Home / Rumah Tangga / A Mother's Justice / 45. Reuni Teman Lama (1)

Share

45. Reuni Teman Lama (1)

Author: Dea Anggie
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-23 12:45:03

Di ruang CEO ...

Semua teman lama Angelica saat dia masih menjadi anggota khusus organisasi elit berkumpul. Mereka juga adalah pemimpin empat organisai besar dibawah organisasi Naga.

Selain Rosella, ada tiga orang lain yang duduk mengelilingi Angelica.

Cristoff, pemimpin organisasi Serigala, sedang memeluk erat lengan Angelica dan menyandarkan kepalanya ke bahu Angelica.

"Kamu tahu, kak? Aku sangat merindukanmu sampai mau gila. Kamu tega banget ninggalin aku dan ngilang gitu aja," kata Cristoff
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • A Mother's Justice   107. Ancaman

    Seseorang mengawasi gerak-gerik Andrew, Nathan dan Felix dari dalam sebuah restoran. Seseorang itu sedang sarapan dengan rekannya."Apa dia, anaknya Daisy?" "Benar. Menurut informasi, dia baru saja sadar dari koma selama beberapa bulan."Seseorang mengunyah makanan sambil terus menatap Nathan yang tampak sedang tersenyum."Karena Mamamu sudah membunuh sauadaraku, maka jangan salahkan aku membalas dendam. Kamu akan menggantikan nyawa saudaraku," kata seseorang dalam hati."Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" "Apalagi? Buruan di depan mata harus didapatkan. Karena dia sudah susah payah keluar tanpa diminta, ini merupakan keuntungan besar buatku. Nggak perlu basa basi lagi, langsung saja kita mulai permainannya. Hubungi dia, suruh lakukan pekerjaannya dengan baik.""Ok."Rekan seseorang itu mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang lain."Mereka sudah bersiap.""Hm ...""Angelica oh Angelica ... Kamu nggak akan menduga 'kan, kalau ajal anakmu sudah dekat. Hahaha

  • A Mother's Justice   106. Obrolan Santai

    Andrew mendorong kursi roda yang diduduki Nathan keluar dari dalam lift. Dipersimpangan jalan, mereka bertemu Felix."Lho, anda sudah sampai di sini. Saya baru mau naik menjemput anda dan Tuan Muda," kata Felix, saat bertemu Andrew dan Nathan di lantai bawah."Oh, apa kamu disuruh Angelica menjemputku?" tanya Andrew."Ya. Nona tadi menghubungi saya dan meminta saya menemani Anda. Makanya saya inisiatif mau naik," jawab Felix."Bukannya kamu lagi melakukan pemeriksaan? Apa sudah selesai?" tanya Andrew."Iya. Baru saja selesai," jawab Felix."Gimana hasilnya? Apa kamu masih ngerasa nggak nyaman karena kejadian waktu itu?" tanya Andrew."Bisa dibilang penulihan saya cepat. Sekarang saya merasa sudah baikan," kata Felix."Oh, ok. Kalau gitu kamu ikut kami jalan-jalan saja. Sekalian melemaskan kaki," kata Andrew, yang dijawab anggukan kepala cepat oleh Felix."Biar saya yang mendorong Tuan Muda," kata Felix yang langsung mengambil alih posisi Andrew.Nathan menatap Felix, "apa om Asistenny

  • A Mother's Justice   105. Pendekatan Aktif

    Setelah hari kesepakatan dengan Nathan, Ethan secara aktif melakuakan pendekatan dengan Angelica.Dia bahknan secara terang-terangan menunjukkan perhatian tanpa rasa canggung sedikitpun.Angelica merasa aneh, sikap Ethan semakin hari semakin aneh. Seperti bukan Ethan yang dia kenal sebelumnya."Dia kenapa? Aneh sekali. Kerasukan hantu 'kah?" tanya Angelica dalam hati. Saat melihat Ethan membawakan sarapan untuknya dan bahkan menyiapkan menu khusus."Cobalah. Aku yang memasaknya sendiri," kata Ethan."Ethan ... Kamu kenapa? Tumben masak sendiri," tanya Angelica."Mulai hari ini aku akan memasakkan kalian berdua. Kalau ada yang ingin kamu dan Nathan makan, katakan saja. Sekalipun masakan asing, aku akan buat dan masakkan untuk kalia . Jangan sungkan-sungkan," kata Ethan dengan percaya diri.Nathan tersenyum, "cukup bisa diandalkan. Gayanya sudah lumayan. Entah Mama akan menerimanya atau tidak dengan sikapnya yang seperti ini," katanya dalam hati.Ethan memberikan Nathan semangkuk bubur

  • A Mother's Justice   104. Mengenal Keluarga (2)

    Setelah Andrew pulang, sekarang giliran Ethan yang melakukan pendekatan dengan Nathan. Dia ingin saling mengenal dengan putranya itu.Meskipun canggung, Nathan berusaha menjaga sikap dan ucapannya agar tak menyinggung. Dia takut Ethan sakit hati dan memarahi Mamanya.Seperti sebelumnya, saat berduaan mereka hanya saling diam. Nathan menatap Ethan, "itu ... Apa om nggak kerja? Mama aja sudah berangkat kerja lho," tanyanya."Oh, aku bisa masuk dan pulang kerja kapan saja. Kamu nggak perlu khawatir. Kita punya banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain," jawab Ethan."Kalau nggak bekerja, apa om punya uang? Kalau mau jadi keluarga kami, om harus punya banyak uang lho. Aku nggak mau punya Papa pengangguran banyak acara. Itu sangat menyebalkan. Nanti yang susah Mamaku," ucap Nathan tanpa basa-basi. Ethan tersenyum, "entah kenapa, meskipun kata-katamu itu pedas di telinga, tapi aku menyukainya. Tenang saja. Aku bukan tipe lelaki yang numpang hidup dari uang perempuan. Aku punya ban

  • A Mother's Justice   103. Mengenal Keluarga (1)

    Kedatangan Andrew memberi kesan tersendiri bagi Nathan. Dia senang bisa bertemu Kakeknya. Keduanya langsung akrab dan dekat.Melihat kedekatan Papa dengan Anaknya, Angelica hanya bisa tersenyum. Dia senang Nathan bisa menerima keberadaan keluarganya meski sejak kecil tidak pernah bertemu."Mereka langsung akrab, ya?" tanya Ethan. Duduk di sofa di samping Angelica.Angelica menatap Nathan, "kenapa? Kamu cemburu?" tanyanya."Iyalah. Kamu nggak lihat dia memusuhiku kayak aku ini mau ngerebut kamu dari dia. Padahal aku ini Papanya lho," ucap Etha menggerutu."Gitu aja ngambek. Kamu kekanak-kanakan banget," kata Angelica."Nggak mau tahu ya, pokoknya kamu harus bantuin aku. Supaya aku bisa dekat sama Nathan. Aku nggak mau dia cuekin aku kayak gini," kata Ethan."Lah, kok malah aku yang harus buat Nathan dekat sama kamu. Rayu sendiri lah. Cari cara supaya dia nggak cuekin kamu. Aku juga nggak mau tahu. Cari cara sendiri. Jangan libatin aku," jawab Angelica menolak permintaan Nathan.Ethan m

  • A Mother's Justice   102. Kedatangan Kakek

    Setelah berteleponan dengan Ervan, Angelica kembali. Ethan berbisik sesuatu. Mengajak Angelica bicara sebentar.Keduanya lantas bergeser agak jauh dari Nathan, laku berbisik-bisik. Ethan menyarankan agar Angelica menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Ethan, tapi Angelica menolak. Merasa Ethan tak perlu tahu. Ethan dan Angelica sempat berdebat. Membuat Nathan curiga karena kedua orang tuanya lama sekali berbisik-bisik."Ma ..." panggil Nathan.Angelica memalingkan pandangan menatap Nathan, "ya, sayang. Sebentar," jawabnya.Angelica kembali menatap Ethan, "kamu jangan meracuni isi kepala anakku dengan cerita nggak bener. Ngerti?" bisiknya."Lho, nggak bener dari mana. Aneh kamu ini. Dia sudah tujuh belas tahun. Mengetahui tentang kita 'kan wajar," bisik Ethan."Nggak boleh. Itu rahasia kita," tolak Angelica."Ya sudah. Kalau gitu ceritakan singkat saja tentang kita. Kalau nggak ada omongan apa-apa, apa yang dia pikirkan tentang kita?" sahut Ethan.Angelica diam beberapa saat, "o

  • A Mother's Justice   15. Hilang Tanpa Jejak

    Angelica dan Erika sampai di ruang VVIP tempat Nathan di rawat. Mereka bertemu Ervan yang sedang berjaga."Selamat pagi, Nona. Anda sudah datang rupanya," sapa Ervan."Pagi, Van. Kamu bisa bergantian denganku. Pulanglah dan istirahat. Nanti siang kamu bisa datang lagi," perintah Angelica."Ah, tida

  • A Mother's Justice   14. Seseorang Dibalik Layar

    Andrew berdiri menatap sebuah foto yang terpajang di dinding. Foto seorang wanita cantik."Tuan," panggil seseorang yang baru saja datang masuk ke dalam ruangan tempat Andrew berada."Hm," gumam Andrew."Di luar ada Bibi Erika dan dua pelayan. Mereka ingin bertemu anda," kata seseorang itu. Yang ad

  • A Mother's Justice   13. Lahirnya Ratu Dunia Bawah

    Angelica keluar dan kembali bertemu empat penjaga yang sebelumnya. Melihat Angelica berlumuran darah, empat penjaga langsung membeku ketakutan."Ada apa dengan kalian? Kenapa mematung?" tanya Angelica, menatap satu per satu orang dihadapannya."Ti-tidak apa-apa, Nona. Silakan bicara, jika anda memb

  • A Mother's Justice   12. Hukuman

    "Aaahhhh... ""Sa-sakit. Sakit..." kata Theo meronta-ronta kesakitan.Angelica tersenyum miring, "Sakit? baru segini sudah sakit? bagaimana dengan Nathan yang kamu buat babak belur?" katanya.Didorongnya Theo sampai jatuh tersungkur ke lantai, "tangan mana yang kamu pakai untuk memukul Nathan?" tan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status