Share

Takdir Pun Bercanda

Pramono mulai siuman dan Indira menyambut dengan sukacita. Tidak henti-hentinya ia mengucap syukur dan mengecup pipi kakeknya, dengan hati meluap oleh kelegaan. 

Penantian setelah sekian jam berbuah baik. Walaupun masih harus tidur miring dan terlihat lemah. Namun Pramono sudah menyunggingkan senyum, yang mampu menyingkirkan kekhawatiran Indira. 

"Terima kasih sudah bersabar pada kakung, Nduk," ucap Pramono pelan. 

Indira mengangguk dengan senyum manis. 

"Makasih juga buat Kakung yang udah mau bertahan demi Indira," sambut gadis itu tidak kalah sumringah. 

Pramono mengerjapkan mata dengan lemah. 

"Haus ...," keluh Pramono dengan lirih. 

Indira mengangsurkan gelas dengan sedotan padanya. Pramono meminum cairan putih itu dengan susah payah. Napasnya kembali tersenggal. 

"Jangan banyak-banyak dulu minumnya, ya?" pesan perawat yang muncul untuk memeriksa kondisi pasien. 

Indira mengangguk

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status