Share

Andi Meninggal?

Penulis: Dita SY
last update Tanggal publikasi: 2025-12-03 11:30:55

"Kita harus menghubungi Bos."

"Tapi nomor hape Bos nggak aktif."

"Sial!" umpat anak buah Marco, sambil mengepalkan kedua tangannya di samping.

Setelah meledakkan bom di depan markas, para anak buah Marco melarikan diri melewati ruang bawah tanah.

"Ternyata wanita-wanita tadi adalah penyusup," ucap salah satu tangan kanan Marco. "Kalian semua tertipu, bodoh!"

"Halah, kau juga tertipu 'kan? Bahkan kau sudah bersiap-siap ingin menikmati mereka juga," lirik pria berambut ikal. "Sadar diri! Kau juga
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (19)
goodnovel comment avatar
Lely
Masuk bngt ni mn ikan lele SM si ikan nila ......
goodnovel comment avatar
Lely
Alhamdulillah akhirnya si kumis lele itu selamat,, lucu juga dia ternyata ......
goodnovel comment avatar
Lely
Ternyata si kumis lele itu lucu juga ............
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 634: Jangan Dylan!

    "Bagaimana Dylan?" tanya Zidan saat kakinya sudah mulai terasa letih."Sstttt!"Dylan menatap jalan setapak kecil yang memanjang di balik pintu belakang sekolah.Rasa penasarannya memuncak. Di ujung jalan itu terdapat sebuah perkampungan padat dengan rumah-rumah semipermanen yang berimpitan ... sebuah kawasan kumuh yang sangat kontras dengan gedung sekolah internasional mereka yang megah.Jiwa petualang Dylan mendesaknya untuk terus melangkah ke luar pagar demi mengejar si pencuri."Aku tahu dia lari ke mana?" gumam Dylan.​Namun, tepat ketika Dylan hendak melangkahkan kaki melewati pintu besi tua itu, Zidan tiba-tiba menarik ujung seragam Dylan dengan kuat.Wajah Zidan tampak sangat pucat, ketakutan setengah mati.​"Jangan, Dylan! Jangan keluar dari sekolah!" bisik Zidan dengan suara bergetar."W

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 633: Detektif Kecil

    "Dylan ke kantin yukk!"Suara seruan teman sekelas Dylan terdengar dari arah pintu, tetapi bocah laki-laki yang dipanggil tampak diam mematung sambil memperhatikan sesuatu."Udah kita ke kantin berdua aja," ajak Gilang, menggandeng lengan temannya.Sementara Dylan masih diam, duduk di dalam kelas.Hari itu di jam istirahat sekolah, suasana yang biasanya ceria mendadak berubah tegang.Zidan, teman sebangku Dylan, duduk di pojok kelas sambil menangis sesenggukan.Dylan mendekati, "Kamu kenapa?"Zidan menatap Dylan dengan kedua manik mata berkaca-kaca, lalu menjelaskan semuanya.Mainan robot superhero edisi terbatas miliknya yang baru dibelikan sang ayah hilang dari dalam tas.Mainan itu sangat mahal dan langka, membuat seisi kelas heboh mencari di bawah meja dan loker, namun hasilnya nihil.

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 632: Penjaga Kecil

    "Hahaha! Ayo Kak Dylan! Kejar aku dong!""Iya, masa kalah sih sama anak perempuan?""Hmm, awas ya kalian berdua!"Seminggu berlalu. Pada hari ini halaman rumah besar milik Dirga dipenuhi oleh suara tawa dan derap langkah kaki kecil.Setelah melewati masa-masa yang berat, suasana di kediaman Dirga kini terasa jauh lebih hangat.Dylan, kini tumbuh menjadi anak yang sangat baik dan penurut, benar-benar membuktikan dirinya sebagai sosok kakak yang bisa diandalkan.Ia tidak lagi sering melamun, melainkan aktif membantu Daddy dan Mommy-nya menjaga adik perempuannya, Farah.​Bukan hanya kepada Farah, Dylan juga sangat perhatian pada Aurora, sahabat Farah yang sering main ke rumah.Karena Dylan adalah anak laki-laki yang paling besar, ia merasa punya tugas penting untuk menjadi kapten pelindung bagi anak-anak perempuan yang l

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 631: Kelahiran yang Ditunggu

    Tiga bulan berlalu dengan cepat setelah malam yang penuh ketegangan di Danau Hitam.Adrian benar-benar memegang janjinya untuk tidak lagi mengejar masa lalu Marco dan fokus sepenuhnya pada keluarga kecil mereka.Pagi ini, di salah satu kamar rawat persalinan rumah sakit swasta di Jakarta Selatan, suasana dipenuhi oleh kebahagiaan yang membuncah.​Intan baru saja melahirkan anak laki-laki mereka melalui proses persalinan yang lancar dan sehat.Bayi mungil dengan berat 3,2 kilogram itu kini sedang tertidur lelap di dalam boks bayi di samping tempat tidur Intan.Wajahnya yang kemerahan tampak sangat mirip dengan Adrian saat memejamkan mata.​Sekitar pukul sepuluh pagi, pintu kamar rawat diketuk perlahan. Adrian yang sedang duduk di samping tempat tidur Intan sambil menggenggam tangan istrinya segera bangkit untuk membuka pintu.​"Selamat ya,

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 630: Marah!

    Akhirnya sampai!Pintu unit apartemen itu terbuka dengan suara klik yang pelan. Adrian melangkah masuk dengan sisa-sisa lumpur yang sudah mengering di ujung celana taktisnya dan wajah yang terlihat sangat kuyu.Di ruang tengah, Mbak Lastri yang sedang merapikan mainan Maura langsung berdiri dan memberikan tatapan penuh kelegaan sekaligus teguran halus kepada majikannya."Mana Intan?" tanya Adrian.​"Bu Intan ada di kamar, Pak. Sedang istirahat," jawab Mbak Lastri pelan sebelum pamit untuk ke dapur.​Adrian mengangguk lemah. Ia melepaskan jaketnya, mencuci tangan dan wajahnya sebersih mungkin di wastafel, lalu berjalan perlahan menuju kamar tidur utama.Begitu pintu kamar terbuka, pemandangan di hadapannya langsung menusuk ulu hatinya.Intan sedang berbaring miring di atas ranjang, memeluk guling erat-erat dengan mata sembab yang menatap k

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 629: Penyesalan

    "Argggghhhh! Nyaris saja!" teriak Adrian.Mobil off-road hitam itu melaju kencang, melibas jalanan setapak yang dipenuhi akar pohon dan batu-batu tajam.Darko mengambil alih kemudi karena napasnya sudah mulai teratur, sementara Adrian duduk di kursi penumpang sambil mencoba menenangkan detak jantungnya yang masih berdegup kencang setelah aksi kejar-kejaran dengan paramiliter Vultures.​Saat mobil mulai memasuki jalan aspal yang menandai batas luar area Danau Hitam, Adrian merogoh saku jaket taktisnya.Ia mengeluarkan ponsel satelit yang sempat dinonaktifkan sistem enkripsinya oleh Darko agar tidak terlacak selama misi penyusupan.Begitu ponsel itu kembali terhubung dengan jaringan publik, rentetan notifikasi langsung masuk secara bertubi-tubi.​Panggilan tak terjawab dari Intan sebanyak dua puluh kali.Pesan singkat dari Mbak Lastri.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status