Share

Bab 148

Penulis: Rexa Pariaman
Saat Ewan sadar, ruangan itu tampak remang-remang.

"Sudah bangun?" Raja Naga duduk di sisi ranjang sambil tersenyum dan bertanya.

"Aku ... ini di mana?" tanya Ewan.

"Di rumahku. Tadi kamu pingsan, jadi langsung kubawa pulang. Kata dokter, kamu terlalu lelah."

Raja Naga berjalan ke jendela dan membuka tirai.

Seketika, cahaya senja yang keperakan menyinari wajah Ewan, membuat wajah pucatnya terlihat lebih segar sedikit.

Menggunakan Jimat Pelacak sangat menguras tenaga. Dengan kemampuan yang masih terbatas, Ewan memaksakan diri menggunakannya tiga kali berturut-turut, hingga akhirnya terkena efek balik dan pingsan setelah memuntahkan darah.

"Aku tidur berapa lama?" tanya Ewan lagi.

"Nggak lama, sekitar tiga sampai empat jam."

"Apa? Selama itu?" Ewan langsung bangkit duduk. "Fauzan sudah ditemukan?"

"Sudah ada petunjuk. Henry sedang menelusurinya. Soal si pengirim paket juga sudah ada kabar. Sepertinya sebentar lagi keduanya bisa ditemukan." Raja Naga tersenyum. "Kalau kamu capek, istiraha
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1396

    Setelah berkata demikian, Ishwar berbalik dan berjalan masuk ke ruang tamu.Lanjar menatap punggung Ishwar. Sudut bibirnya sedikit terangkat, memperlihatkan senyuman licik seolah-olah rencananya telah berhasil.'Saudara? Kamu juga pantas? Kalau kamu nggak punya uang, mana mungkin aku sudi bergaul sama kamu?' batin Lanjar.Setelah mereka kembali, Reksa langsung bertanya pada Ishwar, "Sudah dipikirkan dengan matang?""Sudah." Ishwar mengangguk dan berkata, "Aku akan bersaing secara adil dengan Bu Lisa."Hm? Lisa tertegun sejenak. Tadi Ishwar jelas-jelas mengatakan akan mengalah, kenapa setelah keluar sebentar malah berubah pikiran?Reksa tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Nah, begitu dong. Seorang pria mana boleh gampang menyerah. Bu Lisa, gimana denganmu? Mau menyerah?""Aku nggak akan menyerah," jawab Lisa. Tujuan utama kedatangannya ke Dadaru kali ini adalah membeli batu giok, lalu menjalin kerja sama jangka panjang dengan Reksa. Kalau dia menyerah sekarang, itu berarti dia akan ben

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1395

    "Kalau saat itu tiba, kamu akan menjadi bahan tertawaan seluruh Soharia .... Nggak, bahkan bisa jadi bahan tertawaan seantero negeri.""Coba pikirkan, ayahmu adalah orang terkaya di Soharia, bisnisnya begitu sukses. Kalau perusahaanmu bangkrut, gimana pandangan orang-orang terhadapmu?""Mereka pasti akan bilang kamu anak nggak berguna, nggak berilmu, pewaris generasi kedua yang cuma numpang nama, sampah, benalu ....""Cukup!" Ishwar memotong ucapan Lanjar dengan kesal, "Semua yang kamu katakan itu aku sudah tahu, tapi Lisa adalah pacar Ewan ...."Ujung-ujungnya, dia tetap takut pada Ewan.Lanjar berkata, "Ishwar, bagaimanapun juga kamu ini putra orang terkaya di Soharia, masa setakut itu pada Ewan?""Ini urusan bisnis, bukan urusan dunia persilatan. Selama kamu dan Lisa bersaing secara adil, aku nggak percaya kalau setelah kamu menang, Ewan masih berani mengayunkan pisau ke arahmu.""Ewan adalah orang dunia persilatan dan nggak berani melanggar etika persilatan. Kalau dia melanggar, Or

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1394

    Begitu mendengar itu, Ishwar terus memaki Reksa dalam hati, menyebutnya licik. Bukankah ini jelas-jelas memaksanya bersaing dengan Lisa?Jika dia belum tahu betapa hebatnya Ewan, mungkin Ishwar masih akan ikut bersaing, tetapi sekarang ...."Kamu mau bersaing denganku?" Lisa menatap Ishwar dengan dingin.Ishwar segera berkata, "Karena Bu Lisa sudah menginginkannya, maka batch barang ini nggak akan aku ambil."Hm? Alis Reksa terangkat. Reaksi Ishwar berada di luar dugaannya. Hal ini membuatnya merasa agak aneh.Biasanya Ishwar ini arogan dan sewenang-wenang, kenapa hari ini malah secara sukarela menyerah? Jangan-jangan bocah ini juga tertarik pada Lisa? Tidak bisa, harus membuat mereka bersaing!Hanya dengan membuat Lisa sadar bahwa batch barang ini sangat sulit didapat, barulah dia akan memohon padanya. Begitu Lisa memohon, dia punya cara untuk membuat wanita ini naik ke ranjangnya.Di dunia bisnis, bagi wanita, keuntungan jauh lebih penting daripada tubuh. Setelah memikirkan hal itu,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1393

    "Oke. Nanti kalau ada kesempatan, aku akan ke Soharia untuk jalan-jalan beberapa hari," kata Reksa. Selesai berbicara, pandangannya menyapu Ewan dan dua orang lainnya.Saat melihat Lisa, sorot mata Reksa langsung memancarkan ketakjuban. Cantik sekali wanita ini!Reksa segera berdiri, melangkah ke depan Lisa, lalu tersenyum sambil bertanya, "Kamu pasti Bu Lisa ya?""Halo, Pak Reksa. Aku Lisa," kata Lisa sambil tersenyum."Tak kusangka Bu Lisa begitu cantik. Senang bertemu denganmu," ucap Reksa sambil mengulurkan tangan kanannya, berinisiatif berjabat tangan dengan Lisa.Lisa pun mengulurkan tangan kanannya.Begitu kedua tangan bersentuhan, Lisa berniat menarik tangannya kembali, tetapi siapa sangka Reksa malah menggenggamnya erat dan tidak melepaskannya.Belum berhenti di situ, tangan Reksa yang satu lagi ikut menutup punggung tangan Lisa. Seketika, kening Lisa berkerut."Bu Lisa, kalau mau beli giok, sebenarnya cukup meneleponku saja. Nggak perlu repot-repot datang sendiri.""Tapi seju

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1392

    Kedatangan Ewan membuat Ishwar dan Lanjar agak gelisah."Pak Ewan, a ... apa tujuan kalian datang ke sini?" tanya Ishwar dengan hati bergetar. Dia sangat takut pada Ewan, sampai-sampai tangan yang memegang cangkir teh pun sedikit gemetaran.Ewan tersenyum dan menyahut, "Aku datang untuk mengurus sedikit urusan. Di mana Pak Reksa?""Tuan Reksa baru bangun tidur dan lagi cuci muka. Tolong tunggu sebentar," jawab seorang pria asing yang mengenakan setelan jas. Pria itu keluar dari ruang dalam, tampak seperti kepala pelayan kediaman ini."Tuan Reksa akan segera keluar." Setelah mengatakan itu, kepala pelayan pun pergi dengan tergesa-gesa, bahkan tidak menyeduhkan teh untuk Ewan dan yang lain.Ewan, Lisa, dan Dodo pun duduk berhadapan dengan Ishwar dan Lanjar. Setelah menunggu cukup lama, Reksa tak juga muncul. Ditambah lagi tidak ada yang berbicara, suasana aula pun terasa agak menekan.Ewan mulai membuka percakapan. Sambil tersenyum, dia bertanya, "Pak Ishwar, apa tanganmu masih sakit?"S

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1391

    "Aku membawamu ke Dadaru kali ini terutama agar kamu bisa berkenalan dengan Pak Reksa. Setelah kamu akrab dengannya, urusan pembelian batu giok perusahaan akan kuserahkan sepenuhnya kepadamu.""Selain itu, nanti saat bertemu Pak Reksa, kamu harus bersikap lebih hormat kepadanya. Beliau adalah penguasa lokal di sini. Kekuasaannya besar. Seluruh bisnis giok di Dadaru dimonopoli olehnya. Menjalin hubungan baik dengannya hanya akan membawa keuntungan bagi kita, tanpa kerugian."Lanjar mengangguk. "Oke, aku mengerti."Ishwar lalu bertanya lagi, "Apa kamu pernah bertemu Pak Izaz?"Lanjar menggeleng. "Aku nggak terlalu mengenal Pak Izaz."Ishwar berkata, "Pak Izaz dijuluki Raja Giok. Beliau adalah juru taksir utama di perusahaanku.""Dia sudah berkecimpung di industri ini hampir seumur hidupnya, sangat berpengalaman. Saat aku membeli giok, setiap kali selalu butuh bantuannya. Sekali dia turun tangan, honor yang diterimanya bisa mencapai miliaran.""Lanjar, ke depannya kamu harus lebih sering

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status