Share

Bab 68

Author: Capucinno
last update Last Updated: 2026-02-03 09:50:38

"Halo, Sus. Sisi sudah makan dan minum obat?" tanya Ella.

"Sudah, Bu."

Ella menatap foto Sisi di meja kerjanya. "Apa dia cari saya?"

"Iya, Bu. Ibu jam berapa pulang?"

"Agak malam, Sus. Bisa saya video call sama Sisi sebentar?" tanya Ella.

"Bisa, Bu, sebentar ya."

Ella langsung tersenyum lebar ketika melihat wajah Sisi.

"Halo, Sayang. Lagi apa?" tanya Ella, lembut.

"Main sama Ayah."

Senyum Ella seketika surut melihat wajah Mario muncul di layar.

"Kamu nggak kerja?" tanya Ella
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 71

    "Meski aku tidak mencintainya, aku tidak akan memberikan Ella padamu!" Mario merasa sangat dihianati oleh adiknya ini. Mario kembali melayangkan tinju, namun kali ini gagal karena ditangkis Zega. "Pikirkan kembali," kata Zega. "Aku tidak perlu berpikir dua kali untuk mengambil keputusan semudah ini!" Mario kembali melayangkan tinju, namun lagi-lagi gagal. "Tawaranku hanya berlaku saat ini," Zega menjeda kalimatnya, seperti sedang presentasi. Setelah Mario menatapnya, Zega melanjutkan. "Setelah keluar dari kamar ini, aku tidak akan memberikan kompensasi apapun atas apa yang terjadi." Zega kembali menjeda kalimatnya. Setelah beberapa detik Zega melanjutkan sisanya. "Lepaskan Ella, sebagai gantinya aku akan menjamin posisi Kakak sebagai CEO grup MD." "Bangsat! apa tidak ada wanita lain?!" Mario kembali melayangkan tinju namun Zega terus menangkis dan tidak membalas. "Tidak ada," jawab Zega. "Lebih baik aku dipecat dari pada memberikan Ella padamu!" jawab Mario. "Taw

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 70

    Sementara itu di tempat lain, di kamar rawat inap Margaret dan Ray. Zega mendudukkan semua keluarganya yang beberapa jam lalu menghakimi Ella hingga pingsan. Mario juga ada disana. Namun Sisi dijaga Suster di luar kamar. Suasana hati Zega sedang buruk. Semakin buruk setelah mendengar Ella dihakimi hingga pingsan dan jatuh dari tangga dan mendapat 2 jahitan di dahinya, sementara Sisi 1 jahitan karena terlindungi tangan Ella. Tatapan Zega lebih gelap dibanding malam. Rahangnya lebih keras dibanding batu. "Memang kenapa kalau Ella selingkuh denganku?" tanya Zega, pelan tapi tidak ada yang berani menjawab. Semua menundukkan kepala. Zega meminta laptopnya dari Gashi, lalu membukanya dan mengunduh file rahasia yang dia simpan di awan. "Fredo, kudengar kamu orang pertama yang menanyai Ella," kata Zega. "Kenapa kalau Ella selingkuh denganku? kamu iri?" Fredo mendongak dan tersenyum kuda. "Aku hanya terkejut Zega." Zega menatap Fredo, lalu ke istrinya. "Bibi Moi, kenapa kamu meng

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 69

    "Zega, kenapa berhenti di sini?" Ella heran Zega berhenti di Rihana suite and resort. "Ingin saja," sahut Zega. "Ingin apa?" Ella takut Zega mengajaknya melakukan sesuatu di hotel mewah yang terkenal untuk bulan madu ini. "Healing, melepas stress." "Healing? melepas stress?" Ella semakin takut, karena bertukar keringat juga termasuk salah satu cara melepas stress. "Ya. Enak kan lepas stress di sini?" Zega mencium pipi Ella sebelum turun dari mobil dan membukakan pintu. "Aku nggak mau," tolak Ella tegas. "Nggak mau apa?" Zega menahan tawa. "Kamu mau mengajakku itu kan?" tebak Ella. "Betul. Aku mau mengajakmu itu. Aku ingin memilikimu seutuhnya." Wajah Ella semakin tegang. "Nggak. Aku gak mau melakukan itu sebelum kita menikah." "Aku mau sekarang, supaya cepet bisa menikah." Zega berusaha sekuat tenaga tidak tertawa melihat wajah Ella yang gugup. Ella menatap Zega, tubuhnya yang sempurna, dan wajahnya yang tampan. Tidak ada yang tidak membuatnya penasaran dan ber

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 68

    "Halo, Sus. Sisi sudah makan dan minum obat?" tanya Ella. "Sudah, Bu." Ella menatap foto Sisi di meja kerjanya. "Apa dia cari saya?" "Iya, Bu. Ibu jam berapa pulang?" "Agak malam, Sus. Bisa saya video call sama Sisi sebentar?" tanya Ella. "Bisa, Bu, sebentar ya." Ella langsung tersenyum lebar ketika melihat wajah Sisi. "Halo, Sayang. Lagi apa?" tanya Ella, lembut. "Main sama Ayah." Senyum Ella seketika surut melihat wajah Mario muncul di layar. "Kamu nggak kerja?" tanya Ella. "Aku sakit," jawab Mario. Ella tidak bertanya lagi. Dia beralih ke Sisi. "Sisi main apa sama Ayah?" tanya Ella. "Puzzle." "Ok, nanti waktunya bobok siang bobok ya, gak boleh main terus," pesan Ella. "Ok." "Ya sudah kalau gitu, Ibu lanjut kerja dulu ya, bye Sisi, Ibu sayang Sisi," pamit Ella sembari melambaikan tangan. "Bye, Ibu. Emuach." Sisi memonyongkan bibirnya, ajaran dari Zega. Ella tertawa lalu mematikan telponnya. Usai menelpon Sisi Ella mengecek ponselnya. Ada puluh

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 67

    Ella tiba di depan kantornya tepat 12 siang. "Jangan lupa makan," pesan Zega sebelum Ella turun. "Hm." Zega mencium pipi Ella lalu mengijinkan Ella keluar. Ella turun dari mobil lalu gegas masuk ke dalam kantornya. "Selamat siang, Bu," sapa satpam kantor setelah membukakan pintu kaca lobby. "Siang," jawab Ella sembari lalu. "Selamat siang, Bu," sapa resepsionis. "Siang." Ella memang tipe bos yang jarang menyapa bawahannya. Karena itu dia tidak kenal nama mereka. Meski pernah membaca namanya kadang lupa. Jika berjalan, pandangan Ella lurus ke depan dan jalannya cepat. Karena itu Ella tidak pernah sadar sering jadi pusat perhatian. Ella segera disambut sekretarisnya, Melia. Melia adalah sekretaris barunya. Sekretaris yang lama berhenti kerja setelah melahirkan. "Selamat siang, Bu," sapa Melia sembari memperhatikan tas Ella yang seharga 30 miliar dan membukakan pintu. "Siang, terima kasih." Ella masuk ke dalam ruang kerjanya lalu meletakkan tasnya di atas meja

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 66

    Ella menatap Zega. Dia tidak bisa melupakan orang yang pernah memberinya uang 1 triliun ini. "Kamu pria terbaik yang pernah kutemui. Bagaimana aku bisa melupakanmu?" kata Ella, lirih dan serius. Zega tersenyum, canggung. Dia tahu bisa menaklukkan Ella. Tapi tidak menyangka secepat ini. "Benarkah?" tanya Zega. "Hm. Yang terbaik yang pernah kutemui," ulang Ella. Zega menatap mata Ella lalu turun ke bibirnya. Ella tersenyum lalu membuang wajah. "Menikahlah denganku," kata Zega. Ella kembali menatap Zega. "Berjanjilah kamu akan jadi Ayah yang baik untuk Sisi. Meskipun kita nanti punya anak, kamu tidak akan pilih kasih atau membuatnya menangis. Maka aku akan kompromi meski kamu adik iparku, dan cintamu hanya untuk Fara." Zega tersenyum, lalu mengulurkan jari kelingkingnya ke Ella. "Aku janji." "Kalau kamu lupa dengan janjimu? bagaimana aku harus menghukummu?" Ella ingin memastikan Sisi tidak merasakan seperti yang dia rasakan meski jadi korban perceraian. "Tidak dapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status