LOGIN"Baiklah. Kamu sudah berhasil memahami dasar Teknik Pembantaian. Selama kamu terus berlatih dengan tekun, suatu hari nanti, seiring meningkatnya kultivasimu, kamu pasti akan menguasainya hingga tingkat sempurna."Ewan berkata, "Sekarang aku akan mengajarkan kepadamu jurus rahasia peninggalan pendiri Akademi Bayanaka, Pramesta, yaitu Kombinasi 13 Jurus.""Aku akan memperagakannya sekali. Perhatikan baik-baik."Setelah berkata demikian, Ewan mulai memperagakan Kombinasi 13 Jurus. Dia sengaja menekan kultivasinya dan memperlambat setiap gerakan agar Zayn dapat melihat dan mengingatnya dengan jelas.Setelah selesai memperagakannya sekali."Sudah ingat?" tanya Ewan."Sudah 90 persen. Masih ada beberapa detail yang belum kuingat," jawab Zayn.Ewan berkata, "Nggak apa-apa. Berlatihlah dulu. Kalau ada bagian yang nggak kamu pahami, tanyakan kepadaku."Zayn mengangguk, lalu mulai berlatih. Di bawah bimbingan Ewan, hanya dalam waktu setengah jam, Zayn berhasil menguasai Kombinasi 13 Jurus.Setel
Baru saja Ewan menutup telepon, panggilan dari Nazar kembali masuk."Si tua bangka itu selalu saja mengelabuiku supaya pergi ke Gunung Mahameru. Pasti ada niat buruk."Ewan langsung mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku."Bos, Koji baik-baik saja, 'kan?" tanya Zayn dengan suara pelan."Dia sudah berhasil melewati petaka alam dan semua lukanya juga sudah sembuh. Dia hanya perlu sedikit waktu untuk menstabilkan kultivasinya." Ewan kembali melirik Segel Kehidupan, lalu menghela napas. "Kecepatan peningkatan kultivasi Koji benar-benar luar biasa."Zayn berkata dengan iri, "Benar sekali. Waktu pertama kali bertemu Koji, aku masih bisa bertukar beberapa jurus dengannya. Tapi sekarang, dia cukup menekanku dengan satu jari saja untuk membunuhku. Benar-benar bikin iri.""Ngomong-ngomong, gimana perkembangan kekuatanmu belakangan ini?" tanya Ewan.Zayn tersenyum pahit. "Masih sama saja, nggak ada kemajuan."Baru saat itu Ewan teringat bahwa dia masih memegang sehelai daun Pohon Ema
"Jadi, apakah hukum langit memang berbelas kasih dan nggak mencelakai yang nggak bersalah, atau ...."Ewan mendongak ke langit, lalu berpikir dalam hati, 'Atau ada seseorang yang mengendalikan petaka alam?'Pikiran itu sendiri membuatnya terkejut.Sejak zaman dahulu, setiap kultivator harus menghadapi petaka alam. Bahkan seorang santo pun tidak terkecuali. Jika benar ada seseorang yang mampu mengendalikan petaka alam, lalu siapakah orang itu?Dan setinggi apa tingkat kultivasinya?Ewan segera mengusir lamunan itu dan kembali memusatkan perhatian pada Koji yang sedang menghadapi petaka alam.Petaka alam terakhir benar-benar luar biasa dahsyat. Koji tidak tahu sudah berapa kali dihantam hingga terpental. Namun setiap kali terpental, dia selalu bangkit kembali dan terus melawan petaka alam.Saat ini tubuh Koji penuh dengan luka. Darah hitam menutupi seluruh tubuhnya.Lima menit pun berlalu."Pfft!"Koji tiba-tiba memuntahkan seteguk darah, lalu jatuh dari udara dengan kepala lebih dulu me
Swish!Sesosok bayangan berubah menjadi seberkas cahaya dan dalam sekejap muncul di atas kepala Koji."Itu ular naga!"Ular naga itu akhirnya muncul.Tubuhnya tiba-tiba membesar hingga mencapai belasan meter. Sisik-sisik di sekujur tubuhnya memancarkan cahaya keemasan yang samar. Begitu muncul, ia langsung membuka mulut lebar-lebar dan melahap petir tanpa henti.Perubahan ini membuat para murid Organisasi Draken terkejut."Ya ampun, ada naga!""Jadi naga yang ada dalam legenda benar-benar ada!""Sudah kubilang, naga yang menjadi salah satu dari 12 zodiak pasti bukan sekadar rekaan orang zaman dahulu. Nggak kusangka seumur hidupku bisa melihat naga sungguhan."Ular naga itu memiliki sepasang tanduk di kepalanya, kumis di bawah rahangnya, dua cakar di bagian perut, ditambah sisik-sisik yang menutupi tubuhnya serta ukurannya yang sangat besar. Tak heran para murid Organisasi Draken mengiranya sebagai naga sejati."Dasar orang-orang yang nggak berwawasan," kata Zayn dengan nada meremehkan.
"Petaka alam yang sangat kuat!"Zayn sampai merasakan kulit kepalanya kesemutan saat melihatnya."Ini adalah petaka alam untuk tingkat maharaja. Selama berhasil melewatinya, Koji akan menjadi seorang ahli tingkat maharaja," kata Ewan.Sejujurnya, dia juga sedikit terkejut.Bakat bela dirinya sudah bisa dikatakan luar biasa, tetapi dia tidak menyangka bakat Koji juga begitu mengerikan.Belum lama ini Koji baru saja menjadi seorang kultivator tingkat fondasi. Namun, baru berapa lama berlalu, sekarang dia sudah mulai menerobos ke tingkat maharaja. Kecepatan kultivasi seperti ini benar-benar bisa disebut sebagai monster."Kemungkinan besar ini juga karena Segel Kehidupan."Ewan membuka mata batin. Tatapannya langsung menembus kabut hitam yang bergulung dan petir yang tak berujung, hingga melihat Koji yang sedang melawan petaka alam.Saat ini, Koji berada di tengah petaka alam, terus-menerus melayangkan tinjunya untuk menghantam petir itu. Ewan memperhatikan bahwa Segel Kehidupan di punggun
Ewan menoleh dan menyapu pandangan ke sekeliling. Dia mendapati ada banyak pos penjagaan tersembunyi di sekitar vila, semuanya dijaga oleh murid Organisasi Draken.Saat berjalan ke gerbang utama, dia juga berpapasan dengan beberapa regu patroli."Ketua!"Begitu melihat Ewan, para murid Organisasi Draken itu langsung membungkuk memberi hormat."Ya, terima kasih atas kerja keras kalian." Ewan mengangguk pelan.Saat itu juga, Zayn keluar dari dalam vila dan berkata, "Bos, aku khawatir keributan yang dibuat Koji terlalu besar, jadi aku menempatkan beberapa murid Organisasi Draken untuk berjaga di sini.""Kerja bagus." Ewan bertanya, "Keributan sebesar ini nggak membuat para tetangga ketakutan, 'kan?"Zayn menjawab, "Bos, tenang saja. Kompleks vila ini dikembangkan oleh perusahaan milik Organisasi Draken. Vila-vila di sekitarnya masih belum terjual, jadi belum ada tetangga.""Baguslah." Ewan mengangkat kepala, melirik awan hitam yang menggantung di atas atap, lalu bertanya, "Sudah berapa la







