共有

Bab 13

作者: Olivia Yoyet
last update 最終更新日: 2026-01-06 11:54:33

13

Beberapa saat berikutnya, Alodita telah berada di kursi teras depan. Dia tidak berani mengajak Cheva masuk ke ruang tamu, karena khawatir Nerissa akan mengomelinya.

"Kamu, kenapa ke sini?" tanya Alodita, setelah sekian menit tidak ada yang urun suara.

"Aku baru dengar kabar, kalau kamu mau nikah. Itu beneran?" tanya Cheva.

"Ya," sahut Alodita. "Kamu tahu dari siapa?" desaknya.

"Thalita. Kami ketemu di mal, tadi sore."

"Hmm, ya. Dia salah satu panitia dari GPCI."

"Kata Thalita, calon suamimu itu, ajudan. Tapi, dia nggak nyebutin namanya, dan itu bikin aku penasaran."

"Kamu kenal, kok, sama orangnya."

"Siapa, Ta? Tolong jelaskan. Supaya aku nggak kepo terus."

"Ngapain juga kamu kepo?"

"Aku ... masih sayang sama kamu. Jadi, aku harus tahu, siapa orang yang berhasil mendapatkan restu orang tuamu. Hal yang nggak pernah bisa kudapatkan, selama setahun lebih kita pacaran."

"Aku nggak mau jawab. Nanti kamu bisa lihat sendiri siapa orangnya."

"Aku diundang juga?"

Alodita terdiam
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 21

    21Aditya mendengarkan penuturan Benigno sembari manggut-manggut. Meskipun sudah bukan manajer operasional SHEHHBY, tetapi Aditya tetap bersedia membantu jika diminta para bos lamanya.Pria berkemeja hitam itu menyunggingkan senyuman, kala dicandai Hadrian dan Samudra Adhitama. Gelakak Aditya menguar, saat kedua lelaki itu akhirnya diomeli Benigno dan Yasuo, karena dianggap mengganggu konsentrasi Aditya. "Oke, soal kerjaan sudah selesai. Sekarang, kita bahas yang lainnya, Dit," lontar Benigno. "Ya, Pak," sahut Aditya. "Tentang nikahanmu, apa semuanya sudah oke?" "Yang di Bandung, kata Dita, sudah. Resepsi di sini, Bang Yoga yang nanganin semuanya. Aku disuruh duduk manis aja." "Kamu mau hadiah apa dari kami?" "Ehm, nggak usah. Kalian datang dan mendoakanku dengan tulus, itu sudah cukup." Benigno beradu pandang dengan keenam sahabatnya. "Kalian dengar?" tanyanya. "Ya, Mas. Dan itu bikin aku bingung," terang Yafizhan Endaru, anggota tim 1 PG. "Adit nggak butuh duit kita," kelak

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 20

    20Seusai bersantap malam, kedelapan orang tersebut berpindah ke cottage yang ditempati ketiga perempuan. Aditya dan Alodita meneruskan membuat daftar tamu undangan untuk resepsi kedua. Sedangkan yang lainnya menonton film horor di laptop Said. Alodita melirik ponselnya yang tengah berdering. Dia ragu-ragu sesaat, sebelum mengangkat panggilan dari teman kuliahnya. Alodita membulatkan mata, saat rekannya itu menerangkan, jika ada yang mengetag akun IG Alodita, yang menampilkan foto-fotonya yang tengah berbikini di salah satu pantai di California. Alodita menutup sambungan telepon dan menggulirkan jemarinya ke IG. Dia terperangah seusai melihat enam foto masa lalunya, yang dimention orang misterius. "Ada apa?" tanya Aditya, ketika menyadari paras Alodita yang memucat. "Ada yang nyebarin foto lamaku, dan ngetag aku di IG," terang Alodita. Aditya menyambar ponsel sang gadis. Dia membuat tangkapan layar semua foto, lalu mengecek profil sang pengunggah yang ternyata dikunci. Aditya ber

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 19

    19Hari demi hari bertukar tanpa bisa dicegah siapa pun. Aditya dan Alodita mempercepat penuntasan pekerjaan masing-masing. Supaya mereka bisa mempersiapkan pernikahan secara maksimal. Dua minggu sebelum hari bahagia, Aditya dan Alodita mengatur janji temu untuk berjumpa di resor 5 sekawan di Pulau Genteng Kecil. Kelompok Alodita datang lebih dulu pada Jumat pagi. Sedangkan tim Aditya baru datang jam 3 sore. Tim dokumentasi yang dipimpin Said, bergerak cepat mengatur properti. Mereka harus mengejar waktu sebelum matahari terbenam, supaya bisa mengambil scene sunset terbaik.Setengah jam sebelum matahari menghilang di balik batas langit, pemotretan dimulai. Aditya dan Alodita yang mengenakan pakaian serba putih, jalan pelan sambil bergandengan tangan. Mereka melangkah sembari berbincang tentang kehidupan sehari-hari. Kala Alodita terbahak, Said mengarahkan semua kamera untuk menangkap momen itu. Said berteriak agar Aditya merangkul pinggang Alodita, supaya kesan romantisnya lebih te

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 18

    18Konvoi banyak kendaraan meluncur di jalan tol menuju Kota Bandung. Aditya yang berada di mobil terdepan, berdiskusi dengan Yoga, Alvaro, Wirya, dan Zulfi, untuk menyukseskan acara resepsi kedua di Jakarta. Aditya mengulum senyuman, ketika ketiga seniornya kompak memaksa Wirya, agar mau tampil di pertunjukan akrobat. Tawa Aditya menguar, kala Wirya akhirnya kalah berdebat dan terpaksa memenuhi permintaan itu. "Aku tampil sendiri aja. Akhir bulan depan, Vanetta baru lahiran dan masih belum pulih," tukas Wirya. "Enggak seru kalau cuma sendiri, W. Harus ada yang dampingin," timpal Yoga. "Sama Avreen, W. Dia sudah oke," usul Alvaro. "Laura, atau Edelweiss, juga bisa," sela Zulfi, sembari terus mengemudi. "Ehm, aku mau ngajak Irsha aja. Tapi, gerakannya jangan yang rumit, kasihan dia nanti," balas Wirya. "Bagian itu, biar trio sutradara kita yang mikirin," cetus Zulfi."Kata Ari, dia sama Deswin lagi mikirin gerakan yang paling pas. Supaya beda dengan pertunjukan nikahan Bang W, ta

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 17

    17Aditya mendengarkan penjelasan supervisor hotel Bramanty, yang berada di pusat Kota Bandung. Sebab tidak memahami urusan dekorasi dan lainnya, Aditya tetap bungkam dan membiarkan Alodita yang banyak bertanya. Kala dimintai pendapat, Aditya bingung. Dia akhirnya mempersilakan Alodita untuk memilih warna dekorasi, dan konsepnya. Aditya tidak memprotes, ketika gadis itu memilih tema green dan dipenuhi banyak dedaunan. "Aku kapan bisa melihat contohnya?" tanya Alodita. "Maksimal minggu depan, Mbak. Tim kami akan membuatkan desain terbaru, khusus buat Mbak dan Mas," jawab perempuan berambut ikal itu seraya tersenyum. "Oke. Nanti aku geser schedule." Alodita melirik pria berkemeja putih pas badan, yang tengah mengamati sekeliling. "Bang, bisa datang minggu depan?" tanyanya. "Belum tahu. Nanti aku cek jadwal," jawab Aditya. "Ehm, aku boleh rekues?" tanyanya. "Silakan, Mas," sahut perempuan bersetelan blazer abu-abu. "Sisi kiri, dikosongkan. Khusus buat panggung pertunjukan," jelas

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 16

    16Aditya dan Alodita mencatat semua hal yang diucapkan Bahir. Sekali-sekali, Nerissa, Satria, dan Karenina, akan menimpali guna memberikan masukan. Sedangkan Bahuraska tetap diam sambil mengamati pasangan calon pengantin, yang duduk berdampingan di sofa sisi kanan. Bahuraska mengulum senyuman, saat mengingat ucapan pacarnya, Claire Banafri, tentang kemiripan paras Aditya dan Alodita. Bahuraska akhirnya mengakui jika perkataan kekasihnya itu benar. Seusai rapat keluarga, Bahuraska berdiri dan mengikuti langkah Satria serta Aditya, menuju teras depan, di mana Sofyan menunggu sejak tadi. "Yan, kita nginap. Besok pagi aku mau lihat gedung buat resepsi," ujar Aditya, seusai duduk di sebelah kanan anak buahnya. "Aku izin cari baju, ya, Bang. Buat besok, nggak ada," jelas Sofyan. "Aku punya baju baru, belum buka bungkus. Ukuran badan kita nggak beda jauh. Pasti muat ke Akang," sela Bahuraska. "Muhun, Kang. Tapi aku tetap mau nyari underwear," papar Sofyan. "Ada, Kang. Lengkap. Nggak p

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status