공유

Bab 2443

작가: Rexa Pariaman
"Uhuk! Uhuk!" Ewan terjatuh ke tanah sambil batuk darah.

"Bocah, gimana keadaanmu?" Nazar berlari menghampiri dan membantu Ewan berdiri.

Orang tua itu tiba-tiba saja marah dan membentak, "Dasar bodoh! Buat apa kamu menahannya demi aku? Kalau tadi yang tertembus itu jantungmu, kamu sudah mati!"

Ewan mendengus kesal. "Kalau aku nggak menahannya, yang mati justru kamu."

"Omong kosong!" bantah Nazar. "Aku ini diberkahi keberuntungan besar. Mana mungkin mati?"

"Sudah, di saat seperti ini jangan terus
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2446

    Lelaki tua dekil itu menerima satu serangan dari Diskra. Namun, alih-alih terluka, dia bahkan bergeming.Mulutnya terus mengulang kalimat yang sama, "Berikan pedangnya padaku."Ewan tercengang melihat pemandangan itu. Perlu diketahui, Diskra adalah seorang ahli tingkat puncak maharaja.Serangan telapak tangan barusan bahkan tidak mampu ditahan oleh Ewan. Siapa sangka, lelaki tua dekil yang kehilangan kewarasannya itu justru tidak terluka sedikit pun? Mungkinkah lelaki tua ini adalah seorang ahli tertinggi yang luar biasa?Sambil memikirkan hal itu, Ewan segera mengeluarkan selembar daun pohon suci berwarna emas dan memasukkannya ke mulut. Dalam sekejap, tenaganya pulih sepenuhnya.Di sampingnya, Nazar berseru kaget, "Si tua bangka ini sebenarnya siapa? Kok bisa lebih hebat dari aku?"Di sisi lain, tatapan Diskra menjadi makin dalam. Dia menatap lelaki tua dekil itu tanpa berkedip, seolah ingin melihat sampai ke dasar dirinya.Dia tidak menyangka bahwa lelaki tua itu bisa menerima satu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2445

    Beberapa saat kemudian, Diskra menarik kembali tangannya. Dia menunduk dan melihat punggung tangannya. Di sana muncul sebuah luka gores tipis yang mengeluarkan darah.Bukannya marah, dia justru terlihat senang."Awalnya aku berniat membunuh mereka dulu, baru kemudian mengambil kalian. Karena kalian sendiri yang datang padaku, aku akan mengambil kalian lebih dulu."Diskra menatap Pedang Ungu-Hijau. Kedua tangannya terulur dan langsung mencengkeram ke arah kedua pedang itu.Meskipun hanya sepasang pedang, Pedang Ungu-Hijau seolah memiliki kesadaran sendiri. Keduanya langsung melakukan serangan balasan.Dua pedang itu memancarkan ketajaman yang luar biasa. Satu menyerang dari kiri, satu menyerang dari kanan. Keduanya menusuk ke arah telapak tangan Diskra.Cahaya putih yang menyilaukan meledak dari kedua tangan Diskra. Kekuatan dahsyat yang dipancarkannya bagaikan kekacauan purba yang menekan dari langit.Tang! Tang! Begitu benturan terjadi, Pedang Ungu-Hijau langsung terpental. Jelas terl

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2444

    "Siapa di sana?" Diskra langsung terkejut.Dia buru-buru menoleh dan melihat seorang lelaki tua berpakaian compang-camping sedang berjalan ke arah mereka dari kejauhan. Rambut lelaki tua itu sudah memutih seluruhnya, tampak kering dan kusut.Yang lebih aneh lagi, sebuah pedang batu tertancap di atas kepalanya. Saat berjalan, tak terdengar suara langkah sedikit pun dari kakinya. Rasanya seolah dia hanya sesosok arwah yang melayang.Diskra menatap lelaki tua itu. Tatapannya sedalam jurang. Dengan suara dingin, dia bertanya, "Siapa kamu?""Aku siapa? Aku siapa?" Lelaki tua dekil itu terus mengulang kalimat yang sama. Tatapannya kosong, bagaikan mayat hidup tanpa kesadaran."Cuma orang gila yang otaknya bermasalah ya? Heh." Diskra tersenyum tipis. Dia tidak lagi memedulikan lelaki tua itu, kembali mengalihkan pandangannya kepada Ewan dan Nazar."Aku sarankan kalian berhenti melarikan diri. Dengan kemampuan yang menyedihkan seperti itu, mustahil kalian bisa lolos dari tanganku. Terima saja

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2443

    "Uhuk! Uhuk!" Ewan terjatuh ke tanah sambil batuk darah."Bocah, gimana keadaanmu?" Nazar berlari menghampiri dan membantu Ewan berdiri.Orang tua itu tiba-tiba saja marah dan membentak, "Dasar bodoh! Buat apa kamu menahannya demi aku? Kalau tadi yang tertembus itu jantungmu, kamu sudah mati!"Ewan mendengus kesal. "Kalau aku nggak menahannya, yang mati justru kamu.""Omong kosong!" bantah Nazar. "Aku ini diberkahi keberuntungan besar. Mana mungkin mati?""Sudah, di saat seperti ini jangan terus keras kepala."Nazar menghela napas panjang. "Diskra terlalu kuat. Kita bukan tandingannya. Kita harus cari cara buat kabur.""Kamu pikir dari tadi aku nggak mau lari?" balas Ewan. "Di depan ahli tingkat puncak maharaja, kita sama sekali nggak punya kesempatan buat melarikan diri.""Siapa bilang nggak ada kesempatan?" Nazar merendahkan suaranya. "Kita masih bisa mencoba."Ewan sedikit terkejut. Dari nada bicaranya, sepertinya Nazar masih memiliki kartu as yang belum digunakan."Memangnya kamu m

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2442

    Diskra melepaskan sembilan puluh sembilan energi naganya. Langit dan bumi seakan terguncang. Seluruh tubuhnya memancarkan aura tak terkalahkan.'Gila, orang ini ternyata ahli tingkat puncak maharaja. Kali ini aku benar-benar tamat,' batin Nazar dengan wajah dipenuhi keputusasaan.Keadaan Ewan tidak jauh berbeda. Rasa putus asa mulai muncul di dalam hatinya. Dengan kultivasinya saat ini, menghadapi ahli tingkat maharaja biasa saja sudah sangat sulit, apalagi menghadapi ahli tingkat puncak maharaja.Buk! Lengan kanan Diskra terangkat. Empat Kaldron Kosmik yang bertumpuk itu ditahan dengan mudah oleh telapak tangannya.Pupil mata Ewan langsung ciut. Empat Kaldron Kosmik yang ditumpuk bersama setidaknya berbobot 200 ratus ribu kilogram. Namun, Diskra mengangkatnya dengan begitu santai. Sungguh mengerikan!"Bocah, kamu mau menghentikan aku membunuh dia ya? Harus kuakui, kamu terlalu naif." Diskra menatap Ewan sambil mencibir dingin.Kemudian, tangan yang semula mengendalikan Nazar tiba-tiba

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2441

    Napas Nazar tersendat. Seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan.Telapak tangan Diskra memancarkan daya isap yang luar biasa besar. Nazar sama sekali tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri.Dia bagaikan mayat hidup yang kehilangan kehendak, perlahan tertarik mendekati Diskra."Tekan!" teriak Ewan dengan keras.Sebuah Kaldron Kosmik jatuh dari udara dan mengincar kepala Diskra. Diskra mengayunkan telapak tangan kirinya ke belakang dan menahan Kaldron Kosmik itu.Dengan senyum dingin dia berkata, "Cuma sebuah tungku, bisa apa?"Ewan kembali berteriak, "Membesar!"Duar! Kaldron Kosmik itu langsung mengembang, bagaikan gunung raksasa dengan berat ratusan ribu kilogram.Diskra tidak sempat mengantisipasinya. Telapak tangannya langsung terdorong turun."Angkat!" Diskra berseru pelan.Cahaya putih terpancar dari telapak tangannya. Sesaat kemudian, telapak tangan yang tadi turun kembali terangkat.'Sial!' Kulit kepala Ewan langsung merinding. Tanpa ragu, dia mengeluarkan Kaldron Kosmik kedua.

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status