Share

Bab 806

Author: Rexa Pariaman
"Kamu mau pergi ke ibu kota?" Tandi menatap Ewan sejenak dan langsung paham maksudnya. "Jangan bilang kamu mau ... merebut pengantin?" katanya setengah kaget.

"Neva dan aku saling mencintai. Aku nggak akan membiarkan dia menikah dengan orang lain," kata Ewan dengan tegas.

"Tapi Ewan, jangan lupa, Keluarga Polin dan Keluarga Wibowo itu keluarga papan atas di ibu kota. Terutama Keluarga Wibowo, pengaruh mereka sedang besar-besarnya. Kalau kamu benar-benar datang untuk merebut pengantin, jujur saja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2691

    Setelah terpikir akan hal itu, Nazar memutar bola matanya, lalu berkata, "Hidung Sapi, bukannya kamu ingin membuktikan kamu bukan pengecut? Baiklah, kuberi kesempatan. Masuk duluan dan lihat apa yang ada di dalam."Sunnata benar-benar kesal. Dia memaki, "Kamu kira aku tolol ya? Sudah tahu di dalam ada bahaya, masih juga menyuruhku maju paling depan. Apa kamu baru senang kalau aku mati?"Nazar tertawa. "Tentu saja aku senang kalau kamu mati. Dengan begitu, aku yang akan menjadi pemimpin tertinggi seluruh perguruan Tao di dunia."Sret! Saat keduanya masih saling adu mulut, Dewi Kembang sudah melangkah masuk ke gerbang perunggu."Gawat, dia mau merebut nadi naga!" Nazar langsung menyadari niat Dewi Kembang. Dia melotot ke arah Sunnata, lalu berkata, "Nyali perempuan saja lebih besar daripadamu. Dasar cupu!"Usai berkata begitu, tubuh Nazar melesat dan ikut menerobos masuk ke gerbang perunggu."Ayo, kita juga masuk." Setelah berkata demikian, Ewan membawa yang lain memasuki gerbang perungg

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2690

    "Istana Dewa Gunung Mahameru?"Semua orang terkejut.Mereka bukan orang biasa. Hanya dari empat huruf itu dan gerbang perunggu raksasa di hadapan mereka, mereka sudah bisa merasakan bahwa mereka telah tiba di sebuah tempat yang luar biasa."Nggak kusangka, legenda itu ternyata benar. Hahaha ...." Nazar mendongak sambil tertawa penuh semangat."Legenda apa?" tanya Ewan.Nazar menghentikan tawanya, lalu berkata, "Dalam kitab kuno Akademi Nagendra tercatat sebuah legenda. Konon, di kedalaman Gunung Mahameru terdapat sebuah istana suci yang menyimpan tak terhitung banyaknya pusaka. Siapa pun yang mendapatkannya akan mampu menguasai dunia.""Dahulu, para pendahulu Akademi Nagendra juga pernah datang ke Gunung Mahameru untuk mencari istana suci yang melegenda itu. Tapi nggak seorang pun berhasil menemukannya.""Selama ini kukira semua itu hanya dongeng. Nggak kusangka, hari ini justru aku menemukannya.""Hahaha .... Aku bakal jadi kaya! Aku bakal jadi kaya!" Nazar menari-nari kegirangan.Beb

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2689

    Saat itu, bunga-bunga plum sedang bermekaran.Kuncup-kuncup bunganya yang mungil tampak bagai butiran mutiara bening yang menghiasi setiap ranting. Karena tertiup angin, bunga-bunga itu bergoyang perlahan, sementara aroma harum menguar dari kelopak yang mekar dan perlahan menyatu dengan udara dingin di sekitarnya.Di tengah hutan bunga plum terbentang sebuah jalan setapak yang terbuat dari batu hijau.Mereka menyusuri jalan itu, berjalan di tengah-tengah hutan bunga plum.Baru beberapa saat berjalan, tiba-tiba Sunnata menunjuk ke depan. "Cepat lihat."Semua orang mendongak. Sekitar belasan meter di depan mereka, berdiri puluhan patung salju.Nazar melangkah mendekat dan mengamatinya beberapa saat. "Aneh. Kenapa ada begitu banyak patung salju di sini? Bentuknya juga mirip serigala.""Bukan mirip. Memang itu serigala." Dengan mata batin, Ewan sudah melihat semuanya. Begitu selesai berbicara, dia langsung melayangkan sebuah pukulan.Bam! Patung salju itu hancur berkeping-keping. Seekor se

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2688

    Setelah Sunnata memasuki gua, Dewi Kembang juga tidak ragu sedikit pun dan segera menyusul masuk.Sebagai pelayan Dewi Kembang, Midori tentu hanya bisa mengikuti majikannya."Kalian berdua masuk dulu. Aku dan bocah sialan ini akan berjaga di belakang." Nazar berpesan kepada Koji, "Kultivasimu paling tinggi. Tolong jaga Zayn.""Baik." Koji mengangguk, lalu membawa Zayn masuk ke gua.Saat Ewan hendak melangkah, Nazar tiba-tiba menarik lengannya."Ada apa?" tanya Ewan dengan heran.Nazar berkata, "Bocah sialan, tadi aku sudah mengamatinya baik-baik. Dua raksasa perunggu ini sudah sangat tua, jelas merupakan benda bersejarah tingkat nasional. Kenapa nggak kamu masukkan saja ke dalam Kantong Kosmik? Nanti setelah dijual, hasilnya kita bagi dua."Sambil menahan amarahnya, Ewan bertanya, "Tua bangka, kamu ini kekurangan uang ya?""Nggak." Nazar tersenyum lebar. "Uang itu memang bajingan. Makin banyak didapat, makin ingin mendapatkannya lagi.""Aku nggak tertarik dengan benda-benda itu." Setel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2687

    Bzzzz! Tiga keping uang logam itu berputar di atas kepala Nazar, mengeluarkan dengungan pelan.Sepuluh detik kemudian, Nazar mengulurkan telapak tangannya.Plak! Ketiga keping uang logam itu jatuh bersamaan ke telapak tangannya, tersusun dalam satu garis lurus."Master, gimana hasil ramalannya?" tanya Zayn.Nazar menyeringai. "Pertandanya sangat baik."Mendengar itu, hati Ewan justru mencelos. Dia sangat mengenal Nazar. Sebagian besar hasil ramalan Nazar justru harus diartikan kebalikannya."Sepertinya perjalanan kali ini bakal berbahaya." Sambil berpikir demikian, Ewan melangkah ke depan dan memeriksa kedua raksasa perunggu itu.Dia yakin kedua patung perunggu itu tidak mungkin muncul di sini tanpa alasan. Setelah mengamatinya beberapa saat dan tidak menemukan keanehan apa pun, Ewan berjalan ke belakang patung-patung itu.Detik berikutnya, sorot matanya langsung menajam.Saat itu, Nazar masih tersenyum sambil berkata, "Ramalannya menunjukkan pertanda yang sangat baik. Artinya perjalan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2686

    Semua orang mendengar suara Ewan dan segera menghentikan langkah mereka. Masing-masing langsung bersiaga penuh, seolah sedang menghadapi musuh besar.Namun setelah beberapa saat, tidak ada apa pun yang terjadi."Bocah sialan, kamu kenapa tiba-tiba bikin ulah?" gerutu Nazar dengan tidak senang."Lihat dindingnya," kata Ewan.Nazar mengangkat Jimat Api mendekati dinding. Seketika, semua orang dapat melihat dengan jelas bekas pahatan buatan manusia pada dinding batu gua."Eh? Gua ini ternyata dipahat oleh manusia?""Siapa yang membangun gua di tempat seperti ini?""Menggali gua sebesar ini pasti bukan pekerjaan kecil."Semua orang berbisik-bisik."Tempat ini nggak sederhana. Hati-hati semuanya," ujar Ewan mengingatkan.Semua mengangguk, lalu melanjutkan perjalanan.Wusss .... Tiba-tiba, embusan angin dingin berembus.Gua itu memang sudah sangat dingin. Ditambah angin yang terus berembus, semua orang terpaksa mengerahkan tenaga untuk melawan hawa dingin.Kultivasi Zayn adalah yang paling r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status