Share

Bab 749

Penulis: Rexa Pariaman
Ewan dan Teja sedang bertaruh nyawa. Siapa kalah, dia yang mati.

Ewan menoleh dan bertemu pandang dengan Neva. Dia bertanya, "Kak Neva, kamu khawatir sama aku?"

Wajah Neva langsung menjadi dingin. "Jangan ngomong yang nggak penting. Jawab saja, kamu ini sudah buat persiapan belum? Kamu yakin bisa menang?"

Terlihat jelas kalau Neva benar-benar cemas.

Ewan sedikit terharu melihatnya. Dia tersenyum lembut dan menyahut, "Aku cuma bercanda. Mana mungkin aku mempertaruhkan nyawaku begitu saja? Tenang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3009

    "Sekte Pedang Cakrawala adalah sekte terbesar di Hutan Belantara Timur. Kalau kamu bergabung dengan mereka, berarti kamu akan memiliki pelindung yang sangat kuat.""Kamu juga bisa memanfaatkan jaringan informasi Sekte Pedang Cakrawala untuk mencari Ega dan Koji, sekaligus menyelidiki siapa pelaku yang menghancurkan Istana Kembang.""Yang terpenting, identitasmu sudah terbongkar. Aliran Hitam Putih sedang mencarimu ke mana-mana. Kalau kamu bergabung dengan Sekte Pedang Cakrawala, mereka nggak akan bisa berbuat apa-apa terhadapmu.""Selain itu, kamu baru saja membunuh orang-orang dari Aliran Penguasa Langit dan tiga tanah suci. Kalau beberapa sekte itu sampai mengetahuinya, mereka pasti akan memburumu. Tapi selama kamu bergabung dengan Sekte Pedang Cakrawala, kamu nggak perlu takut mereka cari masalah denganmu.""Masih ada lagi ...."Sampai di sini, Nazar semakin merendahkan suaranya dan berkata dengan misterius, "Bella menempati peringkat ketiga dalam Daftar Dewi. Dia pasti sangat canti

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3008

    Widodo merasakan energi kehidupannya menghilang dengan sangat cepat. Dia langsung berteriak keras, "Teknik Pemulihan Langit!"Namun, kali ini Teknik Pemulihan Langit sama sekali tidak berhasil."Apa?"Widodo sangat terkejut. Meskipun bagi seseorang dengan tingkat kultivasi seperti dirinya, penuaan seratus tahun bukanlah masalah besar, energi, vitalitas, dan kekuatan jiwanya justru terus terkuras. Bahkan Teknik Pemulihan Langit sama sekali tidak berguna."Ini adalah teknik pedang ruang dan waktu! Teknik pedangnya mampu menandingi dan menekan Teknik Pemulihan Langit milikku!"Begitu menyadari hal itu, hanya ada satu pikiran dalam benak Widodo, yaitu segera melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya.Wush!Roh primordial Widodo keluar dari ubun-ubunnya dan berubah menjadi seberkas cahaya, lalu melarikan diri ke arah cakrawala."Kamu nggak akan bisa kabur."Ewan menggunakan teknik Satu Langkah Menembus Langit untuk mengejarnya. Dia kembali mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa dan mengekang roh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3007

    Tubuh fisik Widodo berulang kali hancur berkeping-keping, lalu pulih kembali seperti semula. Dia sama sekali tidak terluka, sedangkan Ewan justru mulai kelelahan hingga terengah-engah."Abadi, sebaiknya kamu menghemat tenagamu!""Meskipun cambuk kayumu itu mampu mengekang gerakanku, kamu tetap nggak bisa membunuhku. Begitu tenagamu habis, saat itulah aku akan menyerang balik."Senyuman di wajah Widodo tidak memudar sedikit pun. Meskipun tubuhnya berulang kali dihancurkan oleh cambukan Ewan, dia sama sekali tidak takut.Dia sudah menyusun rencana. Begitu tenaga Ewan terkuras habis dan tidak mampu lagi mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa, barulah dia akan menyerang.Saat itulah Ewan akan menemui ajalnya!"Mati kamu!"Ewan tidak ingin membuang waktu untuk berbicara. Dalam situasi seperti ini, dia harus segera membunuh musuhnya. Kalau tidak, justru dirinya yang akan terjebak dalam situasi tanpa jalan keluar. Dia kembali melancarkan beberapa cambukan.Namun ketika melihat tubuh Widodo terus pul

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3006

    Firasat buruk tiba-tiba muncul di hati Ewan."Apa yang terjadi?"Tepat saat itu, sebuah pemandangan yang sulit dipercaya muncul.Debu yang sebelumnya beterbangan akibat benturan selama pertarungan ternyata kembali ke tempat semula. Darah yang berceceran di udara juga mengalir mundur dengan cepat, kembali ke tubuh Widodo.Sesaat kemudian, kepala Widodo kembali menyatu dengan lehernya. Luka akibat cambukan Cambuk Pemukul Dewa pun pulih dalam sekejap.Dalam sekejap mata, Widodo kembali seperti semula. Aura dahsyat memancar dari seluruh tubuhnya, sementara kedua matanya bersinar bagaikan lentera dewa yang mampu menggetarkan jiwa."Teknik macam apa ini?"Ewan merasakan bulu kuduknya merinding."Sialan!"Di kejauhan, Nazar terkejut bukan main saat menyaksikan kejadian itu.Dewi Kembang berseru kaget, "Mengerikan sekali! Dia seolah mampu mengendalikan waktu."Bella menatap dengan serius, lalu berkata dengan suara berat, "Widodo menggunakan Teknik Pemulihan Langit!""Teknik Pemulihan Langit ad

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3005

    Cambuk Pemukul Dewa memelesat ke arah kepala Widodo. Namun, tepat ketika cambuk itu hampir mengenainya, sesuatu yang tidak terduga tiba-tiba terjadi.Ngung!Zirah perak yang dikenakan Widodo memancarkan cahaya putih yang sangat terang, seolah-olah sesosok dewa baru saja bangkit.Sesaat kemudian, sebuah helm putih muncul di kepalanya untuk melindungi seluruh bagian kepalanya dengan rapat. Dengan helm di kepala, zirah yang menyelimuti tubuh, serta aura mengerikan yang terus memancar darinya, Widodo tampak seperti seorang raja perang!Plak!Cambuk Pemukul Dewa menghantam helm Widodo, memercikkan bunga api ke segala arah.Tap! Tap! Tap!Widodo mundur belasan langkah. Namun, helmnya sama sekali tidak retak dan tubuhnya tidak terluka sedikit pun."Hm?"Ewan mengangkat alisnya, lalu kembali menerjang maju dan melancarkan beberapa cambukan ke arah helm Widodo.Plak! Plak! Plak!Percikan api beterbangan akibat benturan tersebut. Namun, selain terdorong mundur beberapa meter, Widodo tetap tidak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 3004

    Ewan berdiri di udara sambil menggenggam Cambuk Pemukul Dewa. Seluruh tubuhnya bermandikan cahaya keemasan, membuatnya tampak seperti dewa perang yang tak terkalahkan.Semua orang yang menyaksikan pemandangan itu merasa sangat takjub.Midori menatapnya dengan penuh kekaguman. "Tuan Ewan tampan sekali!"Senyuman menghiasi bibir Dewi Kembang. Wajahnya dipenuhi kebanggaan, seolah ingin mengatakan, "Lihat, itulah lelakiku!"Sementara itu, mata indah Bella berbinar-binar. Entah apa yang sedang dipikirkannya."Luar biasa!" seru Nazar.Di kejauhan, murid-murid dari ketiga tanah suci ketakutan hingga tidak berani bersuara setelah menyaksikan putra dan putri suci sekte mereka tewas.Setelah menghabisi Krisna dan Isla, Ewan mengalihkan pandangannya kepada Widodo, putra suci Aliran Penguasa Langit. Dia merasa sedikit heran. Mengapa lelaki itu tidak turun tangan ketika Rajek dan Isla berada dalam bahaya tadi?Kalaupun Widodo tidak ingin membantu mereka, mengapa dia juga tidak menunjukkan tanda-tan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status