denganku, aku akan menunggumu disini meskipun aku tahu ada seseorang disana tengah menantimu dengan penuh kerinduan." Laura, yang dengan sabar menunggu sang pria membuka hatinya. Namun, Theo malah kembali membawa luka.
Baca
Chapter: Bab 14 - Sakit
Langkah kaki Theo yang biasanya penuh percaya diri kini terdengar terseret saat melewati pintu utama. Suara sepatu kulitnya di atas lantai terdengar lelah. Wajah pria itu pucat. Ia terlihat frustasi dan kebingungan.Di ruang tengah, Nyonya Ida masih duduk santaip sambil menonton tayangan televisi. Wanita paruh baya itu menoleh, langsung tersenyum hangat begitu melihat anak tunggalnya berjalan masuk. Mau tak mau, topeng itu harus dipasang kembali, meski sudah sangat retak di berbagai sisi.Theo memaksakan senyuman tipis yang sangat terlihat dipaksakan, mengangguk singkat pada ibunya tanpa bersuara, lalu berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya. Ia tidak sanggup berpura-pura lebih lama lagi di bawah tatapan penuh selidik sang ibu.Tak lama kemudian, mobil Laura memasuki pekarangan rumah. Melihat mobil milik Theo sudah terparkir di garasi, Laura menghentikan langkahnya di ruang tengah. Terlihat Nyonya Ida sedang menyesap teh hangatnya, "Loh, Laura? Baru pulang, Sayang?""Iya, Ma.” jawab Lau
Terakhir Diperbarui: 2026-09-07
Chapter: Bab 13: Cemas
Sinar matahari pagi yang menerobos lewat celah tirai balkon mengusir kegelapan kamar utama. Kesadaran Laura perlahan kembali dari tidurnya yang tidak begitu nyenyak. Hidungnya menghirup aroma wangi hangatnya kulit tubuh manusia yang sangat dekat, bahkan terasa terlalu dekat. Saat matanya terbuka, Laura membeku ketika menyadari kepalanya tengah bersandar tepat diatas dada suaminya. Tangannya melingkar dengan santai di pinggang pria itu, sementara lengan kokoh suaminya merengkuh punggung Laura dengan begitu santai. Bantal guling yang semalam dipasang sebagai dinding pembatas buatan sudah tergeletak di ujung bawah tempat tidur. Tepat pada detik yang sama, kelopak mata suaminya ikut terbuka pelan. Dua pasang mata itu saling bertatapan dalam jarak yang hanya terpisah beberapa sentimeter. Selama beberapa detik keheningan menyelimuti keduanya di udara. Secara refleks, Laura menarik tangannya dan dan mendorong tubuhnya menjauh. Theo pun ikut menarik lengannya mendadak, hampir saja ia terj
Terakhir Diperbarui: 2026-08-31
Chapter: Bab 12: Mengalah
Mobil hitam itu akhirnya kembali membelah kegelapan malam. Setelah makan malam yang menguras energi, tidak ada satu pun percakapan berarti diantara mereka. Nyonya Ida duduk di kursi belakang dengan raut wajah bahagia. Sementara di kursi depan, Laura dan suaminya berkutat dengan pikirannya masing-masing.Saat kendaraan berhenti di halaman rumah, Nyonya Ida menjadi orang pertama yang turun dengan langkah santai, “Mama capek banget. Mama langsung istirahat ya.”“Kamar bawah udah siap, Ma. Kalau butuh apa-apa panggil aja.” Ucap Theo.“Kalian juga istirahat gih. Mama masuk dulu, ya.”Laura tersenyum hangat, “Selamat istirahat ya, ma.”Wanita paruh baya itu memberi kecupan hangat di pipi Laura, lalu menepuk lengan anak kandungnya sebelum melangkah masuk ke dalam kamar tamu utama yang sudah disiapkan.Begitu pintu kayu kamar tamu tertutup rapat, keheningan kembali melingkupi ruang tengah. Senyum manis di wajah Laura menguap seketika. Wajahnya kembali datar.Ia membalikkan badan, menatap loro
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 11: Tak Disangka
Pintu kayu jati yang tebal terbuka saat Theo memutar gagangnya. Ruang tengah megah yang biasanya gelap dan sepi itu kini terang karena semua lampu sudah dinyalakan. Belum sempat Laura menyimpan tas kerjanya, sebuah langkah kaki yang terdengar terburu-buru terdengar mendekat dari arah dapur."Akhirnya kalian pulang juga!" Seoranh wanita paruh baya muncul sambil tersenyum lebar. Wanita itu langsung melangkah mendekati Laura dan memeluk menantunya hangat.“Apa kabar, sayang?” Tanya ibunya sambil mengelus lembut punggung Laura, “Semua lancar?”Laura membalas pelukan Nyonya Ida sambil mengangguk pelan, “Baik, Ma. Semua juga lancar.”Ibunya melepas pelukan, menatap menantunya dalam, “Syukur kalau gitu.”“Mama kok ga ngabarin kalau mau datang?” Tanya Theo berusaha menyembunyikan rasa paniknya saat mendaratkan ciuman singkat di pipi sambil memeluk ibunya.Sang ibu membalas dekapan putra tunggalnya, lalu melepaskannya dengan tepukan ringan di dada Theo, “Justru mama sengaja ga ngabarin. Mama m
Terakhir Diperbarui: 2026-08-25
Chapter: Bab 11: Kunjungan
Pagi itu, matahari bersinar hangat di atas hamparan tanah luas yang dipasangi papan petunjuk besar bertuliskan ‘Lokasi Pembangunan Jalan Tol Lintas Provinsi’. Angin bertiup cukup kencang, mengibarkan bendera sponsor dan spanduk yang terpasang di sepanjang area acara groundbreaking.Di area tenda utama VIP, jajaran direksi Wistara Construction dan pejabat tinggi negara sedang berkumpul. Di sana, Laura bisa melihat ayahnya sedang berbincang hangat dengan Theo dan pejabat lainnya. Theo tertawa ramah ketika sang ayah menepuk pelan bahunya sambil membisikan sesuatu. Laura tersenyum sinis, suaminya memang pandai dalam memainkan peran sebagai menantu idaman."Pagi, Laura.” Sapa Ardi sambil memberikan sebuah botol air mineral, “Kamu kelihatan capek banget. Apa ada yang salah?” “Aku baik-baik aja.” Laura menggeleng pelan, bermaksud menjangkau botol itu. Tapi Ardi refleks menarik kembali tangannya. Pria itu memutar tutup botol sampai terdengar bunyi segel plastik yang terputus, baru kemudian
Terakhir Diperbarui: 2026-08-22
Chapter: Bab 10: Luapan Emosi
Bayangan tentang tindakannya melabrak wanita itu terasa begitu menggiurkan dan aku yakin itu bisa memuaskan ego Laura yang terluka. Rasanya, satu tamparan atau teriakan kemarahan akan sangat ampuh untuk memuaskan hatinya yang hancur. Ia sudah tidak tahan ingin meruntuhkan kedamaian wanita itu di depan umum.Laura sempat mengambil satu langkah maju, tapi ia kembali berhenti ketika tubuhnya mendadak bergetar hebat menahan godaan emosi dalam dirinya.Ia berada dalam dua pilihan, tetap membiarkan emosi menguasai dirinya, atau kembali menelan rasa sakitnya untuk tetap mempertahankan apa yang tersisa dari kehormatan dan reputasinya.“Laura, sumpah deh kamu kenapa sih?” Amel semakin khawatir ketika melihat raut wajah sahabatnya yang memucat, tapi matanya dipenuhi oleh amarah.Amel melirik ke arah dimana pandangan Laura tertuju, “Lau, kamu ngeliat…siapa?”Laura menghentikan gerakan tubuhnya yang hendak berbalik ketika sentuhan tangan Amel menahannya. Napasnya masih memburu. Di dalam kepalanya
Terakhir Diperbarui: 2026-08-19
Anda juga akan menyukai
Istri Tanpa Nafkah (Batin)
Istri Tanpa Nafkah (Batin)
Romansa · Ana_miauw
35.1K Dibaca
Liara
Liara
Romansa · Sinda
35.0K Dibaca
MINE
MINE
Romansa · Viallynn
35.0K Dibaca
Dating with Celebrity
Dating with Celebrity
Romansa · Indah Hanaco
35.0K Dibaca
Jerat Cinta Sang Juragan
Jerat Cinta Sang Juragan
Romansa · Pusparani Surya
34.9K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status