Share

Bab 25: Rasa Panas di Dada

Penulis: ashlair
last update Tanggal publikasi: 2026-06-24 14:26:25
Ana menunduk lesu, kedua tangannya saling bertaut di depan apronnya.

“Tidak apa-apa. Aku tidak akan bilang pada Damian kalau kau kelepasan.”

Ana mengangkat kepalanya, “Sungguh? Terima kasih, Nyonya.” Ia buru-buru menambahkan, “Dan maaf, sungguh.”

Aku mengangguk sambil tersenyum tipis. Langkahku gontai meraih kursi terdekat, lalu duduk di atasnya. Aku menarik napas panjang, menenangkan diri sambil memproses semua ini. Berbagai pikiran berkecamuk di kepalaku, aku perlu merunutnya satu per satu.

An
ashlair

Terima kasih untuk yang sudah membaca! Bab 25 ini adalah bab terakhir dari bagian 1. Mulai bab berikutnya, POV-nya tidak akan ditulis bergantian tiap bab lagi. POV yang sama bisa sampai beberapa bab, tergantung alur cerita. Sekali lagi terima kasih untuk yang baca! ^^

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 118: Pelaku

    [Hannah]“Lucy?” Hannah menyebut namanya secara refleks.“Siapa itu?”“Sekretaris di tim asisten eksekutif sepertiku.” Hannah mengulum bibir cemas. “Aku berharap bukan dia tapi sepertinya memang iya.”“Dengar, aku sudah bilang kan kalau aku tidak tahu itu siapa. Kau harus berpikir objektif.”“Kau tidak tahu, Kevin. Dari sejak aku digosipkan di kantin, aku melihat Lucy membicarakanku di grupnya.”Hannah menggigit bibir. Sebenarnya Hannah tidak tahu siapa yang dibicarakan di grup Lucy tapi memangnya siapa lagi yang dicemooh dan ditertawakan ramai-ramai waktu itu? Dan sikap Lucy yang defensif membuatnya semakin curiga.“Kalau dipikir secara adil, banyak orang yang membicarakanmu. Kau jadi topik yang sedang ramai di forum itu. Karyawan yang aktif di sana pasti tahu lebih awal. Dan mereka mungkin menggosipkannya dengan karyawan lain yang ada di sekitar mereka di kantor.”“Kau yang bilang sendiri kan kalau subnet apa pun itu dari lantai 10?”“Ya, dan karyawan yang bekerja di lantai 10 itu b

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 117: IP

    [Hannah]Hannah baru sadar bahwa ia ketiduran di sofa Kevin Liu lagi. Ia tidak ingat mengambil selimut tadi malam, tapi entah mengapa sebagian tubuhnya tertutup selimut. Mungkin Hannah mengambilnya saat mengigau karena tidak mungkin Kevin yang melakukannya.Entah kenapa, sofa Kevin selalu membuatnya ketiduran meskipun Hannah biasa kesulitan tidur saat sedang banyak pikiran. Kalau ia tidur sendiri di rumahnya, sudah pasti tidak akan sepulas ini.Hannah menjulurkan tangannya, meraba-raba meja di samping sofa untuk mengambil ponselnya. Sudah pukul 6 pagi. Kevin mungkin masih tidur di kamarnya. Ia bangkit dari sofa, kemudian menghampiri pintu kamar Kevin yang sedikit terbuka.Hannah mengetuknya dua kali sebelum mendorongnya sedikit.“Kevin?”Di kamarnya, Kevin masih terlihat duduk di depan komputernya.“Kau tidak begadang semalaman, kan?” tanya Hannah dengan mata yang masih memicing karena mengantuk sambil menghampiri lelaki itu.Dua kaleng kopi yang sudah habis di mejanya mungkin sudah c

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 116: Akun

    [Hannah]“Aku mencoba menelusuri linimasa kapan pertama kali gosip itu muncul. Ada beberapa akun yang membicarakan gosip itu pada waktu yang sama.”“Beberapa? Berapa banyak?”“Lebih dari lima. Mungkin sepuluh? Aku tidak menghitungnya. Dan akun-akun itulah yang mengarahkan opini dengan membuat begitu banyak unggahan tentangmu, totalnya ratusan, mungkin ribuan. Mirip akun bayaran.”Jantung Hannah serasa diremas.“Yang membenciku sebanyak itu?”Hannah bahkan tidak mengenal sampai sepuluh orang di kantor. Ia masih bisa memahami jika ada orang yang tidak menyukainya. Ia memang bukan orang yang sempurna. Tapi membencinya sampai sesengaja itu?Sebenarnya apa salah Hannah?“Dengar, banyak akun belum tentu berarti banyak pemilik. Bisa saja semuanya dimiliki satu orang. Tidak ada proses verifikasi di forum itu. Siapa pun bisa mendaftar sebanyak

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 115: Sup Ayam

    [Hannah]Pencarian dengan kata kunci “Hannah” menghasilkan lebih dari 1.000 unggahan. Tapi bukan itu saja. Mereka juga membicarakannya dengan menggunakan kata kunci “HB”, “Perusak Rumah Tangga”, atau berbagai hinaan lainnya.Hannah nyaris tidak berkedip melihat begitu banyak tulisan itu. Sebagian besar tidak berdasar dan ditulis dengan nada yang sangat merendahkan. Padahal, kemungkinan besar mereka yang menulisnya bahkan tidak mengenalnya.Bola matanya bergerak cepat membaca satu demi satu unggahan itu.[Hannah Barker ada di kantor bos lagi. Pasti sedang membahas 'sesuatu' sampai tiga jam.][Aku lihat Hannah Barker baru turun dari lantai 10. Dia lembur lagi. 'Rajin' sekali, yaaa.][Aku juga lihat Hannah Barker keluar kantor sepuluh menit setelah bosnya. Kebetulan yang sangat kebetulan.][Lucu juga, perjalanan dinas kok harus mengajak sekretaris baru yang tidak

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 114: Bahagia

    [Maria]“Bagaimana menurutmu?”Damian memaksaku untuk memberi jawaban meskipun aku tidak ingin mengiyakan ataupun menolak. Membuatku terpaksa mengangguk menyetujui idenya.“Itu ide yang bagus,” kataku sambil menyuap mousse cokelat itu tanpa menatap matanya.Aku menunduk menatap makananku, tidak mencoba membaca ekspresinya. Apakah dia bahagia? Atau biasa saja?“Maria.”Ia memanggilku, membuatku sedikit tersentak.“Apa kau bahagia?”“Ya, tentu saja. Liburan ini cukup menyenangkan,” jawabku tanpa berpikir panjang.Aku tidak berbohong kali ini. Aku memang cukup puas dengan apa yang kudapatkan selama liburan. Hotel yang bagus, udara yang segar, makanan yang enak. Bahkan hal yang kupikirkan sebelum berangkat, soal pakaian dalam itu, ternyata tidak seburuk yang kubayangkan.“Bukan itu maksudku.” Damian menarik

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 113: Makan Malam

    [Maria]“Maafkan aku. Seharusnya kita punya agenda lain sore ini, tapi jadi batal,” ujarnya sambil mengenakan pakaiannya kembali.“Tidak apa-apa.”Salahku juga yang tiba-tiba mengenakan pakaian itu. Pakaian seperti itu memang diperuntukkan untuk menggoda. Damian pasti menafsirkannya seperti itu.“Kau tadi...” Ia berusaha keras ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa.“Tidak apa-apa,” ulangku.Ia tidak perlu mengatakan apa-apa atau berkomentar apa-apa. Aku bahkan tidak mau membahas soal ini.“Kau tadi sangat... menggoda. Dan...” Ia memalingkan wajahnya. “Aku tidak bisa menahan diri.”Aku menundukkan kepala, menyembunyikan lengkungan senyum yang muncul di wajah.Aku mengulum bibir, menenangkan diri. Itu bukan sebuah pujian dan seharusnya aku tidak merasa senang. Itu hanya efek dari mengenakan pakaian itu. Artinya, jika Hannah Barker menggunakannya, pakaian itu akan sangat efektif u

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 4: Saya Bisa Bekerja Apa Saja Selama Tidak Dipecat

    [Hannah]Hannah Barker bersusah payah meminta izin pada bosnya supaya bisa izin hari ini. Tentu saja bosnya yang kikir itu tidak memberikannya izin cuma-cuma. Hannah terpaksa harus merelakan gajinya dipotong demi bisa menghadiri kegiatan maha penting hari ini: interview kerja.Blouse dengan warna pa

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 3: Wanita yang Akan Menggantikanku

    [Maria]Aku terpaksa menutup lowongan itu lima belas menit setelah dipasang.Ponselku langsung dibanjiri notifikasi tanpa henti begitu iklan lowongan tersebut tayang, padahal saat itu sudah hampir tengah malam.Bukankah biasanya orang mulai bekerja di pagi hari, saat jam kerja?Ini juga salahku kare

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 2: Nasib Buruk Tidak Datang Hanya Sekali Dua Kali

    [Hannah]"TETAP TERSENYUM PADA PELANGGAN MESKI BIBIRMU KENA STROKE."Adalah motto gila toko roti ini. Entah kenapa pemiliknya percaya diri membuat slogan semacam itu sementara karyawannya dibayar pas-pasan.Hannah menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa kantuk. Ia datang jam 9 hari ini jad

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 1: Seperti Apa Wanita Idamanmu?

    [Maria]Damian Lee memiliki tiga hal yang tidak akan habis ia nikmati: uang, alkohol, dan wanita.Ketiganya memabukkan, tapi Damian Lee tahu cara mengontrolnya: kapan ia harus memulai; kapan ia harus berhenti.Dan klub ini dulu adalah rumahnya.Mungkin karena ini adalah salah satu dari sedikit klub

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status