Share

Bab 349

Author: Rexa Pariaman
"Lisa masih muda, belum banyak pengalaman. Tindakannya mengikuti kata hati. Kalau dia berbuat salah, seharusnya ayahnya yang mendidiknya. Orang lain nggak punya hak untuk menghukumnya. Kalian sampai mau bunuh dia. Apa kalian menganggapku sudah mati?"

Karim berbicara sambil terus menatap Hanjaya, sementara dua adiknya sama sekali diabaikannya.

"Karim, gimana caramu bicara pada Ayah? Kamu masih menghormati Ayah nggak?"

"Cukup Lisa yang bertindak kelewatan. Kamu ini sudah berusia 50-an, kenapa ikut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2152

    Ewan menoleh dan melihat Candy berdiri tidak jauh darinya. Wanita itu menatapnya dengan penuh senyum.Candy mengenakan jaket bulu panjang berwarna putih. Alisnya melengkung indah, hidungnya tampak mancung, dan wajahnya putih mulus. Saat tersenyum, muncul lesung pipit yang membuatnya tampak polos dan menggemaskan.Panggilannya itu langsung menarik perhatian beberapa orang di ruang tamu."Ewan sudah kembali?" Latif melambaikan tangan dan berkata, "Cepat kemari, temui Pak Travis."Keadaan sudah seperti ini, Ewan tidak bisa lagi kabur. Jadi, dia hanya bisa menegakkan kepala dan masuk ke ruang tamu."Salam, Pak Travis!" sapa Ewan dengan sopan. Travis menatap Ewan dan bertanya dengan ramah, "Kamu dari mana saja? Hari ini aku sengaja datang mencarimu."Mendengar itu, hati Ewan langsung berdebar.Jangan-jangan benar soal perjodohan?"Pak Travis, kamu mencariku untuk urusan pribadi atau urusan pekerjaan?" tanya Ewan dengan hati-hati.Travis tersenyum. "Urusan pekerjaan."Ewan sama sekali tidak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2151

    "Baik, kapan saja kamu datang aku sambut." Ewan tahu dia hanya bercanda, jadi tidak terlalu memikirkannya."Sudah manfaatin orang, langsung pura-pura nggak kenal, dasar bajingan!" Cantika mendengus dingin.Pada saat itu.Tit!Ponsel berbunyi.Ewan mengambil ponselnya dan melirik. Ternyata Aruna mengirim pesan kepadanya. Dalam pesan itu, Aruna memberi tahu bahwa dia dan Ega sudah meninggalkan ibu kota. Ewan membalas "Hati hati di jalan", lalu menindih tubuh Cantika."Kamu mau apa?" teriak Cantika dengan kaget.Ewan tersenyum nakal, "Olahraga ...."Entah berapa lama kemudian, semuanya akhirnya tenang.Cantika terengah-engah dan berkata, "Ada satu hal yang harus aku laporkan padamu.""Sekarang baru tahu mau lapor padaku?" kata Ewan. "Waktu kamu membunuh Dullah, kenapa nggak lapor sama aku?"Cantika menjelaskan, "Aku nggak melapor waktu membunuh Dullah karena aku tahu kamu akan mempertimbangkan hubunganmu dengan Barry dan nggak tega membunuh Dullah. Jadi, aku yang mengambil keputusan sendi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2150

    Awalnya Ewan sangat marah, tetapi setelah ulah Cantika itu, amarahnya menjadi tak tersalurkan.Yang paling penting, Cantika memang pintar, bahkan secara aktif menerima hukuman ... cambukan!Setelah hukuman selesai, Ewan bertanya dengan ekspresi dingin, "Merak, sekarang kamu sadar kesalahanmu?""Nggak," jawab Cantika yang tetap keras kepala.Ewan berkata, "Kalau aku ingin membunuh Dullah, dia nggak mungkin bisa keluar hidup-hidup dari Kota Terlarang.""Aku membiarkannya pergi hanya karena menghormati Barry. Lagi pula, dia sudah jadi orang cacat, dibiarkan hidup pun nggak masalah.""Kamu bertindak sendiri dan membunuh Dullah. Gimana orang-orang akan memandangku? Mereka hanya akan menganggapku kejam.""Memangnya kamu nggak kejam?" balas Cantika. "Tadi kamu juga kejam sekali padaku."Ewan tidak bisa berkata-kata."Sudahlah, sudahlah." Cantika berdiri, lalu bersandar di tubuh Ewan dan berkata, "Tenang saja, aku melakukannya dengan sangat rapi, orang luar nggak akan tahu.""Dullah memang buk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2149

    Ega berpikir sesaat, lalu mengangguk pelan. "Nama bagus. Mulai sekarang, kita sebut saja Ilmu Pedang Maha Ega!""Sekarang Ayah ajari kamu jurus tinju ciptaan Ayah." Setelah berkata demikian, Ega mulai memperagakan teknik tinjunya.Ewan memusatkan perhatian dan mengamati dengan saksama. Semakin lama melihat, semakin terkejut.Dia menyadari bahwa setiap pukulan dalam jurus tinju Ega memiliki aura kuat, keras, dan ganas hingga ke puncaknya, sama sekali tidak kalah dari Kombinasi 13 Jurus. Bahkan, jurus tinju ini juga mampu meningkatkan kekuatan tempur.Tak lama kemudian, Ega selesai memperagakan 36 jurus, lalu bertanya, "Kamu sudah ingat?""Sudah," jawab Ewan, lalu bertanya, "Ayah, apa nama jurus tinju ini?"Dia berpikir, jika jurus ini juga belum memiliki nama, dia akan membantu memberi nama.Ega berkata, "Dulu memang belum ada nama, tapi setelah pertempuran di Kota Terlarang, aku terpikir akan satu nama, Tinju Pembantai Naga.""Tinju Pembantai Naga?" Ewan tersenyum. "Terdengar gagah, ba

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2148

    Ega menjawab, "Aku juga nggak tahu apa sebenarnya rahasia dari peta harta itu. Karena dulu aku juga hanya mendapatkan satu bagian peta yang nggak lengkap.""Tapi, aku samar-samar mengetahui peta itu berkaitan dengan rahasia menjadi abadi."Hati Ewan bergetar. Rahasia menjadi abadi?Ega melanjutkan, "Dulu Manggala ingin menyingkirkanku. Selain karena takut padaku, ada satu alasan penting lagi. Dia ingin mendapatkan bagian peta harta yang ada di tanganku.""Kalau tebakanku nggak salah, bagian lainnya kemungkinan berada di Kota Terlarang."Ewan berkata, "Peta itu terbagi menjadi tiga bagian. Aku sudah mendapatkan dua bagian. Menurutku, satu bagian lagi ada di Kota Terlarang.""Tapi semalam aku sudah ke sana dan nggak menemukannya. Aku rasa kalau memang ada di Kota Terlarang, kemungkinan besar bagian terakhir itu ada di tangan penjaga kota.""Ngomong-ngomong, Ayah, penjaga kota itu sekarang di mana?""Dia sudah pergi ke dunia kultivasi," jawab Ega. "Beberapa tahun lalu, ada orang misterius

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2147

    "Karena itu, Akademi Mahameru nggak boleh tanpa penjaga."Ewan bertanya dengan penasaran, "Dunia kultivasi? Seperti apa dunia itu?""Singkatnya, itu adalah tempat berkumpulnya para kultivator abadi," kata Ega, wajahnya menunjukkan kerinduan. "Konon, di sana para ahli seperti awan, semua orang mengejar Tao untuk menjadi abadi dan hidup selamanya.""Para kultivator abadi di dunia fana harus pergi ke dunia kultivasi, begitu mencapai puncak tingkat maharaja. Kalau nggak, mereka akan dilenyapkan oleh hukum langit dan bumi."Ewan teringat perkataan Respati sebelum pergi, lalu bertanya, "Jadi, Guru Leluhur pergi ke dunia kultivasi?""Ya." Ega mengangguk.Hati Ewan terguncang. Kalau begitu, bukankah Respati adalah ahli di puncak tingkat maharaja?"Kalau begitu, kapan Guru Leluhur bisa kembali?" tanya Ewan lagi."Sulit dikatakan." Ega berkata, "Setiap dunia memiliki aturannya sendiri. Dunia fana nggak bisa menampung ahli di atas puncak tingkat maharaja. Begitu juga sebaliknya, orang dari dunia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status