Share

Bab 2519

Author: Rexa Pariaman
'Apa sebenarnya yang sedang direncanakan tua bangka ini?'

Ewan dipenuhi rasa penasaran.

"Baiklah, nona sekalian, apakah masih ada pertanyaan?" kata Nazar. "Kalau nggak ada, mari kita tinggalkan tempat ini."

"Pendeta, aku masih punya satu pertanyaan," kata Midori. "Di mana aku dan Ketua tinggal?"

Nazar menjawab, "Bukankah tadi sudah kujelaskan? Semua kebutuhan hidup kalian di dunia fana akan diatur oleh Ewan. Kalian tinggal sama dia saja."

Tinggal bersama seorang pria?

Dewi Kembang sedikit merasa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2883

    Lelaki tua itu mengenakan pakaian hitam. Rambut dan janggutnya telah memutih, sementara aura yang sangat kuat terpancar dari tubuhnya.Bodhisattva Naga baru meliriknya sekilas, tetapi sudah merasa jiwanya bergetar. Ini adalah penindasan mutlak akibat perbedaan tingkat kultivasi."Orang ini adalah ahli tingkat jiwa baru!"Bodhisattva Naga terkejut. Niat untuk mundur langsung muncul di benaknya. Namun, baru saja kakinya bergerak, dia merasakan aura kuat lain menguncinya. Dia menoleh dan melihat sesosok tubuh perlahan muncul dari udara.Sosok itu adalah seorang pria paruh baya.Pria itu berwajah persegi, rambutnya diikat dengan mahkota emas, dan sebilah pedang dewa tersandang miring di punggungnya. Meskipun berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung, suara dentingan pedang terus terdengar dari tubuhnya."Ahli tingkat jiwa baru lagi!"Wajah Bodhisattva Naga berubah serius."Hehehe ...."Tiba-tiba, tawa aneh yang melengking dan tajam menggema di angkasa, membuat siapa pun yang mendeng

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2882

    Brak!Tinju Bodhisattva Naga tiba-tiba membesar hingga ratusan kali lipat, bagaikan peluru meriam raksasa yang menghantam bayangan pedang besar itu dengan keras.Begitu tinjunya memelesat, ruang pun hancur.Gelombang kejut yang dahsyat menyebar ke segala penjuru. Semua gunung dalam radius seribu meter hancur berkeping-keping. Para murid Aliran Hitam Putih yang menyaksikan pertarungan itu ketakutan dan buru-buru mundur."Pfftt!"Bayangan pedang raksasa itu langsung hancur. Sesaat kemudian, Mohit memuntahkan darah dan terpental jauh hingga menghantam serta menghancurkan tembok kota yang tinggi dan kokoh.Sementara itu, Bodhisattva Naga tetap berdiri di tempat. Sembilan gua surgawi melayang di belakangnya, sementara aura dahsyat terpancar dari tubuhnya, membuatnya tampak bagaikan dewa.Beberapa saat kemudian."Uhuk, uhuk ...."Suara batuk terdengar dari bawah reruntuhan tembok kota. Tak lama kemudian, Mohit merangkak keluar dari puing-puing.Saat ini, Mohit sama sekali tidak lagi terlihat

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2881

    "Orang ini benar-benar lawan tangguh yang luar biasa. Aku harus segera mengalahkannya."Setelah berpikir demikian, Mohit mengarahkan pedang panjangnya ke langit dan berteriak, "Kitab Pedang Sembilan Neraka, Tebasan Pemungkas!"Sring! Sring! Sring!Energi pedang memelesat satu demi satu, bagaikan naga-naga yang menerjang keluar. Dalam sekejap mata, seratus ribu energi pedang kembali muncul di udara.Setiap energi pedang memiliki panjang puluhan meter dan membentuk hutan pedang raksasa. Dentingan pedang bergema tanpa henti, sementara raungan pedang mengguncang langit. Pemandangan kali ini lebih mengerikan sepuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.Seketika, hawa pembunuh yang dingin menyelimuti langit dan bumi, membuat siapa pun seolah berada di Neraka Sembilan Dunia."Putra Suci Ke-18 sudah menggunakan Tebasan Pemungkas. Ini adalah kartu truf terkuatnya.""Bodhisattva Naga akan mati.""Perintah Tetua Keenam adalah menangkap Bodhisattva Naga hidup-hidup. Kalau Bodhisattva Naga mati, apa

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2880

    Energi pedang memelesat bagaikan pelangi, menembus langit dan bumi. Seratus ribu energi pedang memenuhi udara dengan aura pembunuh yang mengerikan. Kemudian, Mohit mengayunkan pedang panjang di tangannya.Ngung!Seratus ribu energi pedang itu seketika berubah, saling berjalin dan membentuk jaring pedang raksasa yang mengerikan."Musnah!" teriak Mohit dengan keras.Dalam sekejap, jaring pedang itu menekan ke bawah dengan cepat. Aura kehancuran yang mengerikan menyebar darinya dan menyelimuti Bodhisattva Naga, seolah hendak mencabik-cabik tubuhnya hingga hancur berkeping-keping.Namun saat melihat pemandangan tersebut, alih-alih takut, semangat bertarung Bodhisattva Naga malah semakin berkobar."Bagus!"Bodhisattva Naga berteriak keras dan memelesat ke langit. Tinjunya menghantam maju tanpa gentar, membombardir jaring pedang itu bertubi-tubi.Pada saat ini, Bodhisattva Naga bagaikan Dewa Perang yang tak terkalahkan. Cahaya ilahi memancar dari tubuhnya, membuatnya tampak seolah memiliki t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2879

    Brak!Bodhisattva Naga memelesat bagaikan peluru meriam dan menembus udara. Tinju kanannya membawa kekuatan dahsyat yang mengguncang langit dan menghantam Mohit dengan ganas.Wajah Mohit berubah serius. Meskipun mereka masih saling menguji, dia sudah merasakan tekanan yang sangat besar dari Bodhisattva Naga."Roar!"Mohit meraung keras dan mengerahkan kekuatannya, lalu menyambut serangan itu dengan cepat.Detik berikutnya.Brak!Tubuh Mohit terpental dan jatuh ke tanah beberapa ratus meter jauhnya sambil memuntahkan darah."Apa? Putra Suci ke-18 kalah?"Di kejauhan, para murid Aliran Hitam Putih yang menyaksikan pertarungan itu terkejut hingga bergidik."Bodhisattva Naga itu benar-benar monster!""Pantas saja dia searogan itu. Kekuatannya memang mengerikan!""Gawat! Putra Suci ke-18 nggak mampu menahan Bodhisattva Naga. Bagaimana ini?"Saat itu, seorang ahli tingkat awal gua surgawi berkata, "Jangan panik. Putra Suci ke-18 belum kalah. Tadi mereka hanya saling menguji. Setelah ini, Put

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2878

    Malam itu, Bodhisattva Naga bermimpi indah.Dia bermimpi telah mengalahkan semua ahli tingkat gua surgawi di dunia kultivasi. Baik para putra suci dari berbagai sekte besar maupun para genius berbakat luar biasa, semuanya dia injak di bawah kakinya.Pada akhirnya, namanya menggema di seluruh dunia kultivasi."Kalau langit tidak melahirkanku, dunia kultivasi mungkin akan diselimuti kegelapan abadi!"Ngung!Tiba-tiba, aura dingin menyelimuti seluruh tempat. Bodhisattva Naga yang sedang tertidur seketika membuka matanya."Putra suci Aliran Hitam Putih sudah datang?"Bodhisattva Naga sedikit bersemangat. Dia berjalan ke jendela dan melihat seorang pemuda berpakaian putih berdiri di bawah.Pemuda itu membawa pedang panjang di punggungnya dan berparas rupawan. Di belakangnya berdiri tiga ahli tingkat awal gua surgawi dan lebih dari seratus murid Aliran Hitam Putih. Mereka adalah orang-orang yang datang tadi malam.Pemuda itu seolah merasakan sesuatu. Dia mendongak ke arah Bodhisattva Naga de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status