LOGINSetelah Nazar makan beberapa potong daging panggang, tiba-tiba dia merasakan ada aliran panas yang naik di dalam tubuhnya, menyebar ke seluruh meridian."Eh, daging monster ini bisa meningkatkan kekuatan?" Sambil terus makan dengan lahap, Nazar mengingatkan Ewan, "Bocah, kamu makan lagi."Ewan menyahut, "Aku sudah makan puluhan gram."Nazar tidak berkata-kata lagi. Sepuluh gram daging panggang masuk ke perut. Wajahnya memerah, seluruh tubuhnya berkeringat karena panas, tetapi mulutnya masih terus makan."Dasar congok," gumam Ewan pelan.Telinga Nazar sangat tajam, dia mencibir. "Enak saja bilang aku congok. Kamu makan lebih banyak dariku, bukannya kamu sama saja?""Kita nggak sama," sahut Ewan. "Aku ini pecinta makanan.""Apa bedanya dengan congok?""Beda. Yang tampan disebut pecinta makanan, yang jelek baru disebut congok." Ucapan Ewan ini tidak terlalu menyakitkan, tetapi sangat menghina."Kurang ajar!" Nazar mengumpat, lalu duduk bersila dan kembali menjalankan energi murni.Zayn su
Sekitar setengah jam kemudian, Ewan membuka mata, melihat Zayn sedang memanggang daging. Dia tersenyum sambil berkata, "Makan yang banyak. Daging monster ini mengandung kekuatan yang sangat besar, bisa meningkatkan kultivasi."Mendengar itu, Zayn semakin bersemangat dan fokus memanggang daging.Pada saat itu juga ....Boom! Sebuah aura yang sangat dahsyat menyelimuti seluruh gua. Ewan dan Zayn sama-sama menoleh. Terlihat di belakang Nazar muncul sembilan aliran energi murni. Sekitar lima detik kemudian, satu aliran energi murni lagi muncul.Zayn terkejut. "Senior sudah mengembangkan aliran energi murni ke sepuluh?"Di belakang Nazar tampak sepuluh aliran energi murni, masing-masing setebal gelas, saling berjalin, memancarkan cahaya putih yang menyilaukan, membuat Nazar tampak seperti dewa."Orang tua ini memang beruntung. Dia sudah melangkahkan satu kaki ke ambang kultivator abadi. Selama dia berhasil melewati petaka langit, dia bisa menjadi kultivator abadi. Iri sekali."Sambil merasa
Perubahan mendadak itu membuat Ewan dan Zayn terkejut.Terlihat Nazar terjatuh di tanah, mulutnya berbusa, wajahnya membiru keunguan, seluruh tubuhnya mengejang tanpa henti. Matanya melotot menatap Ewan, seolah-olah berkata, "Bocah sialan, aku sudah mau mati, cepat selamatkan aku ...."Ewan langsung menggenggam pergelangan tangan Nazar, memeriksa nadinya dengan cepat, dan menemukan ada kekuatan beracun yang sangat mematikan sedang menyerang meridian di tubuh Nazar.Situasinya gawat. Ewan segera mengeluarkan tiga jarum emas, menusukkannya ke dada Nazar, menggunakan teknik akupunktur dengan jarum emas.Tak lama kemudian, Nazar berhenti mengejang. Wajahnya juga kembali kemerahan. Kondisinya pun stabil."Siapa suruh kamu sembarangan makan? Kalau bukan karena aku ada di sini, kamu pasti sudah mati." Setelah berkata begitu, Ewan kembali memeriksa nadi Nazar. Baru saja memeriksa, wajahnya berubah kaget."Eh, racunnya berubah jadi kekuatan yang murni dan pekat?" Ewan agak terkejut, lalu segera
Saat mereka berbalik, terdengar suara ledakan. Dari dalam kolam air tiba-tiba terangkat gelombang dahsyat yang mengguncang langit.Tak lama kemudian, sesosok monster melesat keluar dari dalam kolam dan menerjang Nazar."Aku ini sudah berniat melepaskanmu, tapi kamu masih berani cari masalah denganku? Sepertinya kamu memang ditakdirkan untuk mati!"Nazar baru saja hendak maju membunuh monster itu, tiba-tiba Ewan bergerak cepat dan berdiri di depannya."Biar aku yang bereskan!" Setelah berkata begitu, Ewan langsung menghantam kepala monster itu dengan satu pukulan.Bam! Darah berhamburan. Kepala monster itu langsung hancur karena pukulan Ewan. Isi kepalanya muncrat keluar. Dia bahkan belum sempat mengeluarkan jeritan sebelum benar-benar mati."Buset!" Wajah Nazar penuh keterkejutan. Sebelumnya dia bertarung cukup lama dengan monster itu, jadi sangat paham kekuatannya, terutama fisiknya yang kebal terhadap senjata. Benar-benar abnormal.Nazar harus bersusah payah baru bisa melukai monster
Begitu melihatnya, semua kegembiraan Ewan langsung lenyap. Di dalam pusat energi, selain enam aliran energi murni alami yang sudah ada, kini muncul dua aliran tambahan.Namun, dua aliran energi itu hanya berupa bayangan samar. Ewan masih harus melewati petaka langit, barulah kedua energi itu bisa benar-benar terbentuk."Kenapa bisa begini? Bukannya setelah makan Teratai Emas Sembilan Daun, aku bisa menjadi kultivator abadi? Kenapa hasilnya cuma bertambah dua aliran energi murni alami?"Ewan benar-benar bingung. Siapa sangka hasilnya justru seperti ini. Wajahnya yang tadinya penuh harap, sekarang berubah masam. Benar-benar mengecewakan!"Bocah, gimana?" Nazar mendekat dengan wajah penuh rasa iri. "Kamu sudah jadi kultivator abadi belum?"Ewan menggeleng. "Bunga Teratai Emas Sembilan Daun cuma membantuku menambah dua aliran energi murni alami.""Apa?!" Mendengar itu, Nazar langsung marah besar dan menunjuk Ewan. "Kamu benar-benar menyia-nyiakan harta langka!""Teratai Emas Sembilan Daun
"Aku nggak akan membiarkan apa pun mengganggumu.""Tapi ingat, lain kali kalau ada harta, harus kamu berikan padaku. Kalau nggak, akan kupotong kemaluanmu waktu kamu tidur."Setelah berkata demikian, Nazar langsung menyerang makhluk itu. Walaupun dia tidak memperpanjang masalah dengan Ewan, bukan berarti dia tidak marah. Seluruh amarahnya dilampiaskan pada makhluk tersebut. Dia menggunakan berbagai serangan mematikan, membuat makhluk itu meraung kesakitan tanpa henti.Di sisi lain.Setelah mendengar kata-kata itu, Ewan juga sedikit lega. Dia sempat khawatir Nazar akan terus mempermasalahkannya. Sekarang dia bisa fokus menyerap kekuatan Teratai Emas Sembilan Daun. Tekniknya didorong hingga batas maksimal, meridian di seluruh tubuhnya menyerap energi dengan liar.Tak lama kemudian, Ewan merasa tubuhnya hangat, seperti berendam di sumber air panas. Tidak hanya itu, meridian, daging, dan tulangnya juga mengalami perubahan dan peningkatan.Kekuatan Teratai Emas Sembilan Daun benar-benar lua






