Share

Bab 2348

Author: Rexa Pariaman
Tubuh Ewan berlumuran darah, seperti raja iblis yang bermandikan darah. Siapa pun yang melihatnya akan terguncang.

Tubuh Willy tercabik menjadi dua bagian, organ-organ dalamnya berserakan di tanah. Sungguh pemandangan yang mengerikan.

Ewan teringat semua perbuatan Willy serta ucapan-ucapannya sebelumnya. Amarah di hatinya masih belum mereda, jadi dia menginjak mayatnya lagi.

Bam! Sisa tubuh Willy langsung berubah menjadi kabut darah.

Di Gedung Bayir, ekspresi semua orang berubah. Sebelum hari in
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2350

    Di antara langit dan bumi, aura membunuh memenuhi segalanya.Tubuh Angelica diselimuti cahaya putih misterius, membuatnya tampak seperti bidadari, cantik tak tertandingi.Syut! Ono menebaskan satu serangan. Cahaya pedangnya bagaikan naga jahat yang melesat ganas menuju Angelica.Ekspresi Angelica tetap tenang. Dia melafalkan mantra pelan, lalu seketika cahaya putih di tubuhnya membentuk perisai pelindung yang menahan tebasan pedang itu.Plak! Dengan satu serangan tapak ringan, Angelica menghancurkan cahaya pedang tersebut."Santa dari Vatikon? Menarik juga." Ono menyeringai ganas. Kabut hitam mengerikan menyelimuti tubuhnya. Sambil membawa katana, dia melangkah di udara menuju Angelica.Langkahnya tidak cepat, tetapi setiap kali melangkah, terdengar suara seperti dentuman genderang, yang mengguncang jiwa siapa pun yang mendengarnya.Tiba-tiba, dia mengangkat katananya. Satu tebasan diluncurkan. Dalam sekejap, langit dipenuhi cahaya pedang yang tak terhitung jumlahnya, seperti bintang-b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2349

    "Kalau bisa kabur, kabur saja. Kalau benar-benar nggak memungkinkan, cari cara untuk menahan dua ahli Negara Jaban itu. Jangan bentrok langsung dengan mereka, usahakan bertahan sampai ayahmu datang.""Ewan, dengarkan baik-baik. Apa pun yang terjadi, kamu harus kembali hidup-hidup. Ini perintah, kamu dengar?""Aku ngerti, terima kasih, Pak Travis." Setelah berkata demikian, pandangan Ewan tertuju pada dua ahli tingkat maharaja dari Negara Jaban itu.Ono dan Kurai memasang ekspresi dingin. Kematian Willy sama sekali tidak menimbulkan gejolak emosi pada mereka.Ewan membuka mulut dan berkata, "Dua senior, dalam pertempuran hari ini, begitu banyak ahli Negara Jaban bermunculan, tapi seperti apa hasil akhirnya, kalian sudah melihatnya sendiri. Apa kalian masih ingin terus bertarung sampai tempat ini dipenuhi lautan darah?""Menurutku, lebih baik kedua pihak sama-sama mundur selangkah. Urusan hari ini kita akhiri sampai di sini saja, anggap saja nggak pernah terjadi. Gimana?"Ewan berkata de

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2348

    Tubuh Ewan berlumuran darah, seperti raja iblis yang bermandikan darah. Siapa pun yang melihatnya akan terguncang.Tubuh Willy tercabik menjadi dua bagian, organ-organ dalamnya berserakan di tanah. Sungguh pemandangan yang mengerikan.Ewan teringat semua perbuatan Willy serta ucapan-ucapannya sebelumnya. Amarah di hatinya masih belum mereda, jadi dia menginjak mayatnya lagi.Bam! Sisa tubuh Willy langsung berubah menjadi kabut darah.Di Gedung Bayir, ekspresi semua orang berubah. Sebelum hari ini, tidak ada yang menyangka Willy akan meninggal dengan cara setragis ini.Dulu, Willy adalah tuan muda nomor satu di ibu kota, lahir dari keluarga terpandang, punya kemampuan luar biasa, sangat terkenal, dan menjadi idola banyak anak muda. Namun pada akhirnya, dia justru berakhir seperti ini."Bagus!" Tiba-tiba, seorang jenderal tua bertepuk tangan sambil bersorak, "Pengkhianat negara seperti Willy memang pantas dibunuh. Bagus sekali!"Jenderal tua lainnya berkata, "Willy licik dan penuh tipu d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2347

    "Jadi, kamu ingin menggunakan 1.000 prajurit super untuk memulai perang dunia?""Kurai, sepertinya kamu benar. Anak ini memang menyimpan niat jahat. Kalau dibiarkan hidup, sebentar lagi Negara Jaban akan dia buat penuh badai berdarah."Ono kembali berkata, "Negara Jaban sudah dijaga oleh aku dan Kurai, jadi nggak butuh prajurit super.""Willy, kami sama sekali nggak tertarik dengan prajurit super yang kamu bicarakan. Kamu sebaiknya segera bereskan Ewan. Kalau nggak, kami yang akan menghabisimu."Tubuh Willy langsung terasa dingin membeku. Dia tidak menyangka, jebakan pembunuhan yang dia susun justru menjebak dirinya sendiri.Apa yang harus dia lakukan sekarang? Dari ucapan Ono, Willy sudah memahami bahwa sekalipun Ewan tidak membunuhnya, Ono dan Kurai juga tidak akan membiarkannya hidup.'Apa yang harus kulakukan?' Tak lama kemudian, Willy mendapatkan ide."Ewan, musuh dari musuh adalah teman. Karena hari ini kita berdua sama-sama nggak akan bisa hidup, gimana kalau kita kerja sama men

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2346

    Menindas yang lemah? Takut ditertawakan orang? Tidak adil bagi Ewan? Mendengar tiga kalimat itu, sudut bibir Willy sampai berkedut karena marah.'Sialan, kalian mengerahkan belasan ahli, bukankah itu jelas-jelas menindas yang lemah? Siapa yang nggak tahu orang Negara Jaban licik dan kotor? Masih takut ditertawakan orang?''Dan soal keadilan, kalian mengerahkan begitu banyak ahli untuk menghadapi Ewan satu per satu. Kenapa saat tiba giliranku, kalian malah mulai bicara soal keadilan? Bukankah itu omong kosong?'Firasat buruk muncul di hati Willy. Dia bertanya, "Tuan Kurai, apa maksudmu?"Kurai tersenyum. "Maksudku, kamu sebaiknya habisi Ewan dengan tanganmu sendiri. Lagian, kalian sama-sama orang Negara Madonia. Bukankah lebih baik kamu sendiri yang mengantar rekan senegaramu menuju ajalnya?"'Kalau aku bisa membunuh Ewan, apa perlu minta bantuan kalian?!' Willy sangat murka dalam hati, tetapi tidak berani melampiaskannya. Kalau dua ahli Negara Jaban ini tidak membantunya, hari ini nyaw

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2345

    "Saat itu, siapa yang bisa mengendalikannya?"Ekspresi Ono berubah sedikit.Kurai melanjutkan, "Di Negara Madonia ada pepatah lama, yang bukan dari golongan kita pasti memiliki niat berbeda.""Willy bahkan bisa mengkhianati negaranya sendiri. Kelak saat sayapnya sudah tumbuh sempurna, dia juga pasti akan mengkhianati Negara Jaban.""Dia bahkan bisa melukai keluarganya sendiri. Kamu berharap dia akan berbelas kasihan kepada orang-orang Negara Jaban?""Willy adalah orang yang ambisius dan punya banyak siasat. Nggak baik kalau orang seperti ini tetap berada di Negara Jaban."Ono bertanya, "Apa yang ingin kamu lakukan?"Kurai berkata, "Gayaku dalam bertindak selalu sama. Begitu menemukan ancaman tersembunyi, ancaman itu harus dibunuh sejak masih di dalam buaian."Ono terkejut. "Kamu ingin membunuh Willy? Kalau Willy mati, gimana kita menjelaskannya kepada Kaisar?"Kurai tersenyum. "Kita berdua adalah ahli tingkat maharaja. Untuk apa kita harus kasih penjelasan kepada seorang penguasa biasa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status