首頁 / Romansa / ASAL TARIK JADI MENIKAH / Sebastian Tidak Suka Biru

分享

Sebastian Tidak Suka Biru

作者: SweetWater
last update publish date: 2026-10-05 18:00:00

Beruntung Aluna bukan tipe wanita yang ribet. Dengan sedikit polesan lipstik, ia sudah siap keluar.

Aluna menghampiri Sebastian yang sejak tadi menunggunya di dalam mobil. Tanpa banyak bicara, ia masuk dan Sebastian pun segera melajukan kendaraannya menuju butik ternama yang ada di pusat Kota.

Sepanjang perjalanan, Aluna hanya bersandar di kaca mobil sambil memegangi kepalanya. Jujur saja, ia masih merasa begitu pusing. Kalau Sebastian tidak datang tadi, mungkin
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Mengingatkan Batas Aluna

    Aluna tertegun. Ia tidak menyangka Sebastian akan menanggapi ucapannya seserius itu. “Kenapa kamu malah marah?” protes Aluna. “Aku nggak peduli kamu mau nyimpen foto atau cincin itu. Aku cuma kasihan sama kamu.” “Kamu bilang apa?” Aluna sempat ragu, tetapi akhirnya melanjutkan, “Kamu terlalu cinta sama mantan istrimu sampai nggak sadar kalau kamu terus bikin Mama Sarah kecewa. Padahal, Mama Sarah cuma pengen kamu move on. Makanya, selama ini dia sering jodoh-jodohin kamu.” Aluna teringat obrolannya dengan Sarah beberapa waktu lalu. Awalnya, ia mengira Sebastian memang tidak tertarik menjalin hubungan atau punya standar tinggi dalam memilih pasangan. Namun, setelah menemukan foto dan cincin pernikahan itu, Aluna mulai berpikir bahwa Sebastian mungkin memang belum sepenuhnya melupakan masa lalunya. Sebastian melangkah mendekat. Ia menundukkan kepala hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. “Aku nggak butuh dikasihani, apalagi dinasihati,” ujar Sebastian dingin. Alu

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Sebastian Dan Masa Lalunya

    Tubuh Aluna tergeletak lemas di sofa ruang keluarga penthouse Sebastian. Siang tadi, setelah membahas rencana ulang tahun Reihan bersama Kevin dan Reihan, ia langsung mengajak keduanya memindahkan barang-barangnya dari kos ke penthouse. Ia bahkan sudah melunasi tunggakan sewa kos menggunakan uang pemberian Sebastian. Sekarang, resmilah Aluna tinggal satu atap dengan pria itu. Aluna melirik jam dinding. Pukul enam sore, tetapi Sebastian belum juga menunjukkan batang hidungnya. “Ah, pegel banget badanku!” keluhnya sambil meregangkan tubuh. Dengan malas, Aluna bangkit dari sofa. Masih ada beberapa barang yang belum dibereskan. Kalau terus bermalas-malasan, bisa-bisa Sebastian pulang saat kamarnya masih berantakan. “Nanti cowok nyebelin itu ngomel lagi,” gerutu Aluna sambil menyeret koper ke kamar. Sebastian tidak memberitahu Aluna di mana harus menyimpan barang-barangnya. Karena itu, Aluna berinis

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Teman Setan

    “Kamu mau berangkat kerja?” tanya Aluna saat Sebastian memasuki ruang makan.Pagi ini, Sebastian sudah berpakaian rapi dengan setelan jas kerjanya. Padahal, Aluna mengira pria itu masih akan libur setelah mereka menikah kemarin.“Hm. Ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan sebelum cuti buat bulan madu minggu depan.”Mata Aluna langsung membulat. Bulan madu? Kata-kata itu membuatnya berpikir beberapa saat.“Maksudmu … kita bakal bulan madu kayak pengantin sungguhan?” tanya Aluna, masih tak percaya. Sebastian hanya mengangguk singkat sebelum menarik kursi dan duduk.Aluna terdiam. Kenapa ia dan Sebastian perlu melakukan bulan madu? Jangan bilang alasan Sebastian mengajaknya bulan madu supaya bisa fokus mengajaknya untuk membuat anak. Ah, sial! Membayangkannya saja sudah membuat Aluna merinding.“Kamu yang masak ini?”Pertanyaan Sebastian sontak membuyarkan lamunannya. Aluna buru-buru mengangguk.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Rockie?

    Hari semakin larut, tetapi Aluna masih terjaga di sofa kamar Sebastian. Pria itu sedang membersihkan diri di kamar mandi, sementara pikiran Aluna sibuk membayangkan apa yang akan terjadi setelah mereka berdua tidur nanti. Jangan-jangan, mereka benar-benar akan langsung membuat anak? “Nggak!” Aluna menunduk sambil menjambak rambutnya. “Aku belum siap, Tuhan ….” Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Aluna spontan menoleh dan langsung membeku saat melihat Sebastian keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambut pria itu masih basah, begitu pula tubuhnya. Aluna bahkan bisa melihat bulir-bulir air menetes di tubuh atletis itu. Aluna menelan ludah. Entah kenapa, kamar yang tadi terasa dingin mendadak membuatnya gerah. Sebastian berjalan menuju lemari. Mata Aluna tanpa sadar terus mengikutinya, sampai pria itu meraih ujung handuk di pinggangnya. “Tunggu!” Aluna buru-buru berdiri.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Kontrak Baru

    Kontrak baru?!Aluna langsung melotot. “Apa? Nggak! Aku nggak mau!” tolaknya panik. Mengingat kontrak sebelumnya saja sudah membuat Aluna pusing. Sekarang, Sebastian malah ingin membuat kontrak baru?“Terus, kamu punya usul lain?” Sebastian menatap Aluna santai.Aluna terdiam sejenak. Ia menatap Sebastian dengan raut gelisah sebelum akhirnya menjawab, “Nggak punya. Kepalaku buntu. Lagian, gimana caranya kita bisa punya anak? Emangnya bisa aku sama kamu—”Kalimatnya terhenti.Bayangan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk memiliki anak mendadak melintas di kepala Aluna. Ia buru-buru menggeleng, berusaha mengusir pikiran itu.Sebastian justru tersenyum miring. “Bisa.”Aluna menatapnya tak percaya. “Yang benar aja?! Bisa?”Sebastian mengangguk. “Kita cuma perlu—““Sebastian!” Aluna langsung berteriak geli.Pria itu terkekeh pelan, membuat Aluna semakin kesal.“Aku nggak ma

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Harus Punya Anak

    Acara pernikahan Aluna dan Sebastian ternyata belum selesai. Jika pemberkatan tadi hanya dihadiri beberapa anggota keluarga, resepsi malam ini dihadiri oleh semua keluarga besar Narendra, tanpa tamu dari luar keluarga.Dekorasi maroon yang senada dengan gaun Aluna membuat pesta sederhana itu tetap terlihat mewah dan elegan.Sejak tadi, Aluna sibuk tersenyum, menyapa kerabat Sebastian dan berfoto. Untungnya, ia tidak harus menghafal semua nama mereka. Kalau iya, bisa-bisa kepalanya pusing sebelum pesta berakhir.“Keluargamu kayaknya baik-baik banget, ya,” ujar Aluna sambil memperhatikan beberapa kerabat Sebastian yang sedang berbincang.“Nggak semuanya.”Aluna langsung menoleh. “Serius?” Ia tampak ragu. “Tapi dari tadi nggak ada kok yang ngehina aku. Makanya aku pikir semuanya baik.”Sebastian mengalihkan pandangan ke seorang pria yang berdiri tidak jauh dari ayahnya. “Itu Paman Frans. Sebisa mungkin, jangan cari masalah sama dia,

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status