Beranda / Romansa / Adinda / Obrolan Bukan Perbincangan

Share

Obrolan Bukan Perbincangan

Penulis: Adiarizki
last update Tanggal publikasi: 2026-09-20 08:47:40

Pagi itu, Giyo datang ketika embun masih menempel di ujung daun kopi. Motornya berhenti di depan rumah Anjas dengan suara mesin yang cukup keras untuk membuat beberapa ekor ayam berlarian ke halaman tetangga. Ia mematikan mesin, merapikan rambut menggunakan jemari, kemudian memandang rumah besar yang selama beberapa bulan terakhir sudah terasa seperti rumah keduanya.

Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ia tidak datang untuk mengobrol santai dengan Anjas. Tidak pula untuk sekadar

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adinda   Obrolan Bukan Perbincangan

    Pagi itu, Giyo datang ketika embun masih menempel di ujung daun kopi. Motornya berhenti di depan rumah Anjas dengan suara mesin yang cukup keras untuk membuat beberapa ekor ayam berlarian ke halaman tetangga. Ia mematikan mesin, merapikan rambut menggunakan jemari, kemudian memandang rumah besar yang selama beberapa bulan terakhir sudah terasa seperti rumah keduanya.Namun, kali ini ada sesuatu yang berbeda. Ia tidak datang untuk mengobrol santai dengan Anjas. Tidak pula untuk sekadar mencari Adinda dari balik jendela kamarnya. Pagi itu, Anjas sendiri yang memintanya datang. Giyo menelan ludah. Ia melangkah menuju teras. Belum sempat mengetuk pintu, suara Anjas sudah terdengar dari dalam.“Masuk.”Giyo berhenti sebentar. Kemudian membuka pintu.“Assalamualaikum, Pak.”“Waalaikumsalam.”Anjas duduk di kursi panjang dengan kedua tangan b

  • Adinda   Penyelidikan Ayah

    Sejak pagi itu, Anjas tidak bisa berhenti memikirkan putrinya. Ada sesuatu yang salah. Ia tidak tahu persis apa, tetapi naluri seorang ayah membuatnya sulit mengabaikan perubahan yang terjadi di rumahnya sendiri. Bahkan senyumnya pun sudah tidak sama. Dulu, hanya dengan membawa sekeranjang mentimun dari kebun, Anjas bisa mendengar tawa putrinya memenuhi ruang tengah. Sekarang, sekeranjang buah segar itu hanya dibiarkan di atas meja.Tidak disentuh. Tidak ditanyakan. Tidak pula menjadi alasan bagi Adinda untuk keluar kamar. Anjas duduk di teras sambil menyalakan sebatang rokok. Pujimaharani yang sedang menyusun kue ke dalam wadah plastik beberapa kali meliriknya. Ia tahu suaminya sedang memikirkan sesuatu.“Mas.”Anjas mengangkat wajah. “Iya?”“Jangan merokok banyak-banyak.”Anjas melihat rokok di antara jarinya. Bara merahnya sudah hampir menyentuh ujung. Ia mematikannya.“Dinda belum keluar?”Pujimaharani menggeleng.“Dari tadi pagi.”“Sudah makan?”“Sedikit.”“Sedikit itu berapa?”

  • Adinda   Perubahan Adinda

    Sudah beberapa minggu terakhir Anjas merasa rumahnya tidak lagi sama. Bukan karena cat dindingnya berubah. Bukan pula karena perkebunan di belakang rumah semakin luas. Bahkan bukan karena istrinya kini semakin sibuk membuat kue untuk dititipkan ke warung-warung sekitar desa. Ada sesuatu yang berubah. Dan perubahan itu bernama Adinda. Anjas mulai menyadarinya sejak suatu pagi ketika ia melihat putrinya keluar dari kamar tanpa mengenakan kerudung. Langkah lelaki itu terhenti.Tangannya yang sedang memegang cangkir kopi bahkan hampir saja terlepas.“Din.” Adinda yang sedang berjalan menuju dapur berhenti.“Iya, Yah?” Anjas menatap putrinya dari ujung kepala sampai kaki.“Kerudungmu mana?” Adinda menyentuh rambutnya.“Oh ... Anu,” ia tertawa kecil, “Dinda lupa.”“Lupa?”“Iya.” Anjas tidak langsung menjawab.Selama bertahun-tahun, Adinda memang bukan anak yang sempurna. Kadang ia keras kepala. Kadang terlalu banyak bicara. Kadang juga malas jika disuruh membantu pekerjaan rumah. Tetapi ada

  • Adinda   Jalan Lain

    Tok! Tok! “Siapa?” ujar Tiwi dari balik pintu rumah Adinda. “Wi, ini aku Zenix. Aku mau ngomong sama Kak Dinda,” sahut Zenix dari balik pintu. Tiwi menoleh ke arah Adinda dan juga Angel yang di mana ia seolah meminta persetujuan. Setelah kedua sahabatnya mengangguk. Barulah Tiwi berani membukakan pintu. Saat pintu terbuka Giyo berdiri di sana dengan Zenix berada di sebelahnya. Begitu pula dengan Andika. Giyo masuk dengan raut wajah datar. Tanpa basa-basi ia menghampiri Adinda dan berhenti tepat di hadapan gadis itu. Adinda tampak gugup menghadapi Giyo yang jelas-jelas sudah ada di depannya. Zenix memberikan kode kepada Angel untuk menjauh. Gadis itu mengerti dan memilih untuk duduk bersama Tiwi di sofa ruang tamu. “Kapan aku mengiyakan kita putus? Kapan aku menyetujui omongan kamu? Kapan!” bentak Giyo dengan raut wajah memerah menahan gejolak amarah. “Tapi aku—” kalimat Adinda mendadak berhenti saat jari telunjuk Giyo menutupi bibir tipisnya. “Kamu masih pacar aku. Enggak ada pe

  • Adinda   Aku Sudah Rusak!

    Giyo sudah pulih dan kembali ke rumahnya. Di sana Adinda terus berusaha mencari kesempatan untuk menjenguk kekasihnya itu. Hari itu suasana kediaman Giyo memang sangat sepi. Sedangkan kedua orang tua Adinda menghadiri pesta pernikahan saudaranya yang mengharuskan keduanya menginap selama beberapa hari di sana. Hal itu dimanfaatkan Adinda untuk merawat Giyo. “Sayang, sini aku periksa dulu lukanya,” ujar Adinda yang baru saja masuk ke kamar Giyo dengan membawa nampan berisi, perban, obat merah, dan beberapa kain kasa. “Ternyata enak juga kalau ada istri yang merawat kayak begini,” balas Giyo yang membuat Adinda tersipu malu. Wajahnya bersemu merah jambu. “Permisi, ya Sayang. Maaf kalau sakit.” “Kalau cuman kayak begini enggak ngaruh sedikit pun. Kalau kamu yang ngurusin, digosok-gosok juga aku mau.” Adinda menekan luka Giyo yang membuat pria itu meringis. Adinda tertawa. Giyo membalik tubuhnya yang membuat Adinda terkejut dan spontan mengelak. Giyo mendesak hingga tubuh Adinda berad

  • Adinda   Pelan-pelan!

    “Bangsat lu! Hia!”Giyo menyerang Dragon. Perkelahian antar keduanya tidak terhindarkan. Giyo sudah nyaris hampir mengalahkan Dragon. Sesaat sebelum sebuah belati menancap dipunggung kirinya. Saat menoleh Giyo melihat sang ketua berada di sana. “Apa yang buat lu rela mati demi cewek itu Gi?” ujarnya dengan tatapan kosong.“Lu rela mau ngebunuh rekan lu sendiri hanya demi satu orang gadis yang belum tentu lu bisa dapatin.”“Kenapa lu jadi sebegok ini?”Giyo tidak peduli dengan ocehan sang ketua. Kini ia malah berusaha menyerang sang ketua. Namun ia kalah jumlah, Giyo terpojok. Tubuhnya mengalami banyak luka memar. Dari punggungnya pun masih mengalir geti segar.Perlahan Giyo tampak melemah. Dan akhirnya dia terjatuh. Sang ketua membawanya ke rumah sakit. Giyo dirawat di sana. Setelah ia siuman Giyo menyadari di sampingnya ada Adinda yang terlihat lelah dan sangat khawatir. Giyo membelai kepala Adinda dengan perlahan.“Sayang aku ada di mana?” ucap Giyo lirih dengan nada yang le

  • Adinda   Adinda Maharani,

    Malam itu adalah malam yang paling ditunggu kalangan muda-mudi di Desa Tanjung Agung. Segala persiapan menyambut pesta tahun baru sudah diatur—sebaik mungkin. Agar segalanya berjalan dengan lancar. Adinda, masih duduk di kamarnya sambil membaca sebuah buku yang baru saja dibelikan oleh sang ibu.

  • Adinda   Wanitanya Segalanya

    Bima dan Hendri langsung menjauh dari dua orang yang terlihat semakin lengket. Giyo benar-benar ingin memperlihatkan siapa dia sebenarnya. Andara semakin dibuat kesal karena Adinda sama sekali tidak menolak perlakuan Giyo padanya, sedangkan dia saja yang sudah lebih dulu dekat dan sering kali men

  • Adinda   Gejolak Cemburu Membara

    Beberapa saat berlalu, Adinda masih menanti apa yang ingin disampaikan oleh Giyo. Ia menatap pemuda itu lekat. Tahu-tahu Giyo mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke depan. Justru yang membuat sorot mata keduanya beradu. Pandangan itu seakan menyatu tak ingin dipisahkan. Namun bibir masih terkun

  • Adinda   Ketika Hati Dan Logika Bertolak Belakang

    Adinda yang baru saja kembali bersama Andara. Tampak canggung karena teman-temannya memperhatikan mereka. Adinda tidak ingin berada dekat dengan Balai Desa. Ia memilih duduk di bagian halaman parkir yang bersebelahan dengan jalan. Tentu saja, Andara menemaninya dengan setia. Di sana keduanya hany

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status