author-banner
Akira Maikari
Akira Maikari
Author

Novels by Akira Maikari

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Di saat gadis seusianya sudah menimang anak, Sekar justru terjebak dalam lingkaran setan kegagalan pernikahan. Penyebabnya bukan karena ia tak cantik, melainkan ambisi orang tuanya yang selalu mematok nilai mahar di luar nalar. Sekar pasrah, saat mantan kekasihnya enggan menolak mahar besar dan kini melamar wanita lain. Sampai ia ditarik oleh pria yang menganggapnya tunangannya. Ia pikir masalah itu selesai. Tapi, ternyata pria itu.... bos barunya! “Sebutkan berapapun mahar yang diinginkan orang tuamu, saya akan bayar sebanyak apapun yang penting istri saya adalah kamu."
Read
Chapter: Tunangan Asli Nehan
Prosesi fitting baju akhirnya selesai setelah melewati ketegangan yang cukup menyita energi Sekar. Tak lama setelah meninggalkan butik, Nehan membawa Sekar ke sebuah restoran untuk makan siang bersama. Suasana di meja makan mulanya diwarnai keheningan. Di tengah-tengah menyantap hidangannya, Nehan tiba-tiba mendongak dan menatap Sekar datar. "Kenapa?" tegur Nehan santai. Sekar yang sedang memotong makanannya spontan mendongak, alisnya berkerut bingung. "Kenapa apanya?" "Wajahmu menekuk terus sejak tadi," sahut Nehan lalu kembali menyuap makanannya tanpa beban. Sekar menghela napas pendek, meletakkan pisau dan garpunya sejenak. "Saya ingin menambahkan satu poin khusus di perjanjian kontrak kita, Pak." Nehan menaikkan sebelah alisnya, tertarik. "Apa itu?" "Poin bahwa Bapak tidak boleh menyentuh saya," tegas Sekar. Nehan memiringkan kepalanya sedikit, "Kenapa memangnya?" Sekar mengembuskan napas lambat-lambat, meletakkan sendoknya dengan ketukan halus di atas pir
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: French Kiss?
Sekar langsung tersentak. "N-nggak." Jawabannya keluar terbata-bata. Namun Nehan justru melangkah semakin mendekat. Satu langkah. Lalu satu langkah lagi. Sekar yang sejak tadi sudah gugup hanya mampu berdiri mematung. Kakinya seperti menolak untuk bergerak mundur. "K-ke... kenapa, Pak?" tanyanya lirih. Nehan berhenti tepat di hadapan Sekar. Jarak mereka kini hanya terpaut beberapa senti. Begitu dekat hingga Sekar bisa mencium aroma parfum pria itu yang lembut bercampur wangi kayu. Tatapan Nehan tidak berpindah sedikit pun dari wajah Sekar. "Saya tanya sekali lagi." "Apakah saya setampan itu sampai kamu tidak bisa mengalihkan pandangan?" Sekar buru-buru menggeleng. "N-nggak." Jawabannya nyaris tak terdengar. "Saya tidak dengar. Bicara lebih keras." Sekar menarik napas gugup. "Nggak, Pak." "Nggak apa, Sekar?" Sekali lagi Nehan memperpendek jarak di antara mereka. Sekar spontan menahan napas. Jantungnya kembali berpacu tidak karuan. "J-jangan dekat-dekat, Pak..." bisikny
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Debaran Jantung Sekar
Semakin Nehan berjalan mendekat, semakin jelas pula wajah pria itu di mata Sekar. Garis rahangnya tegas. Tatapannya tetap datar seperti biasa. "Sial, semakin dekat, semakin keliatan ketampanannya" batin Sekar. Sekar buru-buru mengalihkan pandangan. "Nggak boleh begini. Jantung, tolong kerja yang bener" Namun sebelum ia benar-benar berhasil menenangkan diri, Nehan sudah berhenti tepat di depannya dan Karina. Ia tidak mengatakan apa pun. Hanya berdiri dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celana, menatap sekilas ke arah Sekar, lalu mengalihkan pandangannya ke meja yang dipenuhi katalog gaun. Karina menutup katalog di tangannya. "Bagus." "Nehan sudah datang." "Kalau begitu kita mulai saja." Ia bangkit dari duduknya dengan gerakan anggun. Tak lama kemudian, seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun menghampiri mereka dengan senyum profesional. "Selamat pagi, Nyonya Karina." "Selamat pagi, Bu Rania." Karina menjawab dengan tenang. Rania kemudian menoleh kepada Ne
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Melanggar Batasan
"Sebaiknya kamu tidak melanggar batasanmu." "Maksud Bapak?" Sekar mengernyit. "Jangan mencari tahu kehidupan pribadi saya." "Termasuk apa yang tadi kamu tanyakan kepada Dirga." "Kamu hanya perlu fokus menjalankan kontrak pernikahan ini. Itu saja." Pungkas Nehan. Sekar tersentak. Rasanya seperti dipaksa bangun saat tengah bermimpi indah. Ia hanya mampu menundukkan kepala. "Baik, Pak." Setelah itu tidak ada lagi percakapan. Mobil kembali dipenuhi keheningan. Mobil akhirnya berhenti tepat di depan rumah kos Sekar. Sopir segera turun untuk membukakan pintu. Sekar menarik napas pelan sebelum melepas sabuk pengamannya. "Terima kasih sudah mengantar saya, Pak." Nehan hanya mengangguk singkat. Sekar kembali teringat sesuatu. "Oh iya." "Baju yang tadi saya pakai, lusa akan saya kembalikan." "Tidak perlu." Jawaban Nehan begitu cepat. "Kalau kamu tidak menginginkannya, buang saja." Sekar mengembuskan napas pelan. Dalam hati ia mulai kesal. Enak sekali bilang bua
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Perkara Fitting Baju
Sementara itu, Nehan berdiri di balkon belakang rumah dengan ponsel menempel di telinganya. "Tuan." Suara dari seberang terdengar serius. "Keluarga Dominic mulai bergerak." "Sejauh mana?" "Belum ada tindakan langsung." "Tapi beberapa orang mereka mulai mencari informasi mengenai Nona Sekar." Nehan terdiam beberapa detik. "Apa yang harus kami lakukan, Tuan?" "Lihat dulu." Jawaban Nehan singkat. "Terus pantau." "Jangan sampai ada satu informasi pun yang terlewat." "Baik, Tuan." Sambungan telepon pun berakhir. Nehan memasukkan ponselnya ke dalam saku jas, lalu kembali memasuki rumah. Namun saat tiba di ruang tamu, ia tidak menemukan Sekar. Tatapannya beralih kepada seorang pelayan yang sedang merapikan meja. "Sekar di mana?" Pelayan itu segera membungkukkan badan. "Tadi saya melihat Nona Sekar bersama Tuan Dirga, Tuan." "Sepertinya sedang berkeliling rumah." Nehan mengangguk pelan. "Baik." Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melangkah menyusuri lorong r
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Makan Malam Keluarga Adiwangsa
Beberapa pelayan mulai menyajikan hidangan satu per satu. Aroma makanan memenuhi ruang makan yang megah itu. Di tengah keheningan, pria muda yang duduk di seberang Sekar tiba-tiba mengulurkan tangannya. Sekar sempat ragu beberapa detik. Namun akhirnya ia membalas uluran tangan itu dengan sopan. "Dirgantara Adiwangsa." Pria itu tersenyum tipis. "Panggil saja Dirga." Ia melirik sekilas ke arah Nehan sebelum kembali menatap Sekar. "Adiknya Kak Nehan." Senyum miringnya hanya muncul sesaat. "Salam kenal." "Salam kenal." Tak lama kemudian, para pelayan mulai mempersilakan semua orang menikmati hidangan. Suasana kembali hening. Tak ada percakapan. Hanya suara sendok dan garpu yang sesekali beradu dengan piring. Sekar bahkan merasa detak jantungnya sendiri terdengar lebih keras daripada suasana meja makan itu. Beberapa menit berlalu. Karina menjadi orang pertama yang membuka percakapan. "Sekar." Sekar segera mengangkat kepala. "Iya, Tante." "Bagaimana kabar ked
Last Updated: 2026-08-03
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.2M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.8M views
Istri Gelap Tuan Arrogant
Istri Gelap Tuan Arrogant
Romansa · Ipak Munthe
4.1M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status