Share

Bab 511

Author: Rexa Pariaman
Neva seperti seorang istri yang penuh perhatian. Dia bolak-balik dari dapur membawa lima sampai enam hidangan, ditambah buah dan camilan, hingga memenuhi meja makan.

"Neva, kenapa kamu pesan makanan sebanyak ini? Kita berdua saja mana mungkin bisa habis," kata Ewan.

"Nggak habis juga nggak masalah, yang penting kita makan dengan senang." Neva kemudian mengambil dua botol arak putih dari lemari minum.

Ewan terkejut, "Minum arak putih?"

"Kamu takut?" Neva menatapnya tajam.

"Aku paling suka minum a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1814

    Ewan tidak menyangka bahwa Cantika benar-benar meracuninya."Apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?"Sambil berteriak, Ewan diam-diam menggerakkan energi murni bawaan dalam tubuhnya, mencoba menetralkan racun itu. Namun tak disangka, energi murni bawaan itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap racun yang diberikan Cantika.Kenapa bisa begitu?Ewan sangat terkejut.Harus diketahui, dengan kekuatannya sekarang, Ewan hampir bisa kebal terhadap segala racun. Dia tidak menyangka masih bisa terkena racun Cantika. Ewan hanya merasa seluruh tubuhnya lemas dan tidak mampu mengerahkan sedikit pun kekuatan."Kamu sedang diam-diam mencoba menetralkan racun, ya?"Di sudut bibir Cantika muncul lengkungan senyum yang indah. Dia berkata sambil tersenyum, "Jangan buang tenaga, nggak ada gunanya.""Aku tahu kamu adalah ahli tingkat tinggi, jadi racun yang kugunakan untukmu bukan racun biasa. Racun ini buat kamu nggak bisa menggunakan tenaga dalam ataupun energi murni selama satu jam.""Sekarang kamu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1813

    "Mulai hari ini, Organisasi Draken akan mulai mengambil alih semua kekuatan dunia mafia di Negara Madonia. Dalam waktu enam bulan, Organisasi Draken akan menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah di Negara Madonia!""Yang mengikuti aku akan makmur, yang melawan aku akan binasa."Suara Ewan bergemuruh di telinga setiap orang yang hadir.Semua orang di tempat itu terkejut.Meskipun Organisasi Draken sudah mendapatkan wilayah Miro, menaklukkan 14 provinsi di utara, serta Papandaya, Soharia, dan beberapa wilayah lain. Masih ada banyak provinsi yang kekuatan dunia bawah tanahnya belum dibersihkan.Ucapan Ewan ini sama saja dengan menyatakan perang kepada kekuatan dunia bawah tanah di provinsi-provinsi tersebut.Para tamu memandang ke arah tebing. Di sana, berdiri sosok pemuda berwajah agak lembut. Namun, dalam hati mereka semua muncul satu pertanyaan.Menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah Negara Madonia dalam waktu enam bulan ... apakah dia benar-benar bisa melakukannya?Ewan be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1812

    Setelah para tamu selesai memberikan penghormatan terakhir, puluhan ribu murid Organisasi Draken kemudian masuk ke ruang duka secara bergiliran untuk berpamitan kepada Sida.Setelah itu, Mini memeluk papan arwah dan berjalan keluar dari ruang duka.Ewan, Kirin, Cantika, Nazar, Tandi, Logan, Abyaz, dan Ricky mengangkat peti jenazah dan membawanya keluar. Mereka berjalan menyusuri tepi tebing, lalu meletakkan peti itu di depan patung perunggu Sida.Patung perunggu Sida setinggi 15 meter. Dia mengenakan jubah biru dan menatap lurus ke depan. Meski hanya patung perunggu, wibawanya terpancar kuat, tampak hidup dan tidak bisa diganggu gugat.Di depan patung itu berdiri empat pilar batu besar. Di atas pilar-pilar itu terukir motif naga, tampak megah dan penuh aura kebesaran. Di kaki patung berdiri tiga buah prasasti batu. Pada prasasti di sebelah kiri terukir riwayat hidup Sida.Pada prasasti di tengah tertulis beberapa kata:[ Ketua Organisasi Draken, Sida. ]Sedangkan pada prasasti di sebel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1811

    Ewan segera membalas salam itu dan berkata, "Tuan telah menempuh perjalanan jauh ke wilayah Miro untuk mengantar Sida di perjalanan terakhirnya. Aku sangat berterima kasih. Kalau suatu hari aku punya waktu, aku pasti akan datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Sharaka berkata, "Pak Ewan terlalu sopan. Sida adalah seorang tokoh luar biasa di zaman ini. Kini dia mengalami musibah dan meninggal dunia, semua orang turut berduka. Bisa datang mengantar Sida di perjalanan terakhirnya adalah kehormatan bagiku."Sharaka melanjutkan, "Selain untuk mengantar Sida, masih ada tujuan lain aku datang ke sini."Ewan berkata, "Silakan bicara."Sharaka berkata, "Sebelum aku datang, guruku berulang kali berpesan agar aku mengundang Pak Ewan untuk datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Ewan segera bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu?"Sharaka menjawab, "Guruku adalah Master Sunnata."Ewan langsung merasa terkejut.Sunnata adalah pemimpin Akademi Bayanaka saat ini, sekaligus ahli yang menempati peringkat

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1810

    Suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap. Hanya kata-kata Ewan yang terus bergema di telinga semua orang."Kota Terlarang ... ternyata cuma segini ...."Ewan berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Dia berjalan ke arah Maprana, lalu mencabut Pedang Cahaya Senja dari jantungnya.Kemudian, dia mengayunkan pedang.Pfftt!Kepala Maprana terjatuh ke tanah.Terlihat darah menetes sedikit demi sedikit dari Pedang Cahaya Senja ke tanah. Namun hanya dalam sekejap, tidak ada lagi darah yang menempel di pedang itu. Bilahnya kembali bersinar.Ewan berbalik dan berjalan ke arah jasad Mariadi dan Magana, lalu kembali mengayunkan pedang dua kali.Pfft!Pfft!Dua kepala terbang ke udara, diiringi hujan darah.Pemandangan itu sangat mengerikan. Semua orang merasa tubuh mereka bergidik. Bahkan, beberapa orang yang agak penakut langsung pingsan karena melihat tindakan Ewan yang begitu kejam.Ekspresi Ewan tampak dingin. Dia memegang Pedang Cahaya Senja dengan wibawa yang tak tertandingi. Waktu se

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1809

    Mini berkata, "Lihat saja keadaan Kakak sekarang. Bahkan kalau Ewan memaksamu, Kakak juga nggak akan melawan, 'kan?"Wajah Tiara langsung memerah. Dia melotot ke arah Mini dan berkata dengan manja, "Apa yang kamu bicarakan? Pak Ewan adalah orang yang jujur dan terhormat. Mana mungkin dia memaksaku?"Selesai sudah, Tiara benar-benar telah jatuh hati.Mini merasa sangat tidak berdaya.....Klang!Tinju dan bayangan tombak bertabrakan keras, menghasilkan dentuman yang terus-menerus. Ewan hanya merasakan seluruh tubuhnya dipenuhi sensasi yang luar biasa.Alasan dia menggunakan tinjunya untuk menghadapi bayangan tombak itu adalah karena dia ingin melihat, setelah berhasil melatih aliran energi murni ketiga, seberapa kuat tubuh fisiknya sekarang.Hasilnya membuatnya sangat puas.Dalam waktu kurang dari 20 detik, Ewan melayangkan 108 pukulan berturut-turut.Setiap pukulan memiliki kekuatan yang luar biasa besar. Ditambah energi murni bawaan yang mengalir tanpa henti di dalam tubuhnya, kekuata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 98

    Raja Naga bereaksi paling cepat. Begitu melihat Warsito menyerbu ke arah Ewan, dia langsung melangkah cepat untuk menghalangi jalannya."Minggir!" Warsito mengayunkan tinjunya.Raja Naga langsung menyambut dengan pukulan balasan.Duar! Dua kepalan tangan bertabrakan dengan keras, menciptakan suara l

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 40

    Di Kota Papandaya, ada dua gunung yang sangat terkenal. Satu adalah Gunung Kabut yang merupakan tempat berkumpulnya para pejabat dan orang-orang berkuasa. Satunya lagi adalah Gunung Selatan yang sunyi dan tak berpenghuni.Saat ini.Di puncak Gunung Selatan, beberapa anak buah Henry sedang menggali l

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 102

    Laksh akhirnya tersadar dari keterkejutannya. Begitu melihat Ewan mengisyaratkan dengan jari agar dia mendekat, wajahnya langsung memerah karena marah.Di matanya, gerakan Ewan itu jelas-jelas sebuah penghinaan!Seorang dokter kecil berani-beraninya bersikap seperti itu padanya? Apa pantas?Laksh me

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 29

    "Kamu pasti merasa jijik padaku!" keluh Lisa yang marah. Kedua matanya yang indah berkaca-kaca, sepertinya dia hampir menangis.Ewan segera membujuk, "Kak Lisa, aku benar-benar nggak merasa jijik padamu ...."Lisa menyergah, "Kalau begitu, kamu makan roti isinya. Asalkan kamu habiskan setengah roti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status