Share

Bab 1949

Author: Rexa Pariaman
Semua orang yang hadir memandang tiga aliran energi murni alami di belakang kepala Ewan dengan rasa ingin tahu. Seperti naga sejati, sangat ajaib.

Beberapa saat kemudian, Sunnata menghela napas kagum. "Selama ribuan tahun, siapa pun yang mampu mengolah energi murni alami pasti adalah genius bela diri. Bakat bela diri Tuan Ewan benar-benar membuatku iri."

Ewan menarik kembali energi murninya, lalu tersenyum dan berkata, "Senior terlalu memuji. Bertahun-tahun lalu, Senior adalah peringkat kedua di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2078

    Semua orang mendongak.Terlihat di atas tembok Kota Terlarang berdiri seorang pendeta tua berjubah Tao. Di tangannya ada pengusir debu, alis putihnya berkibar, aura abadi terpancar. Itu adalah Ketua Akademi Nagendra, Nazar!Ewan langsung tersenyum. Di saat genting, orang tua tak bisa diandalkan ini tetap datang. Namun, detik berikutnya, wajah Ewan langsung menggelap.Nazar berdiri di atas tembok, tangan di belakang punggung. Dia berteriak keras, "Petir dan kilat hantam dia, bunuh Mahendra lalu cari wanita. Kalau tanya cari berapa, nggak boleh kurang dari dua!"Semua orang tercengang.Mahendra malah tertawa marah. Dia mengira Nazar sengaja mempermainkannya, lalu berkata dengan dingin, "Nazar, setelah aku membunuh Ewan, aku akan membunuhmu!""Mahendra, jangan sok hebat di depanku. Hati-hati disambar petir," balas Nazar. Setelah itu, dia kembali berteriak, "Petir, datanglah!"Duar! Lima sambaran petir setebal tong air muncul dari udara, menghantam ke arah kepala Mahendra. Aura yang ditimb

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2077

    Belum sempat bangkit dari tanah, Ewan tiba-tiba melihat sebuah kaki mendekat ke arahnya.Kaki kanan Mahendra membawa kekuatan mengerikan, menghantam turun dari udara ke arah kepala Ewan. Jika tendangan ini mengenainya, tanpa diragukan lagi Ewan akan menjadi Ardan kedua.Tak ada waktu lagi, Ewan segera berguling ke samping.Bam! Kaki Mahendra menghantam tanah seperti ledakan bom, menciptakan lubang besar yang berdiameter tiga meter.Ewan tak sempat menghindar sepenuhnya, tubuhnya jatuh ke dalam lubang. Mahendra langsung menginjak lagi, sama sekali tidak memberi Ewan kesempatan hidup.Ewan segera menggunakan Teknik Melarikan Diri, menyusup ke dalam tanah dan menghilang.Mahendra menarik kakinya, melihat lubang hitam di dalam tanah, tampak berpikir. "Teknik Melarikan Diri?"Kilatan dingin melintas di mata Mahendra. Pandangannya menyapu sekeliling, tetapi dia tidak menemukan sosok Ewan.Ke mana dia pergi? Saat Mahendra masih bingung, tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang tajam menembus bagi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2076

    Bahkan jika Mahendra adalah seorang ahli tak tertandingi, dia juga tidak berani beradu langsung dengan Pedang Cahaya Senja. Bagaimanapun juga, Pedang Cahaya Senja adalah salah satu dari sepuluh pedang legendaris. Ketajamannya tiada tanding!Jika dia bersikeras memukul mati Ewan dengan satu serangan tapak, sangat mungkin dia akan kehilangan satu tangan. Dia tidak ingin menanggung risiko seperti itu, tetapi juga tidak ingin melepaskan Ewan.Di saat genting, tubuh Mahendra berputar di udara, tangan kirinya mengepal, lalu menghantam Pedang Cahaya Senja. Dia menggunakan kekuatan kultivasi yang luar biasa untuk memukul pedang itu hingga terlepas dari tangan Ewan dan terlempar keluar.Kemudian, memanfaatkan kesempatan itu, telapak tangan kanannya terus menekan ke bawah. Seluruh bulu kuduk Ewan pun meremang melihat pemandangan itu. Tanpa berpikir, dia langsung menggunakan mantra pembekuan tubuh."Diam!"Mahendra tiba-tiba merasa seluruh tubuhnya seperti diikat tali, tetapi dengan sedikit tenag

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2075

    "Cari mati!"Mahendra murka. Tubuhnya melesat di udara dan langsung menerjang Ewan.Aura yang dipancarkannya begitu kuat, hingga udara di sekitarnya mengeluarkan suara gemuruh yang menakutkan."Bunuh!"Ewan berteriak keras, kelima orang langsung menyerang Mahendra secara bersamaan. Pertempuran pun pecah. Mahendra menahan semua serangan Dewa Perang dan yang lain, lalu langsung menuju Ewan. Dia benar-benar membenci Ewan.Plak!Tubuh Mahendra terbalik di udara, lalu menukik dari atas dan satu telapaknya menghantam ke arah kepala Ewan. Bahkan dari beberapa meter jauhnya, Ewan sudah merasakan aura kematian yang pekat.Sret!Ewan bergerak cepat untuk menghindar ke samping. Namun, kecepatan Mahendra lebih cepat lagi. Begitu Ewan baru saja berdiri stabil, telapak tangan Mahendra sudah tinggal satu meter dari kepalanya."Mati kau!" Dari samping terdengar teriakan marah. Dika mengayunkan Pedang Rajawali secara horizontal.Bayangan pisau berlapis-lapis. Aura membunuh membubung tinggi. Namun, Mahe

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2074

    Sepuluh aliran energi murni melayang di belakang Mahendra. Setiap aliran tampak seperti nyata, memancarkan cahaya putih yang berkilau dan sangat terang.Di tengah badai salju, aura Mahendra tiba-tiba berubah seperti dewa yang tak terkalahkan.Seluruh tempat terguncang. Tak seorang pun menyangka, Mahendra telah mengolah sepuluh aliran energi murni."Sepuluh aliran energi ... ini pertama kalinya aku melihatnya.""Tuan Mahendra memang hebat, auranya benar-benar tak terkalahkan.""Inilah kekuatan aslinya. Lima orang itu pasti mati."Wajah Latif menjadi serius. Mata Travis dipenuhi kekhawatiran. Hati Dewa Perang dan yang lainnya mulai putus asa.Saat Mahendra hanya menggunakan sembilan aliran energi murni saja, dia sudah mampu menghadapi mereka berlima. Sekarang dengan sepuluh aliran energi, mana mungkin bisa dilawan?Pertarungan ini berada di ambang bahaya."Sial, si tua bangka ini memang menyembunyikan kekuatannya."Di tengah keterkejutannya, Ewan tiba-tiba memikirkan hal lain."Bukankah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2073

    Plak!Kedua pihak tiba-tiba berpisah.Dewa Perang berdiri di tempat, sementara Mahendra mundur lima hingga enam meter."Apa? Tuan Mahendra mundur?""Berarti dia bukan lawan Dewa Perang?""Dewa Perang sekuat itu?"Orang-orang yang menonton tampak terkejut dan merasa tidak percaya. Namun mereka tidak menyadari, wajah Ewan, Dika, dan Putri Naga malah tampak sangat serius.Mereka semua adalah ahli bela diri. Tentu saja bisa melihat bahwa saat Mahendra mundur tadi, tubuhnya mendarat dengan ringan dan sama sekali bukan mundur karena terkena serangan. Sebaliknya, meskipun tidak bergerak, lengan kanan Dewa Perang tampak sedikit bergetar.Beberapa detik kemudian, darah mengalir dari ujung lengan bajunya dan menetes ke tanah.Dewa Perang terluka. Wajahnya pucat. Kelihatannya, luka itu tidak ringan.Ewan segera datang ke belakang Dewa Perang dan menempelkan telapak tangan di punggungnya, lalu menyalurkan energi murni bawaan untuk menyembuhkan."Jangan buang-buang tenaga. Bersiaplah bertarung, aku

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status