Share

Bab 557

Author: Rexa Pariaman
"Aku nggak memfitnah Yuki. Apa yang kukatakan semuanya benar, dia memang istri mudaku."

Semakin serius Ewan berbicara, Michiko semakin tidak percaya.

"Pak, apa kamu sedang demam? Sepertinya pikiranmu nggak jernih. Bagaimana kalau kubawa kamu ke rumah sakit?"

"Kalau kamu nggak percaya, nanti setelah sampai di tempat yang kamu sebut Zen itu, Yuki pasti akan menemuiku."

"Pak, sebaiknya kita ke rumah sakit saja, ya?"

Michiko kini benar-benar curiga kalau kepala Ewan sudah tidak waras.

Yuki adalah De
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1814

    Ewan tidak menyangka bahwa Cantika benar-benar meracuninya."Apa sebenarnya yang ingin kamu lakukan?"Sambil berteriak, Ewan diam-diam menggerakkan energi murni bawaan dalam tubuhnya, mencoba menetralkan racun itu. Namun tak disangka, energi murni bawaan itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap racun yang diberikan Cantika.Kenapa bisa begitu?Ewan sangat terkejut.Harus diketahui, dengan kekuatannya sekarang, Ewan hampir bisa kebal terhadap segala racun. Dia tidak menyangka masih bisa terkena racun Cantika. Ewan hanya merasa seluruh tubuhnya lemas dan tidak mampu mengerahkan sedikit pun kekuatan."Kamu sedang diam-diam mencoba menetralkan racun, ya?"Di sudut bibir Cantika muncul lengkungan senyum yang indah. Dia berkata sambil tersenyum, "Jangan buang tenaga, nggak ada gunanya.""Aku tahu kamu adalah ahli tingkat tinggi, jadi racun yang kugunakan untukmu bukan racun biasa. Racun ini buat kamu nggak bisa menggunakan tenaga dalam ataupun energi murni selama satu jam.""Sekarang kamu

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1813

    "Mulai hari ini, Organisasi Draken akan mulai mengambil alih semua kekuatan dunia mafia di Negara Madonia. Dalam waktu enam bulan, Organisasi Draken akan menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah di Negara Madonia!""Yang mengikuti aku akan makmur, yang melawan aku akan binasa."Suara Ewan bergemuruh di telinga setiap orang yang hadir.Semua orang di tempat itu terkejut.Meskipun Organisasi Draken sudah mendapatkan wilayah Miro, menaklukkan 14 provinsi di utara, serta Papandaya, Soharia, dan beberapa wilayah lain. Masih ada banyak provinsi yang kekuatan dunia bawah tanahnya belum dibersihkan.Ucapan Ewan ini sama saja dengan menyatakan perang kepada kekuatan dunia bawah tanah di provinsi-provinsi tersebut.Para tamu memandang ke arah tebing. Di sana, berdiri sosok pemuda berwajah agak lembut. Namun, dalam hati mereka semua muncul satu pertanyaan.Menyatukan seluruh kekuatan dunia bawah tanah Negara Madonia dalam waktu enam bulan ... apakah dia benar-benar bisa melakukannya?Ewan be

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1812

    Setelah para tamu selesai memberikan penghormatan terakhir, puluhan ribu murid Organisasi Draken kemudian masuk ke ruang duka secara bergiliran untuk berpamitan kepada Sida.Setelah itu, Mini memeluk papan arwah dan berjalan keluar dari ruang duka.Ewan, Kirin, Cantika, Nazar, Tandi, Logan, Abyaz, dan Ricky mengangkat peti jenazah dan membawanya keluar. Mereka berjalan menyusuri tepi tebing, lalu meletakkan peti itu di depan patung perunggu Sida.Patung perunggu Sida setinggi 15 meter. Dia mengenakan jubah biru dan menatap lurus ke depan. Meski hanya patung perunggu, wibawanya terpancar kuat, tampak hidup dan tidak bisa diganggu gugat.Di depan patung itu berdiri empat pilar batu besar. Di atas pilar-pilar itu terukir motif naga, tampak megah dan penuh aura kebesaran. Di kaki patung berdiri tiga buah prasasti batu. Pada prasasti di sebelah kiri terukir riwayat hidup Sida.Pada prasasti di tengah tertulis beberapa kata:[ Ketua Organisasi Draken, Sida. ]Sedangkan pada prasasti di sebel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1811

    Ewan segera membalas salam itu dan berkata, "Tuan telah menempuh perjalanan jauh ke wilayah Miro untuk mengantar Sida di perjalanan terakhirnya. Aku sangat berterima kasih. Kalau suatu hari aku punya waktu, aku pasti akan datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Sharaka berkata, "Pak Ewan terlalu sopan. Sida adalah seorang tokoh luar biasa di zaman ini. Kini dia mengalami musibah dan meninggal dunia, semua orang turut berduka. Bisa datang mengantar Sida di perjalanan terakhirnya adalah kehormatan bagiku."Sharaka melanjutkan, "Selain untuk mengantar Sida, masih ada tujuan lain aku datang ke sini."Ewan berkata, "Silakan bicara."Sharaka berkata, "Sebelum aku datang, guruku berulang kali berpesan agar aku mengundang Pak Ewan untuk datang berkunjung ke Akademi Bayanaka."Ewan segera bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu?"Sharaka menjawab, "Guruku adalah Master Sunnata."Ewan langsung merasa terkejut.Sunnata adalah pemimpin Akademi Bayanaka saat ini, sekaligus ahli yang menempati peringkat

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1810

    Suasana tiba-tiba menjadi sunyi senyap. Hanya kata-kata Ewan yang terus bergema di telinga semua orang."Kota Terlarang ... ternyata cuma segini ...."Ewan berdiri dengan kedua tangan di belakang punggung. Dia berjalan ke arah Maprana, lalu mencabut Pedang Cahaya Senja dari jantungnya.Kemudian, dia mengayunkan pedang.Pfftt!Kepala Maprana terjatuh ke tanah.Terlihat darah menetes sedikit demi sedikit dari Pedang Cahaya Senja ke tanah. Namun hanya dalam sekejap, tidak ada lagi darah yang menempel di pedang itu. Bilahnya kembali bersinar.Ewan berbalik dan berjalan ke arah jasad Mariadi dan Magana, lalu kembali mengayunkan pedang dua kali.Pfft!Pfft!Dua kepala terbang ke udara, diiringi hujan darah.Pemandangan itu sangat mengerikan. Semua orang merasa tubuh mereka bergidik. Bahkan, beberapa orang yang agak penakut langsung pingsan karena melihat tindakan Ewan yang begitu kejam.Ekspresi Ewan tampak dingin. Dia memegang Pedang Cahaya Senja dengan wibawa yang tak tertandingi. Waktu se

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1809

    Mini berkata, "Lihat saja keadaan Kakak sekarang. Bahkan kalau Ewan memaksamu, Kakak juga nggak akan melawan, 'kan?"Wajah Tiara langsung memerah. Dia melotot ke arah Mini dan berkata dengan manja, "Apa yang kamu bicarakan? Pak Ewan adalah orang yang jujur dan terhormat. Mana mungkin dia memaksaku?"Selesai sudah, Tiara benar-benar telah jatuh hati.Mini merasa sangat tidak berdaya.....Klang!Tinju dan bayangan tombak bertabrakan keras, menghasilkan dentuman yang terus-menerus. Ewan hanya merasakan seluruh tubuhnya dipenuhi sensasi yang luar biasa.Alasan dia menggunakan tinjunya untuk menghadapi bayangan tombak itu adalah karena dia ingin melihat, setelah berhasil melatih aliran energi murni ketiga, seberapa kuat tubuh fisiknya sekarang.Hasilnya membuatnya sangat puas.Dalam waktu kurang dari 20 detik, Ewan melayangkan 108 pukulan berturut-turut.Setiap pukulan memiliki kekuatan yang luar biasa besar. Ditambah energi murni bawaan yang mengalir tanpa henti di dalam tubuhnya, kekuata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 264

    Tak ada seorang pun yang menyangka bahwa Ewan benar-benar berani menantang Laksh secara terang-terangan. Teman-temannya terpaku, semua menatap Ewan dengan ekspresi terbelalak, seolah tidak percaya pada apa yang baru saja mereka lihat.Apakah ini benar Ewan si penakut yang selalu menghindari masalah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 234

    Ewan sama sekali tak menyangka, ayahnya bukan hanya pendekar nomor satu di dunia, tetapi juga pewaris keluarga nomor satu di ibu kota!Ini ... terlalu mengejutkan!Ewan bertanya, "Kalau ayahku adalah pewaris keluarga nomor satu di ibu kota, waktu dia dikeroyok dulu, bagaimana sikap Keluarga Aditya s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 217

    "Kalian tetap di sini. Lubang itu dipenuhi energi negatif yang sangat pekat. Begitu terkena, akan sangat merepotkan," kata Ewan."Tapi kalau kamu masuk sendirian ....""Tenang saja, aku akan hati-hati."Begitu selesai bicara, Ewan melompat dengan ringan. Dalam sekejap, dia sudah berada di atas kepal

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 202

    Bukan hanya Laksh yang terpaku, bahkan Humam dan Cadi pun melongo tak percaya.Apa-apaan ini? Kenapa Fikri malah berlutut di hadapan Ewan? Lalu dia bilang "salam hormat untuk Guru"? Jangan-jangan ... Ewan adalah gurunya Fikri?Mana mungkin! Terlepas dari alasan lainnya, dari segi usia saja sudah tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status