Share

Rockie?

Author: SweetWater
last update publish date: 2026-10-15 12:00:00

Hari semakin larut, tetapi Aluna masih terjaga di sofa kamar Sebastian. Pria itu sedang membersihkan diri di kamar mandi, sementara pikiran Aluna sibuk membayangkan apa yang akan terjadi setelah mereka berdua tidur nanti.

Jangan-jangan, mereka benar-benar akan langsung membuat anak?

“Nggak!” Aluna menunduk sambil menjambak rambutnya. “Aku belum siap, Tuhan ….”

Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Aluna spontan menoleh dan langsung membeku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Teman Setan

    “Kamu mau berangkat kerja?” tanya Aluna saat Sebastian memasuki ruang makan.Pagi ini, Sebastian sudah berpakaian rapi dengan setelan jas kerjanya. Padahal, Aluna mengira pria itu masih akan libur setelah mereka menikah kemarin.“Hm. Ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan sebelum cuti buat bulan madu minggu depan.”Mata Aluna langsung membulat. Bulan madu? Kata-kata itu membuatnya berpikir beberapa saat.“Maksudmu … kita bakal bulan madu kayak pengantin sungguhan?” tanya Aluna, masih tak percaya. Sebastian hanya mengangguk singkat sebelum menarik kursi dan duduk.Aluna terdiam. Kenapa ia dan Sebastian perlu melakukan bulan madu? Jangan bilang alasan Sebastian mengajaknya bulan madu supaya bisa fokus mengajaknya untuk membuat anak. Ah, sial! Membayangkannya saja sudah membuat Aluna merinding.“Kamu yang masak ini?”Pertanyaan Sebastian sontak membuyarkan lamunannya. Aluna buru-buru mengangguk.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Rockie?

    Hari semakin larut, tetapi Aluna masih terjaga di sofa kamar Sebastian. Pria itu sedang membersihkan diri di kamar mandi, sementara pikiran Aluna sibuk membayangkan apa yang akan terjadi setelah mereka berdua tidur nanti. Jangan-jangan, mereka benar-benar akan langsung membuat anak? “Nggak!” Aluna menunduk sambil menjambak rambutnya. “Aku belum siap, Tuhan ….” Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Aluna spontan menoleh dan langsung membeku saat melihat Sebastian keluar hanya dengan handuk yang melilit pinggangnya. Rambut pria itu masih basah, begitu pula tubuhnya. Aluna bahkan bisa melihat bulir-bulir air menetes di tubuh atletis itu. Aluna menelan ludah. Entah kenapa, kamar yang tadi terasa dingin mendadak membuatnya gerah. Sebastian berjalan menuju lemari. Mata Aluna tanpa sadar terus mengikutinya, sampai pria itu meraih ujung handuk di pinggangnya. “Tunggu!” Aluna buru-buru berdiri.

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Kontrak Baru

    Kontrak baru?!Aluna langsung melotot. “Apa? Nggak! Aku nggak mau!” tolaknya panik. Mengingat kontrak sebelumnya saja sudah membuat Aluna pusing. Sekarang, Sebastian malah ingin membuat kontrak baru?“Terus, kamu punya usul lain?” Sebastian menatap Aluna santai.Aluna terdiam sejenak. Ia menatap Sebastian dengan raut gelisah sebelum akhirnya menjawab, “Nggak punya. Kepalaku buntu. Lagian, gimana caranya kita bisa punya anak? Emangnya bisa aku sama kamu—”Kalimatnya terhenti.Bayangan tentang apa yang harus mereka lakukan untuk memiliki anak mendadak melintas di kepala Aluna. Ia buru-buru menggeleng, berusaha mengusir pikiran itu.Sebastian justru tersenyum miring. “Bisa.”Aluna menatapnya tak percaya. “Yang benar aja?! Bisa?”Sebastian mengangguk. “Kita cuma perlu—““Sebastian!” Aluna langsung berteriak geli.Pria itu terkekeh pelan, membuat Aluna semakin kesal.“Aku nggak ma

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Harus Punya Anak

    Acara pernikahan Aluna dan Sebastian ternyata belum selesai. Jika pemberkatan tadi hanya dihadiri beberapa anggota keluarga, resepsi malam ini dihadiri oleh semua keluarga besar Narendra, tanpa tamu dari luar keluarga.Dekorasi maroon yang senada dengan gaun Aluna membuat pesta sederhana itu tetap terlihat mewah dan elegan.Sejak tadi, Aluna sibuk tersenyum, menyapa kerabat Sebastian dan berfoto. Untungnya, ia tidak harus menghafal semua nama mereka. Kalau iya, bisa-bisa kepalanya pusing sebelum pesta berakhir.“Keluargamu kayaknya baik-baik banget, ya,” ujar Aluna sambil memperhatikan beberapa kerabat Sebastian yang sedang berbincang.“Nggak semuanya.”Aluna langsung menoleh. “Serius?” Ia tampak ragu. “Tapi dari tadi nggak ada kok yang ngehina aku. Makanya aku pikir semuanya baik.”Sebastian mengalihkan pandangan ke seorang pria yang berdiri tidak jauh dari ayahnya. “Itu Paman Frans. Sebisa mungkin, jangan cari masalah sama dia,

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Hari Pernikahan

    "Aluna Kirana, saya mengambil engkau menjadi istri saya untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang tulus."Hari ini, Aluna berdiri di altar bersama Sebastian, mengucapkan janji suci pernikahan mereka di hadapan seorang pendeta."Sebastian Narendra, saya menerima engkau menjadi suami saya untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang tulus.""Mempelai pria, silakan mencium mempelai wanita,” ucap pendeta.Sebastian mendekat, menangkup wajah Aluna yang terlihat kesal. "Kening aja, ke

  • ASAL TARIK JADI MENIKAH   Tidur Sekamar

    “Bagaimana makanannya, Nak Sebastian?”Aluna sedang makan malam bersama Sebastian, ibunya, dan Dion. Namun, Maya terus terlihat khawatir Sebastian tidak menyukai masakannya. Padahal, sejak menyiapkan makan malam tadi, Aluna sudah meyakinkan ibunya bahwa Sebastian suka makan apa saja, meski sebenarnya ia sendiri juga tidak tahu.“Enak, Tante,” jawab Sebastian.Aluna memperhatikan wajah pria itu. Sepertinya Sebastian memang tidak sedang berbohong.“Syukurlah.” Maya tersenyum lega. “Dulu, sebelum sakit, Ibu pernah jualan di kantin sekolah,” ujarnya.Sebastian terdiam sejenak, bahkan sempat melirik Aluna. Namun, setelah itu ia mengangguk dan kembali mengunyah.“Pantas aja makanannya enak,” puji Sebastian.Begitu makan malam selesai, Maya dan Dion pergi ke dapur untuk mencuci piring. Sementara Aluna tetap di ruang makan bersama Sebastian. Kalau ikut pergi, takutnya pria itu malah merasa canggung ditinggal sendiri.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status