Share

Bab 2902

Author: Rexa Pariaman
Di dalam Cermin Penyingkap Langit tampaklah Kota Purnama. Kemudian, gambarnya berubah. Kediaman Penguasa Kota pun muncul.

Saat itu, Kediaman Penguasa Kota dihiasi dekorasi meriah, dipenuhi suasana sukacita. Di luar gerbang, banyak orang berkumpul untuk menyambut putra Penguasa Kota, Ian, pulang.

Tak lama kemudian, Ian muncul dengan menunggangi kuda perang, tampak gagah dan penuh semangat.

Fathan memimpin sekelompok orang berdiri di depan gerbang. Melihat Ian kembali, dia tersenyum sambil mengata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2903

    Wajah Tetua Keenam juga tampak muram.Di dalam Cermin Penyingkap Langit, gambarnya terus berubah. Setelah Fathan membunuh ribuan prajurit, dia bertarung mati-matian melawan Ewan.Fathan mengeluarkan segala macam jurus dan bahkan menggunakan beberapa pusaka sihir, tetapi sama sekali tidak mampu menahan Ewan.Tetua Keenam menyipitkan mata, menatap Cambuk Penghancur Dewa di tangan Ewan, lalu berkata, "Cambuk kayu itu benar-benar aneh."Tiba-tiba, sebuah kaldron raksasa muncul dalam gambar dan melayang di angkasa. Meskipun hanya sedang menelusuri kembali ruang dan waktu, Tetua Keenam tetap bisa merasakan aura seorang maharaja."Senjata ilahi!" Hati Tetua Keenam bergetar hebat, wajahnya dipenuhi keterkejutan. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Ewan ternyata memiliki sebuah senjata ilahi.Tepat pada saat itu, tiba-tiba muncul sebuah retakan pada Cermin Penyingkap Langit. Krek!"Celaka." Tetua Keenam segera berhenti menyalurkan energi murni dan menarik kembali Cermin Penyingkap Langit. Mel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2902

    Di dalam Cermin Penyingkap Langit tampaklah Kota Purnama. Kemudian, gambarnya berubah. Kediaman Penguasa Kota pun muncul.Saat itu, Kediaman Penguasa Kota dihiasi dekorasi meriah, dipenuhi suasana sukacita. Di luar gerbang, banyak orang berkumpul untuk menyambut putra Penguasa Kota, Ian, pulang.Tak lama kemudian, Ian muncul dengan menunggangi kuda perang, tampak gagah dan penuh semangat.Fathan memimpin sekelompok orang berdiri di depan gerbang. Melihat Ian kembali, dia tersenyum sambil mengatakan sesuatu.Puspita mengerti bahwa Tetua Keenam sedang menggunakan Cermin Penyingkap Langit untuk menelusuri kembali ruang dan waktu serta menampilkan kembali kejadian yang terjadi saat itu.Matanya terus terpaku pada Cermin Penyingkap Langit. Dia sangat ingin tahu siapa sebenarnya pelakunya.Bodhisattva Naga yang terbaring di lantai juga mengangkat kepala dan menatap Cermin Penyingkap Langit.Tiba-tiba, sebuah cambuk kayu muncul dari udara dan menghantam Ian yang sedang menunggang kuda hingga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2901

    "Bukan aku pelakunya!" Bodhisattva Naga sontak berteriak, "Memang benar aku Bodhisattva Naga, tapi aku nggak pernah pergi ke Kota Purnama, nggak pernah membunuh Fathan, apalagi membantai prajurit.""Selain itu, tingkat kultivasiku rendah. Mana mungkin aku berani menantang Aliran Hitam Putih?""Anggap saja semua itu benar-benar perbuatanku, memangnya aku akan meninggalkan namaku? Bukannya itu sama saja cari mati?"Puspita tertawa saking marahnya. "Kalau bukan kamu yang melakukannya, siapa lagi?""Meskipun aku nggak tahu siapa pelakunya, jelas ada seseorang yang ingin menjebakku," sahut Bodhisattva Naga. Dia berkata dengan penuh kebencian, "Kalau sampai aku tahu siapa yang menjebakku, aku pasti nggak akan melepaskannya.""Sudahlah. Sekarang semuanya sudah seperti ini, jangan berkilah lagi." Puspita mengira Bodhisattva Naga sedang berbohong. Dia tidak mau membuang waktu lagi dan mengangkatnya, bersiap meninggalkan aula utama."Tunggu!" Tetua Keenam tiba-tiba angkat bicara. Tatapannya ding

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2900

    Jurang Pemusnah Jiwa adalah salah satu tempat terlarang milik Aliran Hitam Putih. Di dalamnya dipelihara berbagai hewan ilahi. Tempat ini juga merupakan tempat yang paling ditakuti oleh para murid Aliran Hitam Putih.Jika ada anggota sekte yang melakukan kejahatan besar, dia akan dilemparkan ke Jurang Pemusnah Jiwa untuk menjadi makanan hewan ilahi.Setelah melalui pelatihan, hewan-hewan ilahi ini menjadi sangat ganas. Setelah seorang tahanan dilemparkan ke dalam, mereka tidak akan langsung menelannya dalam sekali lahap, melainkan akan mengunyahnya perlahan, mulai dari kaki hingga akhirnya memakan kepalanya.Proses ini berlangsung sangat lama. Terkadang baru selesai setelah beberapa hari. Selama itu, tahanan harus mengalami siksaan yang luar biasa menyakitkan.Puspita berkata, "Orang ini sudah melakukan kejahatan besar. Sudah sepantasnya dia merasakan bagaimana rasanya dimangsa hewan ilahi. Aku akan membawanya ke Jurang Pemusnah Jiwa sekarang."Setelah berkata demikian, dia langsung me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2899

    Ewan menerima Pil Pemelihara Energi itu dan berkata, "Kamu terlalu baik padaku. Aku sampai nggak tahu bagaimana harus berterima kasih.""Tuan Willy, ini cuma sedikit tanda ketulusan saya. Nggak perlu berterima kasih," kata Cadit. "Kelak setelah Tuan menjadi murid Nenek Puspita, mohon banyak-banyak membantu saya."Ewan meyakinkannya, "Tenang saja. Aku pasti nggak akan melupakan kebaikanmu.""Kalau begitu, saya nggak akan mengganggu Tuan lagi. Saya pamit." Cadit menangkupkan tangan memberi hormat, lalu berbalik dan bersiap pergi."Tunggu." Ewan menghentikan Cadit dan berkata, "Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu. Bodhisattva Naga membunuh Penguasa Kota Purnama, Fathan. Aku ingin tahu, apa Fathan punya hubungan dengan Kak Rafli?"Cadit tersenyum. "Tentu saja ada. Tuan Fathan adalah adik kandung Tuan Rafli."'Sial ....' Hati Ewan berdegup kencang, tetapi wajahnya tetap tenang. Dia berkata, "Baik.""Saya pulang dulu." Cadit berpamitan dan pergi.Saat turun ke lantai bawah, Cadit bahka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2898

    Setelah pergi cukup jauh dari Kediaman Penguasa Kota, Nazar tak mampu lagi menahan kegembiraannya dan berkata, "Bocah, kali ini kita benar-benar untung besar. Dua ratus ribu batu spiritual sudah cukup untuk mengaktifkan Rune Formasi Mahasuci dua kali."Ewan berkata, "Kota Ampat adalah salah satu dari sepuluh kota yang berada di bawah kekuasaan Aliran Hitam Putih. Sebagai penguasa kota, Rafli bahkan harus meminta kepala pelayannya mengumpulkan 50 ribu batu spiritual. Benar-benar miskin."Nazar memutar bola matanya. "Kamu harus tahu bersyukur!""Dulu setelah membunuh Fathan, kamu cuma mendapatkan 30 ribu batu spiritual. Hari ini nggak cuma dapat 200 ribu batu spiritual, kamu juga mendapatkan Cincin Ruang. Hasilnya sungguh besar.""Oh ya, boleh nggak kalau Cincin Ruang itu ...."Sebelum Nazar selesai berbicara, Ewan langsung melemparkan cincin ruang itu kepadanya dan berkata, "Aku tahu kamu mengincar benda ini. Ambillah.""Kamu memang anak yang tahu balas budi." Nazar menangkap cincin itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status