LOGINDi balik gemerlap kota modern yang tak pernah tidur, seorang gadis kecil bernama Alina menjalani hidup yang tampak biasa. Berusia 10 tahun, ia tinggal bersama neneknya di sebuah apartemen sederhana, menjalani hari-hari seperti anak-anak lainnya hingga sebuah kejadian aneh mengubah segalanya. Sejak kecil, Alina memiliki kemampuan unik, setiap kali ia menyentuh seseorang yang sedang sakit atau terluka, rasa sakit mereka berkurang, dan luka mereka perlahan sembuh. Awalnya, ia mengira itu hanya kebetulan, tetapi ketika serangkaian bencana terjadi di kotanya, orang-orang jatuh sakit tanpa sebab, kebakaran misterius melanda beberapa gedung, dan sosok-sosok bayangan mulai muncul di malam hari. Alina menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih besar sedang terjadi. Alina yang hanya seorang anak kecil, mampukah melindungi orang yang di sayanginya?
View MoreLangit di atas mereka berwarna ungu kelam, seperti senja yang tak pernah usai. Tanah di bawah kaki mereka keras dan berbatu, dengan retakan-retakan yang memancarkan cahaya merah redup. Di kejauhan, terlihat siluet reruntuhan bangunan kuno, menjulang seperti bekas istana yang terbakar waktu. Di sekeliling, kabut berubah menjadi kabut merah tipis yang menggantung di udara seperti napas makhluk yang tertahan. Leon langsung siaga, mengamati sekitar dengan tajam. "Dimana ini? Apa... yang terjadi?" Elaria memejamkan mata sejenak, mencoba merasakan getaran tempat itu. “Ini bukan dunia kita. Ini dimensi lain… Sebenarnya apa yang kita hadapi.” gumamnya pelan. Tiba-tiba, suara berat menggema dari langit. Bukan suara pria berjubah itu, namun lebih dalam, seperti suara bumi itu sendiri. “Selamat datang, Putri… kau telah membuka gerbang yang tersegel ribuan tahun. Kini masa lalu akan bangkit… dan pilihanmu akan menentukan masa depan dua dunia.” "Masa depan dua dunia, apa maksudnya? Masa
Saat sinar mentari pagi menyibak kegelapan malam, kabut perlahan-lahan mulai menyusup dari celah pepohonan di timur. Ia menjalar seperti jari-jari halus yang mencoba merengkuh dunia di luar hutan kabut. Putri Elaria keluar dari tenda dengan jubah tebalnya, matanya langsung tertuju ke arah hutan yang mulai diselimuti kabut putih kehijauan. Udara pagi terasa lembap dan dingin, menyusup sampai ke tulang. Namun tatapan Elaria penuh tekad. Leon, yang sudah bersiap sejak fajar, menghampiri dengan perlengkapan lengkap. “Pagi, Putri. Semua sudah siap. Xira dan para prajurit juga sudah bersiap di jalur selatan seperti rencana.” "Tidak kak Leon, aku mengubah rencanaku. Aku akan masuk sendiri ke dalam sana, dan juga aku tidak akan membawa yang lainnya bersamaku, Kalian tunggu saja disini," ucap Elaria menatap hutan di depannya yang sudah mulai di tutupi kabut tipis. Leon tertegun, matanya membelalak menatap sang Putri. “Sendiri? Itu terlalu berbahaya! Kita tidak tahu apa yang menanti di
Putri Elaria memejamkan matanya, berusaha berbicara dengan tanaman yang ada di dekat mereka. "Apa kau melihat orang yang membakar sesuatu di sini?" tanya Elaria bertanya pada tanaman semak belukar yang ada di depan tempat pembakaran. "Iya, dia seorang pria yang memakai baju hitam dan wajahnya memakai topeng." Elaria membuka matanya perlahan. Angin seolah ikut menahan napas, menunggu reaksinya. "Topeng?" gumamnya. "Apakah kau tahu ke mana dia pergi setelah itu?" Tanaman semak itu bergoyang pelan, seolah merenung. "Dia membawa sesuatu yang dibungkus kain. Lalu berjalan ke arah timur… ke arah hutan kabut." Jantung Elaria berdetak lebih cepat. Hutan kabut adalah tempat yang tak banyak orang berani masuki. Terkenal karena kabutnya yang bisa membuat orang kehilangan arah dan ingatan. “Terima kasih,” ucap Elaria tulus. Ia berdiri dan memandang ke arah timur, terlihat berpikir. “Hmm, Ku rasa aku akan kesana besok saja, terlalu berbahaya jika pergi saat malam hari begini," gumam
Beberapa hari kemudian, Setelah menempuh perjalanan yang berbahaya , mereka akhirnya sampai di kerajaan Nethara. Prajurit utusan kerajaan Nethara kemudian melaporkan kedatangan Putri Elaria dan rombongannya, Raja Veron dan para menteri menyambut kedatangan Putri Elaria dan rombongannya. "Selamat datang Tuan Putri Elaria, maaf kami terpaksa merepotkanmu untuk bersedia datang ke kerajaan ku ini," Raja Veron menyapa Putri Elaria ramah. "Terima kasih Yang Mulia Raja Veron atas sambutannya. Aku harap aku bisa membantu kerajaan ini," ucap putri Elaria membungkuk kan tubuhnya sedikit. "Kalian semua pasti lelah, biarkan pelayan memandu kalian ke kamar untuk beristirahat dulu, saat makan siang nanti baru kita mengobrol kembali," Raja Veron memanggil beberapa pelayan untuk mengantarkan tamu-tamunya ke kamar tamu. Putri Elaria menganggukkan kepalanya setuju, karena dia sendiri memang sedikit lelah dan ingin beristirahat dulu sebelum nanti akan menggunakan kekuatannya. Beberapa jam ke












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.