author-banner
Akira Maikari
Akira Maikari
Author

Novels by Akira Maikari

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Di saat gadis seusianya sudah menimang anak, Sekar justru terjebak dalam lingkaran setan kegagalan pernikahan. Penyebabnya bukan karena ia tak cantik, melainkan ambisi orang tuanya yang selalu mematok nilai mahar di luar nalar. Sekar pasrah, saat mantan kekasihnya enggan menolak mahar besar dan kini melamar wanita lain. Sampai ia ditarik oleh pria yang menganggapnya tunangannya. Ia pikir masalah itu selesai. Tapi, ternyata pria itu.... bos barunya! “Sebutkan berapapun mahar yang diinginkan orang tuamu, saya akan bayar sebanyak apapun yang penting istri saya adalah kamu."
Read
Chapter: Bertemu Idol
Pintu ruang rapat terbuka. Seorang pria tinggi masuk dengan langkah tenang, diikuti seorang staf dari manajemennya.Semua orang di ruangan berdiri menyambut kedatangannya,“Selamat pagi. Perkenalkan, saya Ahn Hyo-seop. Senang bisa bertemu dengan semuanya.” Sapa Hyo-seop dengan senyum ramah.Sekar merasa lututnya langsung lemas begitu melihat senyuman itu. “Selamat pagi, Pak Hyo-seop.”“Selamat pagi.”Beberapa orang mengangguk sambil tersenyum. Hyo-seop membalas singkat sebelum duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya.Sekar menarik napas pelan."Oke. Tenang, Sekar. Ini kantor, ini meeting, bukan fan meeting." “ Pak Ahn, ini beberapa tim yang akan terlibat langsung dalam peluncuran. Dan ini Sekar, she will be your main liaison selama acara.” Ucap Bela.Ahn Hyo-seop menoleh kepadanya.“Nice to meet you, Sekar.”Sekar menjabat tangannya. “Nice to meet you too.”Sekar langsung menyembunyikan tangannya yang bergetar begitu terlepas dari jabatan tangan Ahn Hyo-Seop.Ia buru-buru kemba
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Back To The Office
Pagi itu, Sekar sarapan bersama Nehan.Keduanya tidak banyak bicara. Sekar lebih banyak memperhatikan makanannya, sementara Nehan sesekali membaca sesuatu dari ponselnya.Begitu selesai, Sekar mengambil tasnya.“Pak, nanti saya turun agak jauh dari kantor, ya.”Nehan mengangkat pandangan. “Kenapa?”“Saya belum terbiasa kalau nanti jadi pusat perhatian.”Nehan diam sebentar. “Kamu yakin?”Sekar mengangguk. “Iya.”“Baik.”-------mmobil berhenti tidak jauh dari gedung kantor.Sekar membuka pintu. “Terima kasih, Pak.”“Hati-hati.”Sekar turun, sementara mobil melanjutkan perjalanan menuju gedung Sajiwa.Ia menarik napas panjang, mungkin lebih baik seperti ini, seperti biasanya.Baru beberapa langkah memasuki lobi, beberapa suara langsung menyambutnya.“Selamat pagi, Bu Sekar.”“Pagi, Mbak.”“Selamat ya, Mbak Sekar.”Sekar sempat memperlambat langkah.Biasanya tidak banyak yang memperhatikannya ketika datang ke kantor. Sekarang, hampir setiap orang yang berpapasan dengannya seolah punya a
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Rumah Baru
Pesawat yang membawa Sekar dan Nehan akhirnya mendarat di Jakarta.Begitu keluar dari area kedatangan, Astrid sudah menunggu bersama mobil.“Selamat datang kembali, Pak. Mbak Sekar.”“Terima kasih,” jawab Sekar.Mereka masuk ke mobil.Sekar sebenarnya sejak tadi memikirkan satu hal. Setelah menikah, mereka akan tinggal di mana? namun ia tidak berani bertanya lebih dulu.Sampai Astrid membuka suara dari kursi depan.“Oh iya, Mbak. Barang-barang Mbak sudah dipindahkan ke rumah.”Sekar sedikit terkejut. “Barang saya?”“Iya. Beberapa pakaian dan barang pribadi Mbak juga sudah kami rapikan.”Sekar menoleh kepada Nehan. Laki-laki itu hanya duduk tenang di sampingnya."Oh… ternyata dia sudah menyiapkan semuanya."Sekar tidak bertanya lagi.Mobil terus melaju hingga akhirnya berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar di kawasan Jakarta Selatan.Sekar turun dan menatap rumah itu beberapa saat.Nehan berdiri di sampingnya. “Ayo.”Mereka masuk. Rumah itu tenang dan rapi. Tidak terlalu banya
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Hampir Keserempet
Sekar keluar dari rumah tanpa menoleh lagi.Nehan menyusul beberapa langkah di belakangnya.Sekar terus berjalan menyusuri jalan kecil di samping sawah. Langkahnya masih cepat, tetapi perlahan mulai melambat. Ketika jarak di antara mereka sudah cukup dekat, Nehan akhirnya berjalan di sampingnya.Mereka berjalan beriringan dalam diam.Hanya suara langkah kaki dan angin yang sesekali melewati persawahan.Beberapa saat kemudian, Nehan menoleh.“Kamu mau terus jalan sampai mana?”Sekar menggeleng.“Kalau begitu, jalan saja.”Sekar mengangguk kecil. Mereka kembali berjalan.Namun beberapa langkah kemudian, Sekar tiba-tiba berhenti. Air matanya kembali jatuh.Nehan ikut berhenti.Sekar menunduk, berusaha mengusap wajahnya.Nehan memperhatikannya beberapa detik. Kemudian ia bertanya pelan,“Do you need a hug?”Sekar mengangkat wajah. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak menjawab, hanya menatap Nehan.Nehan akhirnya maju. Ia memeluk Sekar.Pelukannya terasa sedikit kaku pada awalnya. Tangannya bahk
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: About Sex
Sekar menatap Nehan beberapa detik, lalu tertawa kecil.“Pak, jangan bercanda.”Nehan masih menatapnya serius. “Saya serius.”Senyum Sekar langsung menghilang. Ia mengatupkan bibir, lalu berdeham kecil, berusaha mengembalikan suasana.“Saya anggap Bapak tadi bercanda, dan…” Sekar menarik napas. “One night stand itu nggak akan pernah terjadi. Saya punya prinsip. Saya cuma mau melakukan itu dengan pasangan sah saya.”Nehan mengangkat alis. “Saya pasangan sah kamu. Secara negara dan agama.”“Iya, betul…” Sekar terdiam sesaat. “Tapi nggak ada cinta.”“Cinta?” Nehan menatapnya. “Perlukah itu?”“Ya, perlu.”Sekar membenarkan posisinya. “Menurut saya, seks itu bukan sesederhana menyatukan dua tubuh, Pak. Ada perasaan, kepercayaan, dan banyak hal lain yang ikut terbawa ""Saya pernah baca pandangan yang bilang ketika dua tubuh bersatu, disaat itu juga terjadi pertukaran energi.”“Kalau memang benar ada pertukaran energi di antara dua orang, kita juga nggak pernah tahu apa yang dibawa masing-m
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Obrolan Panjang Malam Pertama
Setelah seluruh rangkaian pernikahan dan resepsi selesai, Sekar dan Nehan diarahkan menuju Ambarrukmo Suite.Sekar merasa tubuhnya benar-benar lelah setelah seharian harus berdiri, tersenyum, dan bertemu begitu banyak orang. Ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Beberapa saat kemudian, Sekar keluar.Rasanya jauh lebih baik. Air hangat membuat tubuhnya terasa lebih ringan dan lelah yang sejak tadi menumpuk sedikit berkurang.Namun langkahnya langsung terhenti begitu melihat Nehan masih berada di dalam kamar.“Bapak nggak pergi?”Nehan yang sedang duduk di sofa menoleh. “Pergi ke mana?”Sekar mengernyit. “Ya... saya kira Bapak tidur di kamar lain.”Nehan menatapnya sebentar. “Ini kamar saya.”Sekar terdiam. “Terus saya di mana, Pak?”“Kamu juga di sini.”Sekar melihat sekeliling kamar, lalu kembali menatap Nehan.“Loh... kita berdua di sini?”“Iya.”“Oh.” Sekar mengangguk kecil.Ia kemudian melirik tempat tidur yang berada di sisi lain kamar.“Kalau begitu, Bapak ist
Last Updated: 2026-09-12
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status