Share

Bab 49

Author: Capucinno
last update Last Updated: 2026-01-02 22:58:29
Zega mencuci tangan dan mulutnya di toilet pengunjung dekat lobby. Setelah itu menuju mobilnya.

Pukul 12 malam dia baru sampai rumah orang tuanya.

Zega papasan dengan Mario sebelum masuk kamar. "Oh, tidur di sini?"

"Iya, Ayah menyuruhku tinggal di sini."

Zega menganguk-angguk. Ada enaknya kalau Ella tinggal di rumah ini. Bisa bertemu tiap hari.

"Dari mana kamu?" tanya Mario.

"Club malam," sahut Zega, asal.

Mario tidak bertanya lagi lalu masuk ke dalam kamar.

Zega menyusul dan suk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   ban 81

    3 bulan kemudian. Gashi dan Adrian belum keluar dari apartemen. Tabungan mereka habis untuk investasi bitcoin. Padahal, mereka baru saja beli bitcoin tapi harganya terjun bebas. Namun Zega, malam ini merayakannya bersama Jordan, di rooftop salah satu gedung pencakar langit di Brigton, negara kelahiran Ella. "Kau benar-benar Whale, Ga," Jordan takjub dengan temannya yang satu ini. Zega tertawa kecil sebelum minum whiskynya. "Aku bukan whale, Jordan," kata Zega. "Ya, ya. Tentu saja. Kamu bukan whale. Tapi bandar. Market maker," kata Jordan. "Dia itu sebenarnya kesepian, Jordan, makanya Market dibuat mainan," celetuk Istri Jordan sembari membawa nampan berisi aneka kudapan dan minuman. Zega tertawa sembari menatap Istri Jordan. "Fitnah apalagi ini?" "Fitnah? kamu tampak tidak bahagia meski punya banyak uang. Apalagi namanya kalau tidak kesepian," kata Angel. Zega tersenyum, tak bisa membantah. Lalu dia meneguk whiskynya kembali sembari menatap gedung Ritz and Co di dep

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 80

    Sesampainya kantor Zega berpapasan dengan Danish. Seperti biasa, dia tidak pernah menyapa sekretarisnya itu. Ketika Danish mengantar kopinya, mata Zega diam-diam melirik leher Danish. Hanya untuk memastikan ada bekasnya apa tidak. Sialnya ada! Zega mengalihkan pandangannya, kesal. Dia sudah sering minum minuman itu, dan tidak pernah mengalami reaksi seperti kemarin. Zega curiga Danish memasukkan sesuatu ke minumannya. Andai punya bukti, sudah pasti dia pecat! Situasi ini memang memalukan. Tapi Zega juga kesal. Sebab dia sudah janji ke Ella tidak akan mengulangi kesalahan Mario. Jika semalam dia meniduri Danish, entah bagaimana dia mempertanggungjawabkannya! "Silahkan kopinya, Pak." "Makasih," sahut Zega, dingin seperti biasa. "Nanti jam 10 pagi Pak Mario ada jadwal meeting bersama PT Express. Makan siang bersama Direktur Sehat Abadi. Dan malamnya ada undangan untuk acara amal di Sen Hotel. Bapak mau menghadiri sebagai perwakilan?" tanya Danish. "Tidak," untuk saat ini Ze

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 79

    Zega sedang membawa meeting pagi ini. Namun pikirannya tidak konsen. Dia terus kepikiran Ella yang dibawa pergi Mario. Zega tahu, tidak seharusnya dia begini karena Ella bukan siapa-siapanya. Wanita itu istri kakaknya. Tapi entah kenapa dia tidak terima. Malam harinya, pulang kerja Zega mampir ke club malam Infinity. Zega tidak menyangka akan bertemu Danish di sana. Zega duduk di depan bar, memesan sebuah minuman. Tak lama Danish mendekatinya. "Saya baru tahu kalau Pak Zega suka ke Infinity," kata Danish. Zega menoleh sekilas. "Hanya sesekali." Minuman Zega jadi, tepat saat ponsel Zega bergetar. Zega heran melihat nomor tak dikenal. Zega menolak panggilan itu. Tapi nomor itu terus memanggil hingga 5 kali. Zega tidak melihat ketika Danish memasukkan sesuatu ke minuman Zega. "Terus, apa yang membuat Pak Zega malam ini ke sini?" Danish menatap mata Zega sembari melempar senyumnya. "Kerjaan," dusta Zega, setelah itu minum minumannya. Danish aktif mengajak Zega bicara

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 78

    3 hari kemudian. Ella tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana namun memiliki halaman sangat luas. Ella menatap Mario yang duduk di depannya. "Sudah 3 hari kamu tidak makan maupun minum. Apa kamu tidak cocok dengan masakanku?" tanya Mario. Ella tidak menjawab, hanya menatap. Meskipun tiga hari ini pertama kalinya Mario masak untuknya, namun dia tidak tersentuh. Ella menatap keluar jendela, ke jalanan aspal pedesaan yang sepi, tenang dan damai. Serta orang-orang Mario yang berjaga di depan rumah. Mario memang gila. Dulu menyia-nyiakannya. Sekarang, setelah pria itu bukan siapa-siapa lagi baginya, malah mencoba meminta perhatiannya. Kalau dia belum pernah merasakan disayangi Zega, mungkin akan menganggap Mario cinta kepadanya. Sayangnya, dia pernah disayangi Zega, tidak akan tersentuh dengan hal remeh temeh seperti ini. Ella terkejut Mario menyodorkan sendoknya, hendak menyuapinya. "Dulu kamu pernah bilang, ingin makan masakanku. Mulai sekarang, aku akan masak untukm

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 77

    Sementara itu, di tempat lain. Mario heran dihadang beberapa mobil. Dia hendak mengambil pisau lipat yang ada di saku, namun batal karena yang turun dari mobil ternyata Gashi. Pintu kaca mobil Mario diketuk. Mario menurunkannya. "Pagi, Tuan Mario." "Kamu menguntitku?" jawab Mario, tidak suka. "Tidak Mario tidal percaya, dia menyuruh Lucky untuk memeriksa mobilnya. Tak lama, dugaannya benar. Ternyata mobilnya dipasangi GPS. Gashi yang ketahuan memasang GPS, tidak bermaksud minta maaf. Malah, dia memberikan surat cerai Ella beserta pulpen kepada Mario. "Silahkan ditanda tangani, Tuan," kata Gashi. Mario menatap Gashi dengan tidak percaya. "Dosa kamu, menceraikan orang yang sudah menikah," kata Mario. Gashi terkekeh. "Setelah ini saya akan minta maaf ke Tuhan." Mario menatap tajam ke Gashi. "Aku tidak akan menandatangani surat cerai ini!" Mario hendak menutup kaca mobilnya namun di tahan oleh ucapan Gashi. "Di depan, mobil anak buah kami berjejer. Begitu pula

  • Adik Ipar, Jangan Goda Aku   Bab 76

    Ella menatap langit-langit kamar, merenung. Meskipun tadi mengatakan kepada Mario akan hidup demi dirinya sendiri, namun dia tidak bisa memungkiri, dia terus kepikiran ucapan Mario. Dia takut jika hak asuh Sisi benar-benar jatuh ke tangan pria itu. Dia takut Sisi punya tiri Emma. Ella heran, kesal, kenapa Mario tiba-tiba menginginkan Sisi. Padahal selama ini Mario tak pernah peduli, meskipun Sisi mati. Tapi, jika dia kembali ke Mario? astaga, membayangkan saja tidak mampu! Bukankah pria selingkuh dengan tubuh, wanita selingkuh dengan hati? Hatinya sudah dia berikan kepada Zega. Bahkan tubuhnya. Mana mungkin dia bisa membangun kembali rumah tangganya setelah tahu rasanya disayangi Zega? Bahkan, sekarang standar Ella tentang pria naik. Dulu dia mau pacaran dengan siapa saja. Ardi yang baik tapi miskin, Mario yang kaya tapi brengsek. Sekarang, dia tidak mau menghabiskan waktu dengan pria sembarangan. Kalaupun harus menikah, kriteria harus seperti Zega! Kalau tidak ketemu pria

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status