Share

Bab 716

Author: Rexa Pariaman
Di jalanan.

Millie berjalan di depan, sementara Ewan mengikutinya dari belakang. Matanya tanpa sadar menatap lekukan yang menggoda di langkah Millie.

Besar!

Bulat!

Kencang!

"Nggak benar juga nih .... Kalau menurut teori ibuku, bentuk tubuh seperti Millie seharusnya bisa melahirkan anak laki-laki, kenapa malah lahir anak perempuan?" gumam Ewan pelan.

Tiba-tiba, Millie menoleh ke belakang. Melihat tatapan Ewan, matanya membulat dan dia menegur tajam, "Kamu lihat apa?"

"Menurutmu apa?" jawab Ewan d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2981

    Kelihatannya sangat sederhana, tetapi justru membuat Ewan tidak punya jalan untuk mundur. Bahkan, Ewan sampai terpengaruh oleh tekad pedang itu dan hampir lupa untuk melawan."Memang pantas dia jadi Putra Suci Aliran Hitam Putih. Meskipun otaknya agak bodoh, dia tetap punya kelebihan."Ewan diam-diam memuji. Dia tidak mengeluarkan Pedang Kaisar Abadi dan juga tidak berniat menghadapinya secara langsung.Bagaimanapun, dengan tingkat kultivasinya saat ini, tanpa bantuan dari luar, dia sama sekali bukan tandingan Ananta.Karena itu, senjata andalannya tetaplah Cambuk Pemukul Dewa.Tak peduli setinggi apa kultivasi lawan, sekuat apa pun jurus pedang lawan, asalkan Ewan mengeluarkan Cambuk Pemukul Dewa, itu sudah cukup.Serangan apa pun yang digunakan lawan akan dihancurkan dengan sekali cambuk. Sungguh tak terkalahkan!Ctar! Ewan mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa dan melecutkannya ke arah Pedang Suci Hitam-Putih.Serangan ini terlihat biasa saja, bahkan sedikit pelan, seolah tak memiliki kek

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2980

    "Kenapa bisa begini?"Ananta tercengang.Labu Hitam Putih merupakan salah satu kartu truf terkuatnya. Meskipun kekuatannya tidak sehebat artefak suci lainnya, kemampuan pertahanannya sangat kuat. Kenapa labu itu langsung hancur hanya karena bertabrakan sekali dengan senjata ilahi?Hati Ananta terasa seakan-akan berdarah."Ananta, labumu itu terbuat dari tanah liat, ya? Rapuh sekali."Suara Nazar terdengar. "Kamu perlakukan benda itu kayak harta karun, jadi kukira benda itu hebat sekali. Kenapa sekali dihantam langsung hancur?""Ananta, kamu benaran Putra Suci Aliran Hitam Putih, nih? Apa semua Putra Suci Aliran Hitam Putih sama bodohnya kayak kamu? Barang rongsokan saja dianggap harta karun?""Tutup mulutmu!"Ananta kembali terpancing amarah. Dengan wajah muram, dia berkata, "Hari ini, nggak seorang pun dari kalian akan kubiarkan hidup.""Wah, di saat begini masih berani sesumbar?" Nazar berkata, "Kalau aku jadi kamu, aku sudah terlalu malu untuk hidup. Lebih baik benturkan saja kepala

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2979

    Belum sempat Ewan berbicara, Nazar tiba-tiba telah maju."Bocah, aku sudah bertemu banyak orang sombong, tapi belum pernah melihat orang sesombong kamu. Aku benar-benar nggak mengerti. Kamu bahkan sudah bukan pria lagi, kenapa masih bisa sesombong ini?"Ananta menatap Nazar dengan dingin sambil mengumpat dalam hati, 'Dasar pendeta busuk, tunggu saja. Nanti akan kupotong lidahmu.'"Apa lihat-lihat?" Nazar berkata tanpa sungkan, "Matamu sudah kayak mata ikan mati. Kalau melotot, kamu malah jadi makin mirip mayat. Ananta, kalau aku jadi kamu, aku sudah nggak punya muka untuk hidup.""Warisan mahasuci nggak dapat, malah kehilangan kesempatan jadi pria. Kamu benar-benar sudah mempermalukan Aliran Hitam Putih.""Harus kuakui, kamu juga cukup nekat. Satu tebasan belum cukup, malah ditambah satu tusukan pedang. Aku bahkan kagum sama keberanianmu. Kalau memang seberani itu, kenapa nggak sekalian bunuh diri?"Setiap ucapan Nazar benar-benar menusuk titik paling sakit Ananta.Ananta sampai nyaris

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2978

    Ananta menerjang bagaikan harimau yang mengamuk. Niat membunuh yang mengerikan hampir saja menghempaskan Ewan dan yang lainnya.Situasinya sangat genting.Dewi Kembang segera melangkah ke depan Ewan, berniat membantunya menahan serangan Ananta.Bagaimanapun, Ananta adalah ahli puncak tingkat gua surgawi. Jika hanya membandingkan tingkat kultivasi, Ewan sama sekali bukan tandingannya.Namun, Dewi Kembang sepertinya lupa bahwa Ewan memiliki Cambuk Pemukul Dewa, sehingga dia mampu membunuh musuh yang tingkat kultivasinya lebih tinggi."Minggir!"Dengan satu tangan, Ewan menarik Dewi Kembang ke belakangnya, sementara tangan lainnya menggenggam Cambuk Pemukul Dewa.Bum!Telapak tangan Ananta menerjang. Energi Positif dan negatif berputar mengelilinginya bagaikan awan hitam yang sangat mengerikan. Dalam sekejap, telapak tangan itu sudah berada tepat di atas kepala Ewan.Plak!Ewan mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa.Cambuk Pemukul Dewa hanyalah cambuk kayu yang terlihat biasa saja. Penampilanny

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2977

    Urat-urat di dahi Ananta menonjol karena marah. Kemudian dia berkata, "Jadi, percakapanku dengan Tetua Foniks tadi juga kalian dengar?""Tetua Foniks sudah lama mati. Orang yang bicara denganmu tadi adalah aku." Nazar tertawa terbahak-bahak.Ananta tampak tidak percaya karena suara Nazar saat ini sama sekali berbeda dengan suara Tetua Foniks yang didengarnya sebelumnya."Nggak percaya? Akan kuperagakan sekali lagi."Nazar berdeham, lalu berkata, "Bocah Ananta, cepat berlutut!"Ekspresi Ananta berubah drastis.Saat ini, suara Nazar terdengar sangat tua dan dipenuhi kewibawaan yang luar biasa. Suaranya benar-benar sama persis dengan suara Tetua Foniks sebelumnya."Kamu pasti heran kenapa aku bisa menirukan suara orang lain, bukan?""Nggak usah heran. Keahlian semacam ini di dunia sekuler kami disebut ventrilokuisme. Jangan mikir macam-macam. Bukan 'permainan mulut' yang itu."Begitu Nazar mengatakan itu, Dewi Kembang dan Midori langsung memahami maksudnya. Wajah mereka seketika memerah d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2976

    Ananta sebenarnya sudah meninggalkan Gunung Ungu. Namun, dia tiba-tiba teringat bahwa ada ribuan pohon persik di hutan persik. Jadi, sebenarnya di bawah pohon mana Kitab Bunga Matahari disimpan?Karena itu, dia berbalik untuk menanyakannya kepada Tetua Foniks.Tak disangka begitu memasuki bagian dalam Gunung Ungu, dia melihat Nazar sedang memegang Pedang Suci Hitam-Putih."Letakkan pedangku!" bentak Ananta kepada Nazar."Kenapa dia kembali?"Nazar terkejut saat melihat Ananta. Dia segera bersembunyi di belakang Ewan dan buru-buru memasukkan Pedang Suci Hitam-Putih ke dalam Cincin Ruang.Saat itu, Ananta melihat Ewan."Willy Polin?"Ananta tertegun. Jelas dia tidak menyangka Ewan berada di sini. Kemudian, niat membunuh muncul di matanya."Nggak, kamu bukan Willy Polin.""Siapa sebenarnya kamu? Kenapa kamu bisa berada di sini?"Ananta benar-benar tidak mengerti. Gunung Ungu hanya memiliki satu pintu masuk. Ketika masuk sebelumnya, dia sama sekali tidak melihat Ewan dan yang lainnya. Namu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status