Share

Bab 672

Author: Rexa Pariaman
Pukul tujuh malam. Hotel Imperial tampak gemerlap cahaya.

Hotel ini baru dibuka dan berada di pusat Kota Papandaya. Disebutkan bahwa hotel ini adalah hotel berbintang tujuh dengan dekorasi sangat mewah. Konon, hanya untuk sebuah pintu gerbang saja sudah menghabiskan biaya miliaran.

Saat pembukaan, pemilik hotel tidak pernah menampakkan diri, sehingga menimbulkan banyak rasa penasaran. Ada yang bilang pemiliknya miliarder superkaya, ada yang bilang anak pejabat besar, bahkan ada yang menduga bera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2945

    'Kalau aku menerimanya, apa aku akan terlihat terlalu nggak tahu malu?''Kalau nggak diterima ... aku juga nggak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku harus gimana?'Untuk sesaat, Midori tidak tahu apakah dia harus menerima taruhan itu atau tidak.Saat itu, Ewan tiba-tiba menggenggam tangan Dewi Kembang dan berkata, "Vira, ayo pergi."Melihat keduanya pergi sambil bergandengan tangan, Nazar dan Midori saling berpandangan."Apa yang terjadi?" tanya Nazar.Midori menggeleng. Dia juga kebingungan. Ketika masih berada di Istana Kembang dulunya, hanya mantan ketua istana yang memanggil Dewi Kembang dengan nama Vira."Pasti ada sesuatu di antara mereka."Nazar menatap punggung Ewan dan Dewi Kembang sambil berkata pelan, "Sepertinya selama kita berpisah, ada sesuatu yang terjadi antara bocah tengik dan Dewi Kembang.""Nona Midori, aku mengerti perasaanmu. Tenang saja, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk menjodohkanmu dengan bocah tengik. Tapi kalau nanti kamu mendapatkan keuntungan, ja

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2944

    Sejak Ewan tenggelam dalam pemahaman hukum langit, tatapan Dewi Kembang tidak pernah beralih darinya. Ketika melihat senyum muncul di sudut bibir Ewan, Dewi Kembang pun ikut tersenyum. Dia tahu Ewan pasti telah memperoleh sesuatu.Tak lama kemudian, Ewan membuka matanya."Tua bangka, kenapa kamu berbaring di tanah?" tanya Ewan."Ya gara-gara kamu." Nazar bangkit dari tanah sambil mengomel, "Seharusnya warisan itu milikku, tapi malah kamu yang mendapatkannya. Bikin aku kesal setengah mati. Bocah tengik, cepat berikan 100 tanaman spiritual berusia 10 ribu tahun padaku supaya kekesalanku reda."Ewan berkata, "Aku nggak punya tanaman spiritual.""Jangan coba-coba membohongiku." Nazar berkata, "Jangan kira aku nggak tahu ada banyak tanaman spiritual di dalam Kantong Kosmik milikmu. Jangan banyak omong, cepat beri aku kompensasi."Ewan berkata, "Tanaman spiritual itu akan kusimpan untuk meracik pil, jadi nggak bisa kuberikan ke kamu."Nazar merasa sangat kesal. Baru saja dia hendak kembali b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2943

    Daun ketiga.[ Satu Langkah Lima Ratus Kilometer! ]Daun keempat.[ Satu Langkah Lima Ribu Kilometer! ]Daun kelima.[ Satu Langkah Menembus Langit! ]Ewan merasa agak bingung. Mungkinkah daun-daun ini merupakan pusaka sihir?Nazar menoleh. Begitu melihat daun-daun di tangan Ewan memancarkan cahaya yang menyilaukan, dia segera berbalik dan bergegas kembali."Bocah tengik, cepat berikan daun-daun itu padaku."Ewan mengangkat tangan dan bersiap menyerahkan daun-daun itu kepada Nazar. Tepat pada saat itu, tulisan di permukaan daun mendadak bersinar seterang matahari, lalu berubah menjadi cahaya keemasan yang memelesat secepat kilat memasuki dahi Ewan.Seketika, tubuh Ewan bergetar. Seakan-akan terkena teknik pembekuan tubuh, dia berdiri mematung tanpa bergerak sedikit pun.Pada saat yang sama, beberapa helai daun di tangannya seolah kehilangan seluruh sari kehidupannya dan seketika berubah menjadi abu.Melihat kejadian itu, Nazar nyaris mati kesal. Dia sama sekali tidak menyangka benda ya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2942

    Nazar tercengang. Di dinding batu yang berada jauh di dalam gua, terlihat tulisan-tulisan berwarna emas yang berkilauan."Warisan Pertama!"Selain itu, di bawah dinding batu terdapat sebuah kotak kayu.Benar-benar ada warisan?Nazar merasa sulit memercayainya. Kemudian, dia memelesat maju secepat embusan angin."Pelan-pelan. Hati-hati, mungkin ada bahaya," Ewan mengingatkan.Namun, bahkan sampai ketika Nazar tiba di depan kotak kayu, dia sama sekali tidak menemui bahaya. Dia segera mengambil kotak kayu tersebut dan bergumam, "Aku mendapatkan warisan mahasuci?"Sambil memegang kotak kayu itu, Nazar merasa semuanya tidak nyata.Setiap kali mendapatkan harta sebelumnya, dia selalu harus melewati berbagai kesulitan. Namun sekarang, dia bisa mendapatkan kotak kayu itu dengan mudah tanpa menghadapi bahaya sedikit pun. Rasanya seperti sedang bermimpi."Akhirnya langit bersikap adil."Saking terharunya, Nazar sampai hampir menangis. Dengan penuh semangat, dia membuka kotak kayu itu. Detik beri

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2941

    Ewan berkata, "Bukankah seharusnya aku yang nanya hal itu ke kamu?""Kenapa malah tanya aku?" Nazar berkata, "Aku juga nggak tahu harus masuk dari gua yang mana."Ewan berkata, "Bukannya kamu bisa meramal?""Benar juga. Kenapa nggak bilang dari tadi? Aku sampai hampir lupa kalau aku bisa meramal."Nazar buru-buru mengeluarkan tiga koin tembaga dari lengan bajunya. Dia menggenggam ketiga koin itu dengan kedua tangan sambil melafalkan mantra dalam hati.Beberapa saat kemudian.Nazar membuka telapak tangannya. Ketiga koin tembaga itu terbang ke depan gua, berputar mengelilingi 720 gua, lalu tiba-tiba hancur berkeping-keping."Apa yang terjadi?" tanya Ewan."Nggak apa-apa. Tadi cuma ada sedikit masalah. Aku ramal sekali lagi." Nazar kembali mengeluarkan tiga koin tembaga.Tak disangka, hasilnya sama seperti sebelumnya. Setelah terbang, ketiga koin tembaga itu mengitari gua-gua tersebut sebelum akhirnya kembali hancur berkeping-keping."Kenapa bisa begini?" Nazar mengernyit. Ekspresinya tam

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2940

    Nazar berniat menggunakan petaka langit untuk membunuh Piton Bumi Sembilan Neraka. Namun setelah dia berteriak, langit sama sekali tidak bereaksi.Ada apa?Nazar tertegun.Saat itu, tubuh raksasa Piton Bumi Sembilan Neraka menyapu ke arahnya.Kali ini Nazar bereaksi dengan sangat cepat. Dia melompat ke udara dan kembali berteriak ke arah langit, "Petaka langit, cepat datang!"Tak disangka, langit masih tetap tidak menunjukkan reaksi apa pun.Nazar tidak mengerti. Kekuatannya sudah cukup untuk menghadapi tribulasi, tetapi kenapa petaka langit tidak kunjung muncul?Saat itu, Dewi Kembang berkata, "Formasi Mahasuci di luar telah mengisolasi aura langit dan bumi, jadi petaka langit nggak bisa turun."Sial!Nazar nyaris gila karena kesal. Begitu menoleh, Piton Bumi Sembilan Neraka sudah menyusulnya."Bocah tengik, cepat selamatkan aku!"Nazar buru-buru meminta bantuan Ewan. Karena tidak bisa memancing turunnya petaka langit, dengan tingkat kultivasinya saat ini, dia sama sekali bukan tandin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status