Share

Bab 2934

Author: Rexa Pariaman
Nazar menatap Dewi Kembang dengan tercengang dan bertanya, "Dewi, bukannya kamu sudah hampir mati? Kenapa sekarang kamu malah terlihat begitu sehat?"

Mendengar pertanyaan itu, Midori juga tersadar dan bertanya, "Ketua, jangan-jangan ...."

"Racun api di tubuhku sudah hilang," sahut Dewi Kembang.

"Benarkah? Syukurlah!" Midori memeluk Dewi Kembang. Dia hampir saja menangis karena terlalu bahagia.

Nazar pun bertanya dengan penasaran, "Kondisi Dewi sebelumnya begitu parah. Kok bisa tiba-tiba sembuh?
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2935

    "Ganoderma berusia ribuan tahun!" Setelah melihat ganoderma itu, Nazar berseru kaget, lalu segera berlari menghampiri dan ikut menggigit. Sambil makan, dia berkata, "Hei, sisakan sedikit buatku."Dewi Kembang dan Midori menutup mulut sambil tertawa kecil."Lihat saja tingkahmu. Sampai-sampai berebut makanan dengan hewan ilahi. Apa nggak malu?" Setelah berkata demikian, Ewan menyapu pandangannya ke sekeliling. Seketika, dia menyadari bahwa hutan ini dipenuhi tanaman obat yang tumbuh begitu lebat.Semuanya adalah tanaman spiritual berusia ribuan tahun.Dewi Kembang juga menyadarinya. Keduanya saling bertukar pandang. Tanpa perlu berkata-kata, mereka langsung memahami satu sama lain dan memetik tanaman-tanaman spiritual itu.Setelah memakan beberapa gigitan ganoderma, Nazar melihat apa yang dilakukan Ewan dan Dewi Kembang. Dia baru menyadari apa yang sedang terjadi. Dia segera berteriak, "Sisakan sedikit buatku!"Setelah berkata demikian, dia bergegas memetik tanaman obat. Mereka pun sibu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2934

    Nazar menatap Dewi Kembang dengan tercengang dan bertanya, "Dewi, bukannya kamu sudah hampir mati? Kenapa sekarang kamu malah terlihat begitu sehat?"Mendengar pertanyaan itu, Midori juga tersadar dan bertanya, "Ketua, jangan-jangan ....""Racun api di tubuhku sudah hilang," sahut Dewi Kembang."Benarkah? Syukurlah!" Midori memeluk Dewi Kembang. Dia hampir saja menangis karena terlalu bahagia.Nazar pun bertanya dengan penasaran, "Kondisi Dewi sebelumnya begitu parah. Kok bisa tiba-tiba sembuh? Aku ingin tahu, dengan cara apa Dewi menghilangkan racunnya?"Midori ikut bertanya, "Ya, Ketua. Bagaimana Ketua menghilangkan racunnya?"Ekspresi Dewi Kembang tampak agak canggung. Dia melirik Ewan. Mana mungkin dia memberi tahu mereka bahwa racunnya hilang setelah berhubungan intim dengan Ewan.Ewan membantu menjelaskan, "Setelah aku jatuh ke dalam retakan, aku menemukan sebuah tanaman spiritual. Dewi Kembang sembuh setelah memakannya.""Segampang itu?" Nazar tidak percaya dan bertanya, "Bocah,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2933

    Namun, bukan hanya itu. Warna kulit di sekitar luka Nazar juga normal dan tidak berubah menjadi kehitaman.'Aneh. Racun Zamrud Salju sangat ganas. Seharusnya setelah digigit separah itu, tua bangka ini sudah mati. Kenapa dia baik-baik saja?' Ewan merasa bingung.Melihat Ewan terus menatapnya, Nazar berkata dengan tidak senang, "Lihat apa? Cepat tolong aku. Bocah, jangan-jangan kamu malah senang kalau aku hampir mati? Dasar nggak punya hati. Aduh ...."Nazar menjerit kesakitan sambil memegangi dadanya. Dengan lemas, dia berkata, "Bocah, cepat beri aku beberapa tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun. Kalau nggak, aku benar-benar akan mati ...."Saat ini, Ewan mengeluarkan Cambuk Pemukul Dewa."Waduh. Bocah kurang ajar, kamu mau apa?" teriak Nazar dengan kaget. Dia buru-buru berdiri dan menatap Ewan dengan ketakutan."Bukannya kamu hampir mati? Kok bisa bangun secepat itu?" tanya Ewan sambil tersenyum."Ini namanya tenaga terakhir sebelum ajal," jawab Nazar tanpa merasa malu.Tubuh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2932

    Ewan mendengar jeritan Nazar. Ketika mendongak, dia melihat kabut hitam menyelimuti bagian depan, sehingga sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas di mana tepatnya Nazar berada.Bam! Ewan kembali mengeluarkan sebuah Kaldron Kosmik.Seketika, dua Kaldron Kosmik melayang di atas kepalanya, memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan."Ayo!" Ewan menarik Dewi Kembang dan bergegas maju.Beberapa saat kemudian, akhirnya dia melihat Nazar.Nazar sedang dikepung ratusan Zamrud Salju. Jubah pendetanya dipenuhi luka, seluruh tubuhnya berlumuran darah. Meski begitu, dia masih melindungi Midori dengan erat di belakangnya.Ternyata orang tua sialan itu bisa diandalkan juga.Nazar melihat Ewan dan air matanya hampir berlinang karena kegirangan. Dia berteriak, "Bocah sialan, cepat tolong aku! Aku hampir mati .... Aduh!"Belum selesai berbicara, Nazar menjerit kesakitan. Seekor Zamrud Salju menggigit bahunya.Sret! Ewan melepaskan seutas energi pedang dari kejauhan dan menebas Zamrud Salju itu h

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2931

    Detik berikutnya, tubuh makhluk kecil itu berubah menjadi genangan air hitam yang mengeluarkan bau busuk luar biasa.Dewi Kembang tersadar dan segera bertanya dengan cemas, "Ewan, kamu nggak apa-apa?""Nggak apa-apa." Ewan mengangkat tangan kanannya. Pembengkakan di tangannya menyusut dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang. Warna kulitnya pun ikut kembali normal."Nggak kusangka, gigi makhluk kecil ini bisa menembus kulitku. Benar-benar aneh." Ewan merasa agak heran.Dia bisa dibilang sudah berpengalaman dan berpengetahuan luas, tetapi baru kali ini dia melihat makhluk kecil yang setelah mati, tubuhnya berubah menjadi air."Aku ingat sekarang. Makhluk kecil tadi adalah Zamrud Salju!"Dewi Kembang berkata, "Dulu aku pernah melihatnya di sebuah buku kuno. Pantas saja tadi aku merasa nggak asing saat melihatnya."'Zamrud Salju? Namanya cukup bagus,' pikir Ewan.Dewi Kembang berkata, "Kalau orang yang nggak tahu apa-apa mendengar nama ini, mereka mungkin mengira makhluk itu sema

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2930

    Mata Ewan terus menatap makhluk kecil itu tanpa berkedip. Dia mengamatinya dengan saksama.Penampilan makhluk kecil itu agak mirip hamster, hanya saja ukurannya bahkan lebih kecil daripada hamster, dengan tubuh yang dipenuhi bulu-bulu putih halus.Setelah merangkak dari rongga mata tengkorak, makhluk kecil itu berguling-guling di tanah. Matanya terpejam, sementara kedua cakar kecilnya terus menggaruk-garuk perutnya yang bulat. Tingkahnya tampak polos dan menggemaskan.Kalau pemandangan ini dilihat oleh para pencinta hewan peliharaan di dunia fana, mungkin hati mereka akan langsung luluh. Makhluk ini terlalu menggemaskan.Benar saja, setelah melihat makhluk kecil itu, Dewi Kembang berseru dengan gembira, "Lucu sekali!"Namun, Ewan justru semakin waspada.Tempat ini sangat dingin dan dipenuhi mayat serta kerangka. Dia tidak mengerti bagaimana makhluk kecil ini bisa bertahan hidup di sini."Vira, makhluk kecil ini sebenarnya apa? Kamu tahu?" tanya Ewan.Dewi Kembang menatap makhluk kecil

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status