Share

Bab 656

Author: Rexa Pariaman
"Pak Ewan, Pak Ewan ...." Mini terus memanggil berkali-kali, tetapi Ewan tidak memberi reaksi sama sekali.

Apa yang harus kulakukan? Mini benar-benar panik.

Saat ini, selain dirinya, semua orang yang bersama mereka masih dalam keadaan pingsan.

"Oh ya, Pak Ewan bilang aku harus menelepon rumah sakit di kota ...." Mini buru-buru mengeluarkan ponsel dan segera menekan nomor darurat.

Pada saat dia membalikkan badan, mata Ewan sempat terbuka sedikit, lalu kembali terpejam rapat.

'Kalau Mini memang be
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2166

    Ewan terkejut, lalu buru-buru bertanya, "Pak Latif, ada apa?""Kamu pulang dulu baru kita bicara." Setelah mengatakan itu, Latif langsung menutup telepon.Hati Ewan terasa berat. Kakeknya tahu dia sedang bersama Candy, tapi tetap menelepon dan menyuruhnya pulang. Itu pasti berarti ada masalah besar.Apa yang sebenarnya terjadi?Ewan tidak sempat berpikir panjang, lalu berkata dengan nada meminta maaf, "Candy, aku nggak bisa temani kamu makan. Kakekku menyuruhku pulang sekarang juga."Candy merasa sedikit kecewa. Dia sudah susah payah mendapatkan kesempatan untuk berdua dengan Ewan, tapi terus saja terganggu. Namun, dia tetap berkata dengan pengertian, "Kalau kakekmu cari, pasti ada urusan penting. Kamu cepat pulang saja.""Lalu kamu?" tanya Ewan."Aku pulang naik taksi saja," jawab Candy.Ewan berkata lagi, "Nanti kalau ada waktu, aku temani kamu nonton film."Candy tersenyum dan mengangguk, "Baik."Setelah berpisah, Ewan segera kembali ke rumah keluarga.Begitu masuk.Ewan melihat bah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2165

    Pria itu lalu menatap Ewan dengan penuh kebencian dan berkata, "Bocah, ajalmu sudah tiba.""Kak Tandi, cepat habisi dia ....""Diam!" Tandi meliriknya dingin, lalu menatap Candy dan sedikit mengangguk sebagai salam, baru kemudian berkata pada Ewan, "Ewan, hargai aku. Lepaskan dia kali ini."Pria itu terkejut. Dari nada bicara Tandi, dia mendengar jelas ada unsur memohon.Siapa sebenarnya bocah ini? Sampai orang Aula Raja Maut saja terlihat segan padanya?Ewan juga sedikit terkejut. Dia tidak menyangka Tandi langsung memohon untuk pria itu, lalu berkata, "Kalau aku nggak mau hargai kamu?"Tandi berkata tanpa daya, "Kalau kamu nggak mau, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa.""Hahaha, aku cuma bercanda. Tentu saja aku tetap menghargaimu." Ewan tersenyum lalu bertanya, "Siapa dia?"Tandi menarik Ewan ke samping dan berkata pelan, "Kamu tahu Juwana dari Haldaria?""Pernah dengar." Ewan tidak asing dengan nama itu.Juwana, orang terkaya di Haldaria dengan kekayaan puluhan triliun, sekaligus

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2164

    Plak!Begitu sampai di depan pria itu, Ewan langsung menamparnya.Saat terkena tamparan, pria itu membuka mulut dan memuntahkan darah, bahkan dua giginya ikut terlepas."Kamu ...."Plak!Baru saja dia bicara, satu tamparan lagi mendarat."Ah ...."Pria itu murka. Dia langsung menunduk dan menabrak Ewan. Ewan menggeser tubuh sedikit, lalu mengaitkan kaki dengan santai.Brak!Pria itu jatuh tersungkur."Ah!" teriaknya, lalu berbalik. Saat itu, dia melihat Ewan kembali mengangkat kaki kanannya, firasat buruk langsung muncul."Kamu mau apa?" tanyanya dengan panik."Menurutmu?" Ewan mencibir, lalu menginjakkan kaki ke wajahnya.Pria itu ketakutan. Dia ingin menghindar, tapi kaki Ewan seperti memiliki kekuatan aneh yang membuatnya tidak bisa bergerak.Dalam keadaan terdesak, pria itu berteriak, "Aku ini ....""Terserah kamu siapa, aku tetap injak." Kaki Ewan mendarat di wajahnya.Krek.Rahang pria itu langsung bergeser, darah mengalir dari mulut dan hidungnya."Ahhh ...."Matanya memerah dan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2163

    "Bocah, cepat berlutut dan bersujud minta maaf padaku, lalu patahkan kedua tanganmu sendiri, aku akan mengampuni nyawamu.""Kalau nggak, aku tembak mati kamu."Candy dengan cepat melangkah ke depan dan berdiri di depan Ewan, lalu berteriak pada pria itu, "Menyimpan senjata ilegal itu kejahatan. Sebaiknya kamu segera menyimpan pistol itu, kalau nggak aku akan ....""Kamu mau apa?" Pria itu mencibir dingin. "Nggak masalah kalau kukasih tahu kamu, aku sudah pernah membunuh orang.""Dan bukan cuma satu.""Bagi aku, membunuh orang itu semudah menyembelih ayam."Melihat pria itu mengeluarkan pistol, Vista juga menjadi berani. Dia berkata dengan nada penuh percaya diri, "Menyinggung Kak Samko sama saja mencari mati.""Bocah, cepat berlutut.""Aku bilang padamu, bahkan kalau Kak Samko membunuhmu, dia nggak akan masuk penjara. Singkatnya, Kak Samko adalah orang yang nggak bisa kalian lawan."Mendengar itu, wajah Ewan menunjukkan senyum sinis.Di dunia ini, masih ada orang yang tidak bisa dia si

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2162

    Ini pertama kalinya Ewan benar-benar menatap pria muda itu.Usianya sekitar 26 tahun, rambutnya dipotong cepak, di telinganya ada anting emas yang berkilau, dan di lehernya ada tato kadal yang terlihat agak menjijikkan. Dari segi pakaian, penampilannya juga mencolok. Dia mengenakan jas Gucci, di tangannya ada jam emas Rolex besar, benar-benar terlihat seperti orang kaya baru.Pada saat yang sama, Ewan juga menyadari bahwa pria ini memiliki kemampuan setingkat Daftar Harimau. Sayangnya, jangankan Daftar Harimau, bahkan Daftar Naga pun, di mata Ewan tetap bisa diinjak seenaknya.Saat itu, pria muda itu berkata, "Bocah, jujur saja, kemampuanmu lumayan. Aku cukup menghargaimu. Aku ulangi lagi, kalau kamu mau ikut denganku dan menyerahkan wanitamu untuk kunikmati beberapa hari, aku akan menganggap semua ini nggak pernah terjadi.""Bagaimana?"Ewan tersenyum tipis, lalu melangkah maju.Sret!Dalam sekejap, dia sudah muncul di depan pria itu, mengangkat tangan dan menampar wajahnya. Ewan seng

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2161

    Apa mungkin pria di depannya ini benar-benar melatih teknik itu?Pria botak itu merasa hanya itu satu-satunya penjelasan. Kalau tidak, ini sama sekali tidak masuk akal.Mana dia tahu, Ewan telah melatih Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi, tubuhnya sudah jauh melampaui pemahaman manusia biasa. Apalagi, saat ini Ewan mengalirkan tenaga dalam untuk diam-diam melindungi bagian vitalnya.Jangankan cuma dua tendangan dari pria botak itu, bahkan peluru pun tidak akan bisa melukainya sedikit pun.Tiba-tiba, Ewan memikirkan sesuatu."Kenapa nggak cari kesempatan, pakai cara ini untuk menghadapi Lisa dan Neva ... hehe ...."Tanpa dia sadari, Candy di sampingnya menutup mulutnya dengan tangan, wajahnya penuh keterkejutan.'Ya ampun, dia bisa sekuat itu, Lisa dan Neva sanggup nggak?' Tiba-tiba Candy merasa takut. 'Kalau suatu hari dia melakukan itu padaku, gimana dong? Apa aku bakal pingsan?'Vista juga sangat terkejut. Selama bertahun-tahun di dunia hiburan, dia belum pernah melihat orang dengan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status