Bab 79

Satu minggu kemudian, kondisi Saira sudah kembali membaik. Tidak ada senyuman bahkan ia sangat mengirit suaranya. Hal itu membuat Alyne sangat putus asa. Gadis itu hanya menghabiskan waktu berdiam diri di kamar dan hanya tidur saat matanya benar-benar mengantuk. 

Kenangannya bersama Romeo selalu membawanya pada kerinduan yang mendalam. Sentuhan dan kecupan pria itu terus membayanginya dan kadang Saira menangis saat merasakan semuanya begitu nyata. Namun, kembali menghilang.

"Sayang, kamu di mana? Aku sangat merindukanmu!" bisik Saira sambil menangis.

Bahunya bergetar hebat menahan semua gejolak yang membelitnya. Rasanya untuk bernapas saja sangat sulit dan menyakitkan. Ia kembali ditarik saat ketukan terdengar dari luar. Saira menghapus air matanya dan berjalan mendekati pintu.

"Ada apa?" tanyanya datar.

"Kamu belum makan sejak tadi pagi." 

Saira melihat nampan yang berada di tangan Alyne dan mengambilnya.

"Terima kasih!" Saira seg

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status