Share

End

Malam Tanpa Noda

Perut Lily semakin membesar. Mereka sudah melakukan syukuran tujuh bulan dan kini menunggu kehadiran sang buah hati.

Fian selalu Siaga. Begitu juga Airi dan Putra. Tak ingin cucu pertamanya mengalami hal buruk. Lily dan Fian kembali ke rumah Mahendra. 

"Aduh!" teriak Lily melepaskan ponsel hingga membentur lantai keramik putih. 

Fian menghampiri istrinya dan menutup panggilan begitu saja. 

"Drian, kita harus pulang!" pinta Prily. 

"Tidak bisa. Kita baru sehari di sini?" 

"Kamu tak dengar kalau Lily teriak kesakitan." 

"Belum waktunya ia lahiran masih satu bulan lagi." 

"Tapi, aku khawatir sekali!" 

"Kita hubungi adik kembar. Mereka pasti tahu." 

Jemari kekar Drian menekan kontak Afisah  dan menunggu panggilan terangkat. 

Dua kali berdering baru diangkat oleh gadis manis yang beranjak dewasa. 

Nannys0903

Terima kasih untuk semuanya . Mohon maaf kalau ada kata atau kalimat yang salah. Mampir ke karyaku yang lain . Tergoda Gadis Muda(tamat) , Bara dan Status Sindiran Istri ku.

| Like
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
DMCA.com Protection Status