Kekasih Bayaran CEO Muda
Demi lolos dari perjodohan paksa, Hazel Vance nekat mengambil keputusan paling gila yaitu menjadi kekasih bayaran Lucas Sterling, CEO triliuner berhati dingin yang irit bicara. Bermodal sandiwara cinta demi fasilitas kartu kredit unlimited, Hazel justru terjebak dalam medan perang keluarga yang penuh intimidasi dan intrik.
Skenario mereka diuji habis-habisan saat ibu Lucas melancarkan sidak mendadak, memaksa pasangan palsu ini tampil mesra di depan publik. Namun, di balik argumen konyol, ketegangan yang intens, hingga insiden-insiden intim tak terduga, benteng es sang CEO perlahan terkikis. Kisah ini mungkin terdengar seperti romansa klise biasa, tapi apakah kamu yakin tebakanmu soal akhir sandiwara miliaran dolar ini benar-benar tepat?
Baca
Chapter: bab 10 Aura Sang Calon Menantu Bayaran Di ambang pintu aula utama, Thomas melangkah masuk lebih dulu untuk membukakan jalan. Beberapa langkah di belakang sang asisten, Lucas Sterling berjalan dengan langkah tegap. Pria itu tampak sangat gagah mengenakan setelan tuxedo hitam khusus buatan penjahit Italia. Wajahnya tetap datar dan dingin seperti biasanya. Namun, perhatian ratusan pasang mata malam itu bukan tertuju pada ketampanan kaku sang CEO, melainkan pada jemari kekarnya yang melingkar posesif di pinggang ramping seorang wanita di sampingnya. Wanita itu adalah Hazel Vance. Hazel tampil luar biasa memukau malam itu. Ia mengenakan gaun malam berwarna emerald green rancangan desainer ternama—hadiah pemberian khusus dari Nyonya Eleanor. Gaun itu melekat sempurna di tubuh rampingnya, memamerkan bahu indahnya yang halus. Rambut hitamnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang jatuh lembut di sisi wajahnya, dipadukan dengan set perhiasan berlian yang berkilau di bawah tembusan cahaya lampu kristal. Lan
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: bab 9 Di Antara Restu dan Sandiwara Kepanikan hebat melingkupi benak mereka saat suara dering intercom terus bergema di seluruh ruangan. Dalam hitungan detik, Hazel dan Lucas bergerak cepat membersihkan kekacauan di ruang tamu. Hazel dengan sigap menyapu puluhan kantong belanjaan mahalnya dan menyembunyikannya secara darurat di balik sofa besar, sementara Lucas melangkah terburu-buru ke dapur untuk menyingkirkan gelas berisi es dan kain basah sembari merapikan kemejanya yang kusut. Begitu pintu penthouse terbuka, napas Hazel tertahan sejenak. Nyonya Eleanor Sterling ternyata tidak datang sendirian seperti tadi pagi. Di sampingnya berdiri Tuan Richard Sterling—pria paruh baya dengan aura kepemimpinan yang sangat dominan, sosok di balik kejayaan Sterling Group sebelum dilanjutkan oleh Lucas. Lima menit kemudian, suasana canggung menyelimuti area ruang tamu. Hazel duduk berdampingan dengan Lucas di atas sofa empuk. Untuk memoles kebohongan mereka agar tampak meyakinkan, Lucas melingkarkan lengan tegapnya di bahu Haze
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: bab 8 Detik-Detik Pewaris Sterling TerancamSuara erangan kesakitan yang sangat tertahan meluncur dari tenggorokan Lucas. Wajah tampan yang biasanya kaku dan tanpa ekspresi itu seketika menegang hebat. Warna kulitnya berubah pucat, sementara matanya memejam erat saat rasa nyeri yang luar biasa menjalar menuju seluruh saraf pusatnya. Tubuh tegap Lucas langsung ambruk sepenuhnya ke samping kiri, jatuh terhempas ke marmer dingin di samping sofa. Pria perkasa yang ditakuti di dunia bisnis kota Verdelia itu kini meringkuk terlentang di lantai, membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan memegangi area bawah perutnya. "Hah... hah..." Lucas merintih pelan dengan gigi bergelut rapat. Hazel tersentak kaget. Rasa panik yang tadi menguasainya kini berganti menjadi ketakutan yang jauh lebih besar. Gadis itu buru-buru berlutut di samping Lucas di atas lantai marmer. "L-Lucas?!" jerit Hazel panik. "Kamu kenapa?!" "Hazel... kamu..." desis Lucas dengan suara yang amat sangat serak. "Aku tidak sengaja! Sumpah, demi apa pun aku tidak
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: bab 7 Serangan Tak Terduga Hazel meremas kantong-kantong belanjaan mahalnya, berusaha mengendalikan deru napasnya. Ketakutan diseret kembali ke rumah dan dijodohkan secara paksa membakar keberaniannya. Ia mengambil ponsel dari dalam tas kecilnya, membuka blokir kontak sang papi, lalu segera menekan tombol panggil. Hanya dua detik, panggilan langsung tersambung. "Papi, aku tidak mau pulang!" seru Hazel tanpa basa-basi begitu suara berat ayahnya terdengar. "Jangan keras kepala, Hazel! Pulang dengan mereka sekarang atau kamu mau bagian warisanmu Papi alihkan pada kakakmu, Daniel?" ancam Arthur Vance dingin dari seberang telepon. Hazel menghembuskan napas pendek, mengukir senyum miring. "Terserah, aku tidak peduli! Sekalian saja jodohkan Kak Daniel dengan pilihan Papi. Sekarang suruh orang-orangmu menyingkir, atau aku akan lompat dari balkon atrium mal ini sekarang juga. Papi tahu betul aku nekat!" Tanpa menunggu jawaban, Hazel langsung memutus sambungan dan memblokir kembali nomor ayahnya. Kedua peng
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: bab 6 Balas Dendam Pakai Kartu Bos "Sekitar dua bulan, Nyonya," kebohongan pertama meluncur mulus dari bibir Hazel. "Dua bulan?" Eleanor memiringkan kepalanya. "Jika kamu memang kekasihnya, kenapa kamu tidak menyiapkan sarapan atau mengantarnya ke depan pintu saat dia berangkat jam tujuh pagi tadi?" Hazel menyunggingkan senyum manis, menyodorkan kertas catatan kecil dan kartu kredit hitam di atas meja. "Lucas yang melarang saya bangun awal pagi ini, Nyonya. Dia bilang saya harus istirahat karena semalam menemaninya memeriksa beberapa dokumen hingga larut. Bahkan dia menyeduh kopi sendiri dan meninggalkan catatan ini serta kartu kreditnya untuk saya." Eleanor meraih kertas itu, mengamati tulisan tangan rapi putranya dan inisial L.S. di sudut bawah. Tatapannya pada Hazel perlahan berubah, dipenuhi analisis mendalam. "Baguslah kalau begitu," ujar Eleanor perlahan. "Tapi jangan senang dulu, Hazel. Minggu depan adalah acara ulang tahun pernikahan kami. Lucas harus membawamu ke sana. Kamu harus bersikap sesuai denga
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21
Chapter: bab 5 Ujian Pertama Nona Vance Sinar matahari pagi yang menembus dinding kaca penthouse tidak mampu mengusik tidur lelap Hazel Vance hingga jarum jam menunjukkan pukul sepuluh. Bangun kesiangan adalah kebiasaan lamanya jika tidak ada agenda mendesak—terlebih saat ini statusnya adalah seorang pengangguran. Tunggu! Pengangguran? Hazel mendadak membuka matanya lebar-lebar, menatap langit-langit kamar bernuansa krem yang asing. Ia mengedipkan matanya beberapa kali sebelum terduduk kaget di atas kasur empuk. "Tunggu dulu... aku kan sekarang bekerja!" gumam Hazel dengan suara serak khas bangun tidur. Memori tentang dokumen tebal berstempel hukum yang ia tandatangani kemarin sore berputar cepat di kepalanya. Pekerjaannya sangat jelas: menjadi kekasih bayaran dari CEO triliuner dingin bernama Lucas Sterling. Hazel segera menyibak selimut dan bergegas melangkah keluar kamar tanpa sempat merapikan rambut cokelatnya yang mengembang. Langkah kakinya menyusuri koridor yang teramat sunyi. "Lucas?" panggil Hazel pel
Terakhir Diperbarui: 2026-09-21