Share

Adik Ipar, Jangan Goda Aku
Adik Ipar, Jangan Goda Aku
Penulis: Capucinno

Bab 1

Penulis: Capucinno
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-27 09:02:23

“Tolong hamili aku ….” Kata Ella, tersendat.

Suaminya itu menatap Ella dengan dingin. “Cari saja pria lain. Aku tidak akan menyentuhmu, sampai kapanpun."

Tubuh Ella gemetar mendengar respon dingin suaminya itu.

Dia tidak akan merendahkan harga dirinya di depan pria ini kalau saja tidak dalam keadaan terdesak.

5 bulan ini dunia Ella runtuh. Karena anaknya yang baru berusia 2,5 tahun mengidap leukemia. Dia sudah protes kepada Tuhan, kenapa tidak dia saja yang sakit.

Bahkan, meminta Tuhan memindahkan penyakit itu ke tubuhnya. Namun hingga malam ini, Tuhan belum menjawab do’anya.

Karena itu, Ella menanggalkan harga dirinya dan mendatangi Mario di ruang kerjanya, meminta pria itu untuk menghamilinya. Sebab Ella butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi.

Tapi jawaban Mario barusan apa? Tidak mau menghamilinya? Ella tidak menduga.

“Kamu pikir aku mau kamu sentuh?” balas Ella, kemudian menyesal. Dia tahu bukan begini caranya berbicara dengan Mario.

Namun Ella terlambat. Rahang Mario sudah mengeras.

Ella berusaha merendahkan harga dirinya lebih rendah lagi. Karena hingga tadi siang, petugas bank darah tali pusat umum masih mengatakan belum ada HLA yang cocok dengan Sisi. Sebab sangat sedikit orang yang mau menyumbangkan darah tali pusat. Kebanyakan orang menyimpan darah tali pusat untuk keluarga mereka sendiri.

“Kalau ada cara lain, aku tidak akan memintamu menghamiliku. Sisi terkena leukemia akut jenis ALL. ALL perkembangannya sangat agresif. Harapan hidupnya mungkin hanya 5 tahun,” kata Ella.

“Kamu berlebihan. Pronosisnya bagus,” ujar Mario.

“Meskipun pronosisnya bagus, tapi dia susah sekali dibujuk untuk kemo. Dia takut suntik, sepertimu,” balas Ella.

Mario diam.

Kemudian Ella mengimbuhi, “Aku butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi. Tapi, hanya darah tali pusat dari saudara kandung yang punya peluang tinggi. Jadi, tolong … hamili aku.”

“Kenapa kamu membuatku mengulanginya? Cari saja pria lain,” keputusan Mario tidak berubah.

Ella menahan air matanya agar tidak jatuh, meskipun ucapan Mario bagai sebilah pisau yang mengoyak tubuhnya. Tubuh Ella nyeri, membayangkan nasib Sisi jika Mario tetap tidak mau menghamilinya.

Akhirnya, Ella hanya bisa sabar menghadapi Mario. “Kalau misal aku cari pria lain, lalu HLAnya tidak cocok. Bagaimana? Apa kamu mau menghamiliku?”

“Sepertinya tadi sudah kujawab. Sampai kapanpun aku tidak akan menyentuhmu,” ulang Mario, seperti sengaja menyakiti Ella.

Butiran kristal Ella menetes hangat di pipi. Mario juga melihat itu di wajah cantik Ella, tapi dia tetap dingin.

“Kita bisa ikut program bayi tabung, kalau kamu mau. Dengan begitu aku bisa hamil tanpa kita bersentuhan,” Ella tidak menyerah.

Mario diam.

Sementara di luar pintu, Zega, adik Mario mematung di depan pintu yang terbuka sedikit itu. Tadinya dia mau masuk untuk menemui Mario, ternyata tak sengaja mendengar percakapan suami istri ini.

Zega mendengar Ella menangis. Sekarang dia tahu duduk perkaranya, ternyata Mario tidak mau menghamili Ella, padahal Ella butuh darah tali pusat untuk menyembuhkan Sisi. Zega tidak menyangka kakaknya lebih brengsek dari dia.

“Apa yang harus kulakukan agar kamu menolongku, sekali ini saja,” isak Ella.

“Menceraikanmu? Mengijinkanmu menikah dengan wanita lain? Katakan,” imbuh Ella, siap melakukan apapun untuk kesembuhan Sisi.

Mario tahu betul sifat ayahnya, Ray Alexander. Kalau dia cerai dengan Ella, pasti dia akan dipecat dari jabatannya sebagai CEO Grup MD dan bahkan, dicoret dari daftar keluarga. Karena itu, lebih baik saat ini begini meskipun tidak betah.

“Aku tidak akan menghamilimu. Camkan itu baik-baik, agar aku tidak perlu mengulanginya berkali-kali.”

“Apa kamu tidak peduli dengan Sisi?!” kesabaran Ella habis. Dadanya sesak saat mengatakan ini.

“Apa kamu baru sadar?” tanya balik Mario. “Lagihan dia cuma anak perempuan. Kalau anak laki mungkin akan kupertimbangkan, karena bisa jadi penerusku.”

Detik berikut, Ella melempar Mario dengan sepatunya heelsnya. Dan Mario menghajar Ella dengan ikat pingangnya. Hal ini sudah biasa terjadi diantara mereka, sejak awal menikah. Ella meraung, lalu Mario pergi.

3 tahun ini, selalu Ella yang berusaha menghangatkan rumah tangga. Tapi Mario selalu mencoba merusaknya. Ella berdiri, berjalan menuju kamar tidur Sisi. Sisi tidur pulas dan tangis Ella pecah di ambang pintu.

“Sisi akan baik-baik saja.”

Ella terkejut. Dia menatap pria tinggi, tampan dan atletis di sampingnya dengan heran.  Zega?

Zega mengeluarkan tangannya dari saku, lalu mengulurkan saputangannya.

“Terima kasih.” Saat Ella mengambil saputangan dari tangan Zega, Sisi bangun dan seperti biasa, bayi berusia 2,5 tahun itu masih suka menangis setiap bangun tidur tidak ada ibunya.

“Biar aku saja." Zega melangkah mendekati Sisi.

Ella terperangah. Adik iparnya ini tidak pernah menyentuh anak kecil, sama seperti Mario. Apalagi menenangkan anak menangis. Memang Zega bisa?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 75

    "Sudah meniduriku, melarangku pulang pula. Apa dia lupa aku punya pekerjaan? punya Sisi?" Ella geleng-geleng kepala merasakan Zega. Meski begitu dia patuh. Setelah itu Ella melihat tasnya yang masih ada di atas meja. Dia penasaran, bagaimana Zega mendapatkannya. Ella membuka tas itu, tercenggang melihat isi tasnya masih lengkap. Hanya surat cerainya yang hilang. "Aneh. Kalau niatnya merampok kenapa tidak mengambil ponsel dan ATMku? malah surat cerai," nalar Ella. Sulit bagi Ella untuk tidak berpikir ini perbuatan Mario sebab yang hilang hanya surat cerainya. Ella pergi membersihkan diri. Setelah itu keluar kamar. Dia menuju dapur untuk mengambil minum. Namun langkahnya terhenti. "Dimana Ella?" tanya Mario, kepada Mark, penjaga vila. "Nyonya Ella tidak ada di sini, Tuan." Mario terkekeh. Lalu memberi kode ke anak buahnya untuk menggeledah vila Zega. "Beginikah caramu bertamu?" tanya Ella. Mario menatap Ella lalu tersenyum lebar. "Zega yang mengajariku." Ella menatap

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 74

    Ini pengalaman pertama Ella naik motor. Naik saja sudah membuatnya takut apalagi sekencang ini. Tapi dia mencoba percaya pada Zega. "Zega." "Ya," sahut Zega. "Semalam kamu kemana?" Zega tidak menjawab. "Kenapa kamu ingin tahu?" Ella diam sejenak, tahu Zega masih marah padanya. "Apa kamu menemui Mario?" Zega tidak menjawab dan Ella tidak bertanya lagi. Terkadang inilah yang membuat Ella malas menikah lagi. Rasanya tidak punya energi untuk menghadapi pertengkaran yang tidak perlu seperti ini. Sesampainya vila, Ella pikir Zega akan menghabiskan waktu dengannya, ternyata tidak. Zega pergi entah kemana. Ella semakin kesal sekaligus menyesal kenapa datang ke sini. Akhirnya Ella pergi ke mall terdekat, untuk melihat gerai HVAnya. Ella melamun dan tidak memperhatikan jalannya. Dugh! Ella terkejut menabrak seseorang. "Maaf," kata Ella, spontan. "Tidak apa." Ella terkejut, pria yang dia tabrak ternyata Arka. "Hai," Arka melempar senyum ke Ella. Ella tidak bisa meno

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 73

    Ella tidak pulang ke rumah keluarga Alexander sejak perselingkuhannya dengan Zega terbongkar. Dia hanya bolak balik kantor - rumah sakit. Ella juga belum menelpon ayah dan ibu mertuanya meski sudah 1 minggu. Ella menandatangani kontrak kerjasama dengan salah satu pengusaha yang akan mengekspor produk HVA keluar negeri. "Senang kerjasama ini berhasil," kata pria bernama Arka, sembari menjabat tangan Ella. "Ya," jawab Ella sembari tersenyum, lalu mengantar Arka keluar dari kantornya. Setelah Arka pergi Ella kembali ke tempat duduknya. Dia menelpon Mario menggunakan telpon kantor. Setelah diangkat sekretaris Mario, barulah dia mendengar suara pria itu. "Maaf aku sibuk banget, tidak sempat membalas pesanmu," kata Mario. "Aku tahu. Aku cuma ingin nanya, apa kamu sudah tanda tangani surat cerai kita?" tanya Ella. "Belum. Aku lupa terus." "Tolong tangani sekarang," pinta Ella. "Ok. Sebentar aku cari." 5 menit kemudian. "Sepertinya ketinggalan di rumah," kata Mario. Ella menarik n

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 72

    Ella memakai bajunya kembali lalu tidur di ranjang untuk penunggu pasien. Dia terkejut Zega menyusulnya dan memeluknya dari belakang. "Kamu marah?" tanya Zega. Ella tidak menjawab. Dia memang ingin marah tapi tidak bisa. "Aku minta maaf. Aku sengaja menggodamu karena—" Ella sontak menoleh, semakin kesal mendengar pengakuan Zega. "Berapa kali harus kukatakan aku tidak mau melakukan itu sebelum menikah?!" Zega tidak bisa menjawab Ella. Akhirnya Ella menarik nafas, lalu memeluk dan mencium Zega. "Aku tidak ingin bertengkar denganmu. Karena aku sangat menyayangimu." "Itu cukup bagiku." Ella kembali menarik nafas. Dia jadi tidak enak kalau begini. Akhirnya Ella menciumi Zega, mulai dari keningnya, bibirnya, leher, dada, hingga perut six pack pria itu. Jantung Ella berdetak tidak karuan melihat batang Zega yang menggembung di balik boxer. Ella menatap Zega. "Kamu tidak perlu melakukan ini karena ingin menyenangkan aku. Aku menghormati prinsip yang kamu pegang dan aku tidak akan

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 71

    "Meski aku tidak mencintainya, aku tidak akan memberikan Ella padamu!" Mario merasa sangat dihianati oleh adiknya ini. Mario kembali melayangkan tinju, namun kali ini gagal karena ditangkis Zega. "Pikirkan kembali," kata Zega. "Aku tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil keputusan semudah ini!" Mario kembali melayangkan tinju, namun lagi-lagi gagal. "Tawaranku hanya berlaku saat ini," Zega menjeda kalimatnya, seperti sedang presentasi. Setelah Mario menatapnya, Zega melanjutkan. "Setelah keluar dari kamar ini, aku tidak akan memberikan kompensasi apapun atas apa yang terjadi." Zega kembali menjeda kalimatnya. Setelah beberapa detik Zega melanjutkan sisanya. "Lepaskan Ella, sebagai gantinya aku akan menjamin posisi Kakak sebagai CEO grup MD." "Bangsat! apa tidak ada wanita lain?!" Mario kembali melayangkan tinju namun Zega terus menangkis dan tidak membalas. "Tidak ada," jawab Zega. "Lebih baik aku dipecat dari pada memberikan Ella padamu!" jawab Mario. "Taw

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 70

    Sementara itu di tempat lain, di kamar rawat inap Margaret dan Ray. Zega mendudukkan semua keluarganya yang beberapa jam lalu menghakimi Ella hingga pingsan. Mario juga ada disana. Namun Sisi dijaga Suster di luar kamar. Suasana hati Zega sedang buruk. Semakin buruk setelah mendengar Ella dihakimi hingga pingsan dan jatuh dari tangga dan mendapat 2 jahitan di dahinya, sementara Sisi 1 jahitan karena terlindungi tangan Ella. Tatapan Zega lebih gelap dibanding malam. Rahangnya lebih keras dibanding batu. "Memang kenapa kalau Ella selingkuh denganku?" tanya Zega, pelan tapi tidak ada yang berani menjawab. Semua menundukkan kepala. Zega meminta laptopnya dari Gashi, lalu membukanya dan mengunduh file rahasia yang dia simpan di awan. "Fredo, kudengar kamu orang pertama yang menanyai Ella," kata Zega. "Kenapa kalau Ella selingkuh denganku? kamu iri?" Fredo mendongak dan tersenyum kuda. "Aku hanya terkejut Zega." Zega menatap Fredo, lalu ke istrinya. "Bibi Moi, kenapa kamu meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status