Takdir Tuhan Tak Dapat Dielakkan

Kenanga baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika dia melihat Saga yang meringkuk di atas ranjang. Matanya terpejam dan terdengar suara dengkuran halus. 

"Sayang, kau sudah tidur? Sekarang kan baru jam delapan," ucap Kenanga sambil memoleskan krim malam di wajahnya. Biarpun mau tidur, penampilan Kenanga harus cantik. Tubuhnya harus wangi. "Sayang? Jangan bilang kau masih marah?" tanya Kenanga menyemprotkan minyak wangi ke arah tubuhnya yang terasa segar. Karena pria itu tak menjawab, Kenanga mendesah dan berjalan ke arah ranjang.

"Baiklah, kalau suamiku masih marah, lebih baik aku tidur di kamar Arga!" ucap Kenanga lagi pura-pura mengambil bantal dan mau tak mau Sagara membalikkan badan dan membuka matanya.

"Siapa yang marah?"

"Tentu saja kamu. Siapa lagi? Memangnya aku punya banyak suami?"

Saga menarik tangan Kenanga dan memintanya duduk di tepi rajang. Perlahan dia menggeser tubuhnya dan menaruh kepalanya di atas paha Kenanga.

"Kau sangat h
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status