Because It's You Or Because Of You (Indonesia)
Because It's You Or Because Of You (Indonesia)
Author: AgathaQuiin20
Ep-01

Galaxy International School dihebohkan dengan kedatangan murid baru. Katanya sekolah ini akan kedatangan murid sekolah dari Musically International School, sekolah yang cukup terkenal di kalangan artis. Dan mereka menganggap jika murid baru ini keturunan artis, atau mungkin anak orang kaya yang memiliki keluarga artis. 

Bahkan semua para wanita sudah berjejer rapi di pinggiran jalan, sambil menunggu murid baru datang. Padahal ini masih jam enam pagi, yang kemungkinan jika anak baru itu tidak mungkin datang sepagi ini, apalagi laki-laki. 

Murid baru yang dihebohkan adalah murid laki-laki, dimana anak laki-laki pasti akan datang terlambat, dan tidak akan tepat waktu. Itulah perbedaan perempuan dan juga laki-laki. 

Sampai akhirnya sebuah mobil mewah masuk ke halaman sekolah mereka. Jam menunjukkan pukul 06.35 menit, dimana dua puluh lima menit lagi lonceng akan berbunyi, tanda jika pelajaran akan dimulai. 

Setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi, pemilik mobil mewah itu pun segera turun. Sehingga membuat para perempuan di sini langsung mengerumuninya, dan melihat siapa pemilik mobil mewah ini. Mobil yang hanya dimiliki oleh orang kaya. 

Bisa dilihat jika di parkiran ini banyak sekali mobil. Hanya ada delapan mobil mewah yang terparkir sangat indah. Salah satunya milik primadona sekolah ini yang bernama Chrissy Alodie Milena. Wanita cantik dengan rambut blonde asli, dan juga bola mata coklat yang meneduhkan hati. Itulah kata para laki-laki buaya

Dan sekarang buaya tampan sekolah ini bertambah satu setelah Edgar Darwin, kapten basket sekolah ini dan juga penjaga UKS. Entahlah sedikit aneh dengan laki-laki itu yang suka sekali dengan bau obat. Dan lebih suka tinggal di UKS, Sehingga Bu Ika yang suka di UKS selalu meminta Edgar untuk berada di sana. 

Gila cakep banget anak baru  

Sumpah ya dia harus jadi milik gue 

Jangan ngarep lo, kalau saingan lo Chrissy. 

Itu cewek dingin nggak mungkin kepincut sama dia.

Ingat ya Chrissy punya Edgar, jadi dia aman  

Saingan ketat gess, jangan berharap dulu.

Mak Lampir Icha pasti udah ngincer duluan. 

Dan masih banyak lagi ucapan para buaya betina saat melihat laki-laki tampan. Bukannya itu normal? Itu tandanya mereka masih suka lawan jenis kan? Bedanya, dia suka nggak sama yang lihat?

Sedangkan laki-laki yang baru saja turun dari mobilnya, dengan gaya coolnya. Berjalan melewati hanya wanita yang berusaha menyapanya. Telinganya begitu tidak asing saat mereka menyebut nama Chrissy di sini. 

Apa mungkin Chrissy yang mereka bilang itu Chrissy--- tidak mungkin!! 

Berjalan ke ruangan kepala sekolah, dan bertanya dimana kelasnya dan di lantai berapa. Mengingat kalau laki-laki itu lupa membawa denah sekolah yang sudah ditulis dimana lantai kelasnya. 

"Selamat pagi Bapak Daniel. Saya Nevan Chevalier Arthur, saya pindahan dari Musically International School. Kedatangan saya kesini karena saya lupa membawa denah dan saya tidak ingat dimana kelas saya." Ucap seorang anak laki-laki yang bernama Nevan. 

Kepala sekolah bangkit dari duduknya, dia pun menatap Nevan yang masih menggunakan seragam sekolah lamanya tersenyum. 

"Nggak perlu seformal itu nak Nevan. Saya---" 

"Saya sudah bilang kan Pak, walaupun Kakek saya pemilik sekolah ini. Saya ingin diperlakukan seperti murid lainnya. Jadi jangan diistimewakan saya."

"Maafkan saya nak Nevan, saya lupa. Kalau begitu saya antar kamu ke kelas kamu." 

Nevan mengangguk, dia pun berjalan ke luar ruangan bersama dengan kepala sekolah, lebih tepatnya berjalan di belakang kepala sekolah. 

Bisa dilihat semua anak langsung menatap Nevan, dan mencoba menyapanya. Sayangnya kepala sekolah yang berjalan di depannya, lebih galak daripada Ibu-ibu yang berada di pasar sedang menawar dagangan. Tatap mata yang tajam, seolah menyiratkan jika semua murid disini dilarang menyapanya dan mencari ribut dengan anak baru. 

Memasuki lift sekolah ini dan sambil menatap sekeliling lift. Nevan berpikir jika lift yang dinaiki saat ini adalah lift khusus untuk guru. Nyatanya tak ada satu murid pun yang masuk ke lift ini.

Ting…

Suara lift itu membuat Nevan mendongak, menatap angka yang tertera di atas pintu lift. Angka tiga menandakan jika dia berada di lantai tiga. Laki-laki itu langsung keluar ruangan saat kepala sekolah ini itu memberi instruksi. 

Hanya dengan senyuman saja Nevan langsung mengikuti kepala sekolah ini sampai berhenti di depan kelasnya.

Nevan dipersilahkan masuk, dan membuat laki-laki itu segera masuk. Kelas akan dimulai lima menit lagi, dan untuk saat ini Nevan sedang mencari tempat yang kosong untuk duduk.

Sampai akhirnya pandangannya tertuju pada kursi paling belakang yang kosong. Kursi yang sejak dulu paling disukai oleh Nevan. Segera, dia pun duduk di kursi itu dan membuat semua anak langsung mengerumuninya bagaikan madu. 

"Nama lo siapa?" Pertanyaan ini membuat Nevan mendongak, dia pun menatap perempuan di depannya dengan alis yang terangkat satu. 

"Nevan. Lo?" 

"Gu-gue Asmiranda." Jawabnya dengan nada gugup. 

Nevan hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Mengambil headset dan langsung menyumpal telinganya. Bukannya kelas ini ramai, kelas ini sangat sepi dan hanya ada beberapa anak saja yang ada di dalam kelas, sedangkan lainnya lebih memilih berdiri di depan kelas sambil mengobrol. 

Saat memejamkan matanya, saat itulah Nevan merasakan jika kepalanya dipukul. Langsung saja Nevan membuka matanya dan menatap tajam siapa yang berani memukul kepalanya.

Dan ternyata itu ulah Bobby, teman sekolahnya dulu saat masih sekolah dasar.

"Apa kabar lo, bro. Gue pikir lo nggak jadi sekolah di sini." Bobby Darius langsung memeluk Nevan ala laki-laki. Mereka memang teman dekat sejak sekolah dasar, walaupun sempat pindah sekolah mereka tidak memutuskan pertemanan mereka.

"Gue baik, lo sendiri gimana? Masih jomblo aja lo." Kekeh Nevan. Tapi pandangannya tertuju pada teman baru Bobby yang berdiri di samping Nevan. 

Seakan tahu atau pandangan Nevan, Bobby pun menepuk bahu temannya, dan mengenalkannya. "Namanya Marvin Lucky, dia temen gue selama lo pergi." Ujarnya  

"Awas dia homo!!" 

"Mulut lo emang nggak ada tandingannya ya Van dari dulu nggak berubah." 

Nevan tertawa, dia pun melihat Bobby dan Marvin yang duduk di depannya. Sambil mengenal satu sama lain, Nevan sambil menatap setiap murid yang masuk ke kelas ini. Tidak ada yang spesial perempuan di kelas ini, dan standarnya biasa saja. 

Apalagi Nevan dulu terkenal playboy, suka sekali menyakiti banyak perempuan hanya untuk bersenang-senang. Tidak sampai tidur diatas ranjang, Nevan masih waras jika harus melakukan hal itu. Hanya saja sifat bosannya itu yang membuat Nevan menyesal di masa lalu. 

Dia melepas malaikat cantik, berhati lembut hanya demi perempuan nggak jelas di hidup Nevan dulu. Dan nyatanya sudah dua tahun ini Nevan tidak pernah bertemu dengannya, atau bahkan bertanya tentang kabarnya. 

"Gue yakin lo bakalan betah sekolah disini." Bobby tersenyum miring dan membuat Nevan menatapnya curiga. "Lo pasti bakal nyesel kenapa nggak dari dulu aja." Ujarnya lagi dan membuat Nevan semakin penasaran. 

"Omongan lo kayak orang bener aja. Ada apa sih." 

"Tunggu saja kejutan dari gue, anggap saja ini sebagai tempat menebus dosa lo dimasa malu." Ucap Bobby misterius sambil menepuk bahu Nevan, lalu laki-laki itu duduk di depan Nevan bersama dengan Marvin. 

Nevan langsung menatap Bobby heran, dosa di masa lalu apa yang dia maksud? 

-To Be Continued- 

Sangat membutuhkan saran dan kritikan. Jangan lupa komen ya... Makasih 

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status