Share

Chapter 17: Hadiah Beracun

Penulis: MIMOWIE
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 13:00:23

Hari-hari setelah ritual berlalu dalam atmosfer yang aneh.

Anastasia merasakan perubahan yang jelas dalam cara orang-orang memperlakukannya.

Para pelayan yang dulu hanya melayani dengan rasa takut, sekarang melayani dengan sedikit rasa hormat. Para penjaga yang dulu menatapnya dengan pandangan meremehkan, sekarang menunduk lebih dalam saat ia lewat.

Bahkan di taman istana—tempat ia kini diizinkan berjalan-jalan lebih bebas—oran
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 83: Mama, Jangan Pergi

    Enam bulan berikutnya adalah campuran dari kebahagiaan dan kesedihan.Anastasia memiliki hari-hari baik—di mana dia hampir seperti dirinya yang lama. Bermain dengan anak-anak, jalanjalan dengan Arlos, bahkan menghadiri beberapa acara kekaisaran.Tapi dia juga punya hari-hari buruk—di mana rasa sakitnya begitu hebat hingga dia tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Di mana napasnya begitu pendek hingga berbicara pun terasa mustahil.Yenna dan Margareth selalu ada di sisi Anastasia, menemani Anastasia dengan mata yang basah oleh air mata. Menangisi nasib menyedihkan Anastasia yang malam.Lucian dan Sera tidak sepenuhnya mengerti apa yang terjadi—Tapi mereka tahu Mama sakit. Lagi.Dan mereka menghabiskan setiap momen yang bisa bersama Mama mereka.Lucian—sekarang hampir sembilan tahun—sering bolos akademi hanya untuk duduk di samping tempat tidur ibunya, memegang tangannya, menceritakan tentang harinya.“Mama harus istirahat

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 82: Harga Dari Keajaiban

    “Yang Mulia,” suaranya gemetar. “Kerusakannya... kembali.Dan kali ini... lebih parah dari sebelumnya. Tubuh Yang Mulia Permaisuri... seolah mengimbangi kesehatan yang ajaib dengan memburuk lebih cepat sekarang.”“APA MAKSUDMU?” Arlos mengaum, api literal mulai menari di sekitar tubuhnya.“Yang Mulia, mohon tenang—““KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA ISTRIKU!”Tabib itu menelan ludah.“Tubuhnya... seperti lilin yang dibakar dari kedua ujung.Kesembuhan ajaib itu—itu meminjam dari masa depannya. Dan sekarang—tubuhnya menagih hutang itu. Dengan bunga.”Keheningan total.Arlos merasakan dunia berhenti berputar.“Berapa lama?” suaranya tiba-tiba berbahaya tenang.“Aku... aku tidak tahu pasti…Yang Mulia—tidak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada ramuan, tidak ada sihir lagi yang bisa--““KELUAR.”“Yang Mulia—““KELUAR SEBELUM AKU MEMBAKARMU HIDUP-HIDUP.”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 81: Tugas Yang Telah Selesai

    Malam Keintiman Kembali ke istana, kehidupan normal mereka kembali—tapi dengan kualitas baru. Anastasia, sekarang benar-benar sehat, memiliki energi yang belum pernah dia miliki dulu bahkan saat ia masih beumur 17 tahun dan belum melahirkan Lucian, anak pertamanya. Dia tidak hanya bisa mengurus anak-anak dan tanggung jawab permaisuri— Dia juga punya waktu untuk Arlos. Waktu yang berkualitas. Intim. Malam-malam mereka menjadi lebih dalam—bukan hanya fisik—meskipun itu juga, tapi emosional. Mereka akan berbicara sampai larut malam—tentang mimpi, ketakutan, harapan. “Aku takut,” Anastasia mengaku suatu malam, kepalanya di dada Arlos, mendengarkan detak jantungnya yang stabil. “Takut apa?” Arlos bertanya, jari-jarinya bermain dengan rambutnya. “Bahwa ini semua akan hilang. Bahwa ini terlalu sempurna untuk bertahan.” Arlos menariknya lebih erat.

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 80: Dan Untuk Sesaat, Dunia Sempurna

    Di akademi, semua orang terdiam ketika Permaisuri tiba. Anastasia, dalam gaun sutra biru yang elegan, mahkota kecil di kepalanya, berjalan dengan Arlos di sisi kanannya dan Lucian di kiri. “Permaisuri kita sangat cantik,” bisik-bisik di antara siswa dan orang tua. “Dan lihat—dia memegang tangan Pangeran Lucian. Mereka sangat dekat.” Upacara dimulai. Dan ketika nama Lucian dipanggil— “Pangeran Lucian Draven Cassius, Siswa Terbaik Tahun Ketiga”— Anastasia berdiri, bertepuk tangan dengan bangga, air mata mengalir. Lucian berjalan ke panggung, menerima medali emas dan sertifikat. Tapi alih-alih langsung kembali— Dia turun dari panggung, berjalan langsung ke ibunya, dan memeluknya. “Ini semua karena Mama,” bisiknya. “Mama yang selalu percaya pada Lucian.” Anastasia tidak bisa menahan tangisannya. Dia memeluk putranya dengan erat—putranya yang sudah hampir setinggi bahun

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 79: Tahun-Tahun Keemasan

    Villa pantai kekaisaran adalah surga di bumi. Dibangun di tepi pantai pribadi dengan pasir putih dan air biru jernih, dikelilingi oleh hutan tropis yang rimbun. Villa itu sendiri megah tapi juga nyaman—bukan istana yang formal tapi rumah yang hangat. Mereka tiba di sore hari—Lucian dan Sera sudah bergidik dengan kegembiraan saat melihat laut untuk pertama kalinya. “AIR BESAR!” Lucian berteriak, berlari ke pantai sebelum siapapun bisa menghentikannya. “Lucian! Tunggu!” Anastasia tertawa, berlari mengejarnya dengan Sera di gendongan. Arlos mengikuti dengan senyum—pemandangan keluarganya bermain di pasir membuat sesuatu di dadanya melembut. Ini adalah kebahagiaan. Kebahagiaan sejati. ☆☆☆ Dua minggu berikutnya adalah kenangan yang akan mereka hargai selamanya. Pagi dimulai dengan sarapan di teras yang menghadap laut. Lucian dan Sera akan berlari ke panta

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 78: Musim Terakhir Sebelum Mereka Tumbuh

    Malam adalah untuk keintiman. Setelah anak-anak tidur—Lucian di kamarnya yang sekarang penuh dengan buku tentang sihir dan sejarah kekaisaran, Sera di tempat tidur bayi di kamar mereka—dia masih menolak tidur jauh dari orang tuanya. Arlos dan Anastasia akan punya waktu untuk mereka berdua. Kadang mereka hanya duduk di balkon, menatap bintang, berbicara tentang hari mereka. Kadang mereka membaca bersama—Arlos membacakan laporan kekaisaran sementara Anastasia membaca novel—dia menemukan dia sangat suka cerita romansa, meskipun tidak ada yang sebanding dengan cerita mereka sendiri. Dan kadang— Kadang mereka hanya menatap satu sama lain, tidak perlu kata-kata, tangan saling bergandengan. “Apa yang kau pikirkan?” Arlos akan bertanya suatu malam, jari-jarinya bermain dengan rambut Anastasia yang tergerai. “Aku berpikir betapa beruntungnya aku,”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 68: Jangan Sentuh Keluargaku

    "Halo, Yang Mulia," Amara berdiri di ambang pintu dengan senyum yang penuh kebencian. Di belakangnya, Morathi dan selusin penyihir gelap berdiri dengan tongkat berkilau, siap menyerang.Arlos tidak membuang waktu dengan kata-kata.Api merah meledak dari seluruh tubuhnya—api yang

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 67: Pecahnya Sumpah Darah

    Di sudut gelap istana, konspirasi sedang dijalin. Felix berdiri di ruangan gelap, wajahnya pucat dan berkeringat. Sakit kepala yang terus-menerus menyiksanya semakin buruk—rasa sakit yang menusuk yang membuat penglihatannya berkunang-kunang. “Kau harus membawa kami m

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 66: Ketenangan Sebelum Badai

    Dari balkon, Anastasia menatap dengan air mata yang mengalir, memeluk Sera yang menatap kakak dan ayahnya dengan ekspresi yang—meski dia masih bayi—tampak penuh dengan kekaguman.Ini adalah keluarga yang sempurna, Anastasia berpikir. Dan aku sangat bersyukur bisa melihatnya. Bahkan jika

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 65: Keluarga yang Sempurna

    “Mama akan selalu ada di hatimu,” Anastasia melanjutkan dengan suara yang bergetar. “Bahkan ketika Mama tidak bisa ada di sini secara fisik. Mama akan selalu mencintaimu.”“Yang Mulia,” Margareth berkata dengan lembut dari pintu, mata berkaca-kaca mendengar bisikan sedih itu. “Kaisar aka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status