Kekasih Bayaran CEO Muda
Demi lolos dari perjodohan paksa, Hazel Vance nekat mengambil keputusan paling gila yaitu menjadi kekasih bayaran Lucas Sterling, CEO triliuner berhati dingin yang irit bicara. Bermodal sandiwara cinta demi fasilitas kartu kredit unlimited, Hazel justru terjebak dalam medan perang keluarga yang penuh intimidasi dan intrik.
Skenario mereka diuji habis-habisan saat ibu Lucas melancarkan sidak mendadak, memaksa pasangan palsu ini tampil mesra di depan publik. Namun, di balik argumen konyol, ketegangan yang intens, hingga insiden-insiden intim tak terduga, benteng es sang CEO perlahan terkikis. Kisah ini mungkin terdengar seperti romansa klise biasa, tapi apakah kamu yakin tebakanmu soal akhir sandiwara miliaran dolar ini benar-benar tepat?
Read
Chapter: Bab 34 Surga Kecil Berakhir Petaka Lucas masih berdiri mematung di dekat bangkai taksi yang ringsek. Derasnya guyuran air hujan malam itu membasahi seluruh tubuhnya, membuat setelan jas mahal yang dikenakannya melekat erat di kulit. Namun, rasa dingin di luar sana sama sekali tidak sebanding dengan hantaman rasa panik yang sejak tadi membekukan rongga dadanya. Pikiran sang CEO berputar cepat, merangkai setiap pecahan informasi yang baru saja ia dapatkan. Jika taksi yang dinaiki Hazel ditemukan dalam keadaan kosong saat kecelakaan maut itu terjadi, maka hanya ada satu kemungkinan logis yang tersisa. "Tuan Lucas!" panggil Thomas cemas, setengah berlari menerobos genangan air dengan memayungi bosnya dari hempasan hujan. Lucas menoleh lambat, menatap asisten setianya dengan sorot mata yang menyisakan sisa ketakutan luar biasa. "Thomas, taksi ini... ini benar-benar taksi yang dinaiki Hazel." Thomas terperanjat hebat, matanya melebar menatap bangkai mobil kuning di hadapan mereka. "Jadi... Nona Hazel terlibat kecelakaan
Last Updated: 2026-10-27
Chapter: Bab 33 Jejak yang Terputus Deru mesin mobil berharga ratusan ribu dolar itu berhenti tepat di pelataran gedung apartemen tempat Liam tinggal. Tanpa membuang waktu, Lucas melangkah lebar menembus keheningan koridor lantai atas dengan raut wajah yang kian mendingin. Kini, mereka sudah berada tepat di depan pintu apartemen Liam. Thomas segera menekan bel pintu beberapa kali, sementara Lucas berdiri kaku di sampingnya, mematok pandangan tajam pada daun pintu kayu di hadapannya. Butuh waktu beberapa menit sampai selot pintu akhirnya berbunyi. Pintu terbuka dari dalam, menampilkan sosok Liam dengan wajah yang masih tampak sedikit pucat, dibalut pakaian tebal lengkap dengan syal kain melingkar di lehernya. Tanpa membiarkan pria itu bertanya atau menyapa lebih dulu, Lucas melangkah maju satu tapak, memotong ruang udara di antara mereka. "Di mana Hazel?" tuntut Lucas langsung tanpa basa-basi, suaranya berat dan penuh intonasi menekan. Liam berkedip pelan, memirin
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: Bab 32 Panggilan Yang DiabaikanThomas memperhatikan gerak-gerik bosnya sejak rapat direksi Sterling Group belum dimulai hingga agenda berharga jutaan dolar itu resmi ditutup. Lucas Sterling, yang terkenal dengan fokus sekelas mesin pemproses data, hari ini tampak begitu tidak tenang. Jemari tangannya berkali-kali mengetuk permukaan meja mahoni, dan matanya terus bergulir menatap layar ponsel yang tak kunjung menyala.Sudah lima kali panggilan ditarik kembali tanpa jawaban. Siapa lagi sosok yang sanggup mengusik ketenangan sang CEO kaku selain Hazel Vance?Thomas yang berdiri di dekat pintu ruang kerja akhirnya tidak tahan lagi menyaksikan raut cemas terselubung di wajah atasannya. Ia melangkah mendekat seraya membetulkan letak kacamatanya."Tuan Lucas, ada yang bisa saya bantu?" tawar Thomas dengan suara rendah nan sopan.Lucas menghentikan ketukan jarinya di meja. Iris mata abu-abunya menatap Thomas cukup lama, memunculkan jeda hening yang agak canggung di dalam ruang kerja megah itu.'Kenapa aku tidak meminta Tho
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: Bab 31 Berdebar? Genggaman jemari Hazel pada dasi sutra Lucas perlahan mengendur. Desiran aneh yang mendadak meledak di dalam dadanya membuat kepalanya berdenyut pening. Detak jantungnya bergemuruh hebat, berdegup liar bagaikan habis berlari maraton sejauh belasan kilometer. Gadis itu terkejut dengan reaksinya sendiri. Sensasi hangat dari dekapan jemari Lucas di pinggangnya seolah menyengat kulitnya, membuat seluruh keberaniannya menguap dalam sekejap. Dengan napas yang sedikit memburu, Hazel buru-buru melepaskan kain dasi itu dan mendorong dada bidang Lucas sekuat tenaga agar tubuh mereka kembali berjarak. "Sudah malam, aku lelah!" seru Hazel cepat, suaranya sedikit bergetar kaku. Tanpa menunggu balasan atau berani menatap iris mata abu-abu pria itu lagi, Hazel berbalik beringas dan setengah berlari melangkah menyusuri lorong menuju kamarnya. Brak! Suara pintu kamar Hazel yang ditutup kencang dan disusul bunyi kunci diputar dua kali bergema nyaring di keheningan penthouse. Di ruang santai, Lu
Last Updated: 2026-10-17
Chapter: Bab 30 "...kau terlalu pandai merusak seluruh kendali dalam hidupku." Belajar dari insiden-insiden sebelumnya—di mana ucapan spontan Lucas selalu sukses memojokkan posisinya ke dinding eksekusi—Hazel segera bergerak cepat memotong pembicaraan sebelum sang CEO kaku itu sempat menyebutkan angka atau bulan yang ngawur. Dengan senyum paling tenang, manis, dan anggun yang bisa ia pamerkan, Hazel memutar wajahnya menatap Lucas penuh "kehangatan". Namun, di balik meja makan yang tertutup taplak kain tebal, telapak tangan kirinya bekerja beringas bergerilya mencari sasaran di paha Lucas. Kain celana bahan berkualitas tinggi milik pria itu terlampau kaku dan pas di tubuh, membuat Hazel harus berjuang ekstra keras dengan jemarinya hanya demi memberikan satu cubitan penuh rasa dendam. Awas saja kalau kau berani mengarang tanggal, Lucas Sterling! desis Hazel dalam hati, menyalurkan seluruh kekesalannya lewat cubitan kecil yang sekuat tenaga ia tekankan di paha tegap sang CEO. Lucas yang merasakan remasan bertenaga di pahanya sama sekali tidak mengaduh atau meng
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bab 29 AlibiUntuk menghemat waktu dan tenaga yang terkuras akibat kejaran media, Lucas memutuskan untuk menyatukan dua pertemuan keluarga tersebut sekaligus. Pria itu memesan sebuah ruang VVIP di restoran berbintang lima paling eksklusif di pusat kota Verdelia.Di dalam ruangan megah bernuansa emas dan kayu mahoni itu, Hazel sejak tadi tak henti-hentinya menggerutu. Jemari lentiknya meremas tepi gaun seraya sibuk menyiapkan jawaban paling masuk akal agar selamat dari amukan sang papi dan kakaknya."Aku melihat seekor kucing yang terjebak di sana," gumam Hazel berbisik pada dirinya sendiri, menghafal alibi konyol yang baru saja ia rancang di dalam mobil. "Melihat pijakan betonnya lumayan bisa dilalui, jadi aku ingin menyelamatkannya. Lalu saat tinggal sedikit lagi, kucing lucu itu justru melompat dan berlari dengan mudah ke arah lain, meninggalkan aku yang tiba-tiba terjebak di sana. Dan untungnya... Lucas datang menolongku."Lucas yang berdiri tegap di dekat dinding kaca memandangi gemerlap lampu
Last Updated: 2026-10-14