Madu Suamiku
Wanita KuatMandiriPengkhianatanPenyesalan
Kejujuran adalah pondasi dalam membangun sebuah rumah tangga. kalau rumah tangga sudah mulai ada ketidak jujuran, bagaimana rumah tangga itu akan berdiri tegak!
hari itu, Zahra tengah bersantai sembari menunggu suaminya mandi. tiba-tiba rasa keingin tahunnya tinggi, tentang isi ponsel sang suami. entah dorongan dari mana, Zahra mulai menyentuh Hp sang suami, lalu jari jarinya bergulir membuka isi ponsel itu. tiba-tiba, matanya terbelalak menyaksikan sebuah Foto suaminya bersama wanita lain, tanpa busana, di sebuah hotel. hal itu membuat hatinya terbakar. Zahra mulai menanyakannya kepada Dimas. dan ternyata benar, perempuan itu, adalah Istri kedua suaminya.
bagai di sambar petir, Zahra mengetahui hal itu. lalu... bagaimana kelanjutan kisahnya? yuk simak lengkapnya dalam kisah di bawah ini!!!
読む
Chapter: Madu Suamiku (The End)Gelap. Hal terakhir yang kuingat saat kesadaranku direnggut adalah kegelapan yang teramat dingin, sunyi, dan bunyi denging panjang yang memekakkan telinga. Namun, di balik kegelapan itu, jiwaku seolah dipaksa mendengar jeritan-jeritan pilu dari dunia atas yang kutinggalkan.Aku mendengar raungan Mas Zean yang terus memanggil namaku, hancur bagai laki-laki yang kehilangan seluruh arah hidupnya. Aku mendengar isak tangis Resti yang histeris. Dan sayup-sayup, aku merasakan getaran hebat dari pijatan di dadaku, disusul suara Zulfa yang bergetar parau memohon agar aku kembali demi anak-anak, demi dia yang kini telah mengikat janji suci sebagai maduku.“Kembali, Ra... Tolong kembali. Jangan biarkan pernikahan ini menjadi penyesalan seumur hidup kami...”Mungkin, Tuhan belum mengizinkanku pulang hari itu. Embusan napas yang sempat terhenti itu ditarik kembali oleh takdir. Aku terbangun beberapa hari kemudian di ruang rawat yang sunyi, menatap dua wajah yang begitu kuyu dan bersimbah air
最終更新日: 2026-07-14
Chapter: Akad Dadakan"Sorry Zean. Tapi ini permintaan Zahra. Aku udah berusaha nolak, tapi Istrimu sendiri yang kekeuh. Kalau kamu mau menolak, protes. Lanhsung sampaikan saja kepada Zahra. Aku sudah menyerah," ucap Resti Pasrah. "Zahra... kamu dengar Mas, kan? Mas nggak mau! Demi Allah, Mas cuma mau kamu, Ra!"Zulfa pun sama terkejutnya. Wajah dokter itu mendadak pias sempurna. Tubuhnya gemetar hebat hingga ia harus berpegangan pada tiang infus di dekatnya. "Mbak Resti... Mas Dani... ini salah. Aku nggak bisa. Aku ini sahabatnya Zahra! Aku tidak pernah punya niat untuk merebut posisinya, demi Allah!"Zulfa menatap Zahra dengan tatapan terluka dan menggeleng cepat. "Zahra, please... jangan hukum aku seperti ini. Aku murni ingin menyembuhkanmu, bukan menggantikanmu!"Di atas brankar, di tengah badai penolakan dan kepanikan dari dua orang yang paling dicintainya, Zahra perlahan menggerakkan tangannya. Alat pulse oximeter di jarinya berbunyi semakin cepat seiring dengan detak jantungnya yang tidak stabil
最終更新日: 2026-07-14
Chapter: Permintaan TerakhirSuara Zulfa memecah keheningan koridor. Mendengar ucapan itu, Resti, Dani, dan semua yang ada di sana spontan menoleh ke arah Zulfa. Suasana sempat bergeming sejenak, diselimuti kecanggungan dan ketegangan yang aneh di tengah situasi kritis ini.Zulfa yang menyadari tatapan penuh selidik. terutama dari Resti. tidak mundur. Ia justru melangkah maju dengan tegas. "Ayo... kenapa pada bengong? Kita tidak punya banyak waktu bukan?!" ucap Zulfa, suaranya naik satu oktav demi menyadarkan mereka semua. Semua orang langsung tersentak. Dokter piket yang menyadari urgensi situasi segera mengangguk. "Baik, Dokter Zulfa, mari ikut saya ke ruang tindakan laboratorium untuk skrining kilat dan proses donor." Tanpa membuang waktu, Zulfa langsung melangkah cepat mengekor di belakang dokter, membiarkan jubah putih dokternya berkibar di koridor rumah sakit.Peninggalan Zulfa menyisakan keheningan baru di depan ruang ICU.Zean kembali terduduk dengan kedua tangan menopang kepala. Pikirannya carut-mar
最終更新日: 2026-07-14
Chapter: Kabar BurukPria itu tertegun menatap Zulfa yang baru saja keluar dari koridor poli kandungan dengan jas putih dokternya. "Zahra... belum sampai sini, Dok?""Belum, Mas," Zulfa mengernyitkan dahi, ikut bingung. "Malahan ini aku sudah nunggu dari satu jam lalu loh. Aku pikir dia nungguin kamu di luar. Soalnya pagi tadi pas aku telepon, dia bilang mau datang bareng kamu.""Nggak ada, Dok. Saya baru selesai meeting dengan klien, pulang sebentar ganti baju langsung kesini," sahut Zean, napasnya mulai tidak beraturan. Jantungnya berdegup makin kencang. "Aku pikir Zahra sudah nunggu di sini. Karena tadi pagi dia bersikeras minta janjiannya langsung ketemu di klinik."Raut wajah Zulfa langsung berubah serius melihat kecemasan Zean. "Coba Mas Zean hubungi nomor siapa gitu. Soalnya dari tadi saya sudah telepon nomor Zahra berkali-kali tapi tidak aktif. Atau barangkali Zahra punya nomor telepon darurat lain yang bisa dihubungi?""Ck..." Zean berdecak frustrasi.Ia segera mengeluarkan ponselnya dari sa
最終更新日: 2026-07-12
Chapter: Insting gawat daruratSepeninggalan Zahra, suasana rumah terasa sedikit berbeda. Meski anak-anak sudah besar, Zean tetap harus memastikan pagi ini berjalan lancar. Rayyan yang sudah kelas 1 SMP tampak tenang menghabiskan sarapannya, sementara Zahwa yang kelas 3 SD sibuk merapikan tas sekolahnya di ruang tengah."Kak, hari ini pulang sekolah jam berapa? Biar Papa tahu jam jemputnya," tanya Zean sembari merapikan dasinya di depan cermin ruang tamu."Jam satu siang, Pa. Hari ini ada ekskul sebentar," jawab Rayyan mandiri."Oke. Papa antar kalian sekarang. Kakak sama Adik ayo masuk mobil."Setelah mengantar kedua buah hatinya ke sekolah masing-masing, Zean langsung memacu mobilnya menuju sebuah restoran di dekat area perkantoran. Hari ini dia ada janji temu penting dengan seorang klien korporasi besar terkait kasus sengketa tanah yang cukup pelik. Sebagai pengacara ternama, Zean harus tampil prima dan fokus, meskipun sebagian pikirannya masih tertinggal pada kondisi kesehatan istrinya.Pertemuan hukum itu
最終更新日: 2026-07-10
Chapter: Pagi yang... Indah ?Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika Zahra membuka kelopak matanya. Kamar masih temaram, namun jiwanya terasa begitu terjaga. Menatap wajah Zean yang masih terlelap pulas di sampingnya, Zahra tersenyum tipis. sebuah senyum yang menyimpan misteri mendalam. Perlahan, ia menyibak selimut, melangkah turun dari ranjang tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Pagi itu, Zahra mendadak menjelma menjadi sosok yang luar biasa ceria. Tubuhnya yang kemarin pias dan lemas, kini bergerak lincah ke sana kemari. Ia merapikan ruang tamu yang sempat agak berantakan, menyapu lantai, hingga beralih ke dapur. Aroma harum nasi goreng mentega dan ayam suwir langsung memenuhi penjuru rumah, bersanding manis dengan kotak-kotak bekal anak yang sudah tertata rapi di atas meja makan. Tidak sampai di situ, seragam sekolah Rayyan dan Zahwa, serta kemeja kerja Zean pun sudah ia setrika halus dan disiapkan di hanger kamar masing-masing.Bahkan, dirinya sendiri pun sudah mandi, berdandan tipis, dan mengenakan pa
最終更新日: 2026-07-10
Noda Pernikahan Paksa
DramaBos / CEOPewarisBeraniPerjodohan
Akibat perjanjian Orang tua di Masalalu, Mereka akhirnya Terpaksa Menikah, Tanpa Cinta.
Axel dan Ellena. Pernikahan mereka baru jalan dua bulan, saat itu. Tapi dari awal pernikahan mereka... mereka tidak pernah melakukan 'itu' . Dengan Prinsip Axel yang tidak cinta, bahkan dia sudah punya kekasih dan Ellena, yang tidak mau disentuh sebab Axel yang belum selesai dengan dirinya juga.
Sampai suatu malam, kejadian gelap itu terjadi. Axel pulang dalam keadaan kacau. Mabuk berat, hingga akhirnya terjadi sesuatu yang...
Baca kelanjutannya sampai tuntas.
読む
Chapter: Pedan Singkat MamaElena menariknya ke dalam pelukan.“Mommy minta maaf…” bisiknya. “Mommy minta maaf kamu harus dengar kata-kata seperti itu.”Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.Hatinya teriris. Luka masa lalunya seperti diseret kembali ke permukaan. Tapi kini, yang lebih menyakitkan adalah melihat anak-anaknya menanggungnya.Ia mengusap rambut Eros.“You’re not alone. You have me.”(Kamu tidak sendirian. Kamu punya Mommy.) Lalu ia berdiri dan menghadap guru BK.“Saya minta maaf atas kejadian ini, Pak. Saya akan membimbing Eros di rumah. Saya pastikan ini tidak terulang lagi.” Guru itu mengangguk.“We understand. Kids can be cruel sometimes.”(Kami mengerti. Anak-anak kadang bisa sangat kejam.)Elena mengangguk pelan.Ia kembali ke Eira, menggandeng kedua anaknya.“Ayo, kita pulang.” Keenan berdiri di dekat pintu ruang guru sejak tadi, menyaksikan semuanya dalam diam.Tatapannya pada Elena berubah. bukan lagi sekadar profesional. Ada sesuatu yang lebih dalam.Ia baru saja melihat seorang ibu yang
最終更新日: 2026-08-20
Chapter: You’re not alone. You have meElena memalingkan wajahnya ke arah jalan raya. Lampu kendaraan memantul di genangan, berpendar seperti kilasan masa lalu yang tak pernah benar-benar padam. “Aku baik-baik saja,” jawabnya singkat.“Kamu tidak perlu berbohong.”Nada Keenan mantap.“Aku melihat perempuan yang dulu berani menembakkan batu ke mata dua preman tanpa ragu. Perempuan yang berdiri tegak di balik pagar tinggi dan tidak pernah takut pada apa pun.” Ia menatap profil wajah Elena.“Sekarang aku melihat seseorang yang berjalan seperti memikul dunia.”Elena mengepalkan jemarinya di pangkuan.“Aku memilih jalan ini,” katanya akhirnya. “Tidak ada yang perlu dikasihani.”“Aku tidak mengasihani.”Keenan menggeleng.“Aku hanya ingin tahu siapa yang membuat peri kecil itu berhenti percaya bahwa dia pantas dilindungi.” Kalimat itu seperti mengetuk sesuatu yang paling Elena sembunyikan.Rahangnya mengeras. “Jangan ikut campur,” ucapnya pelan, tapi kali ini suaranya sedikit bergetar.“Nggak semua hal harus kamu tahu.”Kee
最終更新日: 2026-08-19
Chapter: Peri Kecil Dari Masalalu“Lalu? Untuk apa belakangan ini dokter selalu terlihat di dekat saya?” Keenan mencolek ujung hidungnya pelan, seolah mereka sudah sangat akrab.“Dasar kamu.” Elena refleks mundur sedikit.“Kok malah marah…” “Bagaimana tidak selalu terlihat? Kita ini tetangga, lho.” Elena terdiam. Wajahnya memerah. Ia menggaruk tengkuknya pelan, merasa terlalu percaya diri tadi. Senyum malunya muncul tanpa sadar. “Tapi, Elena… boleh aku tanya satu hal?”“Apa, Dok?” Keenan tersenyum.“Tunggu. Gimana kalau panggil Keenan saja? Kita tidak sedang di rumah sakit.”Elena terkekeh kecil. “Hahaha… Dokter ini lucu. Bukan begitu, saya hanya mau menghormati dokter. Masa saya panggil nama saja? Rasanya tidak sopan.” “No problem,” balasnya santai. Hening sebentar.Keenan menarik napas dalam, lalu berkata pelan tapi jelas.“Elena… tolong bagi bebanmu itu padaku. Izinkan aku jadi tempatmu bersandar.”Elena menoleh perlahan. “Kamu… menikahlah denganku.”Seketika tubuh Elena menegang. Ia mundur beberapa senti
最終更新日: 2026-08-18
Chapter: Tagihan Sekolah menumpuk“I’m not questioning, Ma’am. I’ve completed all my design submissions. The projects are finished on schedule.”(Saya tidak mempertanyakan, Bu. Semua desain saya sudah selesai tepat waktu.) “That is your job. You get paid when the finance department processes it.”(Itu memang tugasmu. Kamu dibayar ketika bagian keuangan memprosesnya.) “But this isn’t the first time…”(Tapi ini bukan pertama kalinya…) “Oh, so now you’re accusing the company?”Nada itu makin tinggi. Elena mengepalkan tangan.“I just need what I earned, Ma’am.”(Saya hanya meminta hak saya.)“Get out if you’re unhappy.”Ruang itu mendadak sunyi. “Excuse me?” “You heard me. If you can’t handle professional standards, you’re free to leave.”(Kamu dengar saya. Kalau kamu tidak bisa mengikuti standar profesional di sini, kamu bebas mengundurkan diri.) Kalimat itu seperti tamparan.Elena berdiri terpaku beberapa detik.Lalu, perlahan… ia mengambil tasnya.“Fine.”Ia berbalik.Langkahnya kaku. Dada panas.Begitu keluar d
最終更新日: 2026-08-17
Chapter: Takut Terulang“Ya udah! Sana kalian ikut Om Keenan aja!”Suara Elena tiba-tiba naik, cukup membuat dua kepala kecil itu terdiam. “Sana ikut! Biar Mommy jalan sendiri aja! Mommy bisa kok jalan sendiri. Mommy kuat. Sana!” Ia melepaskan tangan mereka. Lalu berjalan lebih dulu.Langkahnya cepat. untuk ukuran jarak yang sebenarnya dekat.Eira dan Eros berdiri sebentar. Kaget. “Yah… Mommy marah deh…” bisik Eira.“Hu’um… gara-gara kita ya?” Eros menggigit bibirnya. Elena sebenarnya mendengar semuanya.Ia tidak marah.Ia hanya… takut.Takut kalau mereka mulai berharap pada seseorang.Takut kalau mereka mulai menyukai seseorang yang belum tentu tinggal.Takut kalau sejarah itu berulang. Ia mempercepat langkahnya, mencoba menelan rasa bersalah yang tiba-tiba naik ke tenggorokan.Di belakangnya ... “Mommy! Tungguuu!!!”Langkah kaki kecil berlari. Nafasnyq terburu-buru.Dan dalam hitungan detik, dua tangan mungil kembali menggenggam tangannya. Satu di kanan. Satu di kiri.Elena berhenti. “Mommy…” Eira m
最終更新日: 2026-08-16
Chapter: Pagi yang IndahPagi datang terlalu cepat. Elena bahkan merasa baru saja memejamkan mata ketika alarm di ponselnya berbunyi nyaring. Ia meraba-raba meja samping ranjang, mematikannya sebelum bunyi itu membangunkan satu lantai rumah.Ia duduk pelan. Rambutnya masih berantakan. Wajahnya sedikit sembap karena kurang tidur.“Bangun, Elena,” gumamnya pada diri sendiri. Lima menit kemudian, ia sudah turun ke dapur.Sisa bahan masakan semalam masih tertata rapi di kulkas. daging yang belum terpakai, sayuran segar, telur, dan beberapa potong ayam yang sudah dibumbui. Ia terdiam sesaat, mengingat siapa yang membawanya.Cepat-cepat ia menggeleng.Fokus. Elena mulai menyalakan kompor. Wajan dipanaskan dan Telur dipecahkan. Aroma bawang putih yang ditumis pelan mulai memenuhi dapur kecil itu. Ia memasak nasi goreng sederhana, menambahkan potongan ayam kecil dan sayur supaya lebih bergizi. Satu tangan mengaduk.Satu tangan membuka bekal makan siang.Di sela-sela itu, ia berlari ke tangga. “Eroooos… Eiraa… b
最終更新日: 2026-08-16

Menikahi Gadis Malam
Dark RomanceMafiaNikah KontrakCinta Setelah Menikah
"Astaga! Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan pria itu!" ucap Alin saat melihat gerombolan pria sangar berpakaian serba hitam dengan gerakan tegas itu.
Alin kini berada di kamar lantai dua, bangunan megah itu. Melihat banyak gerombolan pria itu membuatnya bergidik ngeri, sambil menggigit bibir bawahnya. Ia masih berdiri tegang di samping tirai jendela kaca itu.
"Tapi, perjanjian itu sudah terjadi, dan akad akan berlangsung lima belas menit lagi, oh Tuhan!!!"
Alin akhirnya kembali ke ranjang king size yang sudah didesain seperti ranjang pengantin dengan sepasang handuk yang di bentuk sepasang angsa di tepian-nya itu. Suara derap langkah kaki yang terdengar semakin mendekat ke kamar itu membuat suasana semakin tegang, matanya pun tampak awas memandangi pintu bercat putih itu.
'Krieek'
"Permisi Nona! Kami MUA yang di bayar oleh tuan Rizan untuk merias Nona!"
Kini, Alin agak bernafas lega. lalu ia tersenyum getir memandangi tiga orang wanita yang membawa koper make up itu.
Bagaimana kelanjutan kisah Alin dan Rizan? Yuk, baca ceritanya sampai tuntas 😊
読む
Chapter: Asset dan LiabilitiesDi ruang kerja CEO yang hening, Alin duduk bersila di atas sofa kulit. Jemari lentiknya sibuk membalik-balik berkas ringkasan akuntansi yang dibawakan Anton. Keningnya berkerut fokus, bibirnya sesekali bergumam kecil menghafal istilah-istilah laporan keuangan.Rizan duduk di balik meja kerjanya. Matanya berpura-pura menatap layar laptop, tetapi konsentrasinya buyar total. Tatapan pria itu berulang kali mencuri pandang ke arah sofa.Dalam hatinya, Rizan masih tidak menyangka. Gadis delapan belas tahun yang awalnya ia duga hanya akan menjadi beban di tengah intrik Atmajaya, ternyata memiliki otak yang sangat encer. Binar matanya yang jujur dan keberaniannya saat membungkam Felix tadi terus berputar di pikiran Rizan. Ada rasa bangga yang aneh, yang makin sulit Rizan sangkal.Rizan menekan tombol intercom di mejanya, memanggil sekretaris kepercayaannya. Tak sampai satu menit, pintu diketuk pelan dan Anton melangkah masuk."Anton," panggil Rizan setengah berbisik saat Anton sudah berdi
最終更新日: 2026-08-20
Chapter: Bakat yang tersembunyiRuangan mendadak hening.Senyum meremehkan yang tadinya menghiasi wajah Felix mendadak luntur. Pupil matanya membesar, terkejut setengah mati. Ia tidak menyangka gadis delapan belas tahun yang dikira "orang desa tidak mengerti apa-apa" ini bisa menemukan selisih angka sekecil itu hanya dalam sekali pandang."A-apa?" Felix tertawa hambar, mencoba menutupi kegugupannya yang mendadak muncul. "Ibu Alin pasti salah lihat. Itu cuma penyesuaian kurs mata uang asing antara euro dan rupiah—""Kurs mata uang asing?" potong Alin tenang, namun suaranya tegas. Ia menggeser lembaran verifikasi bank ke depan Felix. "Di sini jelas tertulis transaksinya dalam mata uang dolar Amerika, Pak Felix. Selisihnya hampir dua miliar rupiah. Apakah penyesuaian regulasi di Jerman sebiaya itu?"Felix membisu. Peluh dingin mulai terbit di pelipisnya.Rizan yang sejak tadi menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran kini menegakkan tubuh. Sorot mata hitamnya menajam, memancarkan aura dingin beracun yang sanggup
最終更新日: 2026-08-19
Chapter: Hari Pertama di Kantor AtmajayaSuara mesin mobil Rolls-Royce hitam membelah jalanan ibu kota yang padat. Di dalam kabin yang senyap, Rizan duduk tegap sambil membaca laporan di tabletnya. Ia mengenakan setelan jas hitam elegan yang makin mempertegas auranya sebagai pemimpin tertinggi PT Maple Syrup Atmajaya.Di sampingnya, Alin duduk dengan gaun formal berwarna krem pastel yang sederhana namun anggun. Ia sesekali melirik profil samping wajah Rizan. Pria itu tampak sangat fokus, seolah kejadian semalam di depan kamar tidak pernah terjadi."Masih mau menatap saya seperti itu?" suara Rizan memecah keheningan tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet.Alin tersenyum tipis, tidak merasa tertangkap basah. "Muka Mas Rizan hari ini datar sekali. Masih kepikiran omongan aku semalam ya?"Rizan akhirnya mematikan layar tabletnya. Ia menoleh perlahan, menatap Alin dengan mata hitamnya yang tajam."Alin, kita sedang menuju kantor," ucap Rizan dengan nada rendah dan penuh penekanan. "Simpan godaan konyolmu itu untuk di rum
最終更新日: 2026-08-18
Chapter: Salah Tingkah"Bagus. Karena mulai esok... kamu harus berdiri di sampingku sebagai istri seorang Rizan Atmajaya."Kalimat itu menggantung di udara, dingin dan absolut. Alin memberikan anggukan kaku, sebuah penghormatan formal yang ia pelajari dalam beberapa hari terakhir. Ia melangkah keluar dari ruang kerja dengan kepala tegak, meniru langkah tegas Rizan yang tidak pernah ragu.Koridor mansion Atmajaya terasa seperti lorong penjara bagi Alin. Dinding marmer yang dingin, lukisan-lukisan keluarga yang angkuh, dan kesunyian yang menekan. semuanya menuntut satu hal, kesempurnaan.Alin mengeratkan genggaman tangannya. Kuku-kukunya memutih. Begitu pintu kamar tertutup rapat dan bunyi kunci otomatis terdengar—klik—topeng itu retak.Bruk.Alin tidak mampu lagi menahan beban itu. Tubuhnya merosot jatuh ke lantai, tersungkur di atas karpet beludru yang tebal. Napasnya memburu, paru-parunya serasa diremas oleh tangan tak kasat mata.Isakan tertahan keluar dari bibirnya, pecah menjadi suara tangis yan
最終更新日: 2026-08-17
Chapter: Bukan Anak KandungAsap tipis dari cangkir espresso hitam milik Rizan membubung pelan di ruang kerja utama mansion Atmajaya. Ruangan bernuansa kayu mahoni gelap dan kaca tebal itu terasa dingin, sepadan dengan aura pria yang sedang duduk di balik meja kerjanya. Rizan menatap dokumen di tangan dengan sorot mata sehitam jelaga. Tidak ada riak emosi di wajahnya yang tegas, hanya ada ketenangan yang justru sangat berbahaya. Di depannya, Anton berdiri tegap dengan sikap sempurna. Sementara Alin duduk di kursi kulit di hadapan Rizan, jemarinya saling bertaut erat di atas pangkuan. Brak. Rizan melempar map cokelat itu ke tengah meja. Suaranya tidak keras, tapi sanggup membuat Alin tersentak kaget. "Bisa jelaskan ini, Anton?" suara Rizan mengalun rendah, berat, dan tanpa ampun. "Delapan Belas tahun tahun lalu, kasus penculikan bayi di rumah sakit swasta kota. Pelakunya buronan," Anton melaporkan dengan nada presisi tanpa cela. "Rustam membeli bayi itu seharga beberapa ratus ribu dari sang p
最終更新日: 2026-08-15
Chapter: kecurigaan RizanAnton maju satu langkah, menyerahkan dua lembar kertas berstempel materai kepada Pak Rustam."Tanda tangani surat perjanjian ini," ujar Rizan tenang. "Isinya sederhana. Mulai hari ini, Anda tidak boleh menghubungi, menemui, memeras, atau menagih uang dalam bentuk apa pun kepada Alin. Jika Anda melanggar satu poin saja... uang lima belas juta itu berubah menjadi utang resmi Anda kepada perusahaan saya, dan saya akan menyerahkan kasus pemerasan ini ke pihak kepolisian.""A-apa?!" Pak Rustam melotot. "Ini namanya pemutusan hubungan keluarga! Dia anak kandung saya! Mana bisa Tuan melarang saya menemui anak saya sendiri?!"Rizan menaikkan sebelah alisnya. "Anak kandung?"Pertanyaan Rizan yang begitu pelan itu entah mengapa membuat Pak Rustam bungkam seketika. Raut wajahnya mendadak berubah aneh—ada kilatan panik dan rasa salah yang tersembunyi di matanya. Di sudut lain, Bu Hanum menggigit bibir bawahnya rapat-rapat, mencengkeram kain sampingnya hingga kusut.Rizan menyadari reaksi gan
最終更新日: 2026-08-14