Share

Bab 109

Erick tidak menjelaskan apa pun padanya selain memberikan lukisan yang ia inginkan barusan padanya. Pacar laki-lakinya itu hanya menyelipkan tangan kanannya, menggenggam erat tangannya yang tidak membawa lukisan tersebut dan menuntunnya keluar dari galeri seni itu dengan wajah yang sangat tegang. Sejak menerima panggilan dari Bianca barusan, sikap Erick berubah aneh.

Sepertinya memang ada yang disembunyikan oleh Erick darinya. Sesuatu yang besar.

Tapi apa?

["Kak? Kakak di mana? Aku diserang!"]

Perkataan Bianca barusan di telepon sepuluh menit yang lalu mengusik kembali pikirannya, menciptakan perasaan cemas bercampur khawatir akan anggota keluarga satu-satunya yang ia miliki sekarang sejak menghilangnya ayah mereka secara misterius setelah sempat nyaris membunuhnya beberapa waktu yang lalu.

"Hop in."

Perkataan Erick barusan menyadarkannya dari rentetan pertanyaan yang ada di dalam pikirannya barusan, mengalihkan perhatiannya menuju pada Erick yang sudah membuka pintu mobil. M
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status