author-banner
Dhisa Efendi
Dhisa Efendi
Author

Novels by Dhisa Efendi

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Evara tengah berbadan dua saat Brian meninggal karena kecelakaan. Ariana sang mertua yang dulu menentang pernikahan mereka membawanya pulang ke rumah mewahnya. Evara harus hidup bersama Adamis sang adik ipar yang sangat membencinya. "Boleh Aku memanggilmu Adam?" "Kenapa? Apa agar Kita berjodoh? jangan mimpi!" Ketus dan menusuk. Itu yang selalu Adamis ucapkan. Kepolosan Evara membuat kebencian Adamis berubah jadi cinta. simak, yuk. Kisah manis mereka.
อ่าน
Chapter: Bab 97 Kemarahan Adamis
"Darimana Kamu, Al?" Tanya Axel pada Alea. "Apa urusanmu?!" Sahut Alea sewot. Ia menuju meja kerjanya dengan cepat. "Jadi urusanku, Nona manja! Papa memarahiku tadi karena Aku nggak tau Kamu kemana!" Sentak Axel."Setidaknya Kamu bilang padaku mau kemana!" Rutuk Axel lagi. "Baru kali ini Aku keluar, Ax!" Alea balas berteriak. Setelah berbulan - bulan tenggelam dalam kesibukan yang sengaja diberikan sang papa, hari ini tiba - tiba saja Alea ingin pergi keluar. Ia nekat meninggalkan kantor tanpa izin. Ia tahu sang papa akan mengerti setelah mengetahui alasannya. Andara diberitahu oleh sekertarisnya kalau Alea sudah kembali. Ia segera menuju ruangan Alea dan Axel. "Alea! Kemana Kami tadi, Sayang?" Tanya Andara langsung. Alea mengerucutkan sedikit bibirnya."Aku hanya keluar sebentar, Papa! Kenapa harus marah, sih??" Katanya merajuk. Andara menghela nafas. "Papa nggak marah. Tapi ada adab untuk orang bekerja, Alea. Kamu sama sekali nggak minta izin keluar. Setidaknya Kamu member
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-19
Chapter: Bab 96 Perawat untuk Brian
Alea melihat semua kehebohan itu dengan senyum kecil. 'Ternyata mudah sekali membuatmu drop, Eva!' kata hatinya puas. Ia berjalan dengan langkah tenang di bawah tatapan para pelayan yang baru melepas kepergian Evara dan Safira ke rumah sakit. "Itu penjahatnya!" Teriak Sisil gemas. Penjahat? "Dia yang membuat Nyonya Muda pingsan!" Kata Sisil lagi. Teman - temannya sontak berkomentar sendiri - sendiri. Yang pasti, semua menyalahkan Alea. Alea sejenak menghentikan langkahnya dan menoleh pada sekumpulan pelayan yang sedang menatapnya. 'Hanya pelayan. Nggak penting sama sekali.' dumel hati Alea. Kini ia mempercepat langkahnya. Ia tidak ingin mendengar komentar yang akan membuat spanningnya naik lagi. 'Aku akan meminta Adamis memecat semua pelayan itu jika ia pulang nanti!' kata hatinya kesal. Mariska mendatangi kamar Ariana dan mengetuk pintunya. "Nyonya, biar Saya yang menjaga Tuan Muda." Katanya begitu pintu terbuka. Ariana menoleh ke tempat tidurnya. "Brian tidur. Biarkan
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-18
Chapter: Bab 95 Evara shock
"Duduklah di sini, Alea. Kita bisa bicara lebih santai. Semalam Brian rewel, Evara lelah karena terjaga semalaman. Tapi ia sangat senang menerima kedatanganmu." Ungkap Ariana. Evara memang terlihat lelah dan sedikit lusuh. Wajahnya juga pucat. Alea duduk di sebelah Evara dan menggenggam tangannya. 'Perempuan seperti ini yang Kamu pilih, Adamis? Lihatlah, Dia sekarang hanya seperti serbet di pojokan sana!' cerca hatinya gemas. Tapi bibirnya melukiskan senyum simpati. "Aku harap Kita bisa berteman, Eva." Katanya dengan senyum kemunafikannya. Evara yang polos tidak menyadari kepalsuan Alea. Ia membalas genggaman tangan Alea dengan hangat. "Tentu saja. Aku senang Kamu mau berteman denganku, Alea." Ariana menghela nafas. Ia berharap Alea bersungguh - sungguh dengan ucapannya. Tapi tatapan Alea pada Evara terkesan aneh untuknya. "Baiklah, Aku akan kembali ke kantorku, Tante, Eva. Kabari Aku kalau Adamis sudah pulang." Katanya dengan senyum manis. Safira masuk begitu saja karena pi
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-16
Chapter: Bab 94 Kedatangan Alea
"Bubur kacang hijau? Itu bagus." Jawab Ariana atas saran Mariska. Makanan tambahan untuk Evara. "Tapi Aku sudah makan, Ma." Protes Evara. "Kamu tadi hanya sarapan roti, Eva. Nggak cukup untukmu dan Brian." Evara memang hanya sarapan setangkup roti dan segelas susu. Evara dan Athena saling berpandangan dengan penuh rasa kasih sayang. Safira menatap semua itu dengan perasaan kesal yang menggunung.Athena mencium pipi Evara dan meraih tangan Ariana untuk mencium punggung tangannya. "Aku berangkat." Katanya. Safira hampir protes saat Athena akhirnya juga meraih tangannya. Ia mencium pungging tangan Safira tanpa mengatakan apa - apa. "Anak baik." Puji Ariana. "Juga paman yang baik." Timpal Evara. Athena bolak balik ke rumah sakit untuk menemani Evara. Ia yang menjaga Evara setiap ia pulang kerja. Paginya ia akan pulang untuk bersiap kerja lagi. Tidurnya tentu sangat kurang tapi Athena tidak pernah mengeluh. Siska datang pada saat Evara baru melahirkan. Hanya sekali itu karena ia
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-15
Chapter: Bab 93 Brian kecil
Adamis tercengang. Bukan hanya Adamis, semua yang berada di meja itu juga membuka mulutnya sehingga membentuk bulatan. Sunny tidak peduli. Keinginannya untuk ikut bersama Adamis sangat kuat. Ia ingin melihat seperti apa Ariana sekarang. Tentu ia masih secantik dulu. Usia tidak akan menelan kecantikannya. Adamis sedikit bingung. Ia tidak mengetahui kisah antara mereka bertiga. Ia hanya tahu Sunny melepas perusahaan yang ia bangun bersama Bramanatyo karena ingin membuka perusahaan sendiri. "Tentu saja, Paman. Tapi apa Paman pernah ke Indonesia sebelumnya?" Tanya Adamis sedikit berbasa basi. Sunny menggeleng dan berkata dengan suara berat. "Cintaku pergi ke sana. Aku ingin melihatnya lagi, walau mungkin hanya sebentar.""Wow, cinta Anda padanya tentulah sangat besar, Tuan Sunny." Celetuk Rossie. Pikirannya sendiri mulai traveling. Andai ada yang mencintainya sebesar itu tentu dunia tidak terasa terlalu kosong. Sunny tersenyum pahit. Cintanya memang sangat besar dan habis untuk Ari
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-14
Chapter: Bab 92 Anthony dipecat!
"Anthony! Kemarilah!" Teriak Vicky dari depan pintu ruang kerjanya. Anthony bangun dengan cepat. Ini kesempatannya mengatakan pemecatannya pada Adamis. Adamis juga ikut bangun dan berjalan ke ruangan Vicky. Ternyata Adamis yang memberitahu Vicky lewat ponselnya. Terdengar teriakan tidak jelas dari ruangan Vicky yang dibiarkan terbuka. "Kita lihat, yuk!" Ajak Rossie. Ia lebih dulu berlari untuk melihat keadaan di ruangan Vicky. Ia berniat membela Adamis kalau ia benar - benar dipecat. Ternyata tadi Anthony yang berteriak saat melihat Adamis mengikutinya masuk ke ruangan ini. "Ini orangnya, Pak!" Teriaknya. Vicky menatap Anthony dengan perasaan gusar. "Apa maksudmu, Anthony?" Tanyanya dengan memicingkan sebelah matanya. Ia jadi kelihatan lebih tua dari usianya. "Dia diam - diam bekerja sama dengan Sandiago Corp atas nama perusahaannya ini! Dia pantas dipecat!" Kata Anthony berapi - api. Tubuh Lisa dan Ronald langsung gemetar. Sandiago Corp, itu proyek rahasia yang sedang mer
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-13
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

"Masa' cuma segini sih, Pah?" Nisa menatap lembaran biru yang baru diberikan Iman, sang suami. Annisa Saktiara, yang dipanggil Nisa ini dulunya seorang anak konglomerat yang jatuh cinta pada seorang montir di bengkel mobil langganannya. Annisa bersikeras. Cinta membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih. Apalagi pada awalnya Iman memperlakukannya bak seorang putri. Ia semakin mabuk kepayang. Tapi perjalanan hidupnya tidak seperti yang Nisa bayangkan. Nisa mulai merasakan pahitnya hidup susah. Apalagi sikap Iman yang pemalas dan lebih mendengarkan ucapan saudara saudaranya. Apakah Annisa menyesal?
อ่าน
Chapter: Bab 130
"Udangnya pesan beberapa porsi ya, Nah. Oke, Kita nanti meluncur ke sana. Nemenin Edi dulu sebentar." Hasby menutup ponselnya."Bagaimana? Mau ikut apa tinggal di sini?" Hasby melirik Sani yang langsung tersipu malu."Saya punya suami, Bang." Mumu, Yanti, Iman dan Nisa langsung tergelak - gelak. "Emang Saya nanya?"Edi mengerucutkan bibirnya. Hasby tak dapat menahannya lagi. Tawanya terlepas. "Dia ngomong begitu karena takut Kamu kena php, Di.""Ayok, jalan." Edi menyeruput kopinya lagi sebelum berjalan."Mau kemana? Yanah di sebelah sana!" Hasby menunjuk arah yang sebaliknya. Edi memutar langkahnya. "Kasihan Bang Edi." ucap Nisa. Iman merengkuh bahu dan memeluk Nisa.Yanti tau Mumu tidak akan melakukan itu karena tidak terbiasa. Ia berinsiatif memeluk lengan Mumu lagi. Tapi tak di sangka Mumu melepaskan tangan Yanti dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. Yanti hampir menangis karena bahagia. Netra Edi yang tajam langsung melihat keberadaan Yanah dan Ijay. "Nah!" ter
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-11
Chapter: Bab 129
"Bang Hasby tidak terlalu memuja pada kecantikan. Yang penting klik.""Tapi Aku nggak pe de tanpa make up." kata Ratna, mulai goyah. "Ya, jangan harap Bang Hasby akan melirik Mbak. Padahal Dia lagi cari pendamping hidup, lho. Dia sudah lama jadi duren. Duda keren." Yanti mulai menjadi kompor. "Udah, yuk. Kita mau ke toilet." ajak Yanah. "Eh, nanti dulu. Kalau Saya nggak pakai make up apa Hasby akan menyukai Saya?"Ikan memakan umpannya. Nisa tersenyum. "Sudah pasti. Abang pernah bilang suka kok, sama Mbak. Tapi katanya,'Sayang ya, Dia pakai make up. Coba kalau enggak." Nisa heran kenapa Yanti begitu lancarnya berbohong. Ratna termenung. "Andai Mbak bisa jadi kakak ipar Kita, Kita pasti seneng banget bisa makan enak terus." rayu Yanah lagi. Dalam hatinya ia bergumam, 'Duh - duhh..! Apanya yang enak, siiih?'Ratna tercenung. Apakah Hasby benar - benar akan tertarik padanya tanpa riasan di wajahnya? Mereka melanjutkannya dengan cerita mengenai Hasby. Hasby yang seorang psikiate
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-10
Chapter: Bab 128
"Ra.. Ra..?" Edi tergagap. Ia terkesima bukan karena takjub tapi lebih karena terkejut dan takut. "Ratna?" sapa Hasby dengan senyum yang mengembang. Bertolak belakang dengan Edi yang kemudian memalingkan wajahnya, Hasby justru bangun untuk menjabat tangannya. Di mata Edi Ratna begitu menyeramkan. Alisnya hanya tinggal sebelah - sebelah karena tidak ada lukisan dari pensil alis di sana. Bibirnya juga hampir membiru karena tidak ada sapuan lipstik di atasnya. Hasby tersenyum."Apa kabar?" tuturnya. Lebih hangat dari biasanya. "Baik." Ratna langsung duduk di sebelah Hasby. Ia merasa Hasby telah meresponnya dengan baik. Tidak kaku seperti sebelumnya. Bibir birunya menguakkan senyum. "Kapan - kapan Saya main ke rumah Abang, ya?" katanya tanpa melirik sedikitpun pada Edi yang belum pulih dari rasa terkejutnya. "Boleh." Hasby tersenyum tipis. Ia tidak takut Ratna datang ke rumahnya karena banyak anak buahnya yang dapat menghalangi Ratna untuk bertemu dengannya. Ratna semakin senang
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-09
Chapter: Bab 127
Iman ikut tertawa sedang Hasby yang baru keluar dari ruangan itu menahan senyumnya. Baru kali ini Mumu mencemburui istrinya. Sudah puluhan tahun sejak mereka menikah. Selama ini Iman yang terkenal dengan kecemburuannya. Mumu selalu cuek pada istrinya. Tapi sekarang? Setelah menghentikan tawanya Edi berujar, "Habis ini Aku akan bertemu dengan Ratnaku. Aku sudah rindu berat." Ratnaku? Yang lain sontak menepuk jidatnya masing - masing. Gusti, bagaimana menyadarkbuan manusia satu ini? "Emang Kita mau ke sana lagi? Makanannya 'kan kurang enak?" berengut Yanah. "Iya." timpal Iman setuju. Edi menatap Hasby. Ia mulai cemas. Hasby mengerti kecemasan Edi. Bagaimanapun Ia tidak ingin mengecewakan adiknya yang satu ini. "Ya. Nanti Kita ke sana." Edi kembali ceria dan bersemangat. "Yes!"Nisa menggelengkan kepalanya. Prihatin. 'Kasihan Bang Edi. Dia kesepian.'Yanti menarik lengan Nisa."Ayok nanti Kita kerjain ondel - ondel itu, Nisa." bisiknya. "Bagaimana?" Yanti membisikkan sesu
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-08
Chapter: Bab 126
"Sabar, dong. Orang sabar itu kekasih Allah." ucap Hasby. Bijak seperti biasanya. "Taraaa!" Nisa mengembangkan kedua tangannya. Netra merah Mumu membelalak saat Yanti kembali. Yanti mengenakan gamis seperti Yanah dan Nisa. Kepalanya juga memakai hijab instan. Ada sapuan bedak dan lipstik tipis - tipis. Yanti terlihat berbeda. Yanti terlihat berbeda. Ia tersenyum malu saat netra suaminya nyaris tak berkedip menatapnya. "Kamu apain Dia, Nisa?" tanya Edi dengan mengerjapkan netranya berulangkali. "Ternyata gamis Teh Yanti banyak. Bagus - bagus. Tapi Dia nggak berani pakai. Takut Bang Mumu nggak suka. Takut diketawain.""Aku suka. Suka banget." cetus Mumu tanpa sadar. Air liurnya bahkan menetes. Ia seperti siap menelan Yanti sekarang juga."Iler tuh, iler!" Edi tertawa diikuti yang lain. "Nggak ada yang nggak suka sama perempuan feminin." ujar Iman sambil meraih Nisa dan menghadiahinya dengan sebuah kecupan kecil di pipinya. Cup! "Hadiah karena udah membuat Teh Yanti jadi peremp
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-07
Chapter: Bab 125
Yanah kembali memeluk Nisa. 'Kasihan anak ini. Dia benar - benar jadi korban untuk semuanya.'Ijay menatap Nisa. Ia kini menyadari perasaannya. "Itu bukan cinta, Nah. Itu cuma rasa kagum yang dibaluri rasa iri karena tidak dapat memilikinya. Nisa seperti boneka yang tidak bisa Kamu miliki, Jay. Jadi Kamu terobsesi padanya."Yanah dan Ijay mengangguk. Mereka sama menatap Nisa yang memerah wajahnya karena dikatakan boneka. Bulu matanya yang lentik mengerjap. Dia memang seperti boneka. "Boneka kesayangan." Yanah mencium pipi Nisa yang memerah karena malu.Nisa menyadari sesuatu. "Tolong, Teh, Bang, Iman nggak usah tau hal ini, ya?" Nisa tidak ingin membuat Iman menjadi posesif bila melihat Ia bersama Ijay."Masalah ini Kita tutup sampai di sini. Yang lain nggak usah tau, bukan hanya Iman." tegas Hasby. "Ya." Ijay dan Yanah mengangguk. Hasby tersenyum. Ia juga langsung pamit untuk pulang. Masalah ini sudah mereka selesaikan dengan baik karena campur tangan Hasby. Ijay berjanji aka
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-06
บางทีคุณอาจจะชอบ
Jerat Cinta CEO Mesum
Jerat Cinta CEO Mesum
Romansa · Nyi Ratu
403.0K views
Ketika Istriku Minta Talak
Ketika Istriku Minta Talak
Romansa · Helminawati Pandia
402.9K views
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Menikahi Pria (tak) Sempurna
Romansa · Lis Susanawati
400.4K views
Ayah Beranak Tiga yang Hebat
Ayah Beranak Tiga yang Hebat
Romansa · Chestnut
397.4K views
Tukar Pasangan (Jodoh)?
Tukar Pasangan (Jodoh)?
Romansa · Fiska Aimma
393.5K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status