BAB 8

Aku berhasil mengakhiri ‘kencan’ dengan sukses: tidak ada masalah, tidak ada rasa menyesal, dan aku tidak membiarkan Adib menciumku.

Dia ingin menciumku, aku bisa melihatnya, tapi aku tidak ingin memberikannya—walau ingin. Itu terlalu beresiko untukku dan ketidakjelasan hubungan kami ... ya, itu juga salah satu alasannya.

Aku buru-buru masuk rumah saat mobil yang dikemudikan Adib berhenti, menutup pintu depan dan bersandar, semua berjalan lancar tapi entah kenapa aku tidak merasa senang. 

Malam ini harusnya menjadi malam yang ‘normal’. Aku sudah beberapa kali makan malam dengan pria, dan tidak ada bedanya dengan malam ini. Namun sesuatu yang ‘lain’ tentang Adib secara tak terduga datang, dan hal itu membuatku ingin mengenalnya lebih dalam bahkan, ada sedikit perasaan bahwa aku menginginkannya. Secara fisik, itu akan sangat logis—aku manusia, dan dia pria yang sangat tampan—tapi aku takut menginginkan dia di level lain.

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Rhein
pringsewu, kalianda, antasari. authornya org lampung kah?
goodnovel comment avatar
Alexis Laiho
@Aisyah Ayu Hariska : kan adib mafia
goodnovel comment avatar
Aisyah Ayu Hariska
Rini ngeselin
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status