author-banner
Dhisa Efendi
Dhisa Efendi
Author

Novels by Dhisa Efendi

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Evara tengah berbadan dua saat Brian meninggal karena kecelakaan. Ariana sang mertua yang dulu menentang pernikahan mereka membawanya pulang ke rumah mewahnya. Evara harus hidup bersama Adamis sang adik ipar yang sangat membencinya. "Boleh Aku memanggilmu Adam?" "Kenapa? Apa agar Kita berjodoh? jangan mimpi!" Ketus dan menusuk. Itu yang selalu Adamis ucapkan. Kepolosan Evara membuat kebencian Adamis berubah jadi cinta. simak, yuk. Kisah manis mereka.
Read
Chapter: Bab 273 Pesona Lukman Hakim
"Kalian tadi bicara apa? Apa Kak Lukman mau ikut denganmu ke pesta pernikahan itu?" Bisik Sabrina saat mereka sudah duduk di dalam mobilAlea hanya menganggukkan kepalanya. Sikapnya seperti gadis yang baru mekar dan menemukan cinta pertamanya. Sabrina menghela nafas lega. Kakaknya ternyata mengikuti perintahnya dengan baik. "Brin,.. Kakakmu.. Dia.. Dia..""Apa?" Potong Sabrina tidak sabar. Alea menatap belakang kepala Lukman Hakim yang bersandar di bantalan kursi. Tampak tegas dan berwibawa. Membuatnya semakin.. "Al? Kok malah bengong? Kamu mau ngomong apa tadi?"Alea tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya. Ia melihat Sabrina yang menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. Alea diam untuk beberapa saat sampai Sabrina lalu menjawil bahunya. "Itu.. Brin.. Emm.. Nanti aja, lah." Kata Alea akhirnya. Alea mengalihkan pandangannya ke luar jendela, menghindari tatapan gemas dari sahabatnya itu. "Ih! Apa - an, sih? Bikin kepo aja!" Cicit Sabrina kesal. Ia menyandarkan tubuhnya
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Bab 272 Lukman Hakim melamar Alea
"Sekarang, balik ke sana dan bilang kalau Kakak akan ikut bersamanya ke pesta pernikahan itu! Titik!" Titah Sabrina seraya melangkah pergi. "Lah, Kamu sendiri mau kemana?" Tanya Lukman Hakim yang heran melihat Sabrina bukan berjalan ke arah tempat mereka duduk tadi. "Mau cuci muka!" Sahut Sabrina sebal. Ia sangat gemas dengan sikap Lukman Hakim yang terkesan tak peduli dengan perasaan sahabatnya. Padahal ia juga suka. "Apa ya, namanya? Suka tapi nggak mau usaha!" Sungut Sabrina sebal.Ia benar - benar mencuci mukanya di toilet. Ia merasa wajahnya panas karena marah dan membuat make up nya luntuk tak beraturan. "Kak Lukman itu benar - benar, ya!" Gerutunya seraya mengeringkan wajahnya dengan tisu.Sabrina mengulang dari awal riasannya dengan gerakan cepat. Ia tidak ingin membuat mereka terlalu lama menunggu. "Selesai!" Katanya puas setelah mengoleskan lipstik tipis - tipis di bibirnya. Ia kembali ke meja tempat mereka duduk tadi. "Kamu darimana, Brin? Kopimu sudah dingin." Kata
Last Updated: 2026-07-22
Chapter: Bab 271 Tulalit
Siska sudah kembali ke rumahnya. Athena sebenarnya belum ingin mengambil cuti karena ia tidak tahu harus berbuat apa selama menunggu hari H tapi Evara memaksanya. "Kamu bisa istirahat di rumah. Jangan kemana - mana juga. Pamali." Kata Evara. "Apa itu pamali?" Tanya Athena. Dahi Evara sedikit berkerut karena bingung. Ia sendiri tidak tahu apa itu pamali yang sering di dengang - dengungkan oleh orang - orang tua di rumah lamanya dulu. "Pamali itu.." Evara melihat ke arah suaminya yang lebih - lebih tidak mengerti darinya. "Yang jelas bukan suaminya bu mali." Sahut Adamis asal. "Adam," Tegur Evara geli. Senyumnya mencuat dengan manis. "Pamali itu seperti tabu atau nggak boleh dilakukan karena akan menyebabkan musibah kalau itu dilanggar." Sahut Safira yang sedang menggigit ayam gorengnya. Evara mengangguk setuju. Telunjuknya bergoyang - goyang menunjuk ibunya. Adamis bergidig pura - pura ngeri. "Berarti pamali itu seram banget, ya? Apa dia masih turunan jin?""Adaamm!" Teriak
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Bab 270 Badai sudah berlalu
Artika melambaikan tangannya pada mobil yang memuat Andara, Alvian dan Axel. Mereka hanya mengendarai satu mobil sejak pagi tadi. "Alea, Kita beristirahat sebentar sebelum Kita belanja, ya?"Alea menautkan alisnya. "Mama mau kemana lagi, Ma?" Tanyanya heran. Artika tersenyum. Tiba - tiba ia terlihat lebih bugar dari sebelumnya. "Mama ingin beli gaun untuk menghadiri pernikahan Athena nanti. Mama ingin tampil lebih spesial." Kata Artika yang merasa ia harus tampil spesial karena ini pernikahan yang akan dihadiri juga oleh keluarga Bramantyo. Alea mengangguk. Tiba - tiba Artika menanyakan Lukman Hakim. "Apa dia pacarmu, Al? Kalau iya, ajak dia juga, ya?"Tubuh Alea membeku untuk sesaat. 'Bagaimana caranya aku mengajak kak Lukman tanpa menunjukkan perasaanku? Aduh, tengsin banget.' keluh Alea dalam hati. "Bukan, Ma. Maksudku, belum." Sahut Alea dengan wajah tersipu. Artika tertawa lepas. Ia sangat mengenal putrinya, ia tahu Alea jatuh hati pada Lukman Hakim dan Lukman Hakim ia y
Last Updated: 2026-07-20
Chapter: Bab 269 Lukman Hakim stress?
Lukman Hakim menjebik, "Siapa yang bilang Aku suka sama Alea?" Elaknya.Edo tertawa terbahak - bahak. "Bagaimana caranya terus berhubungan dengan Alea? Aku nggak tuli, Bro!" Sentaknya mengingatkan ucapan Lukman Hakim tadi. "Aku nggak ngomong begitu! Jangan ngarang!"Lukman Hakim masih berusaha mengelak. Edo mengangkat bahunya. "Berarti Kamu nggak suka sama Alea? Ya bagus! Temanku ada yang suka sama Alea. Aku bilang aja kalau dia masih free!""Jangan! Eh - maksudku, temanmu yang mana?" Tanya Lukman Hakim yang sempat keceplosan pada awalnya. Edo tertawa geli. Ia berhasil menjebak Lukman Hakim dengan ucapannya tadi. "Kamu mau tahu siapa temanku itu?" Tanya Edo sok berteka - teki. Lukman Hakim mengangguk tanpa sadar dan membuat Edo memegang perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa. "Temanku itu orangnya sok cool gitu. Sok ganteng, tapi memang ganteng, sih. Sok pintar, sok keren..""Siapa?" Potong Lukman Hakim bodoh. Otaknya bekerja keras mencari sosok yang digambarkan ol
Last Updated: 2026-07-18
Chapter: Bab 268 Setitik romansa
Athena mengangguk. Ia mengingat Lukman Hakim sebagai polisi yang mencecarnya dengan pertanyaan - pertanyaan yang menyudutkan dan itu membuatnya kesal. Gadis cantik itu menoleh pada Athena. "Kamu mengenalnya, Atha?" Suaranya halus berbisik tapi masih dapat didengar oleh yang lain. Athena mengangguk. "Sebenarnya Aku nggak ingin mengenalnya, Eva." Spontannya jujur tanpa takut sama sekali.Matanya menatap tajam pada Lukman Hakim sambil sedikit menaikkan bibir bawahnya. Lukman Hakim tersenyum tipis. Ia mengerti rasa kesal di hati Athena. "Baiklah, Bapak dan Ibu sekalian. Aku ada di sini sebagai jembatan diantara Kalian. Kalian boleh mengutarakan apapun yang Kalian ingin katakan dan Insyaa Allah, Aku akan menjadi penengah."Ucapan Insyaa Allah dari Lukman Hakim membuat hati Andara dan Artika tersentuh dan berharap kalau polisi ini benar - benar menjadi jodoh Alea. "Aku.. Aku duluan." Pinta Axel yang membuat semua mata kini menatapnya. "Baiklah, Axel. Apa yang ingin Kamu katakan?" Ta
Last Updated: 2026-07-17
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

"Masa' cuma segini sih, Pah?" Nisa menatap lembaran biru yang baru diberikan Iman, sang suami. Annisa Saktiara, yang dipanggil Nisa ini dulunya seorang anak konglomerat yang jatuh cinta pada seorang montir di bengkel mobil langganannya. Annisa bersikeras. Cinta membuatnya tak bisa berpikir dengan jernih. Apalagi pada awalnya Iman memperlakukannya bak seorang putri. Ia semakin mabuk kepayang. Tapi perjalanan hidupnya tidak seperti yang Nisa bayangkan. Nisa mulai merasakan pahitnya hidup susah. Apalagi sikap Iman yang pemalas dan lebih mendengarkan ucapan saudara saudaranya. Apakah Annisa menyesal?
Read
Chapter: Bab 130
"Udangnya pesan beberapa porsi ya, Nah. Oke, Kita nanti meluncur ke sana. Nemenin Edi dulu sebentar." Hasby menutup ponselnya."Bagaimana? Mau ikut apa tinggal di sini?" Hasby melirik Sani yang langsung tersipu malu."Saya punya suami, Bang." Mumu, Yanti, Iman dan Nisa langsung tergelak - gelak. "Emang Saya nanya?"Edi mengerucutkan bibirnya. Hasby tak dapat menahannya lagi. Tawanya terlepas. "Dia ngomong begitu karena takut Kamu kena php, Di.""Ayok, jalan." Edi menyeruput kopinya lagi sebelum berjalan."Mau kemana? Yanah di sebelah sana!" Hasby menunjuk arah yang sebaliknya. Edi memutar langkahnya. "Kasihan Bang Edi." ucap Nisa. Iman merengkuh bahu dan memeluk Nisa.Yanti tau Mumu tidak akan melakukan itu karena tidak terbiasa. Ia berinsiatif memeluk lengan Mumu lagi. Tapi tak di sangka Mumu melepaskan tangan Yanti dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya. Yanti hampir menangis karena bahagia. Netra Edi yang tajam langsung melihat keberadaan Yanah dan Ijay. "Nah!" ter
Last Updated: 2024-07-11
Chapter: Bab 129
"Bang Hasby tidak terlalu memuja pada kecantikan. Yang penting klik.""Tapi Aku nggak pe de tanpa make up." kata Ratna, mulai goyah. "Ya, jangan harap Bang Hasby akan melirik Mbak. Padahal Dia lagi cari pendamping hidup, lho. Dia sudah lama jadi duren. Duda keren." Yanti mulai menjadi kompor. "Udah, yuk. Kita mau ke toilet." ajak Yanah. "Eh, nanti dulu. Kalau Saya nggak pakai make up apa Hasby akan menyukai Saya?"Ikan memakan umpannya. Nisa tersenyum. "Sudah pasti. Abang pernah bilang suka kok, sama Mbak. Tapi katanya,'Sayang ya, Dia pakai make up. Coba kalau enggak." Nisa heran kenapa Yanti begitu lancarnya berbohong. Ratna termenung. "Andai Mbak bisa jadi kakak ipar Kita, Kita pasti seneng banget bisa makan enak terus." rayu Yanah lagi. Dalam hatinya ia bergumam, 'Duh - duhh..! Apanya yang enak, siiih?'Ratna tercenung. Apakah Hasby benar - benar akan tertarik padanya tanpa riasan di wajahnya? Mereka melanjutkannya dengan cerita mengenai Hasby. Hasby yang seorang psikiate
Last Updated: 2024-07-10
Chapter: Bab 128
"Ra.. Ra..?" Edi tergagap. Ia terkesima bukan karena takjub tapi lebih karena terkejut dan takut. "Ratna?" sapa Hasby dengan senyum yang mengembang. Bertolak belakang dengan Edi yang kemudian memalingkan wajahnya, Hasby justru bangun untuk menjabat tangannya. Di mata Edi Ratna begitu menyeramkan. Alisnya hanya tinggal sebelah - sebelah karena tidak ada lukisan dari pensil alis di sana. Bibirnya juga hampir membiru karena tidak ada sapuan lipstik di atasnya. Hasby tersenyum."Apa kabar?" tuturnya. Lebih hangat dari biasanya. "Baik." Ratna langsung duduk di sebelah Hasby. Ia merasa Hasby telah meresponnya dengan baik. Tidak kaku seperti sebelumnya. Bibir birunya menguakkan senyum. "Kapan - kapan Saya main ke rumah Abang, ya?" katanya tanpa melirik sedikitpun pada Edi yang belum pulih dari rasa terkejutnya. "Boleh." Hasby tersenyum tipis. Ia tidak takut Ratna datang ke rumahnya karena banyak anak buahnya yang dapat menghalangi Ratna untuk bertemu dengannya. Ratna semakin senang
Last Updated: 2024-07-09
Chapter: Bab 127
Iman ikut tertawa sedang Hasby yang baru keluar dari ruangan itu menahan senyumnya. Baru kali ini Mumu mencemburui istrinya. Sudah puluhan tahun sejak mereka menikah. Selama ini Iman yang terkenal dengan kecemburuannya. Mumu selalu cuek pada istrinya. Tapi sekarang? Setelah menghentikan tawanya Edi berujar, "Habis ini Aku akan bertemu dengan Ratnaku. Aku sudah rindu berat." Ratnaku? Yang lain sontak menepuk jidatnya masing - masing. Gusti, bagaimana menyadarkbuan manusia satu ini? "Emang Kita mau ke sana lagi? Makanannya 'kan kurang enak?" berengut Yanah. "Iya." timpal Iman setuju. Edi menatap Hasby. Ia mulai cemas. Hasby mengerti kecemasan Edi. Bagaimanapun Ia tidak ingin mengecewakan adiknya yang satu ini. "Ya. Nanti Kita ke sana." Edi kembali ceria dan bersemangat. "Yes!"Nisa menggelengkan kepalanya. Prihatin. 'Kasihan Bang Edi. Dia kesepian.'Yanti menarik lengan Nisa."Ayok nanti Kita kerjain ondel - ondel itu, Nisa." bisiknya. "Bagaimana?" Yanti membisikkan sesu
Last Updated: 2024-07-08
Chapter: Bab 126
"Sabar, dong. Orang sabar itu kekasih Allah." ucap Hasby. Bijak seperti biasanya. "Taraaa!" Nisa mengembangkan kedua tangannya. Netra merah Mumu membelalak saat Yanti kembali. Yanti mengenakan gamis seperti Yanah dan Nisa. Kepalanya juga memakai hijab instan. Ada sapuan bedak dan lipstik tipis - tipis. Yanti terlihat berbeda. Yanti terlihat berbeda. Ia tersenyum malu saat netra suaminya nyaris tak berkedip menatapnya. "Kamu apain Dia, Nisa?" tanya Edi dengan mengerjapkan netranya berulangkali. "Ternyata gamis Teh Yanti banyak. Bagus - bagus. Tapi Dia nggak berani pakai. Takut Bang Mumu nggak suka. Takut diketawain.""Aku suka. Suka banget." cetus Mumu tanpa sadar. Air liurnya bahkan menetes. Ia seperti siap menelan Yanti sekarang juga."Iler tuh, iler!" Edi tertawa diikuti yang lain. "Nggak ada yang nggak suka sama perempuan feminin." ujar Iman sambil meraih Nisa dan menghadiahinya dengan sebuah kecupan kecil di pipinya. Cup! "Hadiah karena udah membuat Teh Yanti jadi peremp
Last Updated: 2024-07-07
Chapter: Bab 125
Yanah kembali memeluk Nisa. 'Kasihan anak ini. Dia benar - benar jadi korban untuk semuanya.'Ijay menatap Nisa. Ia kini menyadari perasaannya. "Itu bukan cinta, Nah. Itu cuma rasa kagum yang dibaluri rasa iri karena tidak dapat memilikinya. Nisa seperti boneka yang tidak bisa Kamu miliki, Jay. Jadi Kamu terobsesi padanya."Yanah dan Ijay mengangguk. Mereka sama menatap Nisa yang memerah wajahnya karena dikatakan boneka. Bulu matanya yang lentik mengerjap. Dia memang seperti boneka. "Boneka kesayangan." Yanah mencium pipi Nisa yang memerah karena malu.Nisa menyadari sesuatu. "Tolong, Teh, Bang, Iman nggak usah tau hal ini, ya?" Nisa tidak ingin membuat Iman menjadi posesif bila melihat Ia bersama Ijay."Masalah ini Kita tutup sampai di sini. Yang lain nggak usah tau, bukan hanya Iman." tegas Hasby. "Ya." Ijay dan Yanah mengangguk. Hasby tersenyum. Ia juga langsung pamit untuk pulang. Masalah ini sudah mereka selesaikan dengan baik karena campur tangan Hasby. Ijay berjanji aka
Last Updated: 2024-07-06
You may also like
After Heartbreak (21+)
After Heartbreak (21+)
Romansa · Dandelion
115.1K views
Menantu Tak Diharapkan
Menantu Tak Diharapkan
Romansa · Siti Marfuah
115.0K views
Istri Tangguh Tuan Angkuh
Istri Tangguh Tuan Angkuh
Romansa · Ipak Munthe
114.5K views
Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Pemuas Nafsu Kakak Tiri
Romansa · Liyusa_
114.5K views
Marriage Agreement
Marriage Agreement
Romansa · Nona Fi
114.4K views
Istri Yang Diabaikan
Istri Yang Diabaikan
Romansa · TrianaR
114.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status